Selasa, 07 Februari 2017

PEMAHAMAN DASAR TENTANG ALKITAB! #1

Rumusan Masalah:

A. Apa itu Alkitab?

B. Bagian-bagian Alkitab dan Tahun Penulisannya!

C. Bagaimana Penulisannya?

D. Bagaimana dengan klaim bahwa Alkitab: Buku Yang Turun dari Langit?

E. Apa yang menjadi keunikan dari "penulisan" kitab ini?

F. Apa keunikan dari "isi" Alkitab?

Pembahasan:
A. Apa itu Alkitab? 

Alkitab adalah Kitab yang dimiliki oleh umat Yahudi dan Kristen. Bedanya kesamaan isi antara Alkitab orang Kristen dan Yahudi hanya sampai di akhir Kitab Perjanjian Lama saja. Sebab bagi orang Yahudi, Yesus Kristus bukanlah Mesias. Sehingga sampai saat ini, fokus orang Yahudi tidak lepas dari keturunan raja Daud, sebab daripadanyalah Mesias itu akan datang.

Kitab-kitab yang ada di Alkitab secara sah [sesuai naskah Ibrani (PL) dan Yunani (PB) yang ditemukan] berjumlah 66 kitab. Di mana PL berjumlah 39 kitab dan PB berjumlah 27 kitab.

Alkitab disusun secara 'semi-kronologis', maksudnya disusun berdasar tema atau bagian kitab tersebut, seperti nabi Yeremia hidup di zaman Raja Yosia (kitab Raja-raja) tetapi kitab Yeremia tidak diletakkan setelah kitab Raja-raja, kitab Yeremia dikelompokkan bersama kitab yang bertema sama. Nabi Yeremia termasuk nabi besar, jadi dikumpulkan bersama nabi besar lainnya.

Demikian juga kitab yang ditulis oleh raja Salomo, anak Daud, dikumpulkan bersama kitab yang bertema sama, Salomo diberi wahyu untuk menulis kitab, dan kitab yang ditulisnya itu dalam frasa puitis, sebagaimana ayahnya (Daud) menciptakan kitab yang beraliran sama. Maka, urutan (kronologis) kitab Salomo ditaruh di kitab yang bersemi sama.

B. Bagian-bagian Alkitab,

A. PERJANJIAN LAMA

Pentateuch [Kelima Kitab Taurat]:

1. Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan, Ulangan, ditulis oleh nabi Musa, namun khusus kitab Ulangan dilanjutkan oleh nabi Yosua – 1400 S.M

Sejarah:

2. Yosua, oleh Yosua – 1350 S.M

3. Hakim-Hakim, Rut, 1 Samuel, 2 Samuel, oleh Samuel dan atau Natan dan atau Gad – 1000-900 S.M

4. 1 Raja-Raja, 2 Raja-Raja, oleh Yeremia – 600 S.M

5. 1 Tawarikh, 2 Tawarikh, Ezra, Nehemia, oleh Ezra – 450 S.M

6. Ratu Ester oleh Mordekhai – 400 S.M

Kebijaksanaan dan Puisi:

7. Ayub oleh Musa – 1400 S.M

8. Mazmur, oleh beberapa penulis yang berbeda, kebanyakan oleh Daud – 1000 – 400 S.M

9. Amsal, Pengkhotbah, Kidung Agung, oleh Salomo – 900 S.M

Nabi-nabi Besar:

10. Yesaya, oleh Yesaya – 700 S.M

11. Yeremia, Ratapan, oleh Yeremia – 600 S.M

12. Yehezkiel, oleh Yehezkiel – 550 S.M

13. Daniel, oleh Daniel – 550 S.M

Nabi-nabi Kecil:

14. Hosea, oleh Hosea – 750 S.M

15. Yoel, oleh Yoel – 850 S.M

16. Amos, oleh Amos – 750 S.M

17. Obaja, oleh Obaja – 600 S.M

18. Yunus, oleh Yunus – 700 S.M

19. Mikha, oleh Mikha – 700 S.M

20. Habakuk, oleh Habakuk – 600 S.M

21. Zefanya, oleh Zefanya – 650 S.M

22. Hagai, oleh Hagai – 520 S.M

23. Zakharia, oleh Zakharia – 500 S.M

24. Maleakhi, oleh Maleakhi – 430 S.M

B. PERJANJIAN BARU

Injil:

1. Matius, oleh Matius - 55 A.D

2. Markus, oleh Yohanes Markus – 50 A.D

3. Lukas, oleh Lukas – 60 A.D

4. Yohanes, oleh Yohanes, anak Zebedeus – 90 A.D

Sejarah Perjanjian Baru/Kekristenan:

5. Kisah Para Rasul, oleh Lukas – 65 A.D

Surat Para Rasul:

6. Roma, 1 Korintus, 2 Korintus, Galatia, Efesus, Filipi, Kolose, 1 Tesalonika, 2 Tesalonika, 1 Timotius, 2 Timotius, Titus, Filemon, oleh Paulus – 50-70 A.D

7. Ibrani, oleh anonymuose [tidak disebut namanya], tidak diduga Paulus karena ia selalu mengirim surat dengan kata 'Pembuka' sembari menyebut namanya, tetapi diduga Lukas, Barnabas, atau Apolos (Petrus) – 65 A.D

8. Yakobus, oleh Yakobus – 45 A.D

9. 1 Petrus, 2 Petrus, oleh Petrus – 60 A.D

10. 1 Yohanes, 2 Yohanes, 3 Yohanes, oleh Yohanes, anak Zebedeus – 90 A.D

11. Yudas, oleh Yudas saudara Yakobus, bukan Yudas Iskariot – 60 A.D

12. Wahyu, oleh Yohanes, anak Zebedeus – 90 A.D.

Keterangan:
1. S. M adalah tahun Sebelum Masehi, tahun sebelum kelahiran Tuhan Yesus Kristus/Isa Al Masih. Dalam bahasa Inggris disebut BC atau Before Christ;

2. A. D adalah Anno Dommini, bahasa Latin, yang berarti Tahun Tuhan Kita, orang Indonesia menyebutnya Masehi, keduanya sama mengartikan ini sebagai Tahun di mana Kristus telah lahir.

3. Penanggalan Masehi dibuat oleh seorang biarawan bernama Dionisius. Dan akhirnya diakui sebagai tahun dunia.

C. Bagaimana Penulisannya?

MATERI I

Setelah menambah wawasan tentang bagian Alkitab dan siapa-siapa penulisnya, sekarang kita akan memahami bagaimana penulisan Alkitab itu.

Sebagaimana yang kita tahu, bahwa Alkitab ditulis dengan adanya bimbingan dari Roh Kudus,

* 2 Petrus 1:21,
sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas n
ama Allah.

Perlu diketahui bahwa tidaklah semua nabi dan rasul diilhami untuk menulis kitab, misalnya dari kedua belas murid inti yang kemudian disebut para rasul Tuhan Yesus Kristus hanya 2 orang saja yang diilhami untuk menulis Injil, yaitu Matius dan Yohanes. Sedangkan Yohanes Markus dan Lukas adalah rasul (murid) selebihnya. Yesus tidak hanya memiliki 12 Murid, malah Ia saja pernah mengutus 70 murid-Nya (Lukas 10) dan semakin bertambah jumlahnya.

Mereka yang diilhami untuk menulis kitab mendapat bimbingan dari Roh Kudus, namun tidak berarti bahwa Roh Kudus disini mendiktekan apa-apa saja yang harus mereka tulis.

Kita diingatkan oleh Salomo, bahwa;

*Pengkhotbah 3:11,
.... manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.

Pengilhaman oleh Roh Kudus tidak menjadikan penulis serbatahu, penulis tetap dalam keterbatasan bedanya mereka dapat bernubuat.

Pengilhaman ini juga tidak mengubah sifat penulis dalam bercerita, penulis tetap menjadi diri mereka -bercerita sesuai dengan gaya bicara mereka masing-masing-.

Seperti Matius kadangkala lebih suka membesar-besarkan caranya dalam bercerita [detail], tetapi Markus kadangkala terkesan merinci saja atau fokus ke bagian tertentu.

Ini tentu tidak salah dan tidak aneh, karena Alkitab bukanlah sebuah buku yang didiktekan. Ditulis secara 'detail' atau 'rinci' bukan oleh suruhan Roh Kudus, tetapi sifat dari penulis itu sendiri.

D. Bagaimana dengan klaim bahwa Alkitab: Buku Yang Turun dari Langit?

MATERI II
Bukan "dari langit", bukan pula "secara serentak"

Kalimat yang dibubuhi dalam tanda kutip [", red - dari langit, secara serentak - ] adalah pemahaman produk Qur'an (versi Muslim),

*QS. 3:3,
(Tuhan Allah) telah menurunkan kitab kepadamu dengan sebenarnya; membenarkan kitab yang terdahulu dari padanya, lagi menurunkan Taurat dan Injil.

*QS. 6:163,
Dan kami telah memberi kitab zabur ke
pada Nabi Dawud.

Kemudian, ada bonus 'kekeliruan lainnya', yaitu 'secara serentak'.

Ini jelas keliru. Pembenarannya adalah, Alkitab bukan dari langit, melainkan ditulis oleh lebih dari 40 orang, bukan juga secara serentak (dalam sekejap seluruh isi Alkitab ada), melainkan selama 15 abad.

Tanpa dijelaskan pun Anda sudah memahami kebenaran ini apalagi setelah membaca MATERI I.

E. Apa yang menjadi keunikan dari "penulisan" kitab ini?

MATERI III
Sifatnya

Sifat Alkitab ada berupa kiasan -majas-, detail, rinci, topical, kronologis, pembulatan dan lain-lain.

1. Kiasan, tidak diartikan secara lahiriah, melainkan secara batiniah, seperti ketika Adam dan Hawa diciptakan Allah, Allah memerintahkan mereka supaya tidak memakan buah 'larangan', dan memberitahu akibat dari pelanggaran itu, bahwa seketika itu juga mereka akan mati.

Namun, orang yang mengartikan secara lahiriah akan menyalahi Alkitab karena kenyataannya mereka tidak mati, tetapi yang mengartikan secara batiniah paham bahwa mati secara rohanilah yang dimaksud Allah, terbukti pada saat itu juga mereka diusir dari taman Eden yang letaknya disebelah timur bumi (Kej. 2).

Ada juga pemahaman keliru yang timbul dari orang Kristen sendiri, manakala mengatakan bahwa Allah tidak jadi membinasakan mereka meski telah melanggar. Pemahaman ini jelas salah, sebab Allah tidak pernah kompromi dengan yang namanya dosa.

2. Detail, satu contoh sifat detail diambil dari kitab Injil Matius, yang kebanyakan bercerita secara besar-besaran, alasannya Injil ini pertama kali ditujukan oleh orang Yahudi terlihat dari cara Matius menceriterakan ceritanya sembari membandingkan dengan nubuat-nubuat yang tertulis di Perjanjian Lama.

Seperti ketika Yesus menyuruh meminjam keledai (Mat. 21), Matius secara detail dan sesuai tujuannya menulis bahwa ada dua ekor keledai disana untuk menggenapi nubuat ini: Za. 9:9, agar orang Yahudi menjadi yakin bahwa nubuat Mesias terpenuhi dan tergenapi di dalam diri Yesus, tetapi kitab Injil Markus 11, hanya menulis seekor saja, alias hanya fokus kepada seekor keledai yang nantinya ditunggangi Tuhan Yesus.

Ini tidaklah salah, karena kedua penulis memilih sudut pandangnya sendiri itu adalah kebiasaan umum, misalnya seorang penulis kadangkala bercerita dengan memfokuskan tulisannya ke satu arah saja.

3. Saling melengkapi, kasus bunuh diri Yudas Iskariot yang diceritakan oleh Matius 27 menapakkan kematian yang seketika, Yudas menggantung diri dan mati! Namun di KPR 1 menceritakan kematiannya bahwa ia jatuh terpelungkup dan seluruh isi perutnya keluar.

Ini tidaklah bertentangan, justru disinilah kita melihat sifat saling melengkapi, bahwa Yudas menggantung diri DAN tali yang ia pakai putus sehingga ia terjatuh akhirnya mati dalam kondisi seluruh isi perutnya keluar.

Ini bukan soal ini atau itu, melainkan ini dan itu!

Sama halnya dengan berita, yang satu sama lain stasiun televisi saling melengkapi. Manfaat dari ini bagi saya sendiri justru menambah pengetahun dan wawasan saya.

4. Sudut pandang, bagaimana penulis mengarahkan tulisannya. Seperti cara Matius dan Markus di atas.

Sifat ini yang lainnya dapat kita lihat antara Injil Matius dan Injil Lukas, dimana keduanya menulis silsilah Yesus namun dari sudut yang berbeda, yang satu menulis silsilah Ayah (Matius) dan yang lain dari silsilah Ibu (Lukas).

Injil Matius ditujukan kepada orang Yahudi, jadi ia menulis dari silsilah ayah, ini hal yang menjadi tradisi orang Yahudi, Matius memulai silsilah-Nya dari bapa 'Abraham', karena mulai dari dialah Perjanjian dimulai.

Matius fokus cerita ke Yusuf, baik dari silsilah maupun perjumpaan Yusuf dengan malaikat, sedangkan Lukas fokus bercerita ke Maria, mengenai silsilahnya dan perjumpaan Maria dengan malaikat.

Kemudian, dapat kita lihat lagi di kitab Injil Yohanes 20, dimana Yohanes fokus ke Maria saja waktu datang ke kubur Yesus, padahal di kitab Matius kita melihat bahwa Maria pergi bersama yang lain ke sana, dan sepanjang cerita kebangkitan Yesus, Yohanes terus fokus ke Maria dimana Maria kemudian bertemu dengan Yesus, yang ceritanya tidak kita dapati di Injil lain.

5. Rinci, sifat rinci kebalikan dari detail.

6. Topical, sifat ini membahas cerita secara semi-kronologis, yaitu menggabungkan isi 'topic' yang sama.

Seperti ketika Yesus mengutuk pohon ara (Matius 21) nampak bahwa pohon ara itu langsung kering, padahal di kitab Markus 11 kita membaca bahwa keesokan harinyalah pohon ara itu kering.

Ini karena Matius menulisnya secara 'topical', ketika bercerita tentang 'pohon ara', ia menyelesaikan cerita itu langsung, tidak seperti kitab Markus yang justru memilih bercerita secara kronologis.

7. Kronologis, secara berurut, seperti kitab Markus di atas.

8. Pembulatan, kitab Tawarikh terlihat bertentangan dengan kitab Raja-raja ketika menulis tentang umur, baiklah kita ketahui bahwa kadangkala penulis membulatkan umur-umur tersebut, seperti umur 13 tahun 8 bulan, dibulatkan menjadi 14 tahun; 14 tahun 7 bulan, dibulatkan menjadi 15...., dan lain-lain.

Orang Indonesia ketika ditanya berapa tahun Belanda menjajahnya, jawabannya: selama 350 tahun.

Tidak secara detail menyebut bulan-tanggal-hari-waktunya, mungkin saja 350 tahun itu adalah angka pembulatan dari 349 tahun sekian bulan sekian hari dan sekian waktu.

Dan lain-lain. [Silahkan beri tambahan di box komentar]

F. Bagaimana keunikan Alkitab di lihat dari "isi" kitab itu sendiri?

MATERI IV

Isinya

Alkitab penuh dengan berbagai nubuat yag telah terbukti kebenarannya. Misalkan nubuat mengenai Kejatuhan Yerusalem, Kelahiran Sang Mesias, dan lain sebagainya.

Tetapi kadangkala isi Alkitab juga dipandang pesimis oleh teman-teman Slimut. Seperti ketika Allah berbicara dalam bahasa yang bermajas atau puitis,

* Yesaya 42:14,
Allah berkata, "Sudah lama Aku membisu; Aku diam dan menahan diri. Sekarang tiba saatnya untuk bertindak, Aku mau berteriak seperti wanita yang melahirkan.

Ayat di atas adalah puji-pujian keselamatan, umat Kristen tidak malu dengan ayat di atas, sebaliknya malah bunyinya lebih indah bagi seorang pecinta puitis atau yang sehati dengan seni.

Perlu diketahui, bahwa di Alkitab-lah para ahli bahasa belajar dan mengumpulkan bahasa-bahasa kontekstual (majas alegoris, ironi, hiperbola, puitis dll).

Buku ini (Alkitab), telah banyak berpengaruh terhadap karya-karya terbesar dunia baik dalam bidang seni, sastra, dan musik, serta juga memiliki pengaruh yang menonjol terhadap hukum.

Isi yang sering dipermasalahkn oleh teman Muslim kita yang lainnya adalah tentang kejujuran Alkitab menulis dosa para nabi, baik itu berupa incest, pengingkaran dan lain-lain.

Tetapi, segala dosa para nabi yang ditulis oleh Alkitab tidaklah pernah dibenarkan oleh-Nya, sebaliknya malah mendapat ganjaran akibat dari dosa itu.

Bacalah semua perbuatan dosa yang tertulis di Alkitab, dan Anda tidak akan menemukan saran untuk mengikuti perbuatan itu, sebaliknya Anda belajar mengenal sesuatu yang tidak berkenan di mata Allah.

Umat Muslim tidak mengambil makna dari cerita di atas.

Alkitab saja begitu berpengaruh di bidang hukum. Mana mungkin bapak-bapak hukum terdahulu berpatokan pada kitab yang mengajarkan hal yang salah. Itu sungguh konyol.

Demikian pun bahasa-bahasa yang digunakan, begitu menginspirasi para penulis puitis.

Macam-macam sifat menulis diinspirasikan dari kitab ini, ada menulis secara topical, ada juga secara kronologis, ada pembulatan angka, detail dan rinci, persuasi, ekposisi, dan lain-lain.

Hukum, kebijaksanaan, majas hiperbola, ironi, personifikasi, anthropomorf, puitis, sajak, syair, sastra, dan lain-lain.

Wah, ke semua hal yang dinilai salah oleh teman-teman Muslim ternyata begitu berpengaruh terhadap perkembangan sastra, seni, bahasa, hukum dan lain-lain.

Bahkan hal ini dipelajari di sekolahan, Muslim yang mengkritisi Alkitab sedemikian sebaiknya berhenti menulis secara majas, puitis, atau mengikuti jurusan hukum, karena semuanya itu diinspirasikan oleh buku yang sangat luar biasa, yang mereka kritisi, yang tetap bertahan hingga masa kini dan selama-lamanya!

Dan ayat di atas atau kesalahan Alkitab produk Muslim lainnya bukan alasan membuktikan kepalsuan Alkitab, dan tidak ada alasan untuk mengatakan itu! Haleluya!

NB:
1. Tulisan ini sudah saya muat beberapa tahun lalu, tepatnya setelah saya menyelesaikan persoalan: Kontradiksi dalam Alkitab. Sehingga keunikan dari point F di atas saya dapatkan dari pengalaman saya selama menyelesaikan Kontradiksi tersebut. Tulisannya sudah pernah dimuat di sini, http://hsh-kenispri.blogspot.co.id/2013/03/pemahaman-dasar-tentang-alkitab.html?m=1

2. Untuk soal dan pertanyaan lain, silahkan tulis di kolom komentar.

TUHAN YESUS MEMBERKATI!

Kamis, 05 Januari 2017

Kenapa orang Kristen tidak percaya kepada Muhammad ???

Mungkin di antara kita, baik itu orang Kristen dan terlebih orang Muslim itu sendiri mungkin sering bertanya-tanya, kenapa kita tidak mempercayai kenabian Muhammad? Padahal ajaran yang dibawa oleh Muhammad "juga" merupakan agama Semitik (diambil dari salah satu nama anak-anak Nuh, yaitu Sam, anak pertama Nuh, setelah Tuhan membinasakan manusia lewat air bah) dan "bukan" merupakan agama Paganisme? Dan di dalam Kitabnya juga banyak menyinggung nabi-nabi kita, walau pun banyak ajarannya yang diputar-balik, seperti ketika Tuhan menciptakan langit dan bumi beserta segala isinya lalu menciptakan Adam-Hawa dan kemudian menaruh mereka di ..... bumi kah? Bukan, melainkan di sorga; megenai siapa yang dikorbankan oleh Ibrahim (katanya Ismael); Isa Almasih tidak disalib; Maryam (Maria), ibunda Isa saudaraan dengan Nabi Musa dan Imam Harun, padahal tempo waktunya sangat jauh; dan lain sebagainya.

Entah disengaja atau tidak, namun berdasarkan fakta di atas, Alquran jelas sudah salah secara historis!

Sebelumnya kita harus tahu, Alkitab Perjanjian Baru bukanlah sebuah Kitab serangan kepada Alkitab Perjanjian Lama. Namun keduanya ini membangun konsesus (kerja sama) dan saling melengkapi satu sama lain. Dalam setiap penulisan para rasul selalu ada berkata: "sebab ada tertulis", "sebab ada tertulis", "sebab ada tertulis",

Semuanya menyimpulkan bahwa apa yang terjadi di dunia Perjanjian Baru adalah sebuah penggenapan akan Perjanjian Lama.

Sedangkan respon Alquran terhadap Alkitab berbeda. Sebab ada beberapa hal yang bertentangan dengan kebenaran yang sudah diketahui secara turun temurun, misalkan tempat ditaruhnya Adam dan Hawa, semua orang juga tahu bahwa Manusia diciptakan untuk tinggal di dalam bumi, sedangkan Alquran berkata lain-lain, di satu sisi mengatakan bahwa Tuhan hendak menciptakan manusia untuk mendiami bumi sedangkan di sisi lain Tuhan menciptakan manusia di surga tetapi akibat pelanggaran manusia Tuhan lalu membuang mereka ke bumi.  Atau hal lain, misalkan Isa Al-Masih yang katanya tidak disalib tetapi kebenaran itu tidak dijelaskan secara lengkap, Alquran yang katanya Kitab Penyempurna tidak menyelesaikan semua perkataannya itu secara detail sebaliknya malah menambahi sebuah kemisterian. Berbeda dengan Alkitab yang justru menyudahi semua nubuat-nubuat YAHWEH, sedangkan untuk Pengetahuan Akhir Zaman, YAHWEH telah melengkapinya kepada rasul Yohanes. Sebab pengetahuan tentang Akhir Zaman sempat disembunyikan oleh nabi Daniel sesuai dengan titah YAHWEH berikut,

* Daniel 12:4,

Tetapi engkau, Daniel, sembunyikanlah segala firman itu, dan meteraikanlah Kitab itu sampai pada akhir zaman; banyak orang akan menyelidikinya, dan pengetahuan akan bertambah."

Dan kemudian dilanjuti oleh rasul Yohanes,

* Wahyu 5:2-5,

2 Dan aku melihat seorang malaikat yang gagah, yang berseru dengan suara nyaring, katanya: "Siapakah yang layak membuka gulungan kitab itu dan membuka meterai-meterainya?"

3 Tetapi tidak ada seorang pun yang di sorga atau yang di bumi atau yang di bawah bumi, yang dapat membuka gulungan kitab itu atau yang dapat melihat sebelah dalamnya.
4 Maka menangislah aku dengan amat sedihnya, karena tidak ada seorang pun yang dianggap layak untuk membuka gulungan kitab itu ataupun melihat sebelah dalamnya.
Lalu berkatalah seorang dari tua-tua itu kepadaku: "Jangan engkau menangis! 5 Sesungguhnya, singa dari suku Yehuda, yaitu tunas Daud, telah menang, sehingga Ia dapat membuka gulungan kitab itu dan membuka ketujuh meterainya." 

Jadi, bisa diketahui bahwa Alkitab adalah Kitab Awal dan Akhir di mana Kitab Wahyu sebagai Kitab Terakhirnya. Sebab pengetahuan Akhir Zaman pun telah diberitahukan dengan sangat lengkap (semuanya telah disingka) akan keadaan dunia di masa-masa terakhir. Dan antara nabi Daniel dan rasul Yohanes sama-sama membicarakan soal "binatang" itu. --binatang adalah kata kias untuk raja-raja pemberontak--.

Di dalam Alquran tidak ada pernyataan bahwa Alkitab sudah palsu (secara keseluruhan) sebab di satu sisi justru Alquran membenarkan Alkitab, karena sesungguhnya yang dimaksud "palsu" di sini adalah adanya usaha manusia untuk menukar, mengubah, dan merombak kitab itu, tetapi tentu saja hal ini tidak menyebabkan semua Alkitab di seluruh dunia menjadi Palsu.

Pertentangan Alquran versus Silsilah Orang Israel, Tentang Maria yang katanya saudara Musa (padahal Maryam dan Maria adalah orang berbeda). Walau pun dikatakan "saudara Harun" dalam arti luas, namun hal ini bukanlah sebuah kebiasaan orang Israel karena seharusnya disebut "anak Harun", seperti Yesus Kristus yang tidak pernah disebut "saudara Daud" melainkan "anak Daud". Karena tidak mungkin nenek moyang dianggap sebagai saudara.

Dan hal ini semakin terlihat ngelantur, sebab Maria bukanlah pula anak Imram (Alkitab: Amram, bapa Musa, Harun dan Miryam). Imram ini sendiri adalah dari keturunan Lewi (anak ke-3 Yakub) sedangkan Maria merupakan keturunan Yehuda/Yahudi (anak ke-4 Yakub/Israel) dan nama bapanya adalah Eli. Adat kebiasaan orang Israel adalah tidak melakukan perkawinan campur alias mereka harus mempertahankan nama bapa leluhurnya dan terutama milik pusakanya (tanah warisan), sehingga tidaklah tepat bila anak Lewi menikah dengan anak Yehuda.

Lalu yang berikutnya, bahwa tidak ada seorang nabi pun yang berasal di luar garis keturunan Israel, sebab Tuhan telah menyepakati bahwa diantara segala bangsa, bangsa Israel-lah yang menjadi Bangsa Pilihan-Nya, ada pun Israel merupakan nama lain dari Yakub anak Ishak cucu Abraham:

* Ulangan 7,

7 Bukan karena lebih banyak jumlahmu dari bangsa manapun juga, maka hati YAHWEH terpikat olehmu dan memilih kamu--bukankah kamu ini yang paling kecil dari segala bangsa? --

8 tetapi karena YAHWEH mengasihi kamu dan memegang sumpah-Nya yang telah diikrarkan-Nya kepada nenek moyangmu, maka YAHWEH telah membawa kamu keluar dengan tangan yang kuat dan menebus engkau dari rumah perbudakan, dari tangan Firaun, raja Mesir.

9 Sebab itu haruslah kauketahui, bahwa YAHWEH, Elohimmu, Dialah Elohim, Elohim yang setia, yang memegang perjanjian dan kasih setia-Nya terhadap orang yang kasih kepada-Nya dan berpegang pada perintah-Nya, sampai kepada beribu-ribu keturunan,

Bahkan Alquran pun mengakui keistimewaan orang Israel (QS. 2:47, 2:122 dll).

* Mazmur 147,

19 Ia memberitakan firman-Nya kepada Yakub, ketetapan-ketetapan-Nya dan hukum-hukum-Nya kepada Israel.

20 Ia tidak berbuat demikian kepada segala bangsa, dan hukum-hukum-Nya tidak mereka kenal. Halelu-Yah!

Jadi dari satu dan dua alasan di atas, pertama kesalahan sejarah dan yang kedua mengenai eksistensi bangsa Israel atau anak-anaknya Yakub sebagai bangsa pilihan, bahwa melalui keturunannya itulah akan dilahirkan nabi-nabi:

* Amos 2:11,

Aku telah membangkitkan dari antara keturunanmu untuk menjadi nabi-nabi, dan dari antara orang-orang mudamu sebagai nazir-nazir. Bukankah itu benar, hai kaum Israel? Demikianlah firman YAHWEH.

Dab bila mungkin, kita mengaitkan juga "kesalahpahaman" oleh Alquran yang mengalir kepada para pengikutnya, entah itu soal "Elohim tidak beranak dan diperanakan", ada tiga Tuhan Kristen itu pun lagi-lagi ngelantur dimana Trinitias versi Islam: Bapa dan Putra dan Maria, atau apa pun kesalahpahaman lainnya, mungkin hal ini terjadi karena Muhammad mengira bahwa kedatangan Kristen untuk mengkritik agama Yahudi (agama Semitik sebelumnya) sehingga ketika ia membawa agama Islam, Muhammad melakukan kritik macam-macam dan ngelantur tanpa adanya kepastian. Padahal tidak sama sekali! Sebab Kekristenan adalah  penggenapan atau pembaharuan atas segala janji dan firman YAHWEH, sebab yang pertama yang harus kita tahu, bahwa:

1. Hukum Taurat adalah hukuman yang diberikan kepada orang Israel. Kalau kita membaca perjalanan Musa menyelamatkan bangsa Israel keluar dari perbudakan bangsa Mesir maka kita bisa melihat acap kali bangsa Israel ini mengeluh, bersungut-sungut dan bahkan pernah mencobai Tuhan. Beberapa kali Tuhan ingin membinasakan mereka seluruhnya, tetapi Musa selalu melerai dan mencoba untuk meredahkan amarah Tuhan sehingga Tuhan tidak jadi menjatuhkan Tulah kepada mereka.

2. Keselamatan versi Hukum Taurat merupakan bayang-bayang dari keselamatan sebenarnya yang akan datang (Ibrani 9-10, melalui Kristus). Di dalam Alkitab Perjanjian Lama, Tuhan menjelaskan masa 2300 tahun yang terbagi menjadi dua, salah satunya adalah masa 490 tahun dalam artinya: kelahiran Yesus Kristus sudah dihitung mundur:

* Daniel 9:24,

24 Tujuh puluh kali tujuh masa telah ditetapkan atas bangsamu dan atas kotamu yang kudus, untuk melenyapkan kefasikan, untuk mengakhiri dosa, untuk menghapuskan kesalahan, untuk mendatangkan keadilan yang kekal, untuk menggenapkan penglihatan dan nabi, dan untuk mengurapi yang maha kudus.

Pada ayat 24, ada 7 hal besar yang akan Tuhan datangkan 490 tahun ke depan (70 x 7 masa /tahun = 490 tahun), yaitu:

1. Melenyapkan kefasikan;

2. Mengakhiri dosa;

3. Menghapuskan kesalahan;

5. Mendatangkan keadilan yang kekal;

6. Menggenapkan nubuatan, dan

7. Mengurapi Yang Maha Kudus. --Kelahiran Yesus Kristus--.

25 Maka ketahuilah dan pahamilah: dari saat firman itu keluar, yakni bahwa Yerusalem akan dipulihkan dan dibangun kembali, sampai pada kedatangan seorang yang diurapi, seorang raja, ada tujuh kali tujuh masa; dan enam puluh dua kali tujuh masa lamanya kota itu akan dibangun kembali dengan tanah lapang dan paritnya, tetapi di tengah-tengah kesulitan.

Ada pun 490 tahun itu dimulai ketika orang Israel dibebaskan kembali ke Tanah Air mereka dan membangun kembali Yerusalem dan warisan kerohanian mereka, pada saat itulah masa 70 x 7 mulai dihitung mundur. Hal ini (pembangunan kembali Yerusalem) terjadi dan dilakukan pada masa nabi Ezra dan Nehemia.

26 Sesudah keenam puluh dua kali tujuh masa itu akan disingkirkan seorang yang telah diurapi, padahal tidak ada salahnya apa-apa. Maka datanglah rakyat seorang raja memusnahkan kota dan tempat kudus itu, tetapi raja itu akan menemui ajalnya dalam air bah; dan sampai pada akhir zaman akan ada peperangan dan pemusnahan, seperti yang telah ditetapkan.

Tetapi sesudah ke 62 x 7 masa itu, Yang Diurapi tersebut akan disingkirkan, dalam arti bahwa Mesias itu akan disalibkan padahal tidak terdapat kesalahan pada-Nya.

Dan masih banyak hal lainnya yang merupakan penggenapan nubuat YAHWEH. Kalau kita melihat orang Kristen sangat berbeda dengan orang Yahudi, di mana orang Kristen hanya punya Hukum Kasih saja sedangkan orang Yahudi memiliki 613 Hukum Taurat, maka ada hal-hal yang harus kita ketahui, yaitu:

1. Yahudi bukanlah suatu agama/religion, melainkan suatu kaum atau bangsa. Yahudi (Bahasa Persia) ini nama lainnya adalah Yehuda, ketika bangsa Israel diangkut ke pembuangan di Babel dan dijajah lagi oleh bangsa Media-Persia mulailah orang-orang Media-Persia memanggil mereka Yahudi.

2. Yehuda atau Yahudi merupakan nama salah satu anak Yakub, Yakub sendiri diberi nama Israel oleh YAHWEH. Ada pun Yakub atau Israel itu memiliki 12 Anak, diantaranya: 1. Ruben, 2. Simeon, 3. Lewi, 4. YEHUDA/YAHUDI, 5. Isakhar, 6. Gideon, 7. Dan, 8. Naftali, 9. Gad, 10. Asyer, 11. Yusuf, 12. Benyamin.

3. Kalau kita melihat sejarah orang dulu, maka kita bisa melihat setiap raja atau orang yang berhasil melakukan ekspansi/perluasan wilayah atau beradu dan berhasil menaklukan kerajaan itu, maka kerajaan yang kalah akan memberi upeti wajib dan atau diangkut keluar dari negeri itu dan nama raja yang menang itulah yang akan dipakai sebagai nama wilayah itu --atau yang sesuai dengan kehendak hatinya--. Warisan atau Tanah Perjanjian yang sudah disinggung-singgung pada masa Abraham akhirnya tergenapi/jatuh ditangan keturunan Yakub anak Ishak, dan Yakub inilah yang disebut Israel sehingga nama Negeri yang dijanjikan itu diberi nama Israel atau Yakub.

4. Hukum Taurat hanya diberikan kepada orang Israel atau orang asing yang bertempat tinggal di sana dan mau mengikuti jalan YAHWEH. Seperti peringatan hari Sabat, hal ini merupakan suatu peringatan entah itu peringatan Sabat Tuhan, Sabat Kemerdekaan orang Israel dari bangsa Mesir dan lain sebagainya. Sebab, Sabat tidak melulu soal hari Sabtu (peringatan hari manusia diciptakan) atau Minggu (peringatan hari Tuhan YAHWEH selesai atas pekerjaan-Nya di bumi/istirahat), sebab masih banyak sabat-sabat lainnya. Hal-hal yang bisa kita lihat kemudian bahwa ada beberapa hal yang dilakukan oleh nenek moyang orang Israel yang kemudian menjadi ketetapan keturunan mereka untuk seterusnya, misalkan:

* Yosua 4:6-7,

6 supaya ini menjadi tanda di tengah-tengah kamu. Jika anak-anakmu bertanya di kemudian hari: Apakah artinya batu-batu ini bagi kamu?

7 maka haruslah kamu katakan kepada mereka: Bahwa air sungai Yordan terputus di depan tabut perjanjian TUHAN; ketika tabut itu menyeberangi sungai Yordan, air sungai Yordan itu terputus. Sebab itu batu-batu ini akan menjadi tanda peringatan bagi orang Israel untuk selama-lamanya."

Yang seperti ini tidak asing lagi dalam peradatan, terutama di negeri kita di Indonesia yang punya banyak kekayaan adat, masing-masing daerah memiliki adatnya sendiri. Tetapi untuk orang Israel, ini bukanlah sekedar peradatan atau kebiasaan atau warisan nenek moyang mereka melainkan ketetapan yang diperintahkan langsung oleh YAHWEH agar sekiranya orang Israel melakukan hal ini turun temurun. Dalam suatu buku yang pernah saya baca mengenai "Mengapa orang Yahudi bisa Pintar", penulis yang notabene adalah seorang Muslim mengakui bahwa bangsa-bangsa dulu banyak yang mencontek ajaran-ajaran yang diberikan oleh YAHWEH kepada orang Israel, misalkan korban persembahan, dupa, kemenyan, dan lain sebagainya. Hal persembahan ini bukanlah suatu mistis atau ajaran pagan karena yang sebenarnya adalah manusia berusaha menciptakan tuhan-tuhan lain dan meniru konsep-konsep warisan rohani orang Israel sebab iblis punya berbagai cara untuk menipu manusia. Juga kita harus melihat, bahwa Alkitab sejalan dengan zaman, dimulai dari zaman Purbakala hingga zaman Modern, di dalam Alkitab Perjanjian Lama kita bisa melihat pola pikir orang dulu tentang hukum rimba (siapa yang kuat dia yang menang), hukum melempari orang dengan batu, primitif, dan segala sesuatunya yang menurut pemahaman orang modern sangat tidak manusiawi, kampungan, norak dan lain sebagainya. Sedangkan dalam Alkitab Perjanjian Baru fokusnya terhadap Injil Keselamatan walau pun kasus Hukum Taurat kurang tenar pada kitab ini dan juga ada peristiwa di mana Yesus menolak laporan massa terhadap perempuan yang kedapatan berzinah (yang seharusnya dilempari batu hingga mati) jadi secara keseluruhan kita bisa melihat bahwa Hukum Taurat sudah tidak seharusnya lagi digunakan.

Injil Keselamatan terus diberitakan, mengenai hukum yang modern (sebab manusia bersifat dinamis --rentan berubah, sesuai perkembangan zaman, hal ini telah dibuktikan--) dan pemberitaan ini lebih menyebar pada bangsa-bangsa di Eropa (dibuktikan lewat surat-surat para rasul yang di dominasi di negara-negara Eropa, karena pada masa itu memang Kerajaan Eropa / Romawi (Inggris, Belanda, Italia dkk) sedang berkuasa) sehingga pola pikir atau mindset orang Eropa jauh lebih modern ketimbang dengan kita yang di Asia dan juga Afrika, sehingga sewaktu bangsa Eropa melakukan penjajahan di Asia bangsa Eropa sedikit heran dan menganggap orang-orang Asia adalah orang gila, berpenampilan tidak menarik, kasut pun tidak dikenakan (sebab dalam pandangan orang Asia hanya keturunan raja sajalah yang boleh menggunakan kasut --jelas ini melanggar konsep keadilan/human right dalam HAM--), pemberlakuan sistem hukum rimba dan lain sebagainya.

Dari perintah-perintah di atas, jelas kita bisa melihat bahwa Hukum Taurat berisi suatu perintah yang ditujukan khusus kepada orang Israel (keturunan Yakub) atas terbebasnya mereka dari penjajahan, peperangan, kelaparan, dan lain sebagainya.

Orang Kristen memang mengimani Alkitab Perjanjian Lama, tapi ada beberapa hal yang tidak ditujukan kepada kami. Misalkan ketika Musa diperintahkan mengeluarkan bangsa Israel dari Mesir, perintah ini jelas ditujukan kepada Musa dan bukan kepada saya. Kitab Perjanjian Baru tidak akan lengkap tanpa Kitab Perjanjian Lama, sebab orang Kristen tidak akan memahami maksud-maksud dalam Perjanjian Baru apabila tidak memahami lebih dulu maksud-maksud dalam Perjanjian Lama.

Jadi dari banyak hal di atas, terlihat jelas tidak ada alasan orang Kristen untuk menyerang orang Yahudi, dan tujuan dari Perjanjian Baru juga tidak seperti itu.

Dan yang terakhir, bahwa ada waktunya bagi Tuhan untuk memberhentikan utusan atau para nabi-Nya,

* Yesaya 29,

9 Tercengang-cenganglah, penuh keheranan, biarlah matamu tertutup, buta semata-mata! Jadilah mabuk, tetapi bukan karena anggur, jadilah pusing, tetapi bukan karena arak!

10 Sebab TUHAN telah membuat kamu tidur nyenyak; matamu--yakni para nabi--telah dipejamkan-Nya dan mukamu--yaitu para pelihat--telah ditudungi-Nya.

YAHWEH telah membuat mata para nabi tertutup dan muka para pelihat telah Ia tudungi. Dalam arti bahwa sudah waktunya bagi para nabi untuk "beristirahat". Tidak ada lagi nabi yang dibangkitkan setelah nabi Yohanes dan nabi Yesus Kristus. Setelah YAHWEH mengumumkan bahwa zaman kenabian hampir usai, Ia kemudian memberikan suatu penglihatan,

11 Maka bagimu penglihatan dari semuanya itu seperti isi sebuah kitab yang termeterai, apabila itu diberikan kepada orang yang tahu membaca dengan mengatakan: "Baiklah baca ini," maka ia akan menjawab: "Aku tidak dapat, sebab kitab itu termeterai";

Ayat 11 di atas adalah ayat yang ditujukan kepada rasul Yohanes ketika ia dibawa Tuhan ke Pulau Patmos dan mengalami penglihatan yang luar biasa mengenai akhir zaman:

Sebelum kita melangkah ke konteks ini, mari kita baca dulu tulisan Nabi Daniel yang sekitar 600 tahun sebelumnya menyingkap rahasia akhir zaman, yang berarti tulisan Yohanes yang notabene ditulis pada abad ke 1 ini adalah kelanjutan dari rahasia yang pernah disingkap oleh Tuhan melalui nabi-Nya, Daniel, sebab pada waktu itu Tuhan menyuruh Daniel untuk merahasiakan kejadian berikutnya dan memeteraikannya untuk menjadi "tudung" bagi "para penglihat", sebab waktunya masih lama ...

* Daniel 12:4,
Tetapi engkau, Daniel, sembunyikanlah segala firman itu, dan meteraikanlah Kitab itu sampai akhir zaman ...

Dan kemudian, Tuhan menuntaskan penglihatan tentang akhir zaman kepada utusan terakhir-Nya, rasul Yohanes,

* Wahyu 5,

3 Tetapi tidak ada seorangpun yang di sorga atau yang di bumi atau yang di bawah bumi, yang dapat membuka gulungan kitab itu atau yang dapat melihat sebelah dalamnya.

4 Maka menangislah aku dengan amat sedihnya, karena tidak ada seorangpun yang dianggap layak untuk membuka gulungan kitab itu ataupun melihat sebelah dalamnya.

5 Lalu berkatalah seorang dari tua-tua itu kepadaku: "Jangan engkau menangis! Sesungguhnya, singa dari suku Yehuda, yaitu tunas Daud, telah menang, sehingga Ia dapat membuka gulungan kitab itu dan membuka ketujuh meterainya."

Singa dari suku Yehuda (yaitu Yesus Kristus) sajalah yang mampu membuka rahasia akhir zaman yang termeterai itu, Ia lalu membuka gulungan itu, dan terbukalah mata rasul Yohanes, sehingga ia bisa melihat semua kejadian di akhir zaman nanti.

Sebab setelah Yohanes, tidak ada lagi utusan selanjutnya, Yohanes adalah satu-satunya rasul yang tersisa di tahun 100 Masehi dan setelah dia, tidak akan ada lagi.

12 dan apabila kitab itu diberikan kepada seorang yang tidak dapat membaca dengan mengatakan: "Baiklah baca ini," maka ia akan menjawab: "Aku tidak dapat membaca."

Umat Muslim sangat berbangga hati dengan bacaan ayat di atas, tanpa memahami makna kelanjutan kisahnya, karena hanya ada kata-kata "diberikan suatu kitab dan orang itu tidak dapat membaca/buta huruf", mereka sudah jingkrak-jingkrak kegirangan karena menemukan suatu nubuat kepada nabi Muhammad --sebab sebagaimana kisah di atas, demikian pula yang dialami oleh nabi Muhammad--.

Tetapi apakah ini adalah nubuat positif? Kita bisa lihat pada ayat selanjutnya,

13 Dan Tuhan telah berfirman: "Oleh karena bangsa ini datang mendekat dengan mulutnya dan memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya menjauh dari pada-Ku, dan ibadahnya kepada-Ku hanyalah perintah manusia yang dihafalkan,

14 maka sebab itu, sesungguhnya, Aku akan melakukan pula hal-hal yang ajaib kepada bangsa ini, keajaiban yang menakjubkan; hikmat orang-orangnya yang berhikmat akan hilang, dan kearifan orang-orangnya yang arif akan bersembunyi."

Ayat di atas jelas menunjukkan bahwa subjek pada ayat ini 12 adalah seorang penyesat, di mana ia bermaksud memuliakan Tuhan hanya sebatas bibir saja dan tidak dengan hati tulus, lagi pula ibadahnya itu hanyalah ibadah perintah manusia yang dihafalkan sehingga Tuhan memberikan mereka "keajaiban" bahwa Tuhan akan menghilangkan segala hikmat dan kearifan di dalam diri mereka.

15 Celakalah orang yang menyembunyikan dalam-dalam rancangannya terhadap YAHWEH, yang pekerjaan-pekerjaannya terjadi dalam gelap sambil berkata: "Siapakah yang melihat kita dan siapakah yang mengenal kita?"

16 Betapa kamu memutarbalikkan segala sesuatu! Apakah tanah liat dapat dianggap sama seperti tukang periuk, sehingga apa yang dibuat dapat berkata tentang yang membuatnya: "Bukan dia yang membuat aku"; dan apa yang dibentuk berkata tentang yang membentuknya: "Ia tidak tahu apa-apa"?

Siapakah nabi yang dengan doktrin-doktrinnya beraninya menyangkal Ketuhanan Yesus Kristus? Ini diibaratkan seperti tukang periuk dan tanah liat, dimana Tuhan adalah Tukang Periuknya dan manusia adalah tanah liat yang dibentuknya, rencana yang disusun oleh "si kita" pada ayat ke 15 menghasilkan buah pemikiran untuk menyangkal Tuhan yang membentuknya itu, jadi "si kita" itu menyangkal-Nya, berkata,

"Bukan dia yang menciptakan aku" atau "Dia bukan Tuhan."

Dalam kasus lain, umat Muslim menuduh bahwa yang dimaksud adalah rasul Paulus, padahal rasul Paulus dan mau pun rasul-rasul sama sekali tidak menyangkal baik itu Tuhan Bapa, Tuhan Putra mau pun Tuhan Roh Kudus. Melainkan mereka mengakui Ketiga-Nya sebagai Keesaan, tidak ada yang disangkal atau tidak diakui di sini.

KESIMPULAN:

Maka yang harus kita pahami di sini adalah terdapat 3 Agama Semitik di dunia ini yaitu Yahudi, Kristen dan Islam (walau pun sebenarnya Yahudi dan Kekristenan bukanlah suatu agama).

1. Yahudi merupakan salah satu suku/anak Israel (nama lain dari Yakub) tetapi karena suku ini merupakan suku yang terbanyak jumlah umatnya dan merupakan suku yang mendukung pemerintahan Daud ketika Kerajaan Israel terpecah menjadi 2 yakni Kerajaan Israel yang di dominasi oleh 11 Suku dan Kerajaan Yehuda yang hanya didukung oleh Yehuda. Sedangkan orang Lewi adalah "golongan putih" di mana mereka selalu terdapat dalam tiap-tiap suku sebab mereka termasuk golongan para imam yang melayani di Rumah YAHWEH jadi 11 Suku pada pihak Kerajaan Israel merupakan tambahan terhadap Suku anak Yusuf yaitu Efraim dan Manasye yang menerima dua bagian pusaka. Dalam Alkitab, walau pun Yusuf merupakan anak ke 11 Yakub, tetapi Hak Kesulungan diberikan kepadanya karena pelanggaran yang dibuat oleh Ruben, anak Sulung Yakub karena telah meniduri gundik ayahnya. Dan walau pun Yusuf yang tersulung namun yang menjadi pemimpin adalah Bani Yehuda (Daud).

2. Kemudian Kekristenan, adalah penggenapan atas segala janji-janji YAHWEH kepada umat-Nya. Terutama dalam hal sakramen penebusan dosa. Hal yang menyebabkan mengapa orang Kristen sangat berbeda jauh dengan orang Yahudi, tentu kita juga harus lihat situasi dan kondisi jemaat Tuhan pada masa Perjanjian Lama di mana Tuhan menginginkan cara hidup jemaat-Nya berbeda dengan cara hidup orang yang bukan jemaat-Nya dan hal ini ditunjukan pada hal-hal yang lahiriah, gambarannya bisa kita lihat pada saat kunjungan ratu negeri Syeba kepada raja Salomo, di mana ratu Syeba sangat mengagumi hikmat yang YAHWEH berikan kepada Salomo mulai dari perawakan rumah yang dibangunnya, makanan di mejanya, cara duduk pegawai-pegawainya, cara pelayannya melayani dan berpakaian, dan juga terhadap korban persembahan yang biasa Salomo persembahkan di Rumah YAHWEH, maka semakin tercenganglah ratu Syeba itu. (1 Raja-raja 10).

Selain itu, kita juga harus tahu bahwa pada masa Perjanjian Lama didominasi terhadap hal-hal yang berbau lahiriah, mulai dari perang sesama manusia, tentang apa yang haram dan tidak. Sedangkan pada masa Perjanjian Baru lebih ke arah Batiniah (Rohani), di mana peperangan kita bukanlah secara jasmani melainkan secara rohani yaitu telah tiba waktunya bagi kita untuk melawan musuh kita yang sebenarnya, yang telah menggoda nenek moyang kita, Adam dan Hawa, jatuh ke dalam dosa, dan tentang keharaman bukan sesuatu yang masuk ke dalam tubuh sebab apa yang masuk ke dalam tubuh itu akan kita buang juga melalui jamban melainkan apa yang keluar dari mulut (kesombongan, fitnah, iri hati, dengki, dan lain-lain) adalah sesuatu yang haram untuk keluar dari mulut kita. Walau demikian ada perbedaan antara orang Yahudi dan Kristen, namun hal itu tidak dapat dipertentangkan sama sekali kalau kita mengenal dan melihat sebab-musababnya. Dan dalam hal penggenapan Hukum Taurat dan Kitab Para Nabi, ada beberapa hal yang semestinya tetap dilakukan oleh orang Yahudi yang telah menerima Yesus Kristus dalam kehidupan mereka, seperti hari perayaan kemerdekaan mereka keluar dari Tanah Mesir, Sabat-sabat dan lain sebagainya.

3. Sedangkan agama Islam, merupakan agama Semitik yang didirikan untuk mengkritik kedua agama semitik sebelumnya. Mulai dari Kekristenan yang dianggap telah mengsekutukan Tuhan (versi Islam: Bapa dan Putra dan Maria), Tuhan tidak beranak dan diperanakan (kata-katanya terlalu ditelan), dan berbagai historis yang kami rasa cukup ngelantur, semisal Maria yang dianggap saudara dengan Musa dan Harun, atau mengenai Yesus Kristus tidak disalib. Kalau kita lihat, sebenarnya apa yang terkandung di dalam Alquran adalah sebuah pemberitaan yang kadaluarsa, bagaimana mungkin kejadiannya pada abad 1 tetapi koreksinya baru 6 abad kemudian, sudah telat, tidak diperinci lagi sejelas mungkin, karena yang kita baca selama ini mengenai cerita detail "Yesus tidak disalib" hanyalah tafsiran belaka (memiliki banyak versi). Alquran praktis hanya berisi suatu cerita di masa lalu, berbeda dengan Alkitab yang telah tahan uji memiliki berbagai nubuat adikodrati dan bukan sekedar berbicara mengingat hal-hal di masa lalu.

Mengenai hijrahnya Tuhan dari Israel ke Arab Saudi. Ini jelas tidak menunjukkan Kesetiaan Tuhan, sebab yang ada justru kita melihat sehebat apa pun dosa yang dilakukan orang Israel, Tuhan tetap setia kepada mereka, terkhusus kepada bangsa Yahudi, bangsa Nabi Daud, yang telah Tuhan tetapkan memerintah Kerajaan Israel untuk selama-lamanya dan Yesus Kristus inilah "keturunan Daud" yang akan memerintah untuk selama-lamanya. Sebab, hal-hal yang terjadi di Alkitab selama ini yang tanpa kita sadari sebenarnya ingin menunjukkan bahwa:

1. Tuhan tidak memandang Anda ini siapa, bahkan raja pertama Israel, yaitu Saul, dari suku Benyamin, anak Bungsu Israel, dapat berkuasa atas Israel. Tanya, kenapa bukan dari suku Ruben, anak sulung Israel?

2. Lebih hebat lagi Daud, si bungsu yang satu ini walau pun ia masih muda dan kerap dipandang remeh oleh saudara-saudaranya, namun ia dapat menggantikan Saul memerintah atas Israel dan mendapat pujian,

1 Samuel 18:7b,

"Saul mengalahkan beribu-ribu musuh, tetapi Daud berlaksa-laksa."

3. Sekali pun Kerajaan Yehuda sering menyakiti hati-Nya tetapi YAHWEH tidak berpaling atas janji-janji-Nya kepada Daud, yaitu untuk menjaga nama Daud (dalam hal ini tidak memusnahkan keturunan Daud) sampai selama-lamanya. Bandingkan dengan raja-raja di Israel (kerajaan yang terpecah itu) yang berkali-kali Tuhan musnahkan nama mereka di muka bumi (misalnya Yerobeam Bin Nebat).

Dan masih banyak hal-hal lainnya, yang menunjukkan (dan bukan sekedar berkata-kata) betapa Tuhan setia dan mau menerima setiap kita yang berdosa dan mau berbalik ke jalan Tuhan yang lurus, mencari wajah-Nya dan berdoa menyembah kepada-Nya. HALELU-YAH ! ~HSH~

Nb:

1. Dalam Matius 15 diperkatakan bahwa nubuat ini sebenarnya tergenapi pada orang-orang Israel sebagaimana Yesus sendiri yang berkata:

* Matius 15,

7 Hai orang-orang munafik! Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu:

8 Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku.

9 Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia."

Lantas?

Di dalam Alkitab, kadangkala suatu nubuatan itu tergenapi atas penggenapan kecilnya dan juga penggenapan besar. Misalkan, Paskah orang Israel (bebasnya orang Israel dari perbudakan bangsa Mesir) merupakan penggenapan kecil. Dan Paskah orang Kristen (bebasnya kita dari perbudakan dosa) merupakan penggenapan besar. Tujuan tulisan di atas (mengenai Yesaya 29) hanya mencoba untuk mengikuti "akal sehat" orang Muslim, yang ngotot meng-klaim bahwa nubuat di atas ditujukan kepada Muhammad, maka mereka pun harus menerima dan tidak hanya mengutip satu dua ayat saja, seperti kenyataan-kenyataan hilangnya kearifan para pengikut "nabi" itu yang dapat dibuktikan dengan status Islam sebagai negara-negara yang tertinggal.

2. Orang Islam berusaha mencari nama Muhammad, sesuatu kalimat pun asalkan ada kata "achmed"-nya maka sudah diklaim sebagai nubuat untuk nabi Muhammad seperti berikut ini:

* Song Of Solomon 5:16

Hebrew Bible

חכו ממתקים וכלו מחמדים זה דודי וזה רעי בנות ירושלם׃

Kata-katanya manis semata-mata, segala sesuatu padanya menarik. Demikianlah kekasihku, demikianlah temanku, hai puteri-puteri Yerusalem.

Kalau diterjemahkan kata per kata, maka hasilnya seperti ini:

חִכֹּו֙ chik•kov his mouth
מַֽמְתַקִּ֔ים mam•tak•kim, sweetness
וְכֻלֹּ֖ו ve•chul•lov is wholly
מַחֲמַדִּ֑ים ma•cha•mad•dim; desirable
זֶ֤ה zeh This
דֹודִי֙ do•v•di is my beloved
וְזֶ֣ה ve•zeh and this
רֵעִ֔י re•’i, is my friend
בְּנֹ֖ות be•no•vt daughters

יְרוּשָׁלִָֽם׃ ye•ru•sha•lim. of Jerusalem

Di dalamnya memang terdapat kata "machamaddim" --diinginkan, hasrat, birahi--, tetapi hal ini sama sekali tidak merujuk kepada Muhammad. Kitab Kidung Agung atau Song of Solomon (yang disatu sisi dituduh juga sebagai Kitab Dewasa; namun di sisi lain dengan bangganya menunjukkan nubuat untuk Muhammad) adalah kitab yang berisi syair-syair dan puitis cinta, yang merepresentasi kiasan hubungan Manusia dengan Ciptaan-Nya, sebab gambaran manusia di akhir zaman nanti adalah ibarat mempelai Wanita dan Tuhan sebagai mempelai Prianya.

Beda Muhammad, maka beda pula dengan bukti-bukti untuk Yesus Kristus, yang dibuktikan langsung melalui peristiwa atau kisahnya dan merupakan suatu peristiwa yang langkah dan tidak dapat di buat-buat. Misalkan peristiwa wanita hamil karena disetubuhi merupakan hal wajar, tetapi Yesus Kristus lahir dari seorang anak dara (perawan). Sekali pun klaim dalam kitab Talmud (Kitab orang Yahudi, bukan bagian dari Tanakh) mengatakan Yesus sebagai orang jahat dan bukan merupakan salah satu nabi apalagi mesias, namun kebenaran Alkitab tidak dapat disembunyikan.

3. Keyakinan bahwa nabi Muhammad tidak lain adalah nabi palsu. Sebab dari zaman nabi Musa hingga Yesus Kristus, peribahasa Tuhan tidak jauh-jauh dari memberikan perumpamaan Dia sebagai Gembala dan manusia sebagai jemaat-Nya (Mazmur 23). Tetapi hal ini tidak ditemukan dalam Alquran. Begitu pula istilah Tuhan sebagai mempelai Pria baik orang Yahudi (Perjanjian Lama) mau pun Kristen (Perjanjian Baru) menggunakan istilah-istilah ini. Maka bisa dilihat bahwa Tuhan orang Yahudi dan Tuhan orang Kristen adalah Tuhan yang sama. Bandingkan dengan ajaran Islam yang sangat asing dengan perumpamaan-perumpamaan di atas. Apa berarti bahwa semenjak Tuhan hijrah ke Arab, sifat Tuhan pun berubah?

Senin, 25 Juli 2016

Kenapa Ada Penebusan Dosa? (BAG. II)

* Yesaya 53:4,
Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah.

BAG. sebelumnya, klik di sini: http://hsh-kristen.blogspot.co.id/2016/07/hubungan-keselamatan-perjanjian-lama.html?m=1


Allah konsisten terhadap apa yang telah Dia katakan. Sebelum Manusia jatuh ke dalam dosa, Allah sudah memberi peringatan bahwa kapan saja manusia itu memakan buah dari "pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang buruk" atau pohon pengetahuan tentang taat atau tidak taat, pastilah mereka akan mati! Di sinilah Allah mencoba untuk menguji ketaatan manusia terhadap apa yang Ia perintahkan. Sebab sejatinya, Allah tidak mendramalisir kehidupan kita, alias manusia mempunyai keinginan untuk memilih jalannya sendiri dan bertingkah laku sesuai keinginan hatinya.

Allah tidak pernah sekali pun berkompromi terhadap dosa,


* Yehezkiel 33:12,
Dan engkau anak manusia, katakanlah kepada teman-temanmu sebangsa: Kebenaran orang benar tidak menyelamatkan dia, pada waktu ia jatuh dalam pelanggaran dan kejahatan orang jahat tidak menyebabkan dia tersandung, pada waktu ia bertobat dari kejahatannya; dan orang benar tidak dapat hidup karena kebenarannya, pada waktu ia berbuat dosa.

Dalam ayat di atas, tertera jelas, sekali pun orang benar bertahun-tahun hidup dalam kebenarannya namun apabila sekali saja ia berbuat dosa, maka segala kebenarannya itu tidak ada arti apa-apanya lagi. Demikian pula kejahatan orang berdosa apabila ia berbalik dari jalannya yang jahat, mengembalikan barang gadaian, membayar ganti rampasannya dan tidak berbuat curang lagi (ayat 15), maka segala dosanya tidak akan diingat dan diperhitungkan lagi.


Hal inilah yang menunjukkan betapa Allah ingin menegaskan betapa seriusnya Dia terhadap dosa sesekecil, sesedikit dan sesebentar apa pun! Tidak ada istilah timbang-menimbang, yang menunjukkan bahwa berbuat dosa 49% bisa saja asalkan kebenarannya 51% (lebih berat). Hal timbang menimbang inilah yang dapat menyiratkan kompromi Allah terhadap dosa, alias hukum itu bisa dibeli dengan uang atau berbuat dosa dapat dipertimbangkan. Padahal, untuk suatu kasus, kasus pemerkosaan misalnya, sekali pun pelaku itu mendermakan ribuan rumah ibadah (memperbanyak amalan maupun ibadahnya), pelaku itu pastilah tetap di hukum. Dan tidak ada juga istilah dosa kecil dan dosa besar, sebab semuanya sama saja di mata Tuhan!

Namun, lihatlah, adakah manusia dapat hidup tanpa dosa?

Bagaimana pun usaha manusia untuk menyelamatkan dirinya adalah suatu hal yang sia-sia. Hal ini bisa terlihat dari bagaimana usaha Adam dan Hawa ketika mereka telah mati --secara rohani-- dan melihat ketelanjangannya (telah hidup dalam kedagingan, ingat secara mata iman orang suci mengenakan pakaian sedangkan orang berdosa hidup dalam ketelanjangan), mereka kemudian berusaha untuk menutupi ketelanjangan atau kesalahannya itu dengan mengambil daun pohon ara untuk membuat cawat. Namun hal itu kelihatan tidak absah di mata YHVH sehingga Allah sendirilah yang kemudian membuatkan mereka pakaian dari kulit binatang dan mengenakannnya kepada mereka. Pertanyaanya, kenapa Allah harus susah payah membuatkan mereka pakaian, bukankah kekuatan Allah itu bak sihir yang simsalabim maka jadilah baju tanpa harus bersusah-payah???

Nah, di sinilah kita bisa melihat Kasih Allah yang begitu besar, walaupun manusia itu telah jatuh ke dalam dosa namun Allah tetaplah mengasihi mereka, tidak meninggalkan, bahkan mau bersusah-payah membuatkan mereka pakaian, hanya saja kekudusan Allah tetap tidak bisa menerima dosa secuit apa pun sehingga akhirnya mereka harus tetap terusir dari Taman Eden tersebut sebagaimana yang telah Allah tetapkan.

Oleh karena dosa, manusia telah mati (hilang kekudusan Allah), ditambah lagi Allah telah mengadakan permusuhan diantara keturunan atau bangsa manusia dengan keturunan atau bangsa ular,


* Kejadian 3:15,
Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya."

"keturunannya" -- akhirnya sampai pada Yesus -- akan meremukkan kepala ular -- mengalahkan total -- tetapi ular juga akan meremukkan tumitnya -- dalam hal ini, ular akan membuat "keturunannya" ini mengalami luka pada tumit sehingga membuatnya terjatuh tetapi "keturunannya" itu akan bangkit atau berdiri kembali. Ini adalah nubuat pertama kali yang disampaikan Allah di dalam Alkitab, di mana Allah sendiri telah bernubuat mengenai diri-Nya.

Manusia telah kehilangan kekudusan Allah, sehingga haruslah ada korban penebus untuk menggantikan kesalahan yang telah dilakukan itu, sebagaimana nyawa ganti nyawa, demikianlah dosa yang mendatangkan kematian harus dibayar dengan mengambil korban pengganti salah.


Ketika anak-anak Adam dan Hawa telah besar, keduanya memberikan korban persembahan kepada YHVH. Kain memberikan kepada Allah sebidang tanahnya sedangkan Habel memberikan persembahan berupa lemak-lemak anak domba yang terbaik yang dimilikinya dan Allah lebih berkenan terhadap apa yang dipersembahkan oleh Habel,

* Ibrani 11:4,
Karena iman Habel telah mempersembahkan kepada Allah korban yang lebih baik dari pada korban Kain. Dengan jalan itu ia memperoleh kesaksian kepadanya, bahwa ia benar, karena Allah berkenan akan persembahannya itu dan karena iman ia masih berbicara, sesudah ia mati.

Iman yang dimaksud adalah karena Habel telah belajar dari pengalaman orang tua mereka, ketika Adam dan Hawa mengambil daun pohon ara untuk menutupi ketelanjangannya Allah tidak berkenan terhadap korban keselamatan seperti yang pemikirannya sama terhadap apa yang dipersembahkan oleh Kain. Apa yang dipersembahkan oleh Kain dan orang tuanya adalah berupa sebuah materi (kekayaan, uang, bayaran) sedangkan apa yang dipersembahkan oleh Habel adalah sebuah typologi alias bayang-bayang atau prediksi nubuat terhadap keselamatan yang sebenarnya yang akan Allah datangkan, di mana ketika itu Allah "menumpahkan darah binatang" untuk membuat dan mengenakan pakaian kepada Adam dan Hawa yang menyimbolkan keselamatan itu dengan "penumpahan darah". Demikianlah, oleh iman dan keseriusan Habel inilah kemudian ia mempersembahkan korban yang berkenan di hadapan Allah, sembari Allah sedang menyiapkan "Anak Domba"-Nya yakni Yesus Kristus.

Tetapi untuk sebuah persembahan, Allah senantiasa menerima baik persembahan Kain mau pun Habel, tetapi Allah lebih memandang kepada persembahan yang Habel berikan itu bukan sekedar persembahan melainkan merupakan persembahan keselamatan.

Cerita seperti itulah yang terus beredar di Israel: "yang pertama menjadi yang terakhir dan yang terakhir menjadi yang pertama". Dimana Allah-nya Israel sering memutar balikkan setiap peranan:

Bukan Ismael yang walaupun lahir lebih dulu, tetapi Ishak

Bukan Esau yang walaupun lahir lebih dulu, tetapi Yakub

Bukan Manasye yang walaupun lahir lebih dulu, tetapi Efraim


Bukan si sulung dari ke-7 anaknya Isai melainkan anak ke-8, yaitu Daud yang mulanya tidak diperhitungkan

Bukan orang kaya itu, tetapi Lazarus si miskin

Bukan anak sulung yang dipestakan, tetapi anak bungsu yang kembali pulang.

Singkatnya, terhadap mereka yang seharusnya tidak layak mendapat kedudukan lebih, justru dipilih.

Persembahan Habel ini kemudian dibakukan secara terus menerus oleh generasi selanjutnya, di mana generasi para nabi berada pada silsilah Set (anak bungsu Adam, dan bukan Kain, anak sulung), anak yang kemudian lahir setelah Habel dibunuh.


* Ibrani 9:22,
Dan hampir segala sesuatu disucikan menurut hukum Taurat dengan darah, dan tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan.

Hal keselamatan inilah yang terus dijalankan oleh umat Israel turun-temurun. Bahkan setelah peristiwa Air Bah yang cuma menyisakan sedemikian orang, sakramen ini terus diadakan. Namun hal ini adalah suatu kesementaraan,


* Ibrani 10:1,
Di dalam hukum Taurat hanya terdapat bayangan saja dari keselamatan yang akan datang, dan bukan hakekat dari keselamatan itu sendiri. Karena itu dengan korban yang sama, yang setiap tahun terus-menerus dipersembahkan, hukum Taurat tidak mungkin menyempurnakan mereka yang datang mengambil bagian di dalamnya.

Karena kita bisa melihat bahwa masa-masa Perjanjian Lama bukanlah waktu yang tepat untuk menggenapi Keselamatan dari Yesus Kristus, sebab belum "genap waktunya" dan belum "genap jumlahnya" bagi orang-orang yang mempercayai Allah, atau dalam hal ini YHVH yang menciptakan langit dan bumi belum sepenuhnya dikenal oleh bangsa-bangsa.

Masa Perjanjian Lama adalah masa di mana Allah Menyatakan Diri kepada bangsa Israel, bangsa pilihan Allah. Hal ini tentulah sulit, sekali pun Allah telah menyisakan keluarga Nuh sebagai keluarga yang mengenal Allah satu-satunya, namun perkembangannya ke depan manusia semakin hidup dalam penyimpangan. Sehingga Allah harus mengambil sikap untuk memperlihatkan kebesaran-Nya dengan memberikan kemenangan-kemenangan kepada bangsa Israel ketika mereka berperang dan kekalahan apabila bangsa Israel "berzinah" dengan menyembah allah-allah lain. Di sini bisa kita lihat, bahwa Tuhan menghajar bangsa-bangsa lain terlebih kepada mereka yang memusuhi dan menyesakkan bangsa Israel.

Pengenalan akan Allah adalah bagian yang cukup penting, sebab Anda tentu tidak akan mempercayai kehidupan Anda kepada orang yang belum Anda kenali, boro-boro dikenali, kalau pun kenal, Anda tentu harus tahu siapa Dia, dan mengapa Anda harus berserah dan mempercayakan hidup Anda kepada-Nya!

* Yesaya 49,
1 Dengarkanlah aku, hai pulau-pulau, perhatikanlah, hai bangsa-bangsa yang jauh! TUHAN telah memanggil aku sejak dari kandungan telah menyebut namaku sejak dari perut ibuku.

2 Ia telah membuat mulutku sebagai pedang yang tajam dan membuat aku berlindung dalam naungan tangan-Nya. Ia telah membuat aku menjadi anak panah yang runcing dan menyembunyikan aku dalam tabung panah-Nya.

3 Ia berfirman kepadaku: "Engkau adalah hamba-Ku, Israel, dan olehmu Aku akan menyatakan keagungan-Ku."

Ayat 1 dan 2 menyatakan bahwa Israel atau Yakub adalah Bangsa Pilihan,

Ayat 3 menyatakan bahwa melalui bangsa Israel (keturunan Yakub), Tuhan akan menyatakan keagungan-Nya.

6 "Terlalu sedikit bagimu hanya untuk menjadi hamba-Ku, untuk menegakkan suku-suku Yakub dan untuk mengembalikan orang-orang Israel yang masih terpelihara. Tetapi Aku akan membuat engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa supaya keselamatan yang dari pada-Ku sampai ke ujung bumi."

Dan lanjut pada ayat 6, bahwa Israel adalah perpanjangan tangan Tuhan, tetapi keselamatan dari pada-Nya adalah MILIK SEMUA BANGSA.

Dalam Perjanjian Lama ada begitu banyak nubuat-nubuat tentang kedatangan Yesus Kristus, sehingga apabila telah tiba waktunya tentu Allah yang telah dikenal dan dipercayai sebagai satu-satunya Allah ini, dalam setiap nubuatannya akan mendapatkan respon yang baik dan dapat dipercaya. Sebab orang Israel telah lama menantikan kedatangan Mesias, sebagai Daud Perjanjian Baru yang akan memerintah atas Umat Israel,

* Yeremia 23:5,
Sesungguhnya, waktunya akan datang, demikianlah firman TUHAN, bahwa Aku akan menumbuhkan Tunas adil bagi Daud. Ia akan memerintah sebagai raja yang bijaksana dan akan melakukan keadilan dan kebenaran di negeri.

* Yehezkiel 37:25,
Mereka akan tinggal di tanah yang Kuberikan kepada hamba-Ku Yakub, di mana nenek moyang mereka tinggal, ya, mereka, anak-anak mereka maupun cucu cicit mereka akan tinggal di sana untuk selama-lamanya dan hamba-Ku Daud menjadi raja mereka untuk selama-lamanya.

Penantian itu telah terwujudkan. Tetapi Kerajaan itu belum sepenuhnya bisa dicicipi oleh umat manusia sampai Dia datang untuk ke dua kalinya. Sebab misi pertama keturunan Daud itu adalah menebus domba gembalaan-Nya dari segala perbudakan dosa.

Keselamatan ala Perjanjian Lama bukanlah suatu keselamatan yang dikehendaki oleh Allah, karena kembali lagi, keselamatan ini hanyalah keselamatan sementara,

* Yeremia 7:22,
Sungguh, pada waktu Aku membawa nenek moyangmu keluar dari tanah Mesir Aku tidak mengatakan atau memerintahkan kepada mereka sesuatu tentang korban bakaran dan korban sembelihan;

Dan tidak ada suatu hal pun yang dapat mensucikan kita,

* Yeremia 2:22,
Bahkan, sekalipun engkau mencuci dirimu dengan air abu, dan dengan banyak sabun, namun noda kesalahanmu tetap ada di depan mata-Ku, demikianlah firman Tuhan ALLAH.

Sebab Keselamatan yang sejati hanya ada pada Kristus Yesus, yaitu ketika engkau menerima Dia sebagai Tuhan dan Juruselamatmu. Sama seperti iman seorang Habel, yang percaya bahwa Allah akan mengirimkan Penyelamat suatu saat nanti sehingga Habel mengikuti tata-cara korban keselamatan di mana anak domba adalah gambarannya, dan apabila Anak Domba itu telah datang, maka Anak Domba itu telah menguduskan umat-Nya satu kali untuk selama-lamanya,

* Ibrani 10:14,
Sebab oleh satu korban saja Ia telah menyempurnakan untuk selama-lamanya mereka yang Ia kuduskan.

* Ibrani 9:15,
Karena itu Ia adalah Pengantara dari suatu perjanjian yang baru, supaya mereka yang telah terpanggil dapat menerima bagian kekal yang dijanjikan, sebab Ia telah mati untuk menebus pelanggaran-pelanggaran yang telah dilakukan selama perjanjian yang pertama.

Umat Perjanjian Lama (perjanjian yang pertama), yang telah terpanggil dan mendengarkan suara Allah dan hidup dalam jalan-Nya juga turut ditebus oleh Keselamatan ini,

* Yeremia 7:23,
hanya yang berikut inilah yang telah Kuperintahkan kepada mereka: Dengarkanlah suara-Ku, maka Aku akan menjadi Allahmu dan kamu akan menjadi umat-Ku, dan ikutilah seluruh jalan yang Kuperintahkan kepadamu, supaya kamu berbahagia!

Segala pelanggaran dan dosa sejak Perjanjian Lama hingga sekarang telah Dia hapus dengan darah-Nya yang kudus dan tak bercacat celah. Dan setelah keselamatan itu, tibalah suatu Perjanjian Baru, sebagaimana yang telah Dia nubuatkan ratusan tahun sebelum Anak Domba itu datang,

* Yeremia 31:31-33,
31 Sesungguhnya, akan datang waktunya, demikianlah firman TUHAN, Aku akan mengadakan perjanjian baru dengan kaum Israel dan kaum Yehuda, 
32 bukan seperti perjanjian yang telah Kuadakan dengan nenek moyang mereka pada waktu Aku memegang tangan mereka untuk membawa mereka keluar dari tanah Mesir; perjanjian-Ku itu telah mereka ingkari, meskipun Aku menjadi tuan yang berkuasa atas mereka, demikianlah firman TUHAN. 
33 Tetapi beginilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu, demikianlah firman TUHAN: Aku akan menaruh Taurat-Ku dalam batin mereka dan menuliskannya dalam hati mereka; maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku.

Bandingkan,

* Lukas 22:20,
Demikian juga dibuat-Nya dengan cawan sesudah makan; Ia berkata: "Cawan ini adalah perjanjian baru oleh darah-Ku, yang ditumpahkan bagi kamu.

* Ibrani 8:8,
Sebab Ia menegor mereka ketika Ia berkata: "Sesungguhnya, akan datang waktunya," demikianlah firman Tuhan, "Aku akan mengadakan perjanjian baru dengan kaum Israel dan dengan kaum Yehuda,


Dan setelah semuanya itu, tibalah saatnya Bapa dipermuliakan di dalam Kristus Yesus,

* Yohanes 13:31,
Sesudah Yudas pergi, berkatalah Yesus: "Sekarang Anak Manusia dipermuliakan dan Allah dipermuliakan di dalam Dia.


Dalam Penglihatan Nabi Daniel ratusan tahun sebelumnya, peristiwa ini digambarkan ibarat Sang Raja mewariskan Kerajaan-Nya kepada Anak-Nya,

* Daniel 7:13-14,
13 Aku terus melihat dalam penglihatan malam itu, tampak datang dengan awan-awan dari langit seorang seperti anak manusia; datanglah ia kepada Yang Lanjut Usianya itu, dan ia dibawa ke hadapan-Nya. 
14 Lalu diberikan kepadanya kekuasaan dan kemuliaan dan kekuasaan sebagai raja, maka orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa mengabdi kepadanya. Kekuasaannya ialah kekuasaan yang kekal, yang tidak akan lenyap, dan kerajaannya ialah kerajaan yang tidak akan musnah.

Bandingkan,

* Matius 28:18-19,
18 Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.
19 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,

Sebab masa-masa kemanusian Yesus Kristus telah berakhir ditandai dengan kebangkitan-Nya dari "tumit-Nya yang remuk". Sebab Yesus Kristus datang ke dunia pertama kali sebagai manusia biasa dan menggenapi seluruh ketetapan Taurat dan nubuat para nabi, barulah setelah itu Dia akan kembali kepada eksistensi-Nya sebagai Allah itu sendiri.

NB:
1. YESUS KRISTUS adalah Hakim Yang Adil. Hakim adalah pejabat yang memimpin persidangan. Istilah "hakim" sendiri berasal dari kata Arab حكم (hakima) yang berarti "aturan, peraturan, kekuasaan, pemerintah". Ia yang memutuskan hukuman bagi pihak yang dituntut.

2. Kenapa Allah tidak mengampuni saja? Mengapa harus bersusah-payah?

Ada sebuah cerita tentang seorang wanita muda yang tertangkap di diskotik ketika sedang diadakan razia narkoba oleh aparat negara. Ia dihadapkan ke meja-hijau. Jaksa penuntut membacakan dakwaan dan tuntutan. Maka, sang Hakim-pun bertanya kepada si tertuduh: “Anda bersalah atau tidak bersalah?” Gadis tersebut mengaku bersalah, minta ampun dan ingin bertobat. Namun sang Hakim yang adil itu tetap mengetuk palunya mendenda Rp. 10,000,000.-- atau penjara 3 bulan.

Tiba-tiba terjadi hal yang mengagetkan semua orang dalam sidang tersebut. Sang Hakim turun dari kursinya sambil membuka jubahnya. Ia segera menuju kursi si terhukum, mengeluarkan uang 10juta dari tas-nya untuk membayar denda si gadis. Mengapa? Ternyata sang hakim tersebut adalah bapak dari si gadis. Walau bagaimanapun cinta bapak kepada anak-gadisnya, ia tetaplah Hakim yang adil dan tidak bisa berkata: "Aku mengampuni kamu, karena kamu menyesal dan bertobat." Atau mengatakan: "Karena cintaku kepadamu, maka Aku mengampuni kesalahanmu."

Hukum keadilan tidak memungkinkan sang Hakim mengampuni dosa anaknya dengan sesukanya "tanpa prosedur harga." Maka ia yang begitu mengasihi anaknya bersedia turun dari kursi dan menanggalkan jubah kehakimannya, lalu menjadi wali untuk membayar harga denda. Inilah jalan satu-satunya bagi seorang hakim yang adil untuk memberi pengampunan bagi seorang terhukum yang dikasihinya.

3. Dalam konsep agama Islam, Isa Al-Masih juga digelari seorang Hakim Yang Adil,

"Demi Allah yang jiwaku di tangan-Nya, sesungguhnya telah dekat masanya 'Isa anak Maryam akan turun di tengah-tengah kamu. Dia akan menjadi Hakim yang adil..." (Hadits Shahih Muslim 127).

KAU B'RIKU S'GLANYA

Dahulu Ku Tak Dapat Melihat
Kasih Yang Kau Berikan
Akhirnya Kutemukan
Dahulu Jalan Kutersesat
Namun Kau Hampiriku
Jadikanku Milik-Mu

Dan Kau B`riku Segalanya
Terbaik Bagiku
S`luruh Surga Bersama
Melepaskan Kasih-Mu

Tiada Lagi Keraguan
Akan Kasih Sayang-Mu
Kini Kupersembahkan
S`gala Yang Terbaik Bagi-Mu

Jika Kub`rikan Sebagian Diriku
Ku Tahu Tak Cukup Bagi-Mu

Blessing,
~HSH~

TUHAN YESUS MEMBERKATI!


Selasa, 12 Juli 2016

HUBUNGAN KESELAMATAN PERJANJIAN LAMA (BAIT SUCI - TABERNAKEL) & PERJANJIAN BARU (BAIT SUCI - TUBUH KITA)

* Ibrani 10,
37 "Sebab sedikit, bahkan sangat sedikit waktu lagi, dan Ia yang akan datang, sudah akan ada, tanpa menangguhkan kedatangan-Nya. 
38 Tetapi orang-Ku yang benar akan hidup oleh iman, dan apabila ia mengundurkan diri, maka Aku tidak berkenan kepadanya."

ALLAH dalam segala yang difirmankan-Nya tidak pernah menyatakan suatu hal tanpa sebab dan pasti selalu ada kerelasiannya. Misalkan, larangan-larangan pada Hukum Taurat, adalah hukuman tambahan kepada orang Israel dan di samping itu juga usaha Allah untuk membedakan umat-Nya dengan bangsa lain (sebab masa Perjanjian Lama masih dalam penekanan hurufiah atau jasmani). Dan perintah-perintahNya untuk menunjukkan etika dan cara hidup umat-umatNya. Seperti, apresiasi yang pernah diberikan oleh Ratu Negeri Syeba kepada Raja Salomo di bawah ini,


* 1 Raja-raja 10,
4 Ketika ratu negeri Syeba melihat segala hikmat Salomo dan rumah yang telah didirikannya,
5 makanan di mejanya, cara duduk pegawai-pegawainya, cara pelayan-pelayannya melayani dan berpakaian, minumannya dan korban bakaran yang biasa dipersembahkannya di rumah TUHAN, maka tercenganglah ratu itu.
6 Dan ia berkata kepada raja: "Benar juga kabar yang kudengar di negeriku tentang engkau dan tentang hikmatmu,
7 tetapi aku tidak percaya perkataan-perkataan itu sampai aku datang dan melihatnya dengan mataku sendiri; sungguh setengahnyapun belum diberitahukan kepadaku; dalam hal hikmat dan kemakmuran, engkau melebihi kabar yang kudengar.

Tentu sesuatu yang lain akan menjadi daya tarik sendiri. Walau pun hal itu bukanlah tujuan sesungguhnya. Sebab Allah menyatakan semuanya untuk membedakan umat-Nya dengan bangsa lain dan untuk melihat sejauh mana ketaatan bangsa Israel kala itu. Sebab apa yang Allah ciptakan pada hakikatnya adalah sangat baik, dalam hal ini tidak ada yang haram atau yang menimbulkan kenajisan. (Kej. 1).

Demikian pula, Sakramen Keselamatan adalah suatu pelaksanaan yang harus dilakukan oleh bangsa Israel --perintah-- sebagai hukuman tambahan. Namun, bukan itu yang akan kita bahas lagi. Jadi untuk memahami "Sakramen Keselamatan" yang pernah dimuat di sini, tentang apa yang mendasari diberikan-Nya Hukum Taurat dan lain sebagainya, dapat Anda baca di link ini: http://hsh-kristen.blogspot.com/2013/05/allah-tritunggal_12.html .

Perlu diingat, bahwa Sakramen Perjanjian Lama adalah bayang-bayang dari keselamatan (sementara), sedangkan Sakramen Perjanjian Baru adalah wujud nyata dari keselamatan itu dan berlangsung untuk selama-lamanya:

* Ibrani 10:,
1 Di dalam hukum Taurat hanya terdapat bayangan saja dari keselamatan yang akan datang, dan bukan hakekat dari keselamatan itu sendiri. Karena itu dengan korban yang sama, yang setiap tahun terus-menerus dipersembahkan, hukum Taurat tidak mungkin menyempurnakan mereka yang datang mengambil bagian di dalamnya.
10 Dan karena kehendak-Nya inilah kita telah dikuduskan satu kali untuk selama-lamanya oleh persembahan tubuh Yesus Kristus.

Sekarang kita akan melihat relasi atau hubungan antara Keselamatan Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru:


Gambar di atas menunjukkan sebuah "Tabernakel" atau Kemah Suci atau Bait Suci. Pada masa Perjanjian Lama, keselamatan itu diadakan dengan mempersembahkan Korban Penebus Salah, yang berupa lembu, domba dll, dengan catatan kesemuanya itu tidak boleh bercacat celah, dan ini diadakan secara terus menerus (baca Imamat 1-7).

Relasinya sama dengan Keselamatan Perjanjian Baru, di mana Tuhan Yesus turun ke bumi untuk menjadi Korban dan Juruselamat bagi umat manusia. Ada pun Yesus Kristus tidak berdosa dan tipu daya tidak ada di mulut-Nya,


* 1 Petrus 2:22,
Ia tidak berbuat dosa, dan tipu tidak ada dalam mulut-Nya.

Ini menunjukkan suatu ketidakcacatan Yesus Kristus sehingga Yesus Kristus layak menjadi Anak Domba yang langsung dipersembahkan oleh Allah kepada umat-Nya, manusia. Dan keselamatan Yesus Kristus adalah keselamatan yang kekal untuk selamanya,

* Ibrani 10:10,
Dan karena kehendak-Nya inilah kita telah dikuduskan satu kali untuk selama-lamanya oleh persembahan tubuh Yesus Kristus.

Dalam Gambar di atas, Tabernakel, walau pun begitu luas namun hanya tersedia satu pintu masuk saja (Nomor 1), yang menandakan bahwa Keselamatan itu hanya ada pada satu jalan. Relasinya dalam kehidupan orang Kristen tentu bahwa Keselamatan itu hanya ada di dalam Kristus, sebagai jalan, kebenaran dan hidup dan tidak ada seorang pun yang dapat sampai kepada Bapa tanpa melalui Dia,

* Yohanes 14:6,
Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.

Selanjutnya pada Nomor 2, adalah letak Korban Bakaran. Di sinilah Korban itu diletakan. Relasinya dengan tubuh Kristus bahwa kita yang telah percaya kepada-Nya telah diperkenan oleh Allah, sebab Allah menghendaki Sakramen Penebusan Dosa (untuk memahaminya silahkan klik link di atas). Amal dan ibadahmu bukanlah suatu jalan menuju "kemenangan", sama seperti kasus pembunuhan tentu hukuman ini akan terus dan tetap berlaku walau si pelaku mendermakan 1000 rumah ibadah. Orang Kristen berbuat baik sebagai bentuk ucapan syukur dan masuk pada perintah-perintah Kasih Yesus.

Selanjutnya pada Nomor 3 adalah tempat pembasuhan bahwa kita yang telah menerima Kristus telah di basuh dalam darah-Nya,

* Ibrani 10:22,
Karena itu marilah kita menghadap Allah dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh, oleh karena hati kita telah dibersihkan dari hati nurani yang jahat dan tubuh kita telah dibasuh dengan air yang murni.


Dan pada Nomor 4 adalah Kemah Suci Allah, di mana tidak sembarang orang bisa masuk ke dalam kemah ini sebab Allah hanya menghendaki para imam saja (yang adalah keturunan Lewi) untuk masuk mempersembahkan Korban Bakaran itu ke dalam Rumah Allah. Di mana di dalamnya terbagi menjadi 2 lagi, yaitu yang terdepan adalah Tempat Kudus dan yang terdalamnya lagi adalah Tempat Mahakudus, Tempat Mahakudus ini hanya di masuki pada Hari Pendamaian Tahunan. Jadi pada masa Perjanjian Lama, jemaat Tuhan hanya sampai masuk ke dalam Pintu Masuk saja (pada nomor 1). Jemaat kemudian menyerahkan Korban Penebusannya kepada Imam, lalu Imam sendiri masuk ke dalam Tempat Kudus itu untuk dipersembahkan di khadirat Allah dan khusus pada Tempat Mahakudus hanya boleh dimasuki oleh Imam Kepala atau Imam Besar saja. Tempat Kudus dan Tempat Mahakudus dibatasi oleh sebuah tabir atau sebuah kelambu:

* Keluaran 26:33,
Haruslah tabir itu kaugantungkan pada kaitan penyambung tenda itu dan haruslah kaubawa tabut hukum ke sana, ke belakang tabir itu, sehingga tabir itu menjadi pemisah bagimu antara tempat kudus dan tempat maha kudus.  

Relasinya dengan Keselamatan Kristus adalah iman di dalam diri kita, yaitu iman kepada Yesus Kristus membuat kita sendiri layak untuk masuk ke dalam Tempat Kudusnya,

* Ibrani 10:19,
Jadi, saudara-saudara, oleh darah Yesus kita sekarang penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat kudus,

Bahkan dikatakan lagi, kematian Yesus Kristus menyebabkan "tabir pemisah" antara Tempat Kudus dan Tempat Maha Kudus terbelah,

* Matius 27:51,
Dan lihatlah, tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah dan terjadilah gempa bumi, dan bukit-bukit batu terbelah,

Hal ini tentu menyebabkan bahwa Yesus sebagai Imam Besar melayakkan kita semua untuk masuk dan merasakan suasana di Ruang Mahakudus,


* Ibrani 10,
20 karena Ia telah membuka jalan yang baru dan yang hidup bagi kita melalui tabir, yaitu diri-Nya sendiri, 
21 dan kita mempunyai seorang Imam Besar sebagai kepala Rumah Allah.

Betapa luar biasanya Pengorbanan Yesus Kristus!

Bagi masyarakat luar tentu hal ini kelihatan aneh, namun dari sisi keimanan kita bisa melihat segala konsekuensi Allah. Bahwa Allah konsisten untuk mengadakan Perdamaian dengan Penumpahan Darah,

* Ibrani 9:22,
Dan hampir segala sesuatu disucikan menurut hukum Taurat dengan darah, dan tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan.

Bahkan sejak semula telah Allah tetapkan bahwa,

* Kejadian 3:15,
Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya."

Keturunannya (akhirnya Yesus) akan meremukkan kepala ular (mengalahkan total Iblis) sedangkan Iblis akan meremukkan tumit-Nya (dalam hal ini, akan membuatnya berdarah namun hanya pada tumit (jatuh sebentar) lalu berdiri atau bangkit kembali).

* Habakuk 2:4,
Sesungguhnya, orang yang membusungkan dada, tidak lurus hatinya, tetapi orang yang benar itu akan hidup oleh percayanya.

Boleh jadi orang-orang bangga akan kebenarannya yang katanya "masuk akal". Tetapi orang Kristen biarlah hidup dalam percayanya. Walau pun terlihat rumit namun inilah kebenaran itu, yang tidak menyalahkan satu sama lain, melainkan terjalinnya suatu relasi.☺


Pemahaman selanjutnya dapat Anda pahami di pasal 9 dan 10, Surat Rasul kepada orang Ibrani.

NB:
1. Pada masa Perjanjian Lama Allah mengambil saudara-saudara Musa, yakni orang-orang Lewi, anak ketiga Israel/Yakub, sebagai Imam di Bait Allah. Namun, pada masa Perjanjian Baru kita sekalian adalah Imam bagi diri kita, dan Yesus Kristus adalah Imam Besar kita,

* 1 Petrus 2:9,
Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:

Bahkan, akan tiba masanya di mana kita akan ikut bersama-sama dengan Dia untuk menghakimi umat manusia,

* Wahyu 20:4,
Lalu aku melihat takhta-takhta dan orang-orang yang duduk di atasnya; kepada mereka diserahkan kuasa untuk menghakimi. Aku juga melihat jiwa-jiwa mereka, yang telah dipenggal kepalanya karena kesaksian tentang Yesus dan karena firman Allah; yang tidak menyembah binatang itu dan patungnya dan yang tidak juga menerima tandanya pada dahi dan tangan mereka; dan mereka hidup kembali dan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Kristus untuk masa seribu tahun.

Dan Bait Suci tidak lain dan tidak bukan adalah Tubuh Kita sendiri,

* 1 Korintus 6,
19 Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, — dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? 
20 Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!

2. Masa Perjanjian Lama adalah masa di mana Allah Menyatakan Diri kepada bangsa Israel, bangsa pilihan Allah. Hal ini tentulah sulit, sekali pun Allah telah menyisakan keluarga Nuh sebagai keluarga yang mengenal Allah satu-satunya, namun perkembangannya ke depan manusia semakin hidup dalam penyimpangan. Sehingga Allah harus mengambil sikap untuk memperlihatkan kebesaran-Nya dengan memberikan kemenangan-kemenangan kepada bangsa Israel ketika berperang dan kekalahan apabila bangsa Israel "berzinah" dengan menyembah allah-allah lain.

3. Sebenarnya adalah sangat mudah bagi Allah untuk membinasakan manusia dan memulai penciptaan baru lagi. Akan tetapi, Allah begitu mengasihi Manusia tetapi dari sisi lain juga Allah itu konsisten bahwa kekudusan Allah tidak dapat dicapai dengan usaha-usaha manusia berdosa. Kita bisa lihat ketika Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa, usaha manusia dengan cara menyemat daun pohon ara dan membuat cawat untuk menutupi ketelanjangannya (dosa-dosanya) tidak absah di mata Allah, sehingga Allah sendirilah yang membuatkan mereka pakaian dari kulit binatang (Kejadian 3). Mungkin menjadi pertanyaan lagi, kenapa Allah tidak tinggal berfirman saja untuk membuatkan mereka pakaian? Kenapa harus susah-payah mengambil kulit binatang?


Sebab Allah begitu mengasihi manusia lebih dari segalanya. Sehingga Allah mau turun tangan untuk menutupi ketelanjangan nenek moyang kita.

4. Mungkin kita sering bertanya atau mengabaikan gelar Anak Manusia yang diberikan kepada Yesus Kristus? Mendengar gelar Anak Allah mungkin sudah jelas. Tetapi gelar sebagai Anak Manusia memang paling pantas diberikan kepada Yesus Kristus sebagai satu-satunya Manusia yang tidak berdosa (yaitu sesuai dengan tujuan Allah pada mulanya). Karena Allah menciptakan Manusia dengan penuh kekudusan, tetapi kekudusan itu telah dirusak oleh kita sendiri. Sehingga tidak ada satu pun "manusia" yang berkenan dihadapan Allah. Tetapi Yesus Kristus sebagai "keturunan akhirnya" Adam dan Hawa telah berhasil mendamaikan kita kepada Allah sesuai dengan Kitab Kejadian 3 di atas, dalam hal ini Yesus Kristus adalah satu-satunya Anak Manusia. Dan Ia menjadi persembahan yang layak di mata Allah. (Ibrani 9-10).

5. Mungkin lagi menjadi pertanyaan, kenapa Yesus Kristus baru didatangkan setelah beribu-ribu tahun lamanya ?


Sesungguhnya pekerjaan Allah dari awal hingga akhir tidak dapat diselami oleh manusia (Pengkhotbah 3:11). Tetapi sebagai manusia yang berpikir menurut saya hal ini masih berkaitan dengan point ke-2 di atas. Bahwa pengenalan akan Allah adalah bagian yang cukup penting, sebab Anda tentu tidak akan mempercayai kehidupan Anda kepada orang yang belum Anda kenali, boro-boro dikenali, kalau pun kenal, Anda tentu harus tahu siapa Dia, dan mengapa Anda harus berserah dan mempercayai hidup Anda kepada-Nya ???

Dalam Perjanjian Lama ada begitu banyak nubuat-nubuat tentang kedatangan Yesus Kristus, sehingga apabila telah tiba waktunya tentu Allah yang telah dikenal dan dipercayai sebagai satu-satunya Allah ini, dalam setiap nubuatannya akan mendapatkan respon yang baik dan dapat dipercaya. Sebab orang Israel telah lama menantikan kedatangan Mesias. Terbukti bahwa Allah Israel sungguh sangat disegani oleh bangsa-bangsa disekitarnya, dan mengakui bahwa Allah Israel yang bernama YHVH sungguh luar biasa ditakuti. 

6. Isu perombakan Firman Allah biarlah menjadi sangkaan belaka. Sebab, akal manusia pun bisa berpikir, bahwa orang yang merombak sebuah Kitab tidak akan menyebabkan seluruhnya ikut terobah, di seluruh dunia, tidak satu pun yang dapat! Allah akan senantiasa menjaga Firman-Nya, sebagaimana pun Manusia mencoba untuk mengubahnya, begitu pula kepada nabi-nabi-Nya sekali pun Isebel, istri Ahab, membunuh semua nabi dan menyisakan Elia seorang diri sehingga Elia harus lari bersembunyi di gua-gua, ketakutan, tidak mau makan dan lain sebagainya, namun Allah menghibur Elia bahkan Allah menyisakan 7000 orang benar lagi di Israel. Kitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru relasinya tetap terjaga. Tidak ada yang saling menyalahkan apalagi berbeda pendapat, sebab keduanya sama-sama memberitakan keselamatan Illahi. Itulah mengapa pentingnya bagi kita umat Kristen untuk menyimpan Kitab Perjanjian Lama, sebab kita tidak akan memahami sesuatu yang tertulis dan maksud-maksud dalam Kitab Perjanjian Baru apabila kita tidak memahaminya lebih dulu dalam Perjanjian Lama. Dan yang cukup mengesankan, bahwa Kitab Perjanjian Lama orang Yahudi dan Kitab Perjanjian Lama orang Kristen tetap sama saja isinya, walau pun orang Yahudi menyangkal Keanakan, Ketuhanan dan bahkan Kemesiasan Yesus Kristus yang terbukti terdapat nubuatnya di dalam Alkitab.

Bahkan Salomo yang seharusnya berkata-kata tentang hikmat dan pengetahuan, mengatakan juga:

* Amsal 20:30,
Bilur-bilur yang berdarah membersihkan kejahatan, dan pukulan membersihkan lubuk hati.

* Amsal 14:9,
Orang bodoh mencemoohkan korban tebusan, tetapi orang jujur saling menunjukkan kebaikan.

7. Hendaklah setiap orang mencari pengertian, bukan hanya membeberkan isi hatinya tanpa memahaminya lebih dulu,

* Mazmur 119:130,
Bila tersingkap, firman-firman-Mu memberi terang, memberi pengertian kepada orang-orang bodoh.

* Amsal 15:14,
Hati orang berpengertian mencari pengetahuan, tetapi mulut orang bebal sibuk dengan kebodohan.

* Amsal 18:2,
Orang bebal tidak suka kepada pengertian, hanya suka membeberkan isi hatinya.

KU MASUK RUANG MAHAKUDUS

KU MASUK RUANG MAHAKUDUS
DENGAN DARAH ANAK DOMBA
KU MASUK DENGAN HATI TULUS
MENYEMBAH YANG MAHAKUASA

KUMENYEMBAH-MU,
KUSEMBAH-MU,
KUMENYEMBAH-MU,
KUSEMBAH-MU,

S'BAB NAMA-MU
KUDUS, KUDUS, TUHAN
S'BAB NAMA-MU
KUDUS, KUDUS, TUHAN.

BLESSING,

~ HSH~