Rabu, 15 Februari 2017

ABRAHAM, ISHAK, YAKUB! #5

Rumusan Masalah:
A. Abraham!
B. Janji Berkat kepada Abraham!
C. Keturunan Abraham! -- Ishak sebagai Anak Perjanjian --
D. Hagar dan Ismael diusir! -- Ismael sebagai Anak Ketidakpercayaan Sara --
E. Kedua Belas Anak Yakub!
F. Yusuf di Jual & Menjadi Orang Ke dua di Mesir!
G. Tertindasnya Anak-anak Yakub (Israel) di Mesir!
H. Kenapa bukan Yusuf yang menurunkan Mesias? Kenapa harus Yehuda?

Catatan:
Karena tulisan per-artikel cukup panjang, maka mulai saat ini setiap "tema" akan di bagi minimal 2 postingan. Harap membaca dengan penuh pemahaman dan secara keseluruhan, minta bimbingan dari Roh Kudus agar dapat dimengerti. Tuhan Yesus Memberkati.

Pembahasan:
A. Abraham!

Abram, secara hurufiah: Bapa yang Luhur. Kemudian namanya diganti menjadi: Abraham, yaitu: Bapa sejumlah besar Bangsa.

Abram merupakan Generasi ke-20 semenjak manusia diciptakan. Diperkirakan ia lahir pada tahun 2000/2006 semenjak manusia diciptakan. Orang Israel sangat memuji Bapa Abraham sebagai Bapa Leluhur mereka, sebab Abraham merupakan awal mula perjanjian bagi mereka yang adalah keturunan-keturunannya. (Luk. 1:73)

Kelahiran Abraham kemudian mengarahkan kita pada pengenalan Tuhan YHVH dengan lebih dekat. Sebab kepada dia-lah Tuhan berjanji akan memberkati keluarganya. Walau pun pemberkatan di sini secara khusus kepada keturunan (darah daging) Abraham saja, tetapi melalui kematian Kristus kita juga termasuk keturunan rohani Abraham.

Tidak dapat dipastikan pada usia berapa Terah memperanakkan Abraham dan Abraham ini anak ke berapa, namun kemungkinan besar, Abraham adalah anak bungsu Terah. Terah sudah mulai memiliki keturunan diusia 70 tahun, maka paling mungkin bila dibandingkan dengan usia kematian Terah dan umur Abraham saat itu, kemungkinan besar Abraham dilahirkan pada usia Terah yang ke-130 tahun. Sehingga sampailah kita pada tahun 2006. Tetapi menurut pakar Alkitab bernama Daniel Rohl, bisa jadi Terah berusia 124 tahun saat itu sehingga pada saat Abraham lahir manusia sudah berusia 2.000 tahun.

Pada generasi ke-20 ini juga, nampaknya Nabi Nuh masih hidup dan ia masih sempat melihat Abraham. Hal ini disebabkan pada generasi 12 sampai generasi 18. Di mana ke-7 generasi ini rata-rata kawin diusia 30 tahun. Hanya Terah saja yang kemudian memperanak diusia yang cukup tua, yakni 70 tahun ke atas. Sehingga nabi Nuh yang dikatakan masih hidup hingga 350 tahun setelah air bah masih bisa menyaksikan keturunannya hingga 10 garis ke bawah.

B. Janji Berkat kepada Abraham!

Abraham dijanjikan suatu berkat yang luar biasa oleh Tuhan. Pengutusan pertama terlihat pada Kejadian pasal 12, pada usia Abraham ke 75 tahun.

* Ibrani 11:8,
Oleh iman, Abraham ketika dipanggil ke luar, ia taat untuk pergi ke tempat yang akan ia terima sebagai warisannya, dan ia pergi tanpa mengetahui tempat yang akan ia tuju.

Abraham mempercayakan hidupnya sepenuhnya kepada Tuhan, ia belum mengenal pasti siapa YHVH itu, tetapi ia mau diutus dan percaya bahwa ia pasti menerima segala berkat yang Tuhan janjikan, sehingga hal itu diperhitungkan baginya sebagai sebuah kebenaran. Di mana Tuhan sendiri berjanji,

* Kejadian 12,
1 YAHWEH berfirman kepada Abram, "Keluarlah kamu dari negerimu, dan dari sanak saudaramu dan dari rumah ayahmu ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu.
2 Aku akan membuat engkau menjadi suatu bangsa yang besar. Aku akan memberkati engkau, dan membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat.
3 Aku akan memberkati mereka yang memberkati engkau dan mengutuk mereka yang mengutuk engkau, dan karena engkau semua kaum di bumi akan diberkati."

Abraham menerima panggilan Tuhan itu, lalu Tuhan pun berfirman lagi kepadanya,

7 Dan YAHWEH menampakkan diri kepada Abram serta berfirman, "Aku akan memberikan tanah ini kepada keturunanmu." Dan di sana Abram membangun mezbah bagi YAHWEH yang telah menampakkan diri kepadanya.

Tanah yang dimaksud adalah Tanah Kanaan, di mana Tuhan akan mewariskan Tanah itu kepada Abraham dan keturunannya.

Ketika kelaparan menimpa kota itu, maka Abraham pun bersama dengan Sara dan keponakannya yang bernama Lot pergi ke Mesir. Lot ini adalah anak dari kakak Abraham, bernama Haran, dan karena Haran itu telah meninggal dunia maka bisa dipastikan kala itu Abraham-lah yang menjadi bapak angkat bagi Lot.

Mereka semua pergi ke Mesir, tetapi satu hal yang Abraham rencanakan sebelum tiba ke sana adalah supaya Sara mengakui dirinya sebagai saudari dari Abraham agar sekiranya Abraham jangan dibunuh oleh orang-orang Mesir yang terpesona dengan kecantikan Sara. Walau pun ini termasuk dusta, namun kata "saudari Abraham" tidak sepenuhnya salah. Karena Abraham ini memang saudaraan dengan Sara, karena melihat riwayat orang dulu yang masih sarat mengikat pertalian antar saudara saja.

Sara merupakan saudara tiri Abraham,

* Kejadian 20:12,
Lagi pula, ia memang benar-benar saudara perempuanku, yaitu anak perempuan dari ayahku, hanya bukan anak perempuan dari ibuku, kemudian ia menjadi istriku.

Sarai sendiri secara hurufiah: putriku dan Sara secara hurufiah: putri semua bangsa.

Ketika Firaun melihat Sara, ia pun jatuh hati kepada Sara dan kemudian mengambil Sara sebagai selirnya, tetapi akibat itu pula Tuhan pun menulahi Firaun. Pertanyaannya kemudian, Kenapa Abraham tidak menerima tulah juga? Sebab sekali pun Abraham adalah saudara Sara, ia juga merupakan suami darinya?

TUHAN telah memberkati Abraham dan bersumpah siapa yang mengutuki Abraham maka kutukan itu akan terpantul. Hal yang sama juga dilakukan oleh Nuh, dimana saat Ham mengumbar cerita aurat ayahnya, Nuh sadar bahwa ia tidak bisa mengutuk Ham karena mereka semua yang keluar dari bahtera itu telah beroleh berkat dari Tuhan, sehingga Nuh hanya mengutuki Kanaan, anak sulung Ham yang akan menjadi hamba bagi keturunan Sam dan Yafet. Maka bisa dilihat bahwa Tuhan konsisten dengan janji-Nya. Hal yang sama Tuhan lakukan saat keturunan Daud berlaku jahat terhadap-Nya, Ia tidak membinasakan keturunan Daud sebagaimana Ia membinasakan keluarga Yerobeam bin Nebat, karena janji-Nya kepada Daud itu tidak boleh Ia langgar:

* 2 Tawarikh 21:7,
Tetapi YAHWEH tidak akan memusnahkan keluarga Daud, karena perjanjian yang telah Dia buat dengan Daud, seperti yang telah Dia katakan, untuk memberi sebuah pelita kepadanya juga kepada anak-anaknya untuk selama-lamanya.

Karena berbicara tentang ketidakkudusan bukan berdasarkan pada Kemanusian-Nya, melainkan berdasarkan sifat Illahi-Nya. Tuhan tidak mungkin melanggar janji-Nya sendiri dan Ia tidak membalas tipu daya dengan tipu daya.

C. Keturunan Abraham!

Karena Sara tidak kunjung memberikan keturunan kepada Abraham, maka Sara pun, seperti kebiasaan orang kala itu, memberikan budaknya yang bernama Hagar kepada Abraham. Jadi perkawinan Abraham dan Hagar bukanlah bagian dari rencana Tuhan, karena Sara sendirilah yang berinisiatif untuk memberikan Hagar kepada Abraham.

Abraham kemudian memperanakkan Ismael (2092), dari budaknya yang bernama Hagar. Dan setelah Hagar melihat dirinya mampu untuk memberikan keturunan kepada Abraham, maka dia pun memandang rendah majikannya (Sara) itu. Hal itu berlangsung selama 12 tahun, karena setelah itu Sara akhirnya memberikan keturunan kepada Abraham, keturunannya itu dinamakan: Ishak, sebagaimana yang Tuhan katakan, sebagai Anak Perjanjian,

* Kejadian 17,
19 Elohim berfirman, "Sarah, istrimu, pasti akan melahirkan anak laki-laki bagimu, dan engkau harus memanggil namanya Ishak, dan Aku akan membangun perjanjian-Ku dengannya, untuk suatu perjanjian yang kekal bagi keturunannya selamanya.
20 Mengenai Ismael, Aku telah mendengarkan engkau. Karena itu, Aku telah memberkatinya, dan akan membuatnya beranak cucu sehingga menjadi sangat banyak, ia akan melahirkan dua belas raja, dan Aku akan membuatnya menjadi bangsa yang besar.
21 Tetapi Aku akan mengikat perjanjian-Ku dengan Ishak, yang akan dilahirkan Sarah bagimu tahun depan pada waktu seperti ini juga."

Hanya Ishak saja yang menjadi ahli waris Abraham sesuai dengan ketetapan Tuhan (Kej. 21:12). Tetapi Tuhan senantiasa pula memberkati Ismael sebagaimana yang dimohonkan oleh Abraham. Dan sekedar info, bukan hanya Hagar saja yang menjadi gundik Abraham, sebab di Pasal lain dikatakan Abraham pun mengambil 1 gundik lagi, yaitu Ketura, yang melahirkan lebih dari satu anak bagi dia.

Istilah: Abraham, Ishak, dan Yakub nampaknya cukup terkenal di telinga orang Arab, sehingga pengarang Alquran dapat mengurutkannya secara tepat, sebagai garis kenabian,

* Q.S. 29:27,
Dan Kami anugrahkan kepada Ibrahim, Ishak dan Ya'qub, dan Kami jadikan kenabian dan Al Kitab pada keturunannya, dan Kami berikan kepadanya balasannya di dunia; dan sesungguhnya dia di akhirat, benar-benar termasuk orang-orang yang saleh."

Walau pun Ismael merupakan anak dari keturunan Abraham, tetapi Ismael hanya mendapat "berkat keturunan" saja, sedangkan Ishak menerima "berkat perjanjian yang kekal untuk selamanya". Hal perjanjian ini mulai disahkan Tuhan, dengan memberikan "sunat" sebagai lambang Perjanjian itu, "Perjanjian Sunat" ini dilakukan untuk seorang bayi yang telah berumur 8 hari. Abraham kala itu berumur 99 tahun ketika ia disunat dan Ismael berumur 13 tahun, dan juga turut disunat orang-orang di tempat kediaman Abraham, termasuk budak-budaknya. Sedangkan Ishak sendiri berumur 8 hari, ketika ia disunat.

Ishak dilahirkan pada usia Abraham yang ke-100 tahun (2106).

Ada pula pendapat-pendapat orang yang membenarkan kenabian melalu anak-anak Ismael, namun ada baiknya kita melihat point-point di bawah ini:

1. Ismael adalah anak dari seorang budak walau pun ini agak klise, tetapi coba lihat point lain,

2. Ismael merupakan anak yang dilahirkan atas dasar KETIDAKPERCAYAAN. Abraham dan Sara tidak percaya sama janji Tuhan bahwa mereka akan dikaruniai anak. Jadi Ishak: Anak Perjanjian. Ismael: Anak Ketidakpercayaan.

3. Perkawinan Abraham dan Hagar BUKANLAH bagian dari rencana Elohim, melainkan merupakan inisiatif Sara itu sendiri. Jadi Tuhan tidak mau tahu-menahu tentang anak ini, orang Tuhan gak pernah nyuruh Abraham nikahi Hagar kok.

Tetapi Tuhan bermurah hati kepada Abraham sehingga Tuhan pun memberkati juga anak-anak Ismael, namun ahli waris dan perjanjian fix di Ishak seorang.

4. Sara menyesali keputusannya itu, karena Hagar yang mampu memberikan keturunan kemudian merendahkan Sara. Jadilah Hagar ditindas dan kabur tetapi kembali lagi.

5. Ketika Ishak (keturunan rohani/perjanjian) berusia 2 tahun, Ismael (keturunan jasmani/non-perjanjian) mengolok-ngolok dan menghina Ishak. Sara marah dan menyuruh Abraham mengusir ibu dan anaknya itu.

D. Hagar dan Ismael diusir!

Kenapa mereka harus diusir?

Jawabannya karena ternyata Ismael mencoba untuk melampiaskan 'kecemburuannya', sehingga ia pun menghina anak yang dilahirkan Sara itu,

* Kejadian 21,
8 Anak tersebut bertambah besar, kemudian ia disapih. Pada hari Ishak disapih, Abraham mengadakan sebuah perjamuan besar.
9 Sarah melihat anak Hagar, orang Mesir yang telah melahirkan anak bagi Abraham, sedang mengolok-olok.

Hal ini merupakan typologi (prediksi) terhadap kita, anak-anak rohani Bapa, yang kerap-kali mengalami hinaan, entah itu karena ketidak-pahaman mereka terhadap isi Kitab Suci, mau pun terhadap kecemburuan lainnya,

* Galatia 4,
28 Kita adalah anak-anak perjanjian, sama seperti Ishak.
29 Sebagaimana pada waktu itu, ia yang dilahirkan secara kedagingan menganiaya yang dilahirkan secara Roh, demikian pulalah sekarang.
30 Tetapi apa yang dikatakan Kitab Suci? "Usirlah wanita hamba itu dan anaknya, karena anak dari wanita hamba itu sekali-kali tidak akan menerima warisan bersama anak dari wanita merdeka!"
31 Jadi saudara-saudaraku, kita bukanlah anak-anak dari wanita hamba, melainkan dari wanita merdeka.

Namun, apakah penggenapan besarnya ada pada fakta bahwa teman-teman Muslim sebagai "keturunan" Ismael menghina kita sebagai "keturunan" Ishak?

Hal itu tidak dapat kita jawab sekarang. Karena Muhammad sendiri belum pasti adalah keturunan dari Ismael, orang Mesir itu.

Dan sekedar tambahan:

Menurut hukum Yahudi, usia seorang anak digolongkan dalam 8 tahapan: yaitu tahap pertama adalah Yeled (usia bayi), kedua Yonek (usia menyusu), ketiga Olel (lebih tua lagi dari menyusu), keempat Gemul (usia disapih), kelima Taph (usia mulai berjalan), keenam Ulem (anak-anak), ketujuh Na’ar (mulai tumbuh remaja) dan kedelapan Bahar (usia remaja).

Jadi peristiwa Ishak disapih merupakan adat tradisi orang-orang kala itu. Saya tidak dapat mengatakan tradisi orang Israel, sebab Israel belum ada pada masa Abraham. Tetapi nampaknya tradisi ini dibakukan oleh keturunan-keturunan Abraham yaitu Israel.

E. Kedua Belas Anak Yakub!

Setelah Abraham memperanak Ishak, Ishak kemudian memperisteri Rikbah, yang adalah anak Nahor, saudara Abraham. Karena memang adat pertalian kala itu masih kental untuk mengawini saudara atau sepupu sendiri.

Ishak pun memperanak Esau dan Yakub. Sekali pun Yakub ini adalah anak bungsu, tetapi "hak sulung" ada pada dirinya. Karena Esau telah memandang rendah hak kesulungan itu, sehingga Esau pun rela untuk menjual kesulungannya itu kepada adiknya ganti semangkuk sup. Yakub sendiri telah diberikan suatu nama baru oleh YHVH, dia dikenal sebagai Israel. (bdk. Kej. 32:28)

Yakub kemudian memperanak Kedua Belas Suku Israel. Yakub memiliki 2 orang isteri dan 2 orang gundik:

● Anak-anak Lea,
1. Ruben
2. Simenon
3. Lewi
4. Yehuda
9. Isakhar
10. Zebulon

● Anak-anak Bilha, gundik yang diberikan oleh Rachel kepada Israel,
5. Dan
6. Naftali

● Anak-anak Zilpa, gundik yang diberikan oleh Lea kepada Israel,
7. Gad
8. Asyer

● Anak-anak Rachel,

11. Yusuf

12. Benyamin

Alasan sehingga kenapa Yakub memperisteri juga Bilha dan Zilfa yang merupakan pelayan-pelayan Lea dan Rachel, di dasari atas kemandulan Rachel yang menginginkan keturunan juga sehingga ia mengizinkan gundiknya itu tidur dengan suaminya. Hal yang sama juga dilakukan oleh Lea, saat Lea sudah tidak hamil lagi, ia pun harus memberi gundiknya yang bernama Zilfa kepada Yakub, karena sudah sewajarnya isteri yang memiliki lebih banyak anak yang akan lebih disayangi oleh suaminya. Namun selang setelah itu, Lea kemudian memperanak dua anak lagi, yaitu Isakhar dan Zebulon, sehingga secara urutan kelahiran: Isakhar dan Zebulon merupakan anak ke 9 dan ke 10.

F. Yusuf di Jual ke Mesir & Menjadi Raja!

Awal mula kebencian saudara-saudara Yusuf terhadapnya karena ia merupakan anak kesayangan Israel, sebab Yusuf ini merupakan anak yang lahir pada usia tuanya (Kej. 37:3).

Yusuf megalami suatu mimpi dengan lambang-lambang tertentu yang membawanya kepada masa cerahnya yaitu menjadi Perdana Menteri di Mesir, sebagai orang kepercayaan Firaun. Oleh karena Yusuf, Firaun mau dan dengan gembira menyambut keluarga Yusuf yang ia boyong untuk pindah dan tinggal di Mesir selama beberapa waktu lamanya.

Hal ini diawali dengan itikad jahat saudara-saudara Yusuf yang ingin membunuh Yusuf, si tukang mimpi itu. Hal bunuh-membunuh merupakan bagian dari hukum primitif. Jadi jangan samakan pola pikir orang dulu (suka membunuh, melempar batu hingga mati, perang) dengan pola pikir orang sekarang yang sudah terlindungi oleh payung hukum (Hukum Modern).

Setidaknya ada 3 Tipe Hukum di dunia ini:

1. Tipe Hukum Rimba (Primitif),

Hukum ini identik dengan peperangan, siapa menang dia kalah. Hal-hal genosida (pembunuhan massal) merupakan wajae di mata Hukum Perang.

2. Tipe Hukum Klasik,

Hukum ini ada sedikit kemajuan tetapi masyarakatnya dibiarkan bersaing. Tipe Hukum ini dianut oleh kaum Liberal, dimana kepentingan individu lebih ditekankan. Sedangkan pemerintah diibaratkan sebagai 'penjaga malam' saja, yang baru akan bertindak setelah terjadi kisruh dan bukan mencegah.

3. Tipe Hukum Modern,

Tipe Hukum yang menekankan hak asasi manusia, pemerintah dan rakyat saling mengayomi. Rakyat harus tunduk pada aturan pemerintah dan pemerintah harus memenuhi kepentingan-kepentingan dalam masyarakat. 

Rencana pembunuhan terhadap Yusuf dicegat oleh Ruben, dan ia memberi usul agar sekiranya Yusuf dilempar saja ke dalam sumur yang kering -- dengan rencana akan menyelaamtkannya diam-diam --. Namun Yehuda punya usul yang jauh lebih baik lagi dan mereka mendengar usul ini, yaitu agar Yusuf dijual saja kepada orang Ismael. Yehuda juga menegaskan kepada saudara-saudaranya untuk tidak menyakiti apalagi sampai membunuh Yusuf yang adalah darah daging mereka. Dan saat itulah mimpi-mimpi Yusuf mulai tergenapi.

G. Tertindasnya Anak-anak Yakub (Israel) di Mesir!

Pasca kematian Yusuf mulailah muncul angkatan-angkatan baru dalam birokrasi orang Mesir dan sayangnya mereka-mereka itu tidak mengenal Yusuf, dan sekali pun ada yang mengenal Yusuf mereka tidak peduli dengan nama yang tinggal kenangan itu. Lagi pula mereka membenci orang Israel karena berkat Tuhan terus mereka alami, di mana mereka terus menghasilkan keturunan hingga jumlah mereka jauh lebih banyak dari orang Mesir itu sendiri. Sikap etnosentrisme (bangga terhadap suku sendiri) mengakibatkan orag Mesir tidak perduli dengan peran orang Israel, hingga mereka pun memperbudak keturunan-keturunan Israel, mengerjapaksakan mereka (rodi) dan lain sebagainya.

Raja Mesir juga sudah memberi ketetapan bahwa semua anak laki-laki yang lahir di antara orang Israel harus dibunuh agar keturunan mereka tidak berlanjut, tetapi Musa telah selamat, sebab ketika ia lahir ia langsung diselamatkan oleh putri Firaun yang mendapatinya di suatu sungai.

Musa yang menyadari bahwa orang Israel merupakan bangsanya sendiri secara sembunyi-sembunyi sering pula menindas orang Mesir untuk memberikan pembalasan. Dan pada akhirnya Musa harus mengeluarkan bangsa Israel dari Mesir dan misi ini berhasil. Lama orang Israel tinggal di Mesir di mulai dari Yusuf sampai pada masa perbudakan dan pembebasan itu adalah 430 tahun lamanya.

H. Kenapa bukan Yusuf yang menurunkan Mesias? Kenapa harus Yehuda?

Mungkin kita pernah bertanya:
Kenapa harus Yehuda? Apa peran Yehuda sehingga ia yang Tuhan daulat untuk menurunkan Mesias?

Lagipula, sekali pun Ruben merupakan anak sulung Yakub tetapi atas dosanya, hak kesulungan itu telah diberikan kepada Yusuf (anak ke-11),

* 1 Tawarikh 5,
1 Anak-anak Ruben, anak sulung Israel. Dialah anak sulung, tetapi karena ia telah melanggar kesucian petiduran ayahnya, maka hak kesulungannya diberikan kepada keturunan dari Yusuf, anak Israel juga, sekalipun tidak tercatat dalam silsilah sebagai anak sulung.

Namun dikatakan lagi: Yehuda ternyata melebihi saudara-saudaranya dalam hal memimpin,

* 1 Tawarikh 5,
2 Memang Yehudalah yang melebihi saudara-saudaranya, bahkan salah seorang dari antaranya menjadi raja, tetapi hak sulung itu ada pada Yusuf.

Yusuf nampaknya sudah cukup menerima "kehormatan" yakni kedua anaknya diangkat sebagai anak oleh Yakub (Kej. 48:5) sehingga anak-anak Yusuf menerima "dua tanah pusaka", untuk kedua anaknya, Efraim dan Manasye.

Tanah Pusaka yang dimaksud ialah Tanah Kanaan yang saat itu sudah berhasil diduduki oleh keturunan-keturunan Israel, tanah yang selama ini dijanjikan oleh YHWH kepada Abraham. Dan Tanah itu kemudian dibagi-bagi terhadap Ke-12 Anak Yakub, tetapi Tuhan mengambil Suku Lewi untuk menjadi Pelayan-Nya sehingga orang Lewi tersiar ke 12 Tanah itu untuk menjadi Diaken di tiap-tiap anak-anak Israel dan Pusaka orang Lewi adalah Persembahan Perpuluhan yang diberikan oleh masing-masing orang Israel. Sehingga yang menerima warisan Tanah: ke 11 anak Yakub, tetapi karena Yusuf menerima "kehormatan" sehingga Yusuf diberikan 2 Tanah Pusaka atas nama anak-anaknya, yakni Efraim dan Manasye sehingga genaplah tanah-tanah itu dibagi-bagi untuk Ke-12 Anak-anak Yakub.

Lewi merupakan keluarga Nabi Musa dan Imam Harun, di mana tentang Harun dikatakan bahwa ia dan keturunannya-lah yang akan menduduki peran iman di Rumah Tuhan. Tuhan telah mengambil Lewi sebagai ganti anak sulung mereka, supaya orang Lewi menjadi kepunyaan-Nya, melayani di Rumah-Nya. (Bil. 3:12) -- Yohanes Pembaptis yang merupakan "sepupu" Yesus Kristus adalah keturunan orang Lewi, yaitu dari bapaknya yang bernama Zakharia. Maka dapat dipastikan Elizabeth-lah yang merupakan keturunan Yehuda, sebagaimana Maria dan Yusuf.

Lalu, sampai mana peran Yehuda ? ? ?

Peran Yehuda adalah keberaniannya untuk mengatakan:

Jangan bunuh adik kita, ia darah daging kita!

Bandingkan dengan Ruben yang berjiwa pengecut, karena ia tidak berani menegur adik-adiknya sebaliknya ia berencana mengembalikan Yusuf secara sembunyi-sembunyi. Maksud penyelamatan secara sembunyi-sembunyi ini tidak menunjukkan kejatidirian, apalagi kodrat Ruben sebagai anak sulung yang seharusnya mampu menegur adik-adiknya itu.

Walau pun Ruben bermaksud untuk menyelamatkan Yusuf setelah itu, namun yang ada dipikiran saudara-saudaranya ialah mereka semua sepakat membiarkan Yakub mati kelaparan, membuat Yakub mati pelan-pelan dan dalam hal ini menyembunyikan darahnya. Sehingga Yehuda -- yang pastinya tidak menyadari rencana baik Ruben -- memiliki inisiatif lain untuk menjual saja Yusuf kepada orang-orang Ismael untuk menjadi budak, dan sekiranya jangan membunuh saudaranya yang adalah darah daging mereka.

Disamping itu, Yehuda juga memiliki keberanian di mana ia mau menjamin keselamatan Benyamin dihadapan ayahnya, dan bukan Ruben, sebagai kakak yang tersulung. Bahkan setelah Benyamin ditahan kepulangannya oleh Yusuf, Yehuda berani menjadi penebus (pengganti) Benyamin, menjadi budak Yusuf. Lihat ayat di bawah ini,

* Kejadian 44,
33 Oleh sebab itu, baiklah hambamu ini tinggal menjadi budak tuanku menggantikan anak itu, dan biarlah anak itu pulang bersama-sama dengan saudara-saudaranya.
34 Sebab masakan aku pulang kepada ayahku, apabila anak itu tidak bersama-sama dengan aku? Aku tidak akan sanggup melihat nasib celaka yang akan menimpa ayahku."

Apa yang dilakukan oleh Yehuda tidak hanya membuat Yusuf terharu dan menangis sekeras-kerasnya sampai membuat Yusuf berterus-terang bahwa ia adalah saudara-saudaranya. Sikap Yehuda juga telah memikat hati Tuhan, sebab apa yang telah Yehuda lakukan merupakan typologi (prediksi) nubuat penebusan Yesus Kristus. Sama seperti Habel, saudara Kain, yang persembahannya diperkenan dan lebih disenangi oleh Elohim, karena apa yang dipersembahkan oleh Habel merupakan typologi keselamatan melalui anak domba sehingga persembahan itu terus dibakukan menjadi Korban Keselamatan, namun naas karena kemudian Kain cemburu dan membunuh Habel.

Jadi, secara garis besar, ada 3 Tiga Anak Yakub yang mempunyai peran yang mengesankani:

1. Lewi, ia merupakan anak ke-3, namun ia sekaligus menjadi persembahan anak sulung. Persembahan Anak Sulung merupakan kewajiban yang harus dilakukan oleh tiap-tiap orang Israel, di mana mereka harus mempersembahkan anak sulung mereka kepada Elohim, sebab semua anak sulung merupakan milik kepunyaan Tuhan. Lewi ini terus melayani di Rumah Tuhan. Mereka menerima korban perpuluhan, dan korban perpuluhan yang mereka terima diperpuluhkan lagi bagi Tuhan.

2. Yehuda, ia merupakan anak ke-4, ia bisa dikatakan anak bungsu yang mula-mula dari Lea ketika saat itu Tuhan tidak lagi memberi anak kepadanya (Kej. 29:35), namun Lea akhirnya diberi tambahan anak lagi pada urutan ke-9 dan ke-10. Pengorbanan Yehuda mengesankan hati Tuhan, di mana ia mau menjadi penebus Benyamin.

3. Yusuf, anak ke-11, ia merupakan "anak sulung" yang diberi hak atas dua Tanah Pusaka, sebab anak-anak Yusuf telah diangkat menjadi anak oleh Yakub.

Dalam "Nubuat Yakub" mengenai anak-anaknya di masa depan, Yakub bernubuat mengenai ini kepada Yehuda:

* Kejadian 49,
1 Yakub memanggil anak-anaknya dan berkata, "Berkumpullah aku hendak menyatakan kepadamu apa yang akan terjadi kepadamu pada hari-hari yang akan datang.
9 Yehuda bagaikan anak singa; setelah menerkam mangsanya, engkau telah naik; ia telah meniarap, ia telah berbaring seperti singa jantan dan seperti singa betina; siapakah yang berani mengusiknya?
10 Tongkat kerajaan tidak akan beranjak dari Yehuda, dan kekuasaan pemerintahan, dari antara kedua kakinya, sampai Penguasa Sejati itu datang, maka semua bangsa akan takluk kepadanya.
11 Yang menambatkan keledainya pada pohon anggur dan anak keledainya pada pohon anggur pilihan. Ia mencuci pakaiannya dengan anggur dan jubahnya dengan darah buah anggur.
12 Matanya memerah karena anggur dan giginya memutih karena susu.

Tepat pada ayat ke-10, menubuatkan dengan jelas kedatangan Keturunan Illahi Adam, yaitu Yesus Kristus.

Haleluya!

Sabtu, 11 Februari 2017

TERBENTUKNYA BAHASA & NEGARA! #4

Rumusan Masalah:

A. Definisi Bangsa, Bahasa dan Negara!

B. Menara Babel sebagai Awal Kemajemukan Bahasa!

C. Anak-anak Nabi Nuh dan Sebarannya! -- 

D. Berapa usia bumi sekarang?

Catatan:

Karena tulisan per-artikel cukup panjang, maka mulai saat ini setiap "tema" akan di bagi minimal 2 postingan. Harap membaca dengan penuh pemahaman dan secara keseluruhan, minta bimbingan dari Roh Kudus agar dapat dimengerti. Tuhan Yesus Memberkati.

Pembahasan:

A. Bangsa, Bahasa dan Negara!

Kita prolog dulu, di mana sebenarnya nama-nama kota dan juga negara yang kita miliki (sebagian besar) adalah nama nenek moyang kita. Misalkan, Negara Israel, nama Israel ini diambil dari nama nenek moyang mereka, yaitu Yakub, anak Ishak, cucu Abraham yang kemudian membagi-bagi teritori/batas-batas kepada anak-anaknya. Yakub ini sebelumnya mendapat nama rohani dari Tuhan, yaitu Israel (Kej. 32:27).

Selain itu, ada juga kota-kota (negara) yang dijajah dan berhasil ditaklukkan, biasanya yang berhasil menaklukkan itu akan mengganti atau memberi nama kota tersebut sesuai dengan keinginannya, tetapi paling sering memakai namanya atau nama anaknya.

Di dalam Kitab Kejadian 10:5, nama-nama anak Ham disebut ada 4, yaitu Kush, Mesir, Put, dan Kanaan. Bisa jadi keturunan Ham yang bernama Mesir inilah yang berhasil menempati -- atau mungkin orang-orang sudah main rebut-rebutan -- negara yang kita kenal pula bernama Mesir. Tetapi Ham lebih jauh dikenal sebagai "bapak Kanaan" (Kej. 9:17), mungkin karena Kanaan merupakan anak sulung, karena susunan nama di atas tidak selalu merujuk dari yang sulung ke yang bungsu. Misalkan Sem, Ham dan Yafet: Ham boleh saja berada diurutan kedua, padahal dia adalah anak bungsu, jadi secara urutan dari yang tertua ke yang termuda adalah: Sem, Yafet dan Ham. Mungkin disebut Sem, Ham dan Yafet karena pengucapannya lebih enak. Lain Alkitab, lain pula Alquran. Dalam Alquran dikatakan bahwa Kanaan merupakan Anak Nuh juga (tepatnya anak tiri), jadi Nuh memiliki 4 Anak, di samping Sem, Ham dan juga Yafet. Di katakan lagi, bahwa Kanaan tidak selamat dalam persitiwa naas ini, karena ia tidak percaya kepada bapaknya.

Sebelumnya, ada 3 hal yang harus kita tahu. Sebenarnya sih ada banyak banget, mulai dari: ras, kaum, etnis/suku, bangsa, budaya, negara. Tetapi kita hanya akan menjelaskan 3 saja, yaitu: definisi Bangsa, Bahasa dan Negara (+ Penduduk).

● Bangsa: Merupakan keturunan langsung/darah daging. Menurut saya, ini sudah memenuhi unsur: ras, kaum dan etnisnya. Misalkan orang-orang yang menetap di Israel merupakan keturunan langsung (kaum, bangsa, suku) dari bapak yang bernama Israel. Kemudian anak-anak Israel ini disebut kaum-kaum. Jadi bangsa bisa dikatakan sekumpulan kaum-kaum, yang memilikk ras, budaya tertentu.

● Bahasa: Sebenarnya Bangsa sangat berhubungan erat dengan Bahasa. Sebab di Alkitab dikatakan,

* Kejadian 11:6,

6 Dan YAHWEH berfirman, "Lihatlah, bangsa ini satu, bahasanya pun satu, ini baru permulaan rencana mereka untuk bertindak. Mulai dari sekarang apa saja yang mereka ingin lakukan, tidak ada yang tidak akan terlaksana.

7 Baiklah Kita turun dan mengacaubalaukan di sana bahasa mereka, sehingga mereka tidak mengerti lagi bahasa masing-masing.

Jadi sekali pun Tuhan memecah-belahkan bahasa mereka, namun sepertinya Tuhan tetap menjagai keturunan-keturunan itu. Sehingga masing-masing mereka mungkin mengalami perpecahan antar sesebapak saja. Di mana bapak yang satu berbeda bahasanya dengan bapak yang lain dan keturunan-keturunannya pun pastinya harus berpihak kepada bapaknya masing-masing. Entah bagaimana kacaunya sewaktu itu, betapa susahnya mengajarkan bahasa yang sama sekali belum dimengerti, belum ada yang namanya Google Terjemahan, jangan jauh-jauh deh, Kamus saja juga belum ada.

● Negara: Merupakan Kewarganegaraan. Negara tidak terlibat dan tidak urus-mengurus soal latar belakang (kebangsaan) seseorang. Negara hanyalah sebuah organisasi, yang terdiri atas wilayah, pemerintah yang berdaulat, dan unsur paling pentingnya adalah masyarakat (kumpulan orang) yang di mana masyarakat itu terdiri lagi atas kaum-kaum atau suku-suku dengan khas, budaya dan bahasanya sendiri. Sebagai suatu organisasi, maka bangsa yang terdapat pada negara itu bisa sewaktu-waktu mengundurkan diri (misalkan Timor Leste, yang bergabung dan kemudian keluar lagi menjadi negara tersendiri).

Terlepas kita dari negara mana, sejatinya kita hanya memiliki satu suku/bangsa saja yang kemana pun kita pergi kebangsaan itu terus kita bawa. Dan karena negara merupakan suatu organisasi, maka dalam suatu negara terdapat visi-misi yang dicita-citakan, undang-undang dasar, dan salah satunya adalah persatuan bahasa. Jadi mau dari ujung Sabang - Merauke, Bahasa Indonesia ditetapkan sebagai bahasa nasional. Ada juga istilah Penduduk, yaitu orang-orang yang menetap pada suatu tempat tetapi tidak selamanya penduduk adalah warga negara. Penduduk juga bisa orang asing, yang suku atau warga negaranya berbeda.

Israel saat ini dan bahkan pada pelayanan nabi Musa tidak dapat lagi dikatakan sebagai bangsa. Sebab ia telah beralih menjadi suatu negara karena terdapatnya pula beberapa orang asing dalam lingkupnya tersebut. Dan orang-orang asing itu juga harus mengikuti warisan rohani yang telah Tuhan tetapkan bagi orang Israel selama mereka tinggal di Israel. Hal yang sama (mengenai hukum) juga terjadi di Indonesia, misalkan orang Eropa yang berlibur ke Indonesia harus menyesuaikan diri dengan norma kesusilaan (gaya hidup) orang-orang di Indonesia. "Tetapi satu hal yang unik di Indonesia kita adalah perasaan cemburu terhadap masyarakat Tiong Hoa. Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa orang-orang China sangat gesit, rajin, ulet dan lain sebagainya. Seharusnya hal ini dapat menjadi kebanggan bagi kita, sebab kita merupakan masyarakat yang majemuk sehingga tidak ada yang lebih besar dan tidak ada pula yang lebih kecil, jadi sudah semestinya kita mendukung dan jangan mau dikalah (dalam hal ini "kita harus jauh lebih baik", bukan malah bullying, diskriminasi mereka). Sebab orang-orang China merupakan salah satu faktor pendukung perekonomian kita, orang Indonesia tulen, yang dikenal malasnya k.e.b.a.n.g.e.t.a.n. Bayangkan, kalau orang China pada pulang semua ke kampungnya bisa jadi dollar akan meroket naik, negara bisa-bisa dijual akibat penumpukan utang-utang." Ohiya, kata-kata di atas saya ambil dari pendapat dosen saya yang notabene seorang Professor dan Muslim yang taat.

Ngomong-ngomong soal suku-bangsa, ada juga perpaduan suku (mix) yang disebut asimilasi, misalkan suku Betawi, yang sebenarnya merupakan "kawin-campur" antara suku Tiong Hoa dan Arab. Yang kemudian melahirkan suku baru, dan diberinama Betawi.

B. Menara Babel sebagai Awal Kemajemukan Bahasa!

Menurut beberapa penafsir, etimologi 'BABEL' berasal dari kata Ibrani "BALAL" artinya 'mengacaukan', dalam bahasa Aram dikenal dengan kata "BALBEL" dengan arti yang sama yaitu "kekacauan", menunjukkan adanya gangguan khusus yang membuat orang- orang itu sangat kebingungan.

Namun ada juga pendapat beberapa ahli bahasa Ibrani, bahwa kata BABEL, itu artinya adalah "pintu gerbang Elohim".

Siapakah yang membangun Menara Babel ini?

Kira-kira dari keturunan Nuh dari anak yang mana yang memimpin proyek ini? Kita bisa melihatnya dari Kejadian 10:6-10.

"Yosefus, sejarahwan Yahudi (dalam bukunya Antiquities, Buku I, bab 4), mengatakan bahwa mereka ini adalah sejumlah orang yang mengikuti ajakan 'Nimrod' untuk membangun menara."

Nimrod ini merupakan keturunan Ham, anak bungsu Nuh. Dalam Alkitab diceritakan mengenai dosa Ham ini, yaitu ketika melihat ayahnya mabuk lalu tertidur dengan keadaan telanjang, ia justru menertawai dan mengumbar cerita itu kepada saudara-saudaranya. Sem dan Yafet yang mendengar itu, kemudian bergegas mengambil sehelai kain dan menutupi aurat ayah mereka sambil berpaling muka. Sewaktu nabi Nuh bangun dan mendengar hal itu, maka marahlah beliau, sehingga dikutukilah Kanaan (anak sulung Ham), di mana dikatakan bahwa keturunan Kanaan ini akan menjadi hamba bagi keturunan Sem dan Yafet. Nabi Nuh tidak mengutuki Ham secara langsung, sebab setelah mereka semua (ke-8 itu) keluar dari bahtera pasca air bah, YHVH telah memberkati mereka semua, dan siapa saja yang mengutuki orang yang diberkati YHVH maka kutukan itu akan memantul kepada dirinya sendiri. Kemungkinan peristiwa Babel ini terjadi pada tahun 1800-an umur manusia.

Ada pun maksud dari cerita Kejadian 11 ini ialah:

Menurut kehendak Tuhan semua bangsa merupakan satu keluarga, yang bersama-sama menghormati Tuhan.

Akan tetapi umat manusia ingin bersatu bukan atas nama Tuhan melainkan atas nama manusia sendiri. Justru usaha untuk mendirikan imperium (kerajaan) yang atas manusia itu selalu digagalkan oleh Tuhan.

Bangsa berjauhan dengan bangsa, negara berperang dengan negara. Dan salah satu tembok-pemisah antara bangsa dan bangsa ialah perbedaan bahasa. Hanya dalam Kerajaan Elohim segala pertentangan, perbedaan dan diskrimasi dapat di atasi. Haleluya!

C. Anak-anak Nabi Nuh dan Sebarannya!

Korban yang selamat dalam Peristiwa Air Bah hanyalah 8 orang, yaitu Nabi Nuh dan Isterinya, Sem dan Isterinya, Yafet dan Isterinya serta Ham dan Isterinya. Masing-masing hanya memperisteri satu orang saja (monogami) -- sebelum dan lebih-lebih sesudahnya -- dan nampaknya tradisi poligami sudah terdapat pada Keturunan Kain, anak sulung Adam, di mana dikatakan Lamekh (keturunan ke-6) mengambil dua orang isteri, yaitu Ada dan Zila (Kej. 4:23).

Walau pun Kain merupakan anak sulung (anak pertama Adam), tetapi Tuhan lebih berkenan kepada Set, yang merupakan anak bungsu Adam. Dan Set ini-lah yang menurunkan Nabi Nuh (Generasi ke-10 Adam) dan nabi-nabi lainnya.

Sebaran Anak-anak Nuh!

Semua manusia berasal dari satu ayah saja yaitu Adam sebagai Generasi ke-1. Kemudian, pada Generasi ke-10, semua manusia dibinasakan sehingga tersisalah Nuh. Nuh memperanakkan Sem, Yafet dan juga Ham. Ketiga anak-nya inilah yang kemudian menurunkan kita, menjadi beragam-ragam warna kulit, budaya, bahasa dan sebagainya.

Awal keanekaragaman manusia iti sendiri yaitu ketika manusia berusaha untuk bersatu di dalam menciptakan Menara Babel (sebagai keangkuhan manusia), sehingga Elohim pun mengacau-balaukan bahasa mereka yang membuat mereka tidak mengerti bahasanya satu sama lain.

Standar warna kulit manusia yang sebenarnya adalah berwarna melanin, yaitu warna kecokelat-cokelatan. Sehingga orang berkulit putih biasa disebut orang yang kekurangan melanin, sedangkan yang berwarna hitam adalah orang yang kelebihan melanin. Orang berkulit putih tidak cocok untuk tinggal di daerah yang beriklim panas, karena kondisi tubuh mereka ketika terkena panas matahari rentan terhadap penyakit kanker sedangkan orang berkulit hitam tidak, sebaliknya orang berkulit putih dapat memproduksi vitamin D dengan lebih baik dibanding dengan orang berkulit hitam. Beruntunglah bagi mereka yang memiliki kulit kecokelatan-cokelatan (melanin yang stabil, tidak lebih, tidak kurang) karena cocok di semua tempat seleksi alam.

Pasca kejadian air bah, nampaknya kondisi bumi berubah total, bisa Anda bayangkan dengan kejadian tsunami yang masih menampakkan atap-atap rumah dengan air bah yang bahkan gunung-gunung pun tertutupi. Tuhan telah menetapkan seleksi alam bahkan rantai makanan, sebab setelah air bah Tuhan sudah mengizinkan manusia memakan daging, di mana Tuhan mengatakan bahwa segala yang bergerak, yang hidup, akan menjadi makananmu. (Bdk. Kejadian 9:3)

Faktor polusi juga menyebabkan kerusakan-kerusakan genetik, di mana umur-umur manusia semakin dipersingkat, dan kalau waktu itu Tuhan masih mengizinkan manusia untuk mengawini saudaranya sendiri, maka setelah manusia sudah cukup banyak, tepatnya pada zaman Nabi Musa, Tuhan sudah melarang pertalian itu, karena dianggap dapat merusak dan menambah kecacatan genetik yang dihasilkan dari orang tua yang sama, berbeda dengan ketika manusia itu menikah dengan manusia yang tidak sedarah dengannya maka kecacatan itu dapat berkurang/tidak timbul. (Im. 18:6-18)

Sehingga anak-anak yang dihasilkan oleh nabi Nuh bermacam-macam, entah dilihat dari warna kulit, postur tubuh, wajah dan lain sebagainya. Karena adat pertalian saudara masih sangat kental di sini, maka anak-anak Sem bisa jadi "ogah" menikah dengan anak-anak Ham dan Yafet, begitu pula sebaliknya.

Perpecahan setelah air, seperti yang saya katakan di atas lintasnya adalah antar sesebapak, di mana bahasa si bapak pasti diikuti oleh anak-anaknya, tidak mungkin dong anak-anaknya ngikut bahasa bapak lain. Dan hal itu terus berproses, di mana mereka semua memilih merantau dan juga mengambil tanah-tanah yang belum berpenghuni atau merebutnya dari orang-orang lain, karena orang dulu masih sarat melakukan perebutan-perebutan kota dengan cara peperangan. Menara Babel sendiri nampaknya terjadi pada Generasi ke-13 Adam, yaitu dari seorang cicit bernama Nimrod, cucu Nuh dari Ham, dia ini adalah orang pertama yang berkuasa atas bumi (Kej. 9:8).

Ham sendiri  tentang dia dikatakan bahwa keturunannya telah mengalami kutukan dari Nuh, dan sepertinya hal itu berimbas pada anak-anak Ham yang berperan sebagai orang-orang jahat di dalam Alkitab. Dan karena anak-anak Ham ini sebarannya pada orang-orang negro (kulit hitam), maka orang-orang mulai berspekulasi bahwa hal itu terjadi karena Ham merupakan bangsa yang dikutuk Tuhan. Hal ini juga dipakai untuk membenarkan perbudakan dan sikap rasisme lainnya yang tidak Alkitabiah. Sebab kulit hitam sebenarnya merupakan kombinasi dari faktor keturunan, bukan karena akibat dosa.

Mengenai persebaran itu sendiri, mungkin anak-anak Ham menguasai seluruh wilayah Benua Afrika. Sedangkan Yafet menguasai wilayah-wilayah di Asia. Sedangkan Sam menguasai wilayah Asia Tengah dan juga Eropa.

Tetapi dengan memperhatikan Induk Ras, maka sebenarnya antara keturunan Sem dan Yafet nampaknya memiliki sedikit kesamaan, karena sesuai dengan "kutukan nabi Nuh" terhadap keturunan Ham, di mana keturunan Ham dikatakan akan menjadi hamba bagi keturunan Sem dan Yafet, maka ada kemungkinan keturunan Sem mau-mau saja untuk menikah dengan keturunan Yafet yang mungkin dianggap selevel dengan mereka. Apalagi dengan berjalannya waktu maka hal-hal seperti itu mulai diabaikan. Ada pun induk ras secara "garis besar" terbagi menjadi 3 saja, yaitu:

1. Ras Mongoloid - kulit putih, rambut lurus

2. Ras Kaukasoid - kulit putih, rambut berombak

3. Ras Negroid - kulit hitam, rambut keriting.

Dari ketiga ras di atas, lahir pula sub-sub ras tersebut, misalkan Ras Kaukasoid-Nordir, Mongoloid-Melayu, dan lain sebagainya.

Dengan melihat pertimbangan di atas, muncul pula asumsi yang mengatakan bahwa keturunan Yafet merupakan orang-orang Eropa juga, demikian pula dengan orang-orang di Asia. Sedangkan Benua Amerika dan Australia, bisa jadi merupakan keturunan Ham atau percampurannya, sebab keturunan Ham merupakan keturunan yang mula-mula berkuasa di bumi dan penyembahaan Baal mulai lahir dari kawasan keluarga mereka. Sebab beberapa pakar menunjukkan bahwa Nimrod, hendak membangun Menara Babel untuk "mencari nama" bagi dirinya sendiri, untuk menjadi Baal (Tuhan) bagi umat manusia. Dan Nimrod sendiri telah melakukan dosa yang cukup besar, di mana dia telah menikahi ibunya sendiri.

Penemuan sejarah selanjutnya mengatakan, bahwa Benua Amerika dan Benua Austalia kemudian merupakan orang-orang buangan dari Benua Eropa. Seperti, pada negara Amerika, sebenarnya mereka, sekarang ini didominasi oleh orang-orang Eropa, terutamanya Inggris, yang diungsikan dan dibuang untuk mengerjakan Tanah di sana, menjadi orang-orang jajahan sampai pada Kemerdekaan Amerika. Begitu pula orang Australia, yang menurut kita cukup aneh, sebab sepanjang Asia Utara sampai di Asia Tenggara, kita memiliki ras Asia saja yang seharusnya juga dimiliki oleh orang Australia (Bumi bagian selatan), tetapi yang ada justru orang Australia ini mirip dengan orang-orang Eropa (Bumi bagian utara), hal itu disebabkan karena orang Australia merupakan orang-orang Eropa yang diasingkan dan dibuang, menjadi ras yang dominan dibanding dengan penduduk aslinya (suku Aborigin dan suku Indian). Jadi "pembuangan masyarakat Eropa" merupakan faktor "kebule-bulean" pada Amerika dan Australia dan bukan suku asli dari negeri itu sendiri.

Satu hal yang cukup menarik, bahwa orang China dan ras bermata sipit lainnya merupakan salah satu ras keturunan Yafet dari anaknya yang bernama Gomer, terus Gomer ini melahirkan Shin dan seterusnya.

Dalam huruf karakter China yang berbentuk Ideogram (Huruf gambar yang setiap bagiannya menyatakan sesuatu), ada sesuatu yang unik, misalnya dalam huruf karakter China untuk kata "Penggoda" adalah gabungan "iblis di dekat pohon dalam penyamaran". Huruf karakter china untuk kata "Penciptaan" adalah gabungan dari "Debu tanah yang hidup dan berjalan". Karakter lainnya, yaitu untuk kata "Bahtera" adalah gabungan dari "Delapan orang di atas perahu".

Huruf mandarin untuk Kebenaran / Righteousness = 義. Huruf ini terbentuk dari huruf Domba, Tangan dan Tombak Mengambarkan ketika Tuhan Yesus ditombak di kayu salib.

Huruf kanji untuk Kebenaran yang disederhanakan adalah 义 Huruf ini terdiri dari Salib dan Darah, jadi Kebenaran adalah Darah Yesus Kristus yang mati di atas kayu salib. https://translate.google.co.id/#en/zh-CN/righteousness

義 = 义 = Kebenaran

Roh = 靈

Terbentuk dari huruf: 雨 = Hujan

口口口 = Tiga mulut/ Tiga orang / Tiga pribadi (Trinitas)

巫 = Keajaiban[/size]

Dll.

Jadi orang-orang China yang notabene adalah dominan keturunan Yafet (dengan campuran Sem) pun memberikan sebuah pesan-pesan seunik dan semenarik ini.

Lalu bagaimana dengan Indonesia? Dari keturunan siapakah kita?

Indonesia merupakan negara yang majemuk, pluralisme, yang memiliki keanekaragaman bangsa dan bahasa. Mulai dari kedatangan ornag India yang menyebarkan agama Hindu dan Budha, Arab, Eropa, China dan lain sebagainya. Maka sebenarnya tidak dapat dipastikan kita ini dari anak Nuh yang mana, tetapi sepertinya kita mendominasi darah Yafet.

Terlepas dari kita keturunan Nuh dari anak yang mana, bukanlah jaminan keselamatan kita. Sebab yang kita perlukan bukanlah kelahiran badani, melainkan kelahiran Rohani, di mana kita harus dilahirkan kembali, dari tubuh badani menjadi tubuh Rohani,

* Yohanes 3,

5 Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.

6 Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh.

7 Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali.

Haleluya!

D. Berapa usia bumi sekarang?

Berbicara mengenai usia bumi sekarang, yang katanya milliaran tahun, ini justru membuat pertentangan dengan apa yang selama ini kita baca dalam Alkitab.

Memang kalau kita berbicara mengenai usia bumi maka penentuannya bukanlah pada kapannya manusia itu eksis. Sebab di Alkitab sendiri dikatakan bahwa bumi itu sudah diciptakan lebih dulu hanya saja ia belum berbentuk dan hanya samudera raya (lautan yang luas) saja yang ada pada saat itu. Sehingga Tuhan pun berfirman:

Hari ke-1: Jadilah Terang, dan memisahkannya dari Gelap. Dinamailah terang itu sebagai siang dan gelap itu sebagai malam.

Hari ke-2: Jadilah cakrawala, yaitu langit. Elohim memisahkan langit dari bumi.

Hari ke-3: Penciptaan daratan, Elohim membuat suatu daratan dan air pun dikumpulkan pada suatu tempat. Pada hari ke-3 ini tumbuh-tumbuhan turut diciptakan.

Hari ke-4: Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala. Yang dijadikan sebagai tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap. Matahari, bulan, bintang dan semuanya itu ditaruh di cakrawala.

Pihak-pihak tertentu mencoba untuk menyerang Alkitab, sebab mana bisa terang itu ada sedangkan benda-benda penerang itu belum diciptakan?

Jawabannya,

Pertama, dilihat dari "tujuan penciptaan", benda-benda ini ternyata berfungsi sebagai suatu tanda yang menetapkan masa-masa dan hari-hari. Walau pun mungkin teori ini sudah termasuk hukum alam, namun Tuhan pula-lah yang menciptakan dan menetapkan peraturan alam.

Kedua, bahwa Tuhan berkuasa untuk menciptakan terang tanpa harus terikat dengan benda-bendanya lebih dulu. Seperti penciptaan Yesus Kristus yang tidak memerlukan benih dari laki-laki.

Ketiga, kota Yerusalem yang baru, yang akan Tuhan turunkan nanti pun tidak memerlukan lagi benda-benda penerang itu. Sebab kemuliaan Elohim-lah yang akan meneranginya, dan Anak Domba sebagai lampunya,

* Wahyu 21:23,

Kota itu tidak membutuhkan matahari ataupun bulan untuk meneranginya, karena kemuliaan Elohimlah yang menerangi, dan Anak Domba adalah lampunya.

* Yesaya 60,

19 Matahari tidak akan lagi bagimu sebagai terang pada siang hari, atau bulan akan memberimu terang sebagai sinar, tetapi YAHWEH akan ada sebagai terang abadi bagimu, dan Elohimmu adalah kemuliaanmu.

20 Mataharimu tidak lagi akan menjadi terang bagimu, dan bulanmu tidak akan memudar, karena YAHWEH akan menjadi terang abadimu, dan hari-hari perkabunganmu akan berakhir.

Hari ke-5: Penciptaan binatang di laut dan di cakrawala. Penciptaan mereka dilakukan secara bersamaan.

Hari ke-6: Penciptaan hewan-hewan ternak, binatang melata dan binatang liat. Lalu setelah itu, diciptakan pula manusia menurut gambar dan rupa Elohim.

Kenapa hewan darat tidak diciptakan juga pada hari ke-5 sebagaimana binatang laut dan udara? Para penafsir yang lebih tua menjelaskan atas dasar persamaan kedua kelompok tersebut, sirip tampak seperti sayap. Namun, mungkin disebabkan karena kenyataan bahwa Penciptaan berlangsung dari yang lebih rendah kepada yang lebih tinggi; ikan dan burung menempati tempat yang lebih rendah pada skala kehidupan dibanding binatang-binatang darat, khususnya mamalia. Mengapa penciptaan binatang-binatang darat dan manusia terjadi pada hari yang sama? Sebagian penafsir menjelaskan bahwa wujud manusia, rupa jasmanianya, berasal dari bumi sama dengan binatang (sama-sama dari tanah).

Kata-kata "Jadilah pagi dan jadilah terang" yang terdapat pada Kejadian Pasal 1 di sini tidak bermakna hurufiah (24 jam). Jadi tidak jelas berapa lama hari-hari yang dimaksud dalam Alkitab. Apakah dari hari ke hari Tuhan menciptakan menurut waktu-Nya yang bagi kita adalah seribu tahun tetapi bagi Tuhan adalah satu hari saja (jadi total 6000 tahun), atau mungkinkah Tuhan sekaligus menciptakan pada saat itu juga semua yang ada di bumi? Sedangkan kata-kata "jadilah pagi dan jadilah terang" mungkin dimaksudkan bahwa itulah dasarnya kenapa dalam seminggu hanya ada 7 hari.

Sedangkan, kalau kita berbicara secara umur manusia itu sendiri, yaitu ketika manusia telah pertama kali diciptakan, mungkin sudah sekitar 6.000 tahun lamanya.

Kita membagikannya dalam 7 Pembabakan:

Pembabakan pertama,

Dari zaman Adam sampai ke Nuh (Generasi ke-10), tepatnya pada saat air bah, itu jatuh pada tahun 1656. -- baca #3 --

Pembabakan kedua,

Generasi ke-11: Sem, ia memperanakkan Arpakhsad (1656). Sem ini-lah yang dipilih untuk menurunkan Mesias.

Generasi ke-12: Arpakhsad, ia memperanakkan Selah (1691).

Generasi ke-13: Selah memperanak Eber yaitu bapa orang Ibrani (1721).

Generasi ke-14: Ibrani memperanak Peleg (1755), nama Peleg ini sendiri berarti adalah Pembagian. Sama seperti nama Yaredh (Generasi ke-6) bermaknakan "turun" karena pada masanya banyak malaikat yang jatuh ke dalam dosa. Peleg ini kemungkinan dinamakan Peleg karena mungkin pada masa itu terjadi gempa tektonik yang kemudian mengakibatkan bumi terbagi-bagi atau mengalami keterpisahan. Misalkan gerak epirogenetik positif yaitu gerakan turunnya daratan seolah-olah permukaan air naik, atau teori lempeng tektonik yang berpendapat bahwa sebenarnya daratan itu adalah satu kesatuan tetapi akibat peristiwa ini sehingga kesatuan itu terpisah-pisah. Dalam teori continental drift dikemukakan satu hal yang cukup menarik, yaitu bahwa Afrika dan Amerika Selatan kemungkinan merupakan daratan yang dulunya satu, hal ini dapat dilihat pada frame Amerika Selatan seperti "bongkar pasang" pada Benua Afrika yang mungkin disebabkan kedua daratan ini dulunya satu kontinen. Hal ini semakin didukung dengan ditemukannya kesamaan fosil-fosil di kedua tempat itu.

Generasi ke-15: Peleg memperanakn Rehu (1785).

Generasi ke-16: Rehu memperanakkan Serug (1817).

Generasi ke-17: Serug memperanakkan Nahor (1847).

Generasi ke-18: Nahor memperanakkan Terah (1876), ayah dari Abram.

Generasi ke-19: Terah memperanakkan Abram (1876).

Generasi ke-20: Lagi-lagi Tuhan membuat suatu perjanjian panjang pada generasi kelipatan 10 (walau mungkin ini tidak permanen alias kebetulan saja).

Kelahiran Abraham kemudian mengarahkan kita pada pengenalan Tuhan YHVH dengan lebih dekat. Sebab kepada dia-lah Tuhan berjanji akan memberkati keluarganya. Walau pun pemberkatan di sini secara khusus kepada keturunan (darah daging) Abraham saja, tetapi melalui kematian Kristus kita juga termasuk keturunan rohani Abraham.

Tidak dapat dipastikan pada usia berapa Terah memperanakkan Abraham dan Abraham ini anak ke berapa, namun kemungkinan besar, Abraham ini adalah anak bungsu Terah. Terah sudah mulai memiliki keturunan diusia 70 tahun, maka paling mungkin bila dibandingkan dengan usia kematiaan dan umur Abraham saat itu, kemungkinan besar Abraham dilahirkan pada usia Terah yang ke-130 tahun. Sehingga sampailah kita pada tahun 2006. Tetapi menurut pakar Alkitab bernama Daniel Rohl, bisa jadi Terah berusia 124 tahun saat itu sehingga pada saat Abraham lahir manusia berusia 2.000 tahun.

Pada generasi ke-20 ini juga Nabi Nuh masih hidup, 10 tahun lamanya ia masih melihat Abraham. Hal ini disebabkan pada generasi 12 sampai generasi 18. Di mana ke-7 generasi ini rata-rata kawin diusia 30 tahun. Hanya Terah saja yang kemudian memperanak diusia yang cukup tua, yakni 70 tahun ke atas. Sehingga nabi Nuh yang dikatakan masih hidup hingga 350 tahun setelah air bah masih bisa menyaksikan keturunannya hingga 10 garis ke bawah.

Pembabakan ketiga,

Generasi ke-21: Abraham kemudian memperanakkan Ismael (2092), dari budaknya yang bernama Hagar. Tetapi hanya Ishak saja yang menjadi ahli warisnya sesuai dengan ketetapan Tuhan (Kej. 21:12). Tetapi Tuhan senantiasa memberkati Hagar. Dan sekedar info, bukan hanya Hagar saja yang menjadi gundik Abram, sebab di Pasal lain dikatakan Abraham pun mengambil 1 gundik lagi, yaitu Ketura, yang melahirkan lebih dari satu anak bagi dia. Dan perkawinan Abraham dan Hagar bukanlah kehendak dan bagian dari rencana Tuhan, melainkan Sara sendiri-lah yang mencoba memberi keturunan bagi Abraham di usia mereka yang sudah semakin tua dengan memberikan Hagar kepadanya.

Ishak sendiri dilahirkan pada usia Abraham yang ke-100 tahun (2106).

Generasi ke-22: Ishak memperanak Esau dan Yakub, tetapi hak kesulungan jatuh ke tangan Yakub walau pun dia yang bungsu. (2166). Dan dari Yakub ini lahirlah Kedua Belas Suku Israel.

Pembabakan keempat,

Generasi ke-23: Kedua Belas Suku Israel. (Ruben, Simeon, Lewi, Yehuda, Ishakhar, Zebulon, Dan, Naftali, Gad, Asyer, Yusuf, Benyamin).

Hak kesulungan dimiliki oleh Yusuf, sekali pun dia anak yang ke-11, dan lahirlah bagi Yusuf dua orang anak: Manasye dan Efraim. Di mana sekali lagi yang bungsu menerima hak kesulungan, yaitu Efraim, walau pun dia yang termuda tetapi kesulungan diberikan kepadanya.

Yehuda (atau kemudian disebut Yahudi) adalah Pemimpin Suku. Di mana dari dia-lah Daud, berasal. Walau pun Daud yang terbungsu dari ke 8 anak Isai, tetapi Tuhan berkenan untuk yang bungsu ini menjadi raja.

Kemudian Yusuf pun mati di Tanah Mesir (2267). Sedangkan orang-orang Israel mulai mengalami masa perbudakan pada zaman-zaman di mana orang-orang sudah tidak mengenal lagi siapa Yusuf, setidaknya lamanya penderitaan itu adalah: 350 tahun.

Pembabakan kelima,

Waktu pun berlalu, Musa pun dilahirkan, Musa ini seorang keturunan Lewi. Generasi ke-26. Kemungkinan dia hidup sampai sekitar tahun 2670 dan sebulan setelah kematiannya orang-orang Israel pun mulai memasuki Tanah Perjanjian didampingi oleh Nabi Yosua, setelah mengembara selama 40 tahun sejak keluar dari Tanah Mesir.

Pembabakan keenam,

Dan kemungkinan pasca tahun 3.000-an, mulailah Kerajaan Israel itu dibentuk, dimana Saul, anak Benyamin, raja pertamanya. Tetapi oleh karena Saul berubah setia, maka dia pun dipecat oleh Tuhan, dan digantikan oleh raja Daud, anak Yehuda, Generasi ke-33.

Pembabakan ketujuh,

Waktu terus berjalan selama 1.000 tahun, banyak peristiwa terjadi: diisi dengan perpecahan Kerajaan itu, masa pembuangan dan juga masa pemulihan. Utusan terakhir Perjanjian Lama, yaitu nabi Maleakhi (tahun 3.600). Dan ada selama kira-kira 400 tahun terjadi masa kekosongan (masa pemulihan dan masa peralihan ke Perjanjian Baru). Lalu tibalah kedatangan Yesus Kristus, Tahun yang kita pakai saat ini (Kalender Georgian). Tetapi beberapa berita yang beredar, tahun yang kita pakai kurang tepat untuk menentukan tahun kelahiran Kristus, sehingga kita sering mendapatkan kelahiran Kristus 3 S. M ke atas. Namun satu hal yang pasti, Kristus benar di salib pada usia 33 tahun.

Sedangkan bagi seorang pengamat Eskatologi, mereka punya pendapat sendiri mengenai ini. Yaitu tahun yang kita pakai ada kemungkinan berbeda hari-harinya dengan orang-orang dulu. Karena mereka berkeyakinan kuat bahwa Paus Franciskus merupakan Paus Terakhir, menurut nubuat Wahyu 14 dan 17. Jadi setidaknya di Tahun 6.000 ini-lah kedatangan Kristus tinggal menunggu waktu lagi. Jadi sebenarnya kita belum memasuk tahun 2.000 atau 6.000 secara keseluruhan akibat hari-hari yang dipakai oleh orang dulu dan orang sekarang berbeda.

Lantas, mengapa umur bumi dipaksakan berusia milliaran oleh para Evolusionis?

Saya juga sempat heran, apa benar bumi sudah setua itu? Okelah kalau misalkan bumi sudah setua itu dengan catatan tidak mengungkit-ngungkit umur manusia yang juga (dipaksakan) sudah berjuta-juta (apalagi bermilyar-milyar). Apalagi sependapat dengan Teori Darwin, bahwa kita merupakan evolusi dari Kera.

Perlu kita tahu, bahwa semuanya itu didasarkan pada keperluan evolusi, para evolusionis ternyata memiliki alat mereka sendiri dalam menghitung usia-usia yang dimaksud, salah satu yang cukup terkenal adalah Radiometrik ciptaan pada abad ke-20 M. Dan klaim mereka kenapa sampai ngotot mengatakan usia bumi dan juga manusia sudah berjuta-juta tahun karena mereka mendasari pada Teori Evolusi, mereka berkeyakinan yang namanya Evolusi itu pergerakannya lambat, butuh ratusan bahkan jutaan tahun untuk melihat hasil pem-prosesan itu.

Dan hal yang cukup mencengangkan, ternyata "alat kebanggaan" ini justru mengalami keliru perhitungan tahun seperti contoh-contoh di bawah ini:

Pulau Surtsey Iceland dikatakan berumur ratusan juta tahun

Seorang peneliti pada tahun 1975 ingin membuat tes untuk menentukan umur pulau ini dengan mempergunakan teknik metodapotassium-argon. Umur pulau yang diperoleh adalah satu miliar tahun!

Kenyataannya semua orang tahu bahwa pulau itu baru berumur beberapa tahun. Ternyata gas argon telah memasuki batuan saat pembentukan lava, dan mencapai jumlah yang besar yang mengakibatkan umur sampel batuan yang diambil menunjukkan beberapa ratus juta tahun lebih tua.

Ada beberapa contoh lain yang bisa diberikan:

- Aliran lava bawah tanah yang diketahui berumur 20 tahun, dengan test radiometrik dikatakan berumur 12-21 miliar tahun.

- Umur lava yang meletus di Hawaii pada tahun 1.800, dengan test potassium-argon dikatakan berumur 1-2,4 miliar tahun dan dengan metoda penentuan umur helium dikatakan berumur 140-670 miliar tahun.

- Umur danau garam Crater di Oahu Amerika, diperkirakan 92-147 juta tahun, 140-680 juta tahun, 930-1.580 juta tahun, 1.230-1.960 juta tahun, 1.290-2.050 juta tahun dan 1.260-1.900 juta tahun dari beberapa metoda tes rediometrik. Ini jelas menunjukkan ketidak-akuratannya

- Beberapa pohon di Auckland, New Zealand yang ada di lapisan lava, diperkirakan berumur 145-465 juta tahun. Padahal dengan mempergunakan tes Karbon-14, pohon yang sama diperkirakan hanya berumur beberapa ratus tahun saja. Dalam banyak kondisi yang sama, diketahui bahwa test radiometrik memberikan hasil yang keliru sampai ribuan bahkan jutaan tahun, dan menimbulkan pertentangan yang keras di antara penggunanya sendiri.

Selasa, 07 Februari 2017

PERISTIWA AIR BAH & NABI NUH! #3

Rumusan Masalah:

A. Bagaimana kondisi pada zaman itu?

B. Tampilnya "anak-anak Elohim" yang berusaha mengotori darah Manusia -- Menghambat Kedatangan Mesias --

C. Peristiwa Air Bah!

D. Perjanjian Setelah Air Bah! -- Pelangi --

Pembahasan:

A. Bagaimana kondisi pada zaman itu?

Dalam Catatan Silsilah pada Kejadian 5 hanya disebutkan mengenai umur Adam dan keturunan-keturunannya. Hanya satu saja yang disebutkan "hidup bergaul dengan Elohim", yaitu Henokh (Keturunan ke-7 Adam) yang kemudian diangkat ke sorga. Tidak dijelaskan juga apakah keturunan-keturunan yang lain hidup taat atau tidak sehingga hanya Henokh saja yang terangkat ke sorga. Dalam catatan tersebut, diketahui pula bahwa Metusallah kemungkinan merupakan manusia tertua dengan lama usia 969 tahun.

Ayah Henokh bernama Yared, Yared sendiri secara etimologi berarti "turun" (Ibrani), kemungkinan besar dinamakan "Yared" karena pada masanya semakin banyak malaikat-malaikat yang melakukan pemberontakan. Sehingga malaikat-malaikat itu pun "dibuang" dari sorga. Berikut catatan dalam Kitab Henokh (non-kanonik),

* Kitab Henokh 106:13-14,

Dan aku, Henokh, menjawab, dan berkata kepadanya, “Tuhan akan membuat hal-hal yang baru di bumi, dan ini aku ketahui, dan telah aku lihat dalam suatu penglihatan, dan aku ungkapkan kepadamu bahwa di dalam generasi ayahku Yared, beberapa malaikat dari tempat tinggi di surga meninggalkan firman Tuhan. Dan lihatlah, mereka berbuat dosa, dan meninggalkan hukum, dan menyatukan diri mereka dengan perempuan, dan melakukan dosa dengan mereka, dan mengawini beberapa diantara mereka, dan memperanakkan anak-anak dari mereka.

Kitab Henokh disebut sebagai non-kanonik karena merupakan kitab yang ditemukan kemudian, penulisannya diperkirakan pada abad ke-3 S.M. Namun beberapa ahli berpendapat bahwa Henokh-lah yang menulis kitab ini, di mana dikatakan bahwa pada zaman Henokh manusia mulai mengenal tulisan, “tanda-tanda langit” (zodiak) menurut bulan-bulan mereka di dalam sebuah kitab. Dan melalui inilah umat manusia mengetahui musim-musim dalam tahun-tahun, dalam hubungannya dengan tatanan bulan-bulan dan bintang-bintang. Henokh menerima informasi ini dari sumber-sumber surgawi, yaitu para Malaikat. Dari etimologis namanya sendiri, Henokh berarti Guru atau Pengajar.

* Kitab Yobel 4:16-19,

Dan dalam Yobel kesebelas [512-18 A.M.] Yered mengambil bagi dirinya seorang istri, dan namanya adalah Bâraka, anak perempuan Râsûjâl, seorang anak perempuan saudara ayahnya, dalam minggu keempat dari Yobel ini, [522 A.M.] dan dia melahirkan baginya seorang anak laki-laki dalam minggu kelima, dalam tahun keempat dari Yobel ini, dan dia menyebut namanya Chanokh. Dan dialah yang pertama dari antara manusia yang dilahirkan di bumi yang mempelajari tulisan dan pengetahuan dan hikmat dan yang menuliskan tanda-tanda langit menurut urutan bulan-bulan mereka dalam sebuah kitab, supaya manusia mengetahui musim-musim dari tahun-tahun menurut urutan pemisahan bulan-bulan mereka. Dan dialah yang pertama kali menuliskan kesaksian dan dia bersaksi kepada anak-anak manusia di antara generasi-generasi di bumi, dan menceritakan minggu-minggu dari Yobel-yobel, dan memperkenalkan kepada mereka hari-hari dari tahun-tahun, dan menyusun urutan bulan-bulan dan menceritakan Shabbat-shabbat dari tahun-tahun seperti yang kami tunjukkan kepadanya. Dan apa yang telah dan apa yang akan terjadi dia saksikan di dalam penglihatan waktu tidurnya, seperti yang akan terjadi kepada anak-anak manusia di seluruh generasi-generasi mereka sampai Hari Penghakiman. Dia melihat dan memahami segala sesuatu, dan menuliskan kesaksiannya, dan meninggalkan kesaksian itu di bumi bagi semua anak-anak manusia dan bagi generasi-generasi mereka.

Kemudian ada pula dikatakan bagaimana para malaikat yang turun tersebut kemudian mengajarkan manusia tentang seni membuat gelang, pisau, pedang dan lain sebagainya (Zaman Perunggu). Salah satu malaikat yang memimpin hal itu adalah malaikat yang bernama Azazel,

* Kitab Henokh 8:1-4,

Dan Azâzêl mengajari manusia membuat pedang dan pisau dan perisai dan baju zirah, dan memperkenalkan logam-logam di bumi dan mengajari mereka seni melakukan pekerjaan logam: gelang dan ornamen, cara menggunakan antimoni, dan cara mempercantik alis mata, dan segala jenis batu-batu berharga dan semua zat pewarna. Dan ada kejahatan yang besar dan banyak percabulan, dan mereka berdosa, dan semua jalan hidup mereka rusak. Amêzârâk mengajarkan semua ilmu sihir dan cara memotong akar-akaran, Armârôs cara melepaskan mantera sihir, Baraq’âl astrologi, Kôkâbêl pengetahuan akan tanda-tanda, dan Temêl mengajarkan cara melihat bintang-bintang, dan Asrâdêl mengajarkan lintasan bulan serta tipu muslihat manusia. Dan dalam penghancuran umat manusia, mereka berteriak keras, dan suara mereka mencapai surga.

Kesimpulan yang di dapat, pada zaman sebelumnya manusia telah diberikan malaikat-malaikat sebagai "penjaga manusia". Penjaga di sini dalam arti manusia itu akan diajarkan mengenai ilmu-ilmu pengetahuan tanpa mengganggu sedikit pun evolusi manusia. Tetapi ternyata malaikat-malaikat tersebut telah bertindak jauh di luar batas-batas yang telah Tuhan tetapkan. Setelah kejatuhan manusia ke dalam dosa, Tuhan hanya mengutus malaikat-malaikat sorgawinya untuk menjaga dan mengawasi kita. Dari sini-lah ditemukan sosok yang benar-benar pantas dan dapat untuk membimbing umat manusia, di mana sebelumnya manusia tidak dapat membimbing diri mereka sendiri, sehingga diutuslah malaikat tetapi malaikat justru ikut-ikutan berontak, sehingga tidak ada cara lain selain Tuhan sendirilah yang harus turun ke bumi untuk menyelamatkan dan membimbing kita ke arah yang lebih benar.

B. Tampilnya "anak-anak Elohim" yang berusaha mengotori darah Manusia -- Menghambat Kedatangan Mesias --

Tampilnya "anak-anak Elohim" yang dimaksud adalah para malaikat penjaga yang berontak. Salah satu pemberontakan mereka selain daripada mengajarkan sihir dan tipu muslihat, pemberontakan yang sangat besar itu adalah "mengawini" manusia-manusia itu. Sehingga dkenallah istilah hybrid atau nefillim -- manusia setengah malaikat --.

Dalam Kitab Henokh 106 di atas, dikatakan bagaimana malaikat-malaikat itu kemudian jatuh hati kepada manusia-manusia sehingga mereka pun mengawininya dan melahirkan banyak anak-anak, "Dan lihatlah, mereka berbuat dosa, dan meninggalkan hukum, dan menyatukan diri mereka dengan perempuan, dan melakukan dosa dengan mereka, dan mengawini beberapa diantara mereka, dan memperanakkan anak-anak dari mereka."

Hal yang serupa juga terdapat di dalam Alkitab,

* Kejadian 6,

2 lalu anak-anak Elohim melihat bahwa anak-anak perempuan manusia itu cantik, maka mereka itu dipilih dan dijadikan istri.

3 YAHWEH berfirman, "Roh-Ku tidak akan selamanya tinggal dalam manusia karena mereka adalah manusia jasmani yang umurnya akan sampai seratus dua puluh tahun saja."

4 Pada waktu itu para raksasa telah ada di bumi, juga pada waktu sesudahnya; ketika anak-anak Elohim menghampiri anak-anak perempuan manusia maka lahirlah bagi mereka anak-anak yang menjadi orang-orang perkasa dan ternama.

Kalau diperhatikan dengan seksama maka perbuatan mengawini manusia ini mungkin dilakukan setelah malaikat-malaikat tersebut "dipecat" dan pemberontakan mereka semakin menjadi-jadi. Sebab mereka tidak hanya berbuat dosa, tetapi juga meninggalkan hukum Tuhan, bersetubuh dengan manusia lalu melakukan dosa bersama-sama dengan manusia.

Melalui ayat 4 di atas kita bisa mengetahui bahwa "anak-anak Elohim" berkaitan dengan "orang-orang raksasa" di bumi kala itu, yang ada sebelum dan sesudah air bah.

Menurut tafsiran yang beredar, walau pun kesimpulan ini tidak tersurat namun tersirat tetapi saya rasa pendapat ini cukup masuk akal apalagi bila disandingkan dengan Kitab Henokh di atas, yang saya anggap sebagai "penambah" wawasan saja. Yaitu bahwa para "nefilim" (raksasa, yang jatuh) merupakan anak-anak dari keturunan Malaikat yang memilih tidak setia, berontak kepada Tuhan, dan kemudian berusaha untuk mengotori darah manusia agar sekiranya apa yang dikatakan Tuhan mengenai kedatangan Mesias di bawah ini dapat dibatalkan:

* Kejadian 3:15,

Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya."

Di atas, Tuhan berkata bahwa Ia akan mengadakan "permusuhan" di antara bangsa manusia dan bangsa iblis hingga sampai pada keturunan yang Dia maksud, yaitu Sang Mesias yang akan meremukkan kepala ular --mengalahkan total-- akan tetapi ular akan meremukkan tumit-Nya --membuatnya berdarah, terjatuh namun Ia akan berdiri (bangkit) kembali--.

Hal itulah yang membuat iblis ketakutan dan gemetar perihal nubuat di atas, sehingga mereka harus membuat suatu cara untuk menghalangi nubuat besar itu bahkan nubuat ini adalah nubuat yang pertama kali tertulis di dalam Alkitab! Satu-satunya cara, yaitu dengan cara mencemari darah manusia. Mengambil istri atau suami dari kalangan manusia, menyetubuhi hingga akhirnya melahirkan anak-anak bagi mereka. Semua itu iblis lakukan untuk menghalangi jalannya nubuat kedatangan Yesus Kristus. Tetapi apa daya, rencana Tuhan tidak dapat dihalang-halangi bahkan Tuhan telah memilih Daud sebagai jalan kedatangan Tuhan Yesus, di sini kita bisa melihat bahwa Tuhan seolah menantang Iblis dengan memberitahu Daud sebagai jalan Kemesiasan tetapi pada masa Daud sendiri, para raksasa itu telah ia musnahkan yang dapat diartikan bahwa nenek moyang Mesias ini, dengan pertolongan Tuhan, telah mengalahkan pihak-pihak yang ingin menyerang kedatangan "keturunannya" itu.

Lalu, apa yang mencegah setan-setan menghasilkan lebih banyak Nefilim pada zaman sekarang? Kelihatannya Elohim telah mengakhiri persetubuhan antara setan-setan dengan manusia dengan menempatkan setan-setan yang melakukan tindakan tsb. dalam jurang yang dalam. Yudas ayat 6 memberitahu kita, “Dan bahwa Ia menahan malaikat-malaikat yang tidak taat pada batas-batas kekuasaan mereka, tetapi yang meninggalkan tempat kediaman mereka, dengan belenggu abadi di dalam dunia kekelaman sampai penghakiman pada hari besar” (Yudas 1:6). Jelasnya, tidak semua roh jahat berada dalam “penjara” pada saat ini, berarti pastilah ada sekelompok roh jahat yang melakukan kejahatan yang lebih keji dibandingkan dengan kejatuhan yang mula-mula. Kemungkinan roh-roh yang bersetubuh dengan manusia perempuan inilah yang “diikat dengan belenggu abadi.” Hal ini akan mencegah lebih banyak roh jahat mencoba melakukan tindakan semacam ini.

TUHAN MENGHAKIMI PARA ILLAH

* Mazmur 82,

6 Aku telah berkata, "Kamu adalah elohim-elohim, dan kamu semua adalah anak-anak Yang Mahatinggi.

7 Namun kamu akan mati seperti manusia, dan jatuh seperti salah seorang pembesar."

Di dalam Alkitab sepertinya kita tidak diberitahu secara surat (adanya penegasan tertulis) mengenai apa arti dari "anak-anak Elohim" itu serta spekulasi-spekulasi yang tersebar mengenainya sebelum kedatangan Yesus Kristus, tetapi satu hal yang harus kita tahu bahwa hal-hal rohani tidak selamanya dijabarkan langsung oleh Tuhan dan ditulis di Alkitab, misalkan informasi mengenai kapan Tuhan memberitahukan kepada Musa mengenai "Kitab Kehidupan" tidak diberitahu kapan, dan fungsi kitab itu juga apa tidak kita ketahui, tetapi tiba-tiba saja Musa berkata demikian:

* Keluaran 32,

32 Tetapi sekarang, kiranya Engkau mengampuni dosa mereka itu--dan jika tidak, hapuskanlah kiranya namaku dari dalam kitab yang telah Kautulis."

Dan juga mengenai Penghakiman Tuhan yang dikatakan oleh Asaf di atas, tidak dikatakan sejak kapan Tuhan memberitahukan hal-hal itu dan maksudnya apa juga tidak, Asaf langsung saja berkata sedemikian, menjadikannya sebagai Kidung Pujian. Jadi bisa dikatakan bahwa ada pengetahuan-pengetahuan yang tersebar luas dikalangan orang-orang Israel. Sebab Alkitab hanya mencatat sebagian besar saja dan selebihnya dari itu akan merujuk kita dengan sendirinya ke sana (demikian juga istilah Tritunggal).

Ngomong-ngomong tentang anak-anak Elohim dan anak-anak Yang Mahatinggi pada ayat 6 di atas, hanyalah sebuah sindiran kepada "malaikat-malaikat pemberontak". Sebab Tuhan hanya akan memiliki satu Anak saja, yaitu Roh yang berasal dari pada-Nya, Dialah Yesus Kristus, Anak Tunggal Elohim.

* Yohanes 1:14,

Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Elohim, penuh kasih karunia dan kebenaran.

Dan dikatakan lagi, bahwa melalui Anak Tunggal Elohim itu, kita yang percaya kepada-Nya akan dilayakkan untuk menjadi anak-anak Bapa juga,

12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Elohim, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya;

Jadi kemungkinan besar, ceritanya diruntut secara kronologis seperti ini:

Tuhan menghadirkan malaikat-malaikat untuk menjaga dan mengawasi kehidupan manusia tanpa sedikit pun mengganggu evolusinya. Cara itu tidak sebutkan secara pasti, tetapi kemungkinan malaikat-malaikat itu diutus menjadi manusia sebab dari beberapa kisah di Alkitab ada beberapa malaikat yang menjelma menjadi manusia dalam waktu singkat. Hal ini diperkuat lagi sebab malaikat-malaikat yang sebenarnya tidak bergender itu dapat melakukan persetubuhan dengan manusia.

Malaikat-malaikat penjaga itu mungkin sewaktu masih "berdamai" dengan Tuhan menanyakan rencana apalagi yang sedang Ia buat terhadap manusia, dan Tuhan pun menyingkapkan mengenai kedatangan Anak Tunggal-Nya, sehingga ketika malaikat itu telah jatuh ke dalam dosa, mereka mengasumsikan diri mereka sebagai "anak Elohim" atau "keturunan yang dimaksud" (ada indikasi penyesatan). Dan sambil itu, mereka juga berusaha untuk mengotori darah manusia secara keseluruhan, yakni dengan mengawini mereka semuanya sehingga tidak ada lagi jalur untuk kedatangan Mesias (karena darah manusia sudah cemar semua). Kalau pun ada maka Mesias harus menanggung dan memiliki darah (yang dianggap nyawa) dari malaikat pemberontak itu yang berarti Mesias merupakan keturunan Iblis.

Hal ini nampaknya "cukup merepotkan Tuhan", sekali pun kita berkata Tuhan bisa menciptakan manusia baru lagi, hal itu tentu menentang kodrat dan kemahakuasan-Nya yang tidak semena-mena dalam bertindak. Kekudusan Tuhan tidak dapat Ia lakukan dengan menipu dan mendustai lawan-Nya.

Ngomong-ngomong tentang Anak Elohim lagi, Anak itu telah dilahirkan dari seorang Perawan bernama Maria. Iblis yang mengenal dan tahu jelas nubuat Elohim pun beberapa kali mengakui Yesus Kristus sebagai Anak Elohim, contohnya pada saat Yesus dicobai oleh Iblis di Padang Gurun, Iblis beberapa kali mengatakan: "Kalau Engkau Anak Elohim maka . . ."

C. Peristiwa Air Bah!

Semua agama Semitik (Sam, anak Nuh) mengakui Peristiwa ini benar-benar pernah terjadi. Secara perhitungan Alkitab (bdk. Kej. 5), peristiwa ini diperkirakan terjadi pada tahun 1656 setelah penciptaan manusia, di mana Tuhan menurunkan hujan itu selama 40 hari 40 malam (Kej. 7:4). 

40 Hari 40 Malam adalah simbol dari Perjanjian Tuhan. Tuhan selalu mengawali Perjanjian-Nya atau membuat hal-hal besar dengan angka ini. Seperti:

Peristiwa pertama, yaitu ketika air bah;

Peristiwa kedua, yaitu ketika nabi Musa menerima kedua loh batu yang diawali dengan Musa berpuasa selama 40 Hari 40 Malam -- Hukum Perjanjian Lama --;

Peristiwa ketiga, yaitu ketika Nabi Elia berjalan selama 40 Hari 40 Malam, ketika Nabi Elia merasa tertekan dan ketakutan karena hanya tinggal dirinya sajalah Nabi Tuhan, sedangkan nabi-nabi lain telah dibunuh oleh ratu Izebel. Namun Tuhan menunjukkan belas kasih-Nya dan berjanji menyisakan 7,000 orang Israel yang benar dan yang tidak pernah menyembah Baal (1 Rj. 19:18).

Peristiwa keempat, sama seperti nabi Musa berpuasa 40 Hari 40 Malam untuk mendapatkan Perjanjian, demikian pula Yesus Kristus berpuasa selama 40 Hari 40 Malam untuk memberikan Perjanjian Baru.

Terdapat 10 Generasi untuk sampai pada peristiwa ini, yaitu:

Generasi ke-1: Adam, usia 930 tahun dan hidup sampai di Generasi ke-9 (Lamekh, ayah Nabi Nuh).

Generasi ke-2: Set, walau pun terbungsu namun hak sulung nampaknya jatuh ke tangannya karena dosa yang dilakukan Kain. Usia 912 tahun dan hidup sampai di Generasi ke-9 juga.

Generasi ke-3: Enos, usia 905 tahun dan hidup sampai di Generasi ke-10, generasi Nabi Nuh, diusianya yang ke 821 tahun. Tetapi dia tidak mengalami peristiwa air bah karena sudah lebih dulu meninggal.

Generasi ke-4: Kenan, usia 910 tahun dan hidup sampai di Generasi ke-10, generasi Nabi Nuh, diusianya yang ke 731 tahun. Tetapi dia tidak mengalami peristiwa air bah juga karena sudah lebih dulu meninggal.

Generasi ke-5: Mahalaleel, usia 895 tahun dan hidup sampai di Generasi ke-10, generasi Nabi Nuh, diusianya yang ke 661 tahun. Tetapi dia tidak mengalami peristiwa air bah juga karena sudah lebih dulu meninggal.

Generasi ke-6: Yared, di sini-lah kejatuhan malaikat-malaikat pemberontak semenjak manusia diciptakan (sedangkan ular yang menggoda Hawa merupakan Malaikat Pemberontak sebelum penciptaan manusia), tidak dijelaskan seberapa banyak malaikat yang jatuh ke dalam dosa. Ia hidup sampai Generasi ke-10 juga, pada usia 596 dan meninggal pada usia 962 tahun. Dia tidak mengalami peristiwa air bah karena sudah lebih dulu meninggal.

Generasi ke-7: Henokh, dialah manusia yang berkenan di hadapan Elohim. Oleh karena itu, ia pun diangkat ke sorga pada usianya yang ke 365 tahun -- jadi sampai sekarang Henokh belum meninggal --. Ia masih sempat melihat cucunya, yaitu Lamekh, Generasi ke-9 pada usia 252 tahun. Dari namanya, Henokh, berarti Pengajar, dikatakan bahwa dimulai pada generasinya-lah manusia mulai mengenal tulisan dan beberapa malaikat penjaga yang taat masih bergaul dengan dia. Sehingga banyak pengajaran-pengajaran didapatkan pada zamannya. Mungkin hal ini juga yang melambangkan angka 7 sebagai angka favorit Tuhan sedangkan angka 6 dikonotasikan dengan "kejatuhan malaikat pemberontak" sebagai angka si jahat.

Generasi ke-8: Metusallah, dia-lah manusia tertua di bumi ini, usianya adalah 969 tahun. Dia hidup pada Generasi ke-10 dan bahkan sampai Generasi ke-11 (Anak-anak Nuh). Tidak diketahui secara pasti apakah Metusallah menyaksikan peristiwa air bah itu atau tidak sebab peristiwa air bah terlaksana tepat pada usia uzurnya (969 tahun). Namun sepertinya air bah tiba setelah Metusallah meninggal dunia karena tidak pernah disebutkan lagi dan kalau pun disebutkan mungkinkah Metusallah tidak dimasukkan dalam bahtera itu? 

Generasi ke-9: Lamekh, dia-lah bapak Nabi Nuh, usianya sampai 777 tahun. Ia juga sampai pada Generasi ke-11, dan meninggal kira-kira 5 tahun sebelum air bah. Jadi dapat dipastikan bahwa Lamekh ini tidak dapat peristiwa air bah itu. Metusallah dan Lamekh mungkin mendengar nubuat peristiwa ini, karena dalam Alkitab sendiri disebutkan bahwa umur manusia tinggal 120 tahun lagi setelah itu manusia akan dimusnahkan, yang berarti peristiwa ini sudah didengar 120 tahun lalu dan lamanya.

Generasi ke-10: Nuh, memperanakan anak-anaknya setelah umurnya 500 tahun. Dan 100 tahun setelah itu barulah air bah mulai menyeronggoti bumi. 150 hari lamanya air bah itu terus bertahan tanpa berkurang. Kejadiannya diperkirakan 1656 atau pada pertengahan bulan 2 tahun 600. Sebab penggunaan tahun kala itu menggunakan kalender berdasarkan usia Nabi Nuh, jadi di dalam Alkitab dikatakan bahwa bumi mulai agak kering pada tanggal 1 bulan 1 tahun 601 dan betul-betul kering pada tanggal 27 bulan 2 tahun 601. Nabi Nuh masih hidup 350 tahun setelah itu. Jadi ia mencapai umur 950 tahun.

D. Perjanjian Setelah Air Bah! -- Pelangi --

Pelangi, itulah lambang peringatan yang Elohim berikan bagi diri-Nya dan Manusia di mana Ia sekali-kali tidak akan lagi mengadakan air bah. Di sini kita bisa melihat, bahwa Tuhan pun sebenarnya tidak berkenan untuk membinasakan umat manusia, sebab dibandingkan dengan kematian, pertobatan orang fasik-lah yang sebenarnya Tuhan nanti-nantikan,

* Yehezkhiel 18,

23 Apakah Aku sungguh-sungguh menginginkan kematian orang fasik?" Firman Tuhan YAHWEH. "Bukankah ia harus berbalik dari kelakuannya dan ia akan hidup?

32 Sebab, Aku tidak bersukacita dalam kematian seseorang," firman Tuhan YAHWEH. "Jadi, berbaliklah dan hiduplah!"

Tuhan merasa begitu sedih setelah mengadakan air bah sehingga Ia pun berjanji untuk tidak membinasakan manusia lagi dengan cara seperti itu.

Mengenai Pelangi ini sendiri, tidak disebutkan apakah sebelum air bah itu pelangi sudah ada atau tidak. Sebagian penafsir beranggapan pelangi sudah ada semenjak dulu, ada juga beranggapan bahwa setelah air bah kemungkinan besar atmosfir bumi telah berubah, tetapi sebagian lagi membuktikan bahwa sebelum air bah ternyata Tuhan belum menurunkan hujan:

* Kejadian 2:5,

belum ada semak belukar apa pun di bumi, belum tumbuh tanaman apa pun di ladang, karena YAHWEH Elohim, belum menurunkan hujan ke bumi dan manusia yang mengerjakan tanah itu belum ada.

Karena cerita ini dituliskan oleh Nabi Musa (sekitar tahun 2000), maka Nabi Musa sambil menulis dapat membandingkan dengan apa yang sekarang, yaitu sumber penghidupan tanaman berasal dari air akan tetapi air hujan itu belum Tuhan adakan seperti pada zamannya sehingga alam belum diberikan "hak" untuk menyiram tanaman-tanaman itu, dan dikatakan lagi bahwa manusia pun belum ada yang mengerjakan atau menyiram tanaman-tanaman itu. Kejadian 2 merupakan penjabaran dari apa yang ditulis pada Kejadian 1. Kejadian 1 sendiri menuliskan secara rincian (rangkuman) penciptaan itu.

"Busur" (the bow) yang biasanya merupakan alat perang dan lambang balas dendam, menjadi lambang perdamaian dan kemurahan hati, sebab kenyataannya sekarang ditaruh di awan-awan. Melawan badai awan-awan hitam, busur Elohim diubah menjadi "pelangi" (rainbow) oleh sinar matahari kemurahan hati dan berkat Elohim. Dengan tanda ini, Elohim menyatakan diri-Nya berada dalam perdamaian dengan umat perjanjianNya.

KEJATUHAN MANUSIA KE DALAM DOSA! #2

Rumusan Masalah:
A. Seperti apa penciptaan Adam dan Hawa?

B. Bagaimana Manusia Jatuh ke dalam Dosa? -- Manusia Menyerahkan diri (Lebih Taat) kepada Ular --

C. Bagaimana Setelah Kejatuhan Itu? -- Kematian Rohani --

D. Kutukan, Permusuhan dan Keturunan Yang Dimaksud! -- Tabir Pemisah --

E. Pengorbanan Tuhan Yang Pertama!

F. Perkawinan Anak-anak Adam!

G. Peristiwa Kain dan Habel, serta Typologi Keselamatan!

Pembahasan:

A. Seperti apa penciptaan Adam dan Hawa?

Adam dan Hawa sebenarnya tidak diciptakan pada waktu yang sama. Di mana Adam diciptakan pada Hari Ke-6 tetapi lebih dulu (sebab tidak dijelaskan pula kapan pastinya/hari ke berapa Hawa diciptakan), namun penciptaan Adam (Manusia) didahului dulu dengan penciptaan hewan darat (mamalia). Kenapa hewan darat tidak diciptakan juga pada hari ke-5 sebagaimana binatang laut dan udara? Para penafsir yang lebih tua menjelaskan atas dasar persamaan kedua kelompok tersebut, sirip tampak seperti sayap. Namun, mungkin disebabkan karena kenyataan bahwa Penciptaan berlangsung dari yang lebih rendah kepada yang lebih tinggi; ikan dan burung menempati tempat yang lebih rendah pada skala kehidupan dibanding binatang-binatang darat, khususnya mamalia. Mengapa penciptaan binatang-binatang darat dan manusia terjadi pada hari yang sama? Sebagian penafsir menjelaskan bahwa wujud manusia, rupa jasmanianya, berasal dari bumi sama dengan binatang (sama-sama dari tanah).

Adam diciptakan dari debu tanah. Sedangkan Hawa diciptakan dan merupakan bagian dari tulang rusuk Adam, yaitu ketika Elohim menidurkan Adam, Ia mengambil salah satu dari tulang rusuk Adam dan menutupinya dengan daging lalu menciptakan Hawa (Kej. 2). Kenapa harus dari tulang rusuk? Karena Tuhan menghendaki laki-laki dan perempuan berada dalam posisi yang setaraf. Tidak pada bagian kaki, karena Tuhan tidak menghendaki wanita untuk menjadi injakan laki-laki, tidak pula dari bagian kepala karena Tuhan betul-betul ingin membuat posisi yang sepadan antara kedua insan tersebut. Dikatakan lagi, bahwa keduanya telanjang (tidak berpakaian) tetapi mereka tidak malu/sebelum jatuh ke dalam dosa. (Kej. 2:25)

B. Bagaimana Manusia Jatuh ke dalam Dosa?

Kejatuhan manusia ke dalam dosa disebabkan atas ketidak-taatan mereka kepada Tuhan. Manusia merupakan wakil Tuhan di bumi, sebab mereka diciptakan menurut gambar dan rupa Elohim, yang berarti bahwa manusia itu mewarisi "kemuliaan" dari Tuhan sehingga manusia memiliki kekuasaan terhadap makhluk lain di bumi, dan juga memiliki "inisiatif sendiri" untuk bertindak taat atau tidak taat. Sebab kehidupan ini tidaklah di dramalisir oleh Tuhan.

Salah satu yang dilakukan oleh Tuhan adalah menguji ketaatan mereka, yaitu dengan cara melarang memakan "Pohon Pengetahuan tentang yang Baik dan yang Jahat". Di mana di sini-lah Tuhan menguji untuk mengetahui apakah mahluk yang diciptakan istimewa ini mampu untuk hidup setia atau tidak. Namun ada pula yang menafsirkan bahwa tujuan Tuhan melarang mereka memakan buah itu adalah sebagai bagian dari rencana Tuhan, di mana melalui kejatuhan manusia ke dalam dosa, Tuhan ingin menjalankan misi-Nya untuk membinasakan Iblis, sebab melalui kematian Kristus di kayu salib adalah cara Elohim untuk membinasakan "ciptaan-Nya yang lama" atau yang ada dalam dimensi roh/kekekalan. Sebab sebagian dari para Malaikat juga turut melakukan pemberontakan dan Mantan Malaikat (yang kemudian disebut Iblis) ini ingin membentuk suatu komuni dengan ciptaan Tuhan yang lain, yaitu manusia.

Sedangkan menurut penafsir lainnya lagi berpendapat bahwa Manusia Adam memang diciptakan dalam kondisi fisik langsung dewasa, akan tetapi pemahamannya masih dalam "akil baligh" sehingga sebenarnya Manusia masih harus lebih disempurnakan lagi dan kesempurnaan itu hanya dapat diterima melalui "pengurapan" (Yesus Kristus), yang mana kalau saja Adam dan Hawa tidak melanggar titah Tuhan maka dapat dipastikan bahwa Tuhan akan menyempurnakan mereka lebih lagi dan ada pun "buah pengetahuan" itu hanya dilarang untuk sementara waktu sampai tiba pengurapan itu (menuju kedewasaan rohani), dasar ayat pendukung tafsir ini adalah:

* 1 Petrus 1:20,

Ia telah dipilih sebelum dunia dijadikan, tetapi karena kamu baru menyatakan diri-Nya pada zaman akhir.

Camkan, "TETAPI KARENA KAMU IA BARU MENYATAKAN DIRI PADA AKHIR ZAMAN"

Penafsir berpendapat, bahwa "Kamu" yang dimaksud adalah Adam. Dan mungkin saja pasca diizinkan-Nya mereka memakan "buah pengetahuan" itu, Tuhan akan menjelaskan tentang apa yang baik dan apa yang jahat. Sebab untuk semacam Adam yang merupakan "Brand New" dan masih lugu, polos dan lain sebagainya, nampaknya kalau Tuhan menjelaskan soal kematian, soal iblis, soal pemberontakan, dan lain sebagainya kepada mereka maka bisa jadi Adam dan Hawa akan terbengong-bengong, tidak memahami apa yang dimaksud Tuhan, sehingga Tuhan harus mengurapi mereka dengan pengertian lebih dulu. Tidak dijelaskan pula kapan pastinya Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa. (alias pada hari ke berapa setelah penciptaan manusia) 

Lepas dari semua aliran penafsir, intinya kejatuhan manusia telah membuat Tuhan murka dan pada akhirnya Adam dan Hawa harus minggat dan diusir dari Taman Eden tersebut.

C. Bagaimana Setelah Kejatuhan Itu?

"Konsekuensi Dosa" adalah "Kematian" (tepatnya di sini adalah: Kematian Rohani), hidup dalam ketelanjangan (dosa). Setelah manusia itu jatuh ke dalam dosa, mereka memandang diri mereka telanjang, merasa malu, kemudian berusaha (mencari cara) untuk menutupi ketelanjangan itu dengan mengambil pohon cawat lalu menjadikannya pakaian. Hal itulah yang telah dialami oleh Adam dan Hawa, di mana mereka memilih lebih percaya kepada ular (yang disebut Iblis) untuk berontak melawan aturan TUHAN. Bahwa "Kapan saja manusia memakan "buah pengetahuan" itu, maka PASTI-lah mereka akan MATI."

Kematian ini menyebabkan mereka kehilangan keselamatan (hubungan rohani) itu. Sebab sekali TUHAN berjanji Ia tidak pernah dan tidak akan pernah melalaikannya. Tetapi satu hal, Tuhan berani berkorban atas manusia, di mana Tuhan kemudian membuatkan mereka pakaian yang layak guna menutupi akibat dosa itu. Nampak sejak awal anugerah keselamatan telah diterima dari Tuhan.

D. Kutukan, Permusuhan dan Keturunan Yang Dimaksud! 

1. Kutukan,

Ketika TUHAN melihat Manusia telah jatuh ke dalam dosa, Tuhan mencari tau siapa akar dari semua ini dan didapatilah Ular sebagai pelaku yang memperdaya sehingga manusia itu melakukan dosa. Sehingga Kutukan pertama dimenangkan oleh Ular, di mana ular pada akhirnya menerima kutukan berikut:

* Kejadian 3:14, IBLIS

Lalu berfirmanlah TUHAN Allah kepada ular itu: "Karena engkau berbuat demikian, terkutuklah engkau di antara segala ternak dan di antara segala binatang hutan; dengan perutmulah engkau akan menjalar dan debu tanahlah akan kaumakan seumur hidupmu.

Tidak dijelaskan wujud ular sebelumnya, namun beberapa penafsir berpendapat bahwa ular (yang sebenarnya) pun telah terperdaya, di mana Iblis memakai kemolekan, kecantikan, dan warna nan indah (emas) yang dimiliki oleh "binatang ini" sehingga mampu untuk memikat dan menjerumuskan Hawa jatuh ke dalam dosa. 

* Kejadian 3:16, PEREMPUAN

Firman-Nya kepada perempuan itu: "Susah payahmu waktu mengandung akan Kubuat sangat banyak; dengan kesakitan engkau akan melahirkan anakmu; namun engkau akan berahi kepada suamimu dan ia akan berkuasa atasmu."

* Kejadian 3, MANUSIA

17 Lalu firman-Nya kepada manusia itu: "Karena engkau mendengarkan perkataan isterimu dan memakan dari buah pohon, yang telah Kuperintahkan kepadamu: Jangan makan dari padanya, maka terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu:

18 semak duri dan rumput duri yang akan dihasilkannya bagimu, dan tumbuh-tumbuhan di padang akan menjadi makananmu;

19 dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil; sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu."

[Cukup jelas]

2. Permusuhan dan Keturunan Yang dimaksud

Oleh karena "konsekuensi dosa" adalah MATI. Maka TUHAN harus membuat "suatu cara" agar keselamatan "tetap" digapai.

TUHAN telah berfirman,

* Kejadian 3:15,

Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya."

Camkan, kekudusan TUHAN tidak dapat menerima dosa dari manusia. Sehingga Tuhan harus mengadakan "permusuhan" -- di mana ada "batas pemisah", bandingkan dengan bagian dalam Tabernakel, di mana ada sebuah "batas pemisah" (kelambu, tirai, tabir) yang memisahkan antara Tempat Kudus dan Tempat Yang Mahakudus..

Permusuhan itu antara keturunan (bangsa) ular dan keturunan Manusia, sampai pada akhirnya "Keturunan manusia" (yang akan datang, akhirnya Yesus Kristus) MEREMUKKAN KEPALA ULAR (mengalahkan total) dan ULAR AKAN MEREMUKKAN JUGA TUMITNYA (INGAT SALIB KRISTUS).

Nampak sejak semula manusia hidup dalam anugerah dari TUHAN. Buktinya, ketika manusia jatuh ke dalam DOSA, TUHAN tidak memusnahkan mereka lalu MEMBUAT LAGI MANUSIA YANG BARU. TUHAN memang berkuasa atas itu (DAN SANGAT MUDAH UNTUK-NYA) tetapi KEKUASAAN TUHAN tidaklah lakukan dengan SEMENA-MENA.

Jadi kalau Umat Muslim berkata: APA SUSAHNYA TUHAN MENGAMPUNI LANGSUNG? TANPA HARUS BERSUSAH PAYAH TURUN KE BUMI SAMPAI MATI DI KAYU SALIB SEGALA!

Hal yang sama, yang juga menjadi pertanyaan: KENAPA TUHAN TIDAK LANGSUNG MEMUSNAHKAN MANUSIA ITU? YANG ADA TUHAN JUSTRU MEREPOTKAN DIRI-NYA DENGAN MEMBUATKAN MEREKA PAKAIAN UNTUK MENUTUPI KETELANJANGAN (DOSA) MEREKA! MENGUTUS NABI-NABI, MEMBUAT MUJIZAT, DAN LAIN SEBAGAINYA.

Jadi sangat jelas, sudah sejak awal kita hidup dalam ANUGERAH (Karena MANUSIA (yaitu Adam) masih diberi KESEMPATAN untuk TIDAK DIBINASAKAN). Tetapi KONSEKUENSI LAIN yang telah manusia terima adalah mereka telah terlanjur MENYERAHKAN DIRI kepada IBLIS, karena memilih LEBIH MENDENGARKAN perkataan Iblis tersebut. Oleh karena itu ANUGERAH YANG KITA TERIMA belum sepenuhnya (belum sempurna). Melainkan ANUGERAH dari PENGORBANAN (KETURUNAN YANG DI MAKSUD, yaitu YESUS KRISTUS) itulah yang MENYEMPURNAKAN anugerah dari TUHAN, di mana kita TELAH DITEBUS dari CARA HIDUP KITA YANG LAMA (PENYERAHAN DIRI KEPADA IBLIS) menjadi MILIK TUHAN SEUTUHNYA.

YESUS adalah ADAM KE-2 (DAN JUGA YANG TERAKHIR), sehingga SAMA SEPERTI oleh karena SATU ORANG manusia jatuh ke dalam DOSA demikian pula oleh SATU ORANG INI manusia TELAH DISELAMATKAN.

* Roma 5:15,

Tetapi karunia Allah tidaklah sama dengan pelanggaran Adam. Sebab, jika karena pelanggaran satu orang semua orang telah jatuh di dalam kuasa maut, jauh lebih besar lagi kasih karunia Allah dan karunia-Nya, yang dilimpahkan-Nya atas semua orang karena satu orang, yaitu Yesus Kristus.

MELALUI KEMATIAN Yesus Kristus, TABIR PEMISAH ITU telah DIROBOHKAN, sebagai TANDA bahwa TIDAK ADA LAGI PEMISAH antara MANUSIA dengan TUHAN. Sebab KRISTUS adalah KEGENAPAN ANUGERAH itu di mana melalui keselamatan-Nya manusia telah DIDAMAIKAN dengan TUHAN,

* Matius 27:51,

Dan lihatlah, tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah dan terjadilah gempa bumi, dan bukit-bukit batu terbelah,

* Ibrani 10,

19 Jadi, saudara-saudara, oleh darah Yesus kita sekarang penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat kudus,

20 karena Ia telah membuka jalan yang baru dan yang hidup bagi kita melalui tabir, yaitu diri-Nya sendiri,

Jadi untuk semacam KEKUDUSAN bagi TUHAN, harus ada GANTI atas KESALAHAN itu. Di mana nyawa GANTI nyawa, demikian pula yang di lakukan oleh ORANG ISRAEL (PERJANJIAN LAMA/HUKUM TAURAT), menyerahkan KORBAN PENEBUSAN DOSA mereka dengan hewan ternak (yang tidak setimpal, hanya sementara waktu), oleh karena itu KESELAMATAN semacam itu (dengan persembahan HEWAN) yang terus menerus dilakukan merupakan KESELAMATAN YANG TIDAK SEMPURNA,

* Ibrani 10:1,

Di dalam hukum Taurat hanya terdapat bayangan saja dari keselamatan yang akan datang, dan bukan hakekat dari keselamatan itu sendiri. Karena itu dengan korban yang sama, yang setiap tahun terus-menerus dipersembahkan, hukum Taurat tidak mungkin menyempurnakan mereka yang datang mengambil bagian di dalamnya.

Dan kemudian dapat Anda baca ayat-ayat selanjutnya di mana KESELAMATAN DARI KRISTUS merupakan KEGENAPAN (WUJUD, HAKEKAT) KESELAMATAN itu.

E. Pengorbanan Tuhan Yang Pertama!

Ketika Manusia jatuh ke dalam dosa, Tuhan memang marah, bahkan mengutuk mereka. Tetapi satu hal yang Tuhan tidak lakukan yaitu: Membinasakan Adam dan Hawa.

Padahal kalau dipikir-pikir, sangatlah mudah bagi Elohim untuk bertindak demikian. Memusnahkan Adam lalu menciptakan lagi yang baru.

Tuhan memang mengetahui jauh di depan (pra-knowledge), tetapi pra-knowledge-Nya itu tidak Tuhan lakukan untuk mencegah Adam dan Hawa melakukan dosa, sebab semuanya kembali kepada pilihan dari masing-masing manusia, karena hidup ini senantiasa tidak dikarang-karang oleh Tuhan.

Pasca kejatuhan Manusia ke dalam dosa, Tuhan tidak mengusir manusia begitu saja, melainkan Tuhan mau "merepotkan diri" untuk membuatkan mereka baju dari kulit binatang untuk mengganti baju cawat yang mereka "buat sendiri". Pertanyaannya, kenapa Elohim harus bersusah-payah membuatkan mereka pakaian (ada metode dan proses), bukankah kekuatan Elohim itu bak sihir yang simsalabim maka jadilah baju tanpa harus bersusah-payah???

Nah, disinilah kita melihat Kasih Elohim yang begitu besar, walaupun manusia itu telah jatuh ke dalam dosa namun Elohim tetaplah mengasihi mereka, tetapi kekudusan Elohim tetap tidak bisa menerima dosa secuit apa pun sehingga akhirnya mereka harus terusir dari Taman Eden tersebut. 

Makna yang kita dapat, bahwa untuk menutupi (menanggung) kesalahan dan dosa, manusia tidak dapat mengandalkan dirinya. Nampak sejak awal Tuhan mengatakan bahwa keselamatan itu hanya berasal dari tangan-Nya sendiri. Sebab "dosa" tidaklah dapat digantikan dengan sesuatu materi (pahala). Sama seperti kasus kejahatan, pelaku kejahatan akan tetap menerima hukumannya walau pun ia telah mendermakan ratusan rumah ibadah.

Dalam Hukum ada dua macam delik. Ada delik aduan dan ada juga delik biasa.

Delik aduan, misalkan pencemaran nama baik, perbuatan tidak menyenangkan, penggelapan dalam lingkup keluarga.

Sedangkan delik biasa, misalkan pencurian, pembunuhan, penggelapan.

Delik aduan ini laporannya bisa ditarik. Delik biasa juga dapat "ditarik" tetapi untuk delik biasa ini kepolisian masih punya "hak" untuk memproses perkara itu, jadi sama saja sekali pun pihak keluarga korban sudah cabut laporan (misalkan, pembunuhan), kasus itu tetap berlaku/dapat diproses.

Vonis atas pidana tersebut tidak dapat diganti dengan sejumlah uang (tidak ada unsur materi/uang, pahala), pelaku kejahatan harus tetap menjalankan proses hukum sebagaimana mestinya. Sedangkan dalam Konsep Pengampunan agama Islam mengajarkan bahwa dosa itu dapat diampuni dengan "membayar" sejumlah pahala. (Adanya keterlibatan materi)

Kira-kira seperti itulah yang juga berlaku dalam Hukum Kristen, di mana sekalipun saya telah mengampuni orang yang bersalah kepada saya, tetapi bagaimana dengan Tuhan?

Sama seperti raja Daud telah melakukan perzinahan dengan Betsyeba, sekali pun raja Daud telah meminta ampun, tetapi konsekuensi dosa (akibat dosa) tetap ia terima, di mana anak yang dilahirkannya itu akan mati. Jadi bukan sekedar kata-kata (minta ampun) dan bukan pula melalui banyaknya kekayaan. Melainkan hukuman itu harus diterima, tetapi oleh karena kasih, Tuhan mau untuk setiap orang pada zaman sebelum Keselamatan Kristus untuk mempersembahkan anak domba mereka ke hadapan Tuhan sebagai "nyawa ganti nyawa".

F. Perkawinan Anak-anak Adam!

Tuhan YHWH memang menciptakan Adam dan Hawa saja sebagai manusia pertama. Sedangkan mengenai keturunan selanjutnya yaitu mengenai anak-anak Adam dan Hawa memang hanya disebutkan Kain dan Habel  akan tetapi tidak berarti Adam dan Hawa tidak memiliki anak-anak perempuan, karena Alkitab cenderung tidak menyertakan nama anak perempuan untuk dituliskan, misalkan Yakub yang sebenarnya juga punya anak perempuan, yang bernama Dina.

Sedangkan pertanyaan, bagaimana Kain dan Habel bisa punya keturunan? Yaitu bisa melalui perkawinan sedarah. Elohim mengizinkan hal ini sampai ketika sudah cukup banyak manusia sehingga pernikahan antar anggota keluarga tidak diperlukan lagi (Imamat 18:6-18).

Kenapa? Karena pernikahan antar saudara sering mengakibatkan cacat genetika dibandingkan dengan pernikahan antar non-saudara. Tetapi karena Adam dan Hawa merupakan manusia pertama maka dapat dipastikan bahwa kecacatan genetika mereka masih minim atau bahkan belum ada sama sekali. Berbeda dengan sekarang ini, di mana kode genetika manusia semakin terpolusi, akibat berlipat-lipatnya kecacatan genetika dari generasi ke generasi sehingga sangat tidak dianjurkan untuk melakukan perkawinan sedarah.

7. Peristiwa Kain dan Habel, serta Typologi Keselamatan!

Ketika anak-anak Adam dan Hawa telah besar, keduanya memberikan korban persembahan kepada TUHAN. Kain memberikan kepada Elohim sebidang tanahnya sedangkan Habel memberikan persembahan berupa lemak-lemak anak domba yang terbaik yang dimilikinya dan ternyata Elohim lebih berkenan terhadap apa yang dipersembahkan oleh Habel,

* Ibrani 11:4,
Karena iman Habel telah mempersembahkan kepada Allah korban yang lebih baik dari pada korban Kain. Dengan jalan itu ia memperoleh kesaksian kepadanya, bahwa ia benar, karena Allah berkenan akan persembahannya itu dan karena iman ia masih berbicara, sesudah ia mati.

Iman yang dimaksud adalah karena Habel telah belajar dari pengalaman orang tua mereka, ketika Adam dan Hawa mengambil daun pohon ara untuk menutupi ketelanjangannya Elohim tidak berkenan terhadap korban keselamatan seperti yang pemikirannya sama terhadap apa yang dipersembahkan oleh Kain. Apa yang dipersembahkan oleh Kain dan orang tuanya adalah berupa sebuah materi (kekayaan, uang, bayaran) sedangkan apa yang dipersembahkan oleh Habel adalah sebuah typologi alias bayang-bayang atau prediksi nubuat terhadap keselamatan yang akan Elohim datangkan, di mana ketika itu Elohim "menumpahkan darah binatang" untuk membuat dan mengenakan pakaian kepada Adam dan Hawa yang menyimbolkan keselamatan itu akan berakhir dengan "penumpahan darah". Demikianlah, oleh iman dan keseriusan Habel inilah kemudian ia mempersembahkan korban yang berkenan di hadapan Elohim, sembari Elohim sedang menyiapkan "Anak Domba"-Nya yakni Yesus Kristus.

Tetapi untuk sebuah persembahan, Elohim senantiasa menerima baik persembahan Kain mau pun Habel, tetapi Elohim lebih memandang kepada persembahan yang Habel berikan itu sebagai persembahan keselamatan.

Cerita seperti itulah yang terus beredar di Israel: "yang pertama menjadi yang terakhir dan yang terakhir menjadi yang pertama". Dimana Elohim-nya Israel sering memutar balikkan setiap peranan:

Bukan Ismael yang walaupun lahir lebih dulu, tetapi Ishak

Bukan Esau yang walaupun lahir lebih dulu, tetapi Yakub

Bukan Manasye yang walaupun lahir lebih dulu, tetapi Efraim

Bukan si sulung dari ke-7 anaknya Isai melainkan anak ke-8, yaitu Daud yang mulanya tidak diperhitukan

Bukan orang kaya itu, tetapi Lazarus si miskin

Bukan anak sulung yang dipestakan, tetapi anak bungsu yang kembali pulang.

Singkatnya, terhadap mereka yang seharusnya tidak layak mendapat kedudukan lebih, justru dipilih.

Persembahan Habel ini kemudian dibakukan secara terus menerus oleh generasi selanjutnya, di mana generasi para nabi berada pada silsilah Set (anak bungsu, dan bukan Kain, si sulung), anak yang kemudian lahir setelah Habel dibunuh.

* Ibrani 9:22,
Dan hampir segala sesuatu disucikan menurut hukum Taurat dengan darah, dan tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan.

Hal keselamatan inilah yang terus dijalankan oleh umat Israel turun-temurun. Namun keselamatan macam ini hanyalah suatu kesementaraan,

* Ibrani 10:1,

Di dalam hukum Taurat hanya terdapat bayangan saja dari keselamatan yang akan datang, dan bukan hakekat dari keselamatan itu sendiri. Karena itu dengan korban yang sama, yang setiap tahun terus-menerus dipersembahkan, hukum Taurat tidak mungkin menyempurnakan mereka yang datang mengambil bagian di dalamnya.

TUHAN YESUS MEMBERKATI!

PEMAHAMAN DASAR TENTANG ALKITAB! #1

Rumusan Masalah:

A. Apa itu Alkitab?

B. Bagian-bagian Alkitab dan Tahun Penulisannya!

C. Bagaimana Penulisannya?

D. Bagaimana dengan klaim bahwa Alkitab: Buku Yang Turun dari Langit?

E. Apa yang menjadi keunikan dari "penulisan" kitab ini?

F. Apa keunikan dari "isi" Alkitab?

Pembahasan:
A. Apa itu Alkitab? 

Alkitab adalah Kitab yang dimiliki oleh umat Yahudi dan Kristen. Bedanya kesamaan isi antara Alkitab orang Kristen dan Yahudi hanya sampai di akhir Kitab Perjanjian Lama saja. Sebab bagi orang Yahudi, Yesus Kristus bukanlah Mesias. Sehingga sampai saat ini, fokus orang Yahudi tidak lepas dari keturunan raja Daud, sebab daripadanyalah Mesias itu akan datang.

Kitab-kitab yang ada di Alkitab secara sah [sesuai naskah Ibrani (PL) dan Yunani (PB) yang ditemukan] berjumlah 66 kitab. Di mana PL berjumlah 39 kitab dan PB berjumlah 27 kitab.

Alkitab disusun secara 'semi-kronologis', maksudnya disusun berdasar tema atau bagian kitab tersebut, seperti nabi Yeremia hidup di zaman Raja Yosia (kitab Raja-raja) tetapi kitab Yeremia tidak diletakkan setelah kitab Raja-raja, kitab Yeremia dikelompokkan bersama kitab yang bertema sama. Nabi Yeremia termasuk nabi besar, jadi dikumpulkan bersama nabi besar lainnya.

Demikian juga kitab yang ditulis oleh raja Salomo, anak Daud, dikumpulkan bersama kitab yang bertema sama, Salomo diberi wahyu untuk menulis kitab, dan kitab yang ditulisnya itu dalam frasa puitis, sebagaimana ayahnya (Daud) menciptakan kitab yang beraliran sama. Maka, urutan (kronologis) kitab Salomo ditaruh di kitab yang bersemi sama.

B. Bagian-bagian Alkitab,

A. PERJANJIAN LAMA

Pentateuch [Kelima Kitab Taurat]:

1. Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan, Ulangan, ditulis oleh nabi Musa, namun khusus kitab Ulangan dilanjutkan oleh nabi Yosua – 1400 S.M

Sejarah:

2. Yosua, oleh Yosua – 1350 S.M

3. Hakim-Hakim, Rut, 1 Samuel, 2 Samuel, oleh Samuel dan atau Natan dan atau Gad – 1000-900 S.M

4. 1 Raja-Raja, 2 Raja-Raja, oleh Yeremia – 600 S.M

5. 1 Tawarikh, 2 Tawarikh, Ezra, Nehemia, oleh Ezra – 450 S.M

6. Ratu Ester oleh Mordekhai – 400 S.M

Kebijaksanaan dan Puisi:

7. Ayub oleh Musa – 1400 S.M

8. Mazmur, oleh beberapa penulis yang berbeda, kebanyakan oleh Daud – 1000 – 400 S.M

9. Amsal, Pengkhotbah, Kidung Agung, oleh Salomo – 900 S.M

Nabi-nabi Besar:

10. Yesaya, oleh Yesaya – 700 S.M

11. Yeremia, Ratapan, oleh Yeremia – 600 S.M

12. Yehezkiel, oleh Yehezkiel – 550 S.M

13. Daniel, oleh Daniel – 550 S.M

Nabi-nabi Kecil:

14. Hosea, oleh Hosea – 750 S.M

15. Yoel, oleh Yoel – 850 S.M

16. Amos, oleh Amos – 750 S.M

17. Obaja, oleh Obaja – 600 S.M

18. Yunus, oleh Yunus – 700 S.M

19. Mikha, oleh Mikha – 700 S.M

20. Habakuk, oleh Habakuk – 600 S.M

21. Zefanya, oleh Zefanya – 650 S.M

22. Hagai, oleh Hagai – 520 S.M

23. Zakharia, oleh Zakharia – 500 S.M

24. Maleakhi, oleh Maleakhi – 430 S.M

B. PERJANJIAN BARU

Injil:

1. Matius, oleh Matius - 55 A.D

2. Markus, oleh Yohanes Markus – 50 A.D

3. Lukas, oleh Lukas – 60 A.D

4. Yohanes, oleh Yohanes, anak Zebedeus – 90 A.D

Sejarah Perjanjian Baru/Kekristenan:

5. Kisah Para Rasul, oleh Lukas – 65 A.D

Surat Para Rasul:

6. Roma, 1 Korintus, 2 Korintus, Galatia, Efesus, Filipi, Kolose, 1 Tesalonika, 2 Tesalonika, 1 Timotius, 2 Timotius, Titus, Filemon, oleh Paulus – 50-70 A.D

7. Ibrani, oleh anonymuose [tidak disebut namanya], tidak diduga Paulus karena ia selalu mengirim surat dengan kata 'Pembuka' sembari menyebut namanya, tetapi diduga Lukas, Barnabas, atau Apolos (Petrus) – 65 A.D

8. Yakobus, oleh Yakobus – 45 A.D

9. 1 Petrus, 2 Petrus, oleh Petrus – 60 A.D

10. 1 Yohanes, 2 Yohanes, 3 Yohanes, oleh Yohanes, anak Zebedeus – 90 A.D

11. Yudas, oleh Yudas saudara Yakobus, bukan Yudas Iskariot – 60 A.D

12. Wahyu, oleh Yohanes, anak Zebedeus – 90 A.D.

Keterangan:
1. S. M adalah tahun Sebelum Masehi, tahun sebelum kelahiran Tuhan Yesus Kristus/Isa Al Masih. Dalam bahasa Inggris disebut BC atau Before Christ;

2. A. D adalah Anno Dommini, bahasa Latin, yang berarti Tahun Tuhan Kita, orang Indonesia menyebutnya Masehi, keduanya sama mengartikan ini sebagai Tahun di mana Kristus telah lahir.

3. Penanggalan Masehi dibuat oleh seorang biarawan bernama Dionisius. Dan akhirnya diakui sebagai tahun dunia.

C. Bagaimana Penulisannya?

MATERI I

Setelah menambah wawasan tentang bagian Alkitab dan siapa-siapa penulisnya, sekarang kita akan memahami bagaimana penulisan Alkitab itu.

Sebagaimana yang kita tahu, bahwa Alkitab ditulis dengan adanya bimbingan dari Roh Kudus,

* 2 Petrus 1:21,
sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas n
ama Allah.

Perlu diketahui bahwa tidaklah semua nabi dan rasul diilhami untuk menulis kitab, misalnya dari kedua belas murid inti yang kemudian disebut para rasul Tuhan Yesus Kristus hanya 2 orang saja yang diilhami untuk menulis Injil, yaitu Matius dan Yohanes. Sedangkan Yohanes Markus dan Lukas adalah rasul (murid) selebihnya. Yesus tidak hanya memiliki 12 Murid, malah Ia saja pernah mengutus 70 murid-Nya (Lukas 10) dan semakin bertambah jumlahnya.

Mereka yang diilhami untuk menulis kitab mendapat bimbingan dari Roh Kudus, namun tidak berarti bahwa Roh Kudus disini mendiktekan apa-apa saja yang harus mereka tulis.

Kita diingatkan oleh Salomo, bahwa;

*Pengkhotbah 3:11,
.... manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.

Pengilhaman oleh Roh Kudus tidak menjadikan penulis serbatahu, penulis tetap dalam keterbatasan bedanya mereka dapat bernubuat.

Pengilhaman ini juga tidak mengubah sifat penulis dalam bercerita, penulis tetap menjadi diri mereka -bercerita sesuai dengan gaya bicara mereka masing-masing-.

Seperti Matius kadangkala lebih suka membesar-besarkan caranya dalam bercerita [detail], tetapi Markus kadangkala terkesan merinci saja atau fokus ke bagian tertentu.

Ini tentu tidak salah dan tidak aneh, karena Alkitab bukanlah sebuah buku yang didiktekan. Ditulis secara 'detail' atau 'rinci' bukan oleh suruhan Roh Kudus, tetapi sifat dari penulis itu sendiri.

D. Bagaimana dengan klaim bahwa Alkitab: Buku Yang Turun dari Langit?

MATERI II
Bukan "dari langit", bukan pula "secara serentak"

Kalimat yang dibubuhi dalam tanda kutip [", red - dari langit, secara serentak - ] adalah pemahaman produk Qur'an (versi Muslim),

*QS. 3:3,
(Tuhan Allah) telah menurunkan kitab kepadamu dengan sebenarnya; membenarkan kitab yang terdahulu dari padanya, lagi menurunkan Taurat dan Injil.

*QS. 6:163,
Dan kami telah memberi kitab zabur ke
pada Nabi Dawud.

Kemudian, ada bonus 'kekeliruan lainnya', yaitu 'secara serentak'.

Ini jelas keliru. Pembenarannya adalah, Alkitab bukan dari langit, melainkan ditulis oleh lebih dari 40 orang, bukan juga secara serentak (dalam sekejap seluruh isi Alkitab ada), melainkan selama 15 abad.

Tanpa dijelaskan pun Anda sudah memahami kebenaran ini apalagi setelah membaca MATERI I.

E. Apa yang menjadi keunikan dari "penulisan" kitab ini?

MATERI III
Sifatnya

Sifat Alkitab ada berupa kiasan -majas-, detail, rinci, topical, kronologis, pembulatan dan lain-lain.

1. Kiasan, tidak diartikan secara lahiriah, melainkan secara batiniah, seperti ketika Adam dan Hawa diciptakan Allah, Allah memerintahkan mereka supaya tidak memakan buah 'larangan', dan memberitahu akibat dari pelanggaran itu, bahwa seketika itu juga mereka akan mati.

Namun, orang yang mengartikan secara lahiriah akan menyalahi Alkitab karena kenyataannya mereka tidak mati, tetapi yang mengartikan secara batiniah paham bahwa mati secara rohanilah yang dimaksud Allah, terbukti pada saat itu juga mereka diusir dari taman Eden yang letaknya disebelah timur bumi (Kej. 2).

Ada juga pemahaman keliru yang timbul dari orang Kristen sendiri, manakala mengatakan bahwa Allah tidak jadi membinasakan mereka meski telah melanggar. Pemahaman ini jelas salah, sebab Allah tidak pernah kompromi dengan yang namanya dosa.

2. Detail, satu contoh sifat detail diambil dari kitab Injil Matius, yang kebanyakan bercerita secara besar-besaran, alasannya Injil ini pertama kali ditujukan oleh orang Yahudi terlihat dari cara Matius menceriterakan ceritanya sembari membandingkan dengan nubuat-nubuat yang tertulis di Perjanjian Lama.

Seperti ketika Yesus menyuruh meminjam keledai (Mat. 21), Matius secara detail dan sesuai tujuannya menulis bahwa ada dua ekor keledai disana untuk menggenapi nubuat ini: Za. 9:9, agar orang Yahudi menjadi yakin bahwa nubuat Mesias terpenuhi dan tergenapi di dalam diri Yesus, tetapi kitab Injil Markus 11, hanya menulis seekor saja, alias hanya fokus kepada seekor keledai yang nantinya ditunggangi Tuhan Yesus.

Ini tidaklah salah, karena kedua penulis memilih sudut pandangnya sendiri itu adalah kebiasaan umum, misalnya seorang penulis kadangkala bercerita dengan memfokuskan tulisannya ke satu arah saja.

3. Saling melengkapi, kasus bunuh diri Yudas Iskariot yang diceritakan oleh Matius 27 menapakkan kematian yang seketika, Yudas menggantung diri dan mati! Namun di KPR 1 menceritakan kematiannya bahwa ia jatuh terpelungkup dan seluruh isi perutnya keluar.

Ini tidaklah bertentangan, justru disinilah kita melihat sifat saling melengkapi, bahwa Yudas menggantung diri DAN tali yang ia pakai putus sehingga ia terjatuh akhirnya mati dalam kondisi seluruh isi perutnya keluar.

Ini bukan soal ini atau itu, melainkan ini dan itu!

Sama halnya dengan berita, yang satu sama lain stasiun televisi saling melengkapi. Manfaat dari ini bagi saya sendiri justru menambah pengetahun dan wawasan saya.

4. Sudut pandang, bagaimana penulis mengarahkan tulisannya. Seperti cara Matius dan Markus di atas.

Sifat ini yang lainnya dapat kita lihat antara Injil Matius dan Injil Lukas, dimana keduanya menulis silsilah Yesus namun dari sudut yang berbeda, yang satu menulis silsilah Ayah (Matius) dan yang lain dari silsilah Ibu (Lukas).

Injil Matius ditujukan kepada orang Yahudi, jadi ia menulis dari silsilah ayah, ini hal yang menjadi tradisi orang Yahudi, Matius memulai silsilah-Nya dari bapa 'Abraham', karena mulai dari dialah Perjanjian dimulai.

Matius fokus cerita ke Yusuf, baik dari silsilah maupun perjumpaan Yusuf dengan malaikat, sedangkan Lukas fokus bercerita ke Maria, mengenai silsilahnya dan perjumpaan Maria dengan malaikat.

Kemudian, dapat kita lihat lagi di kitab Injil Yohanes 20, dimana Yohanes fokus ke Maria saja waktu datang ke kubur Yesus, padahal di kitab Matius kita melihat bahwa Maria pergi bersama yang lain ke sana, dan sepanjang cerita kebangkitan Yesus, Yohanes terus fokus ke Maria dimana Maria kemudian bertemu dengan Yesus, yang ceritanya tidak kita dapati di Injil lain.

5. Rinci, sifat rinci kebalikan dari detail.

6. Topical, sifat ini membahas cerita secara semi-kronologis, yaitu menggabungkan isi 'topic' yang sama.

Seperti ketika Yesus mengutuk pohon ara (Matius 21) nampak bahwa pohon ara itu langsung kering, padahal di kitab Markus 11 kita membaca bahwa keesokan harinyalah pohon ara itu kering.

Ini karena Matius menulisnya secara 'topical', ketika bercerita tentang 'pohon ara', ia menyelesaikan cerita itu langsung, tidak seperti kitab Markus yang justru memilih bercerita secara kronologis.

7. Kronologis, secara berurut, seperti kitab Markus di atas.

8. Pembulatan, kitab Tawarikh terlihat bertentangan dengan kitab Raja-raja ketika menulis tentang umur, baiklah kita ketahui bahwa kadangkala penulis membulatkan umur-umur tersebut, seperti umur 13 tahun 8 bulan, dibulatkan menjadi 14 tahun; 14 tahun 7 bulan, dibulatkan menjadi 15...., dan lain-lain.

Orang Indonesia ketika ditanya berapa tahun Belanda menjajahnya, jawabannya: selama 350 tahun.

Tidak secara detail menyebut bulan-tanggal-hari-waktunya, mungkin saja 350 tahun itu adalah angka pembulatan dari 349 tahun sekian bulan sekian hari dan sekian waktu.

Dan lain-lain. [Silahkan beri tambahan di box komentar]

F. Bagaimana keunikan Alkitab di lihat dari "isi" kitab itu sendiri?

MATERI IV

Isinya

Alkitab penuh dengan berbagai nubuat yag telah terbukti kebenarannya. Misalkan nubuat mengenai Kejatuhan Yerusalem, Kelahiran Sang Mesias, dan lain sebagainya.

Tetapi kadangkala isi Alkitab juga dipandang pesimis oleh teman-teman Slimut. Seperti ketika Allah berbicara dalam bahasa yang bermajas atau puitis,

* Yesaya 42:14,
Allah berkata, "Sudah lama Aku membisu; Aku diam dan menahan diri. Sekarang tiba saatnya untuk bertindak, Aku mau berteriak seperti wanita yang melahirkan.

Ayat di atas adalah puji-pujian keselamatan, umat Kristen tidak malu dengan ayat di atas, sebaliknya malah bunyinya lebih indah bagi seorang pecinta puitis atau yang sehati dengan seni.

Perlu diketahui, bahwa di Alkitab-lah para ahli bahasa belajar dan mengumpulkan bahasa-bahasa kontekstual (majas alegoris, ironi, hiperbola, puitis dll).

Buku ini (Alkitab), telah banyak berpengaruh terhadap karya-karya terbesar dunia baik dalam bidang seni, sastra, dan musik, serta juga memiliki pengaruh yang menonjol terhadap hukum.

Isi yang sering dipermasalahkn oleh teman Muslim kita yang lainnya adalah tentang kejujuran Alkitab menulis dosa para nabi, baik itu berupa incest, pengingkaran dan lain-lain.

Tetapi, segala dosa para nabi yang ditulis oleh Alkitab tidaklah pernah dibenarkan oleh-Nya, sebaliknya malah mendapat ganjaran akibat dari dosa itu.

Bacalah semua perbuatan dosa yang tertulis di Alkitab, dan Anda tidak akan menemukan saran untuk mengikuti perbuatan itu, sebaliknya Anda belajar mengenal sesuatu yang tidak berkenan di mata Allah.

Umat Muslim tidak mengambil makna dari cerita di atas.

Alkitab saja begitu berpengaruh di bidang hukum. Mana mungkin bapak-bapak hukum terdahulu berpatokan pada kitab yang mengajarkan hal yang salah. Itu sungguh konyol.

Demikian pun bahasa-bahasa yang digunakan, begitu menginspirasi para penulis puitis.

Macam-macam sifat menulis diinspirasikan dari kitab ini, ada menulis secara topical, ada juga secara kronologis, ada pembulatan angka, detail dan rinci, persuasi, ekposisi, dan lain-lain.

Hukum, kebijaksanaan, majas hiperbola, ironi, personifikasi, anthropomorf, puitis, sajak, syair, sastra, dan lain-lain.

Wah, ke semua hal yang dinilai salah oleh teman-teman Muslim ternyata begitu berpengaruh terhadap perkembangan sastra, seni, bahasa, hukum dan lain-lain.

Bahkan hal ini dipelajari di sekolahan, Muslim yang mengkritisi Alkitab sedemikian sebaiknya berhenti menulis secara majas, puitis, atau mengikuti jurusan hukum, karena semuanya itu diinspirasikan oleh buku yang sangat luar biasa, yang mereka kritisi, yang tetap bertahan hingga masa kini dan selama-lamanya!

Dan ayat di atas atau kesalahan Alkitab produk Muslim lainnya bukan alasan membuktikan kepalsuan Alkitab, dan tidak ada alasan untuk mengatakan itu! Haleluya!

NB:
1. Tulisan ini sudah saya muat beberapa tahun lalu, tepatnya setelah saya menyelesaikan persoalan: Kontradiksi dalam Alkitab. Sehingga keunikan dari point F di atas saya dapatkan dari pengalaman saya selama menyelesaikan Kontradiksi tersebut. Tulisannya sudah pernah dimuat di sini, http://hsh-kenispri.blogspot.co.id/2013/03/pemahaman-dasar-tentang-alkitab.html?m=1

2. Untuk soal dan pertanyaan lain, silahkan tulis di kolom komentar.

TUHAN YESUS MEMBERKATI!