Sabtu, 11 Maret 2017

7.6 MASA PEMULIHAN! -- 70 x 7 MASA --

A. PEMBANGUNAN BAIT SUCI
Setelah lamanya Kerajaan Israel dan Kerajaan Yehuda itu diasingkan dan dibuang di suatu tempat yang bukan milik pusaknya, akhirnya Tuhan pun mengakhiri masa penghukuman-Nya itu. Jangka waktu mereka dalam pembuangan adalah 70 tahun lamanya. Dalam peristiwa itu, ada banyak nabi-nabi yang Tuhan bangkitkan, seperti Nabi Yesaya, Yeremia, Yehezkhiel, Daniel dan lain-lain.

Pada masa ini pula, mulailah orang-orang untuk pertama kalinya menyebut mereka orang Yahudi, yang di mana kata Yahudi ini berasal dari bahasa Persia yang berarti Yehuda. Hal yang sama juga terjadi pada agama Kristen, di mana setelah Yesus Kristus naik ke sorga, mereka untuk pertama kalinya disebut Kristen di kota Antiokhia. (KPR. 11:26)

Nabi Musa tidak pernah menyebut agama Yahudi dan nabi Musa juga tidak pernah membuat suatu agama. Ada pun kata "agama" baru pertama kali disebut dalam Alkitab pada masa Perjanjian Baru, itu pun tidak semuanya berasal dari kata semestinya, misalnya terjemahan yang seharusnya "kepercayaan" diterjemahkan menjadi "keagamaanmu". Sehingga pertanyaan orang Muslim yang mengatakan Yesus tidak pernah menyebut agama Kristen itu wajar saja, sebab baik nabi Musa mau pun Yesus Kristus dan nabi-nabi lain tidak pernah mendirikan suatu agama apalagi diutus di masing-masing negara dengan perintah yang berbeda-beda, mereka hanya mendirikan suatu "relationship" antara Tuhan dengan anak-anakNya. Nabi Musa juga tidak pernah mengajarkan sholat dan atau tata doa lainnya, sebab ibadah semacam itu hanyalah perintah manusia yang dihafalkan (Yes. 29:13, Mat. 15:7), sedangkan penyembahan yang benar hanyalah dalam Roh dan Kebenaran. (Yoh. 4:24) Selanjutnya tentang hal ini dapat kita baca di #6.8

Setelah habis masa penghukuman itu, Tuhan pun menggerakkan hati raja Koresh untuk memulangkan umat-umat Tuhan itu kembali ke Tanah Pusakanya, yaitu suku Yehuda dan Benyamin. Sedangkan 10 Suku lainnya dinyatakan hilang yang mungkin disebabkan mereka telah menyebar ke berbagai negara dan adanya faktor akulturasi dan asimilasi budaya yang menyebabkan peleburan jati diri mereka sebagai orang Israel.

Raja Koresh yang merupakan raja dari Media-Persia, yaitu Kerajaan yang menaklukkan Kerajaan Babel. Penaklukan kekuasaan Kerajaan Babel ini sendiri sudah lebih dulu Tuhan berikan tanda-tandanya pada mimpi raja Nebukadnezar, dan mimpinya itu sangat menggelisahkan hatinya sehingga ia pun memanggil semua penafsir mimpi untuk menerjemahkan mimpi tersebut dengan ancaman dibunuh apabila tidak mampu memuaskan hati raja. Daniel dan kawan-kawan merasa terancam setelah gagalnya penafsir mimpi yang pertama itu, sehingga ia pun menghadap raja untuk diberikan waktu menanyakan hal itu kepada Tuhan.

Oleh pembekalan dan pengetahuan dari Tuhan, maka Daniel pun mampu untuk mengetahui dan menafsirkan mimpi raja lalu memberi tahukan maknanya.

Ada pun dalam mimpi itu, raja melihat sebuah patung yang menjulang tinggi dengan masing-masing unsur pada bagian-bagiannya:

* Daniel 2,
31 Ya raja, tuanku melihat suatu penglihatan, yakni sebuah patung yang amat besar! Patung ini tinggi, berkilau-kilauan luar biasa, tegak di hadapan tuanku, dan tampak mendahsyatkan.
32 Adapun patung itu, kepalanya dari emas tua, dada dan lengannya dari perak, perut dan pinggangnya dari tembaga,
33 sedang pahanya dari besi dengan kakinya sebagian dari besi dan sebagian lagi dari tanah liat.
34 Sementara tuanku melihatnya, terungkit lepas sebuah batu tanpa perbuatan tangan manusia, lalu menimpa patung itu, tepat pada kakinya yang dari besi dan tanah liat itu, sehingga remuk.
35 Maka dengan sekaligus diremukkannyalah juga besi, tanah liat, tembaga, perak dan emas itu, dan semuanya menjadi seperti sekam di tempat pengirikan pada musim panas, lalu angin menghembuskannya, sehingga tidak ada bekas-bekasnya yang ditemukan. Tetapi batu yang menimpa patung itu menjadi gunung besar yang memenuhi seluruh bumi.

1. Kepala, dari emas

2. Dada dan lengannya, dari perak

3. Perut dan pinggangnya, dari tembaga

4. Paha dan kakinya, dari besi. Namun pada bagian jari-jari itu terdapat unsur besi dan juga tanah liat

Kemudian, sementara raja melihat keindahan patung besar itu, turunlah sebuah batu yang tanpa perbuatan manusia, meremukkan kaki yang dari besi dan tanah liat itu sehingga patung itu terjatuh dan meremukkan semua bagiannya.

Sedangkan penafsirannya adalah sebagai berikut:

37 Ya tuanku raja, raja segala raja, yang kepadanya oleh Allah semesta langit telah diberikan kerajaan, kekuasaan, kekuatan dan kemuliaan,
38 dan yang ke dalam tangannya telah diserahkan-Nya anak-anak manusia, di manapun mereka berada, binatang-binatang di padang dan burung-burung di udara, dan yang dibuat-Nya menjadi kuasa atas semuanya itu--tuankulah kepala yang dari emas itu.
39 Tetapi sesudah tuanku akan muncul suatu kerajaan lain, yang kurang besar dari kerajaan tuanku; kemudian suatu kerajaan lagi, yakni yang ketiga, dari tembaga, yang akan berkuasa atas seluruh bumi.
40 Sesudah itu akan ada suatu kerajaan yang keempat, yang keras seperti besi, tepat seperti besi yang meremukkan dan menghancurkan segala sesuatu; dan seperti besi yang menghancurluluhkan, maka kerajaan ini akan meremukkan dan menghancurluluhkan semuanya.
41 Dan seperti tuanku lihat kaki dan jari-jarinya sebagian dari tanah liat tukang periuk dan sebagian lagi dari besi, itu berarti, bahwa kerajaan itu terbagi; memang kerajaan itu juga keras seperti besi, sesuai dengan yang tuanku lihat besi itu bercampur dengan tanah liat.
42 Tetapi sebagaimana jari-jari kaki itu sebagian dari besi dan sebagian lagi dari tanah liat, demikianlah kerajaan itu akan menjadi keras sebagian dan rapuh sebagian.
43 Seperti tuanku lihat besi bercampur dengan tanah liat, itu berarti: mereka akan bercampur oleh perkawinan, tetapi tidak akan merupakan satu kesatuan, seperti besi tidak dapat bercampur dengan tanah liat.
44 Tetapi pada zaman raja-raja, Allah semesta langit akan mendirikan suatu kerajaan yang tidak akan binasa sampai selama-lamanya, dan kekuasaan tidak akan beralih lagi kepada bangsa lain: kerajaan itu akan meremukkan segala kerajaan dan menghabisinya, tetapi kerajaan itu sendiri akan tetap untuk selama-lamanya,
45 tepat seperti yang tuanku lihat, bahwa tanpa perbuatan tangan manusia sebuah batu terungkit lepas dari gunung dan meremukkan besi, tembaga, tanah liat, perak dan emas itu. Allah yang maha besar telah memberitahukan kepada tuanku raja apa yang akan terjadi di kemudian hari; mimpi itu adalah benar dan maknanya dapat dipercayai."

Kerajaan-kerajaan itu adalah:

1. Kerajaan Babel, kerajaan inilah yang pertama kali melahirkan penyembahan berhala seperti yang saya jelaskan pernah pada #6.

2. Kerajaan Media-Persia, tentang Kerajaan ini dikatakan bahwa dia-lah kerajaan selanjutnya yang akan berkuasa atas seluruh bumi, namun kerajaannya tidak lebih besar dari Kerajaan Babel

3. Kerajaan Yunani, Daniel ps. 11

4. Kerajaan Romawi, yang akan memiliki beberapa raja di dalamnya.

Dan tentang "batu itu" adalah "Kerajaan Yesus Kristus". Kedatangan-Nya ke bumi untuk yang kedua kalinya akan meremukkan patung itu sehingga patung itu terbongkar dan remuk. Dan mengenai "batu" itu sendiri Ia akan menjadikannya Kerajaan yang besar yang memenuhi seluruh bumi.

KERAJAAN MEDIA-PERSIA! -- PEMBEBASAN ORANG ISRAEL --

* Ezra 1,
1 Pada tahun pertama zaman Koresh, raja negeri Persia, TUHAN menggerakkan hati Koresh, raja Persia itu untuk menggenapkan firman yang diucapkan oleh Yeremia, sehingga disiarkan di seluruh kerajaan Koresh secara lisan dan tulisan pengumuman ini:
2 "Beginilah perintah Koresh, raja Persia: Segala kerajaan di bumi telah dikaruniakan kepadaku oleh TUHAN, Allah semesta langit. Ia menugaskan aku untuk mendirikan rumah bagi-Nya di Yerusalem, yang terletak di Yehuda.
3 Siapa di antara kamu termasuk umat-Nya, Allahnya menyertainya! Biarlah ia berangkat pulang ke Yerusalem, yang terletak di Yehuda, dan mendirikan rumah TUHAN. Allah Israel, yakni Allah yang diam di Yerusalem.
4 Dan setiap orang yang tertinggal, di manapun ia ada sebagai pendatang, harus disokong oleh penduduk setempat dengan perak dan emas, harta benda dan ternak, di samping persembahan sukarela bagi rumah Allah yang ada di Yerusalem."
5 Maka berkemaslah kepala-kepala kaum keluarga orang Yehuda dan orang Benyamin, serta para imam dan orang-orang Lewi, yakni setiap orang yang hatinya digerakkan Allah untuk berangkat pulang dan mendirikan rumah TUHAN yang ada di Yerusalem.

Demikianlah pesan yang Tuhan sampaikan, yang disambut gembira oleh raja Koresh. Bukan hanya jemaat Tuhan saja yang ia persilahkan pulang, barang-barang yang dirampok oleh orang Babel itu pun semuanya dikembalikan.

Sebab, sewaktu Kerajaan Babel mengepung dan menyerang Kerajaan Yehuda, mereka tidak hanya mengangkut jemaat Tuhan lalu membuang mereka, melainkan juga merampok harta benda di rumah Tuhan dan Kerajaan itu, dan sesudah itu barulah mereka membakar kota tersebut dan juga Rumah Tuhan sehingga melalui pembebasan ini Bait Suci pun hendak dibangun kembali.

Ketika orang Israel telah memasuki negerinya kembali, mereka yang pulang ada sekitar 50 ribu orang. Tetapi mengenai ke-10 suku lainnya tidak diketahui dimana rimbanya. Namun Tuhan berjanji bahwa di hari-hari terakhir nanti Tuhan akan memulangkan semua suku-suku itu bertemu dengan saudara-saudara mereka,

* Zefanya 3:20,
Pada waktu itu Aku akan membawa kamu pulang, yakni pada waktu Aku mengumpulkan kamu, sebab Aku mau membuat kamu menjadi kenamaan dan kepujian di antara segala bangsa di bumi dengan memulihkan keadaanmu di depan mata mereka," firman TUHAN.

* Zakharia 10,
8 Aku akan bersiul memanggil mereka dan Aku akan mengumpulkan mereka, sebab Aku sudah membebaskan mereka, dan jumlah mereka menjadi banyak seperti dahulu.
9 Sekalipun Aku telah menyerakkan mereka ke antara bangsa-bangsa, tetapi di tempat-tempat yang jauh mereka akan ingat kepada-Ku; mereka akan hidup bersama-sama anak-anak mereka dan mereka akan kembali.

Di Indonesia sendiri, suku-suku yang diindikasikan sebagai anak suku Israel yang hilang adalah suku Nias, Batak, suku-suku di Sulawesi Utara, suku-suku di Maluku, suku Toraja di Sulawesi Selatan, dan lain-lain. Sangat banyak jumlahnya, sebab Israel merupakan keturunan yang diberkati bahkan mungkin separuh dari populasi bumi adalah suku Israel, hanya saja karena riwayatnya sudah dimakan usia sehingga kita tidak tahu secara pasti, malah bisa jadi suku-suku tertentu yang anti terhadap Israel tidak menyadari jati-diri mereka sebagai salah satu dari anak-anak Yakub.

Seperti yang kita tahu dari pembahasan kemarin, setelah pembuangan Kerajaan itu, ada pula orang-orang asing yang diangkut masuk untuk mendiami milik pusaka Israel. Semula mereka tidak menyadari bahwa ada Tangan Kuat yang mendiami negeri itu, mereka menajiskan (tidak takut) dengan Tuhan yang berkuasa atas kota tersebut sehingga Tuhan pun menimpakan kepadanya singa-singa yang membunuh beberapa di antara mereka. Mereka ketakutan dan berupaya tahu hal apa yang menyebabkan demikian. Sampai akhirnya diberitahukanlah kepada raja Asyur, bahwa orang asing itu tidak tahu menyembah Allah yang bernama YHWH dalam negeri itu, oleh karena itu raja pun memberi perintah untuk mengirimkan seorang imam Israel yang akan mengajari orang-orang pendatang itu bagaimana menyembah Allah yang bernama YHWH dengan benar.

Orang-orang asing itu menerima pengajaran imam tersebut, tetapi mereka tidak dapat melepaskan diri dari penyembahan berhala mereka sehingga mereka tetap mendirikan patung dan menyembahnya disamping menyembah YHWH Yang Maha Esa.

Sepulangnya orang Israel kembali ke Tanah Pusakanya, mereka pun mulai membangun mezbah untuk korban persembahan, tujuh bulan setelah mereka tiba di kota itu. Dan baru pada tahun kedua bulan kedua mereka mulai mengerjakan proyek besar ini. Mereka bernyanyi bersorak dan memuji Nama YWHH, bahkan beberapa di antaranya menangis setelah diletakkannya dasar batu yang pertama.

Namun tidak lama setelah itu, bangsa-bangsa asing yang menggantikan mereka berdiam di tanah tersebut berusaha untuk turut serta membangun Bait Suci, tetapi orang Yahudi menolak karena perintah itu memang hanya ditujukan kepada mereka dan sebagai perasaan bersalah, mereka ingin mempersembahkan bangunan itu kepada Tuhan dengan hasil keringat mereka sendiri. Hal ini rupanya malah membuat lawan orang Yahudi itu mencoba untuk melemahkan rancangan pembangunan tersebut, mereka menyogok petinggi-petingi Media-Persia untuk menghambat pembangunan Bait Suci itu. Mereka membuat tuduhan dan bahkan sampai mengirim surat kepada raja Arthasasta, mereka membuka aib orang Yahudi yang kerap kali memberontak dan menerima hukuman dari Tuhannya. Orang Yahudi sudah sangat dikenal memiliki pendirian dan aturan sendiri yang dibuat oleh YHWH tetapi di satu sisi mereka juga sangat dikenal sering mengalami teguran dan amarah dari Tuhannya tersebut, sehingga orang-orang itu menyuruh raja untuk melihat langsung di riwayat sejarah yang mungkin ditulis oleh para sejarawan di masa lalu yang pastinya dengan memakai sudut pandang (pemahaman) mereka sendiri dan kedapatanlah orang Yahudi ini memang seperti demikian dan akhirnya pembangunan Bait Suci pun tertunda untuk beberapa waktu lamanya. (Ez. 4)

Setelah uzurnya raja Arthasasta, naiklah Darius menggantikannya. Pada tahun kedua pemerintahan raja Darius berfirmanlah Tuhan kepada Nabi Hagai terhadap orang Yahudi yang tidak mau melanjutkan pembangunan Bait Suci itu karena takutnya kepada petinggi-petinggi Media-Persia. Mereka lupa bahwa Tuhan yang mereka sembah jauh lebih berkuasa atas kekuasaan yang ada di bumi. (Ez. 5)

Mereka akhirnya memberanikan diri untuk membangun Rumah itu, tetapi sekali lagi mereka mendapat teguran, yakni kali ini dari Tatnai, salah seorang bupati, ia menanya-nanyai orang Yahudi itu mengenai bangunan yang akan didirikannya dan menanyakan nama mereka, dan hasil dari semua laporan itu ia kirimkan kepada raja Darius untuk mengecek kebenarannya.

Orang Yahudi mengatakan bahwa sebelumnya kota dan Rumah ini dibangun oleh Raja Israel Yang Agung namun karena dosa-dosa nenek moyang mereka, Tuhan pun menghukum mereka dan membiarkan kekayaan mereka dirampok dan kota serta bangunan mereka dibakar, lalu mereka diangkut dan dibuang pada masa raja Babel. Tetapi, pada tahun pertama pemerintahan raja Persia, yaitu raja Koresh, Koresh mengeluarkan surat perintah untuk memulangkan segenap orang Yahudi tersebut dan membiarkan mereka membangun kembali Bait Suci itu.

Kira-kira, seperti itulah laporan yang disampaikannya. Lalu Tatnai meminta kepada raja Darius untuk menyelidiki keabsahan perkataan mereka, terutama mengenai apakah benar raja Koresh pernah mengeluarkan perintah pembangunan Bait Suci itu?

Sesudah itu raja Darius pun melakukan penyelidikan mencari naskah-naskah diperbendaharaannya, dan didapatilah naskah itu di Ahmeta, benteng yang di propinsi Media, yang berbunyi demikian,

* Ezra 6,
"Piagam:
3 Pada tahun pertama zaman raja Koresh dikeluarkanlah perintah oleh raja Koresh: Mengenai rumah Allah di Yerusalem. Rumah itu haruslah dibangun kembali sebagai tempat orang mempersembahkan korban sembelihan dan korban api-apian; haruslah tingginya enam puluh hasta dan lebarnya enam puluh hasta.
4 Dan haruslah dipasang tiga lapis batu besar-besar dan satu lapis kayu. Biayanya harus dibayar dari perbendaharaan kerajaan.
5 Dan juga perlengkapan emas dan perak rumah Allah yang diambil oleh Nebukadnezar dari bait suci yang di Yerusalem dan dibawa ke Babel itu haruslah dikembalikan, supaya kembali pula ke dalam bait suci yang di Yerusalem, ke tempatnya yang semula; dan engkau haruslah menaruhnya di dalam rumah Allah."

Dan akhirnya raja Darius pun menyuruh orang-orang itu menghindar dari sana, bahkan raja memberi perintah tambahan kepada orang-orang asing itu untuk mendanai segala keperluan dan apa saja yang mereka butuhkan selama pembangunan itu dan mengenai hewan persembahannya.

Bait Suci kedua pun akhirnya selesai dibangun dengan lama 46 tahun (Yoh. 2:20), tepatnya tanggal 12 Maret. Dan kemudian disempurnakan lagi oleh raja Herodes untuk menyenangkan hati orang Yahudi. Hal ini ia lakukan karena Herodes menganggap orang Yahudi sebagai orang yang cerdas, sehingga orang-orang seperti mereka cukup diperlukan walau kenyataannya umat ini sering juga mengalami penindasan dan ejekan bangsa-bangsa. (Yeh. 5:15)

Setelah itu, pada tanggal 04 Agustus tahun 70 Masehi, yaitu pada hari yang sama waktu dirobohkannya Bait Suci yang pertama, Bait Suci ke-2 itu pun dirobohkan, sebagaimana nubuat Yesus Kristus,

* Lukas 21:6,
"Apa yang kamu lihat di situ--akan datang harinya di mana tidak ada satu batupun akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain; semuanya akan diruntuhkan."

Ada pula yang berpendapat bahwa Herodes pada saat itu sebenarnya sedang membangun Bait Suci ke-3, sebab Bait Suci ke-2 telah dirobohkan pada masa Antiochus Epiphanes, namun pembuktian sejarahnya tidak terlalu kuat, Ephipanes dianggap menajiskan Bait itu tetapi tidak sampai merobohkannya.

Dan setelah Bait Suci itu dirobohkan pada tahun 70 Masehi oleh Kerajaan Romawi, Tuhan tidak menubuatkan lagi mengenai pembangunan Bait Suci yang ketiga, sebab Bait Suci yang ketiga ada dalam Diri Kristus yang telah bangkit dari kematian:

* Yohanes 2:21,
Tetapi yang dimaksudkan-Nya dengan Bait Allah ialah tubuh-Nya sendiri.

B. MASA PEMULIHAN!

Di dalam Kitab Daniel, terdapat pula nubuat panjang setelah pembebasan orang Israel.

Setelah Daniel berdoa, memohon ampun kepada Tuhan atas dosanya dan dosa bangsa-bangsanya, Tuhan berjanji akan memberikan orang Israel kesempatan 70 x 7 Masa.

Ada pun:

1 Masa = 1 Tahun

Jadi secara hurufiah 70 x 7 Masa = 490 Tahun kesempatan yang Tuhan berikan kepada orang Israel.

Berikut bunyi ayatnya:

* Daniel 9:24,
Tujuh puluh kali tujuh masa telah ditetapkan atas bangsamu dan atas kotamu yang kudus, untuk melenyapkan kefasikan, untuk mengakhiri dosa, untuk menghapuskan kesalahan, untuk mendatangkan keadilan yang kekal, untuk menggenapkan penglihatan dan nabi, dan untuk mengurapi yang maha kudus.

Ada 6 visi yang akan Tuhan datangkan:

1. Melenyapkan kefasikan;
2. Mengakhiri dosa;
3. Menghapuskan kesalahan;
4. Mendatangkan keadilan yang kekal;
5. Menggenapkan penglihatan dan nabi;
6. Pengurapan Yang Maha Kudus.

* ayat 25,
Maka ketahuilah dan pahamilah: dari saat firman itu keluar, yakni bahwa Yerusalem akan dipulihkan dan dibangun kembali, sampai pada kedatangan seorang yang diurapi, seorang raja, ada tujuh kali tujuh masa; dan enam puluh dua kali tujuh masa lamanya kota itu akan dibangun kembali dengan tanah lapang dan paritnya, tetapi di tengah-tengah kesulitan.

Dikatakan, bahwa masa 490 tahun mulai dihitung mundur sejak Yerusalem dibangun kembali, "ada tujuh kali tujuh masa" (7 x 7 = 49)

* ayat 26,
Sesudah keenam puluh dua kali tujuh masa itu akan disingkirkan seorang yang telah diurapi, padahal tidak ada salahnya apa-apa. Maka datanglah rakyat seorang raja memusnahkan kota dan tempat kudus itu, tetapi raja itu akan menemui ajalnya dalam air bah; dan sampai pada akhir zaman akan ada peperangan dan pemusnahan, seperti yang telah ditetapkan.

Setelah lewat 62 x 7 masa = 434 (434 + 49 = 483) akan disingkirkan (disalibkan, dimatikan) seorang yang telah diurapi (Yesus Kristus)

* ayat 27,
Raja itu akan membuat perjanjian itu menjadi berat bagi banyak orang selama satu kali tujuh masa. Pada pertengahan tujuh masa itu ia akan menghentikan korban sembelihan dan korban santapan; dan di atas sayap kekejian akan datang yang membinasakan, sampai pemusnahan yang telah ditetapkan menimpa yang membinasakan itu."

Dari kedua ayat di atas, telah terpakai 69 Masa (7+62 = 69). Sehingga masih tersisa 1 x 7 Masa lagi. Masa itulah yang dipakai oleh raja itu yang akan memberatkan banyak orang selama 1 kali 7 masa. Dan pada pertengahan 7 masa (7:2= 3,5), yaitu 3,5 tahun (masa pelayanan Yesus Kristus) ia akan menyingkirkan orang yang diurapi itu dengan demikian, secara tidak sadar, menyingkirkan pula korban persembahan.

Sedangkan masa 3,5 tahun sisa dari 1 kali 7 masa itu adalah pasca matinya rasul Stefanus, martir pertama, sebagai ketuk palu habisnya masa pemulihan orang Israel dan saat itulah para rasul, terutama rasul Paulus, begitu berapi-api untuk mengabarkan Injil kepada orang non-Yahudi. Sehingga apabila kita memakai sistem penanggalan yang mengatakan bahwa bangsa Israel keluar di Tahun 457 S. M maka 486 jatuh pada tahun 30 Masehi dan pada tahun 34 Masehi atau 3,5 tahun setelahnya, yaitu genapnya 490 tahun, Stefanus mati.

Sehingga sangat tepat untuk Yesus menyatakan bahwa Ia hanya diutus untuk domba yang hilang di Israel (Mat. 15:24), sehingga misinya di batasi hanya pada wilayah Israel, sebab sebelum genap masa itu, Ia harus memulihkan Israel dulu. Dalam hal ini masa pemulihan Israel belum berakhir. Dan sesudah masa itu berakhir, maka keselamatan pun dimiliki oleh semua bangsa melalui Anak-Nya, Yesus Kristus!

HALELUYA !

7.5 Masa Pembuangan! -- 70 TAHUN --

Akhirnya, kedua Kerajaan itu dibuang dari hadapan Tuhan. Semuanya terjadi karena pemberontakkan Kerajaan Israel yang penuh dengan dosa dan juga Kerajaan Yehuda, pada masa pemerintahan Manasye, yang membuat Tuhan bersumpah akan membuang Yehuda juga dari hadapan-Nya.

Namun, apakah Tuhan telah berubah setia ?

Apakah berarti Arab yang kemudian Tuhan pilih seperti yang selama ini diidam-idamkan teman-teman Muslim ? Dengan merujuk pada nubuat Yesus di bawah ini:

* Matius 21:43,

Sebab itu, Aku berkata kepadamu, bahwa Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu.

Sekali-kali Tidak! Tuhan memang telah "membuang" Kerajaan Israel dan Kerajaan Yehuda guna menghukum mereka, agar mereka mau jera atas perbuatannya.

Ada pun mereka dibuang dengan lama 70 tahun,

* 2 Tawarikh 36:21,

Dengan demikian genaplah firman TUHAN yang diucapkan Yeremia, sampai tanah itu pulih dari akibat dilalaikannya tahun-tahun sabatnya, karena tanah itu tandus selama menjalani sabat, hingga genaplah tujuh puluh tahun.

* Yeremia 25,

11 Maka seluruh negeri ini akan menjadi reruntuhan dan ketandusan, dan bangsa-bangsa ini akan menjadi hamba kepada raja Babel tujuh puluh tahun lamanya. 

Kemudian, sesudah masa 70 tahun itu Tuhan akan melakukan pembalasan terhadap raja Babel tersebut,

12 Kemudian sesudah genap ketujuh puluh tahun itu, demikianlah firman TUHAN, maka Aku akan melakukan pembalasan kepada raja Babel dan kepada bangsa itu oleh karena kesalahan mereka, juga kepada negeri orang-orang Kasdim, dengan membuatnya menjadi tempat-tempat yang tandus untuk selama-lamanya.

Jadi sangat jelas tidak ada indikasi "Tuhan berubah hati" kepada rakyat Israel, yang sudah Ia pilih sejak semula dan kesetiaan Tuhan tidak mungkin berubah.

Kerajaan Israel takluk di tangan raja Salmaneser, raja Asyur, pada masa pemerintahan raja Hosea. Kerajaan Israel bertahan selama lebih kurang 250 tahun. Mereka diangkut semuanya ke negeri Asyur. Kerajaan Israel dari masa ke masa terus diperebutkan takhta kerajaannya sedangkan Kerajaan Yehuda selalu stabil di anak-anak Daud.

Tetapi Kerajaan Asyur ini nampaknya telah menerima penghukuman Tuhan karena dosa Sanherib, rajanya, yang telah melecehkan Nama YHWH pada masa pemerintahan Hizkia, raja Yehuda, dalam usahanya untuk membuat Hizkia menyerahkan diri dengan cara menakut-nakutinya dan menganggap YHWH tidak ada apa-apanya. Sehingga Kerajaan Asyur terpecah-pecah dan terjadi pembunuhan oleh anak-anak mereka sendiri. Mereka takluk di tangan Firaun Nekho, raja Mesir. Tuhan sendiri telah berfirman kepada raja Nekho untuk menyerang raja Asyur dan mengalahkannya. Namun Yosia (raja Yehuda) hadir di situ tanpa diundang, raja Nekho sudah memperingatkan bahwa peperangan ini atas kehendak Tuhan tetapi raja Yosia tidak mundur sehingga ia harus mati di tangan Firaun Nekho karena menolak perintah Tuhan,

* 2 Tawarikh 35,

20 Kemudian dari pada semua ini, setelah Yosia memperbaiki rumah TUHAN, majulah Nekho, raja Mesir, hendak berperang di Karkemis di tepi sungai Efrat. Yosia keluar menghadapinya.

21 Ia mengirim utusan kepada Yosia, dengan pesan: "Apakah urusanmu dengan aku, raja Yehuda? Saat ini aku tidak datang melawan engkau, tetapi melawan keluarga raja yang sedang kuperangi. Allah memerintahkan aku supaya segera bertindak. Hentikanlah niatmu menentang Allah yang menyertai aku, supaya engkau jangan dimusnahkan-Nya!"

22 Tetapi Yosia tidak berpaling dari padanya, melainkan menyamar untuk berperang melawan dia. Ia tidak mengindahkan kata-kata Nekho, yang merupakan pesan Allah, lalu berperang di lembah Megido.

23 Maka pemanah-pemanah menembaki raja Yosia, dan raja berseru kepada orang-orangnya: "Bawa aku dari sini, karena aku luka parah!"

Dan kemudian berkuasalah raja Nebukadnezar dari Kerajaan Babel, ia menaklukkan Kerajaan Mesir. (Yer. 46:2)

Kerajaan Babel sudah ada sejak zaman Nimrod, pendiri Menara Babel. Namun mereka baru dapat berkuasa lagi setelah 2000 tahun lamanya. 

Kerajaan Yehuda, akhirnya mereka ditaklukkan di tangan raja Nebukadnezar, raja Babel, sesuai dengan nubuat Yesaya. Ia takluk pada masa pemerintahan Zedekia, anak Yosia. Kerajaan Yehuda bertahan selama 420 tahun, dari generasi ke generasi terus di duduki oleh keturunan raja Daud, sebagaimana janji Tuhan. Semua dari mereka diangkut ke Babel, hanya orang-orang miskin saja yang disisakan untuk menjadi petani di sana.

Mereka memang telah dibuang, tetapi Tuhan sekali-kali tidak akan membiarkan mereka ditindas untuk seterusnya. Dalam hal ini, Tuhan membiarkan mereka diasingkan di negeri orang dan sambil itu Tuhan ingin menunjukkan lagi betapa Ia akan menyelamatkan mereka.

Memahami cerita Alkitab jangan setengah-setengah. Alkitab merupakan Firman Tuhan yang memuat sejarah, dan sejarah itu hanya dapat kita pahami apabila kita membacanya secara keseluruhan (kronologisnya harus kita tahu seperti apa). Demikian juga pada Masa Pembuangan, kita harus lihat situasi dan kondisi, dalam arti sejarahnya harus kita kenali dan pahami -- sebab Alkitab tidak dibaca untuk sepotong-potong kisah --.

Sebelumnya kita harus ingat kembali dengan materi kemarin, yang kesimpulannya seperti berikut ini:

1. Kerajaan Israel terpecah menjadi dua. Satu bernama Kerajaan Israel (didominasi oleh 10 suku) dan satunya lagi bernama Kerajaan Yehuda (didominasi oleh 2 dan 3 suku (plus suku Lewi) saja, yang mendukung pemerintahan raja Daud);

 

Pecahnya Kerajaan itu dimulai ketika raja Salomo berbalik dari jalan Tuhan, mengenai cerita selanjutnya dapat dibaca pada 1 Raja-raja 11 di bawah ini:

* 1 Raja-raja 11,

11 Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Salomo: "Oleh karena begitu kelakuanmu, yakni engkau tidak berpegang pada perjanjian dan segala ketetapan-Ku yang telah Kuperintahkan kepadamu, maka sesungguhnya Aku akan mengoyakkan kerajaan itu dari padamu dan akan memberikannya kepada hambamu.

12 Hanya, pada waktu hidupmu ini Aku belum mau melakukannya oleh karena Daud, ayahmu; dari tangan anakmulah Aku akan mengoyakkannya.

13 Namun demikian, kerajaan itu tidak seluruhnya akan Kukoyakkan dari padanya, satu suku akan Kuberikan kepada anakmu oleh karena hamba-Ku Daud dan oleh karena Yerusalem yang telah Kupilih."

Jadi bisa dilihat, oleh karena raja Salomo telah menyimpang dari jalan Tuhan, Tuhan pun mengoyakkan kerajaannya itu dan memberikannya kepada suku atau orang lain. Tetapi bagi Keturunan Daud, karena Tuhan sudah "terlanjur" mengatakan bahwa keturunan dan tahkta kerajaan Daud tidak akan beralih kepada yang lain, melainkan hanya kepada keturunan raja Daud saja, maka Tuhan pun memberikan bagi Salomo satu suku sebagai kerajaannya, yaitu suku Yehuda (Yahudi), yang adalah sukunya sendiri. Namun belakangan, Rehabeam mengumpulkan suku Yehuda dan Benyamin untuk bersatu melawan Yerobeam (1 Raja 12:20). Daerah Benyamin bertetanggaan dengan Yehuda, sehingga sangat mungkin suku ini mendapat pengaruh dari Kerajaan Yehuda.

2. Kerajaan Israel merupakan kerajaan pemberontak, sedangkan Kerajaan Yehuda (pecahannya) adalah kerajaan nabi Daud dan keturunannya (dan merupakan suku nabi Daud itu sendiri).

Perbedaan nasib dari dua kerajaan ini, yaitu sepanjang sejarah kita membaca bahwa Kerajaan Israel (setelah dipecah) di mulai dari raja pertamanya yang bernama Yerobeam bin Nebat hingga rajanya setelah pembuangan, selalu hidup dalam pelanggaran dan beberapa kali kerajaan itu digilir kepada orang-orang lain (kerap berubah dinasti pemerintahannya), tidak seperti kerajaan Yehuda yang kebanyakan hidup benar di hadapan Tuhan dan kerajaannya tidak pernah bergeser dari keturunan raja Daud. Hal itu dikarenakan oleh janji Tuhan yang selalu ditepati dengan pasti. Bahwa Tuhan sekali-sekali tidak akan memusnahkan nama Daud dari muka bumi ini walau pun tidak dapat dipungkiri pada masa Kerajaan Yehuda pun ada beberapa raja yang hidupnya tidak benar (contoh: raja Manasye), namun Tuhan besabar untuk itu -- dalan arti Ia tidak memusnahkan Kerajaan Daud lalu memberikannya kepada yang lain, sebagaimana yang Dia lakukan kepada Yerobeam bin Nebat, raja Israel --. Sedangkan bagi Kerajaan Israel, semacam raja Yerobeam, karena dosanya maka raja ini beserta dengan seluruh keluarganya dimusnahkan sehingga nama Yerobeam dihapuskan di atas bumi dan selanjutnya-selanjutnya bisa kita lihat bahwa ada banyak raja-raja di Israel yang Tuhan musnahkan dan menyerahkan kerajaannya itu kepada orang lain.

Kaitannya dengan orang Israel (secara keseluruhan) pun demikian. Sekali pun bangsa Israel berbuat dosa, dan pelanggarannya telah sampai di atas langit, namun Tuhan yang adalah setia tidak akan melupakan janji-janji-Nya apalagi sampai memusnahkan bangsa pilihan-Nya itu. Melainkan Tuhan memang memberikan hukuman bagi mereka tetapi tidak sampai hati melupakan janji-janji-Nya dan berubah dari kesetiaan-Nya.

3. Setelah genap masanya bagi Tuhan untuk "membuang" Kerajaan itu,

* 2 Raja-raja 23,

26 Tetapi TUHAN tidak beralih dari murka-Nya yang sangat bernyala-nyala itu yang telah bangkit terhadap Yehuda oleh karena segala sakit hati-Nya yang ditimbulkan Manasye.

27 Lalu berfirmanlah TUHAN: "Juga orang Yehuda akan Kujauhkan dari hadapan-Ku seperti Aku menjauhkan orang Israel, dan Aku akan membuang kota yang Kupilih ini, yakni Yerusalem, dan rumah ini, walaupun Aku telah berfirman tentangnya: Nama-Ku akan tinggal di sana!"

Pada ayat-ayat sebelumnya kita bisa melihat bahwa Yosia telah mengajak seluruh orang Yehuda untuk bertobat sepenuhnya kepada Tuhan bahkan dikatakan lagi bahwa sebelum Yosia, tidak ada raja yang dengan sepenuh hati berserah penuh kepada Tuhan dengan segenap hati, jiwa dan raganya. Akan tetapi karena sakit hati-Nya terhadap Manasye, raja Yehuda itu, maka amarah Tuhan tidak dapat terpadamkan lagi sehingga Ia pun berkenan untuk membuang Kerajaan Yehuda juga.

Lantas, apa dengan dibuangnya dua kerajaan ini berarti Tuhan telah undur dari pada mereka?

Sekali-kali tidak! Melainkan Tuhan pun melakukan penebusan lagi. Di mana ketika raja Babel membuang dan mengangkut mereka ke negeri pembuangan, Tuhan tetap menyertai dan mengutus para nabi-Nya sebagai pesan keselamatan.

Untuk mewujudkan terdapatnya nubuat untuk Muhammad di Alkitab, orang Islam juga merujuk pada ayat di bawah ini:

"21:25 Dan hai engkau, raja Israel, orang fasik
yang durhaka, yang saatmu sudah tiba untuk

penghakiman terakhir,

21:26 beginilah firman Tuhan ALLAH: Jauhkanlah serbanmu dan buangkanlah mahkotamu! Tiada yang tetap seperti keadaannya sekarang. Yang rendah harus ditinggikan, yang tinggi harus direndahkan.

21:27 Puing, puing, puing akan Kujadikan dia! Inipun tidak akan tetap. Sampai IA datang YANG BERHAK ATASNYA, dan KEPADANYA akan Kuberikan itu. (Yehezkhiel 21)”"

Ini sama sekali tidak ada kaitannya dengan jabatan kenabian. Ini berbicara soal takhta kerajaan. Apakah nabi Muhammad telah atau ditakdirkan menjadi raja atas Israel?

Melainkan Kerajaan Israel akan dipersatukan kembali dengan Kerajaan yang pecah itu (Kerajaan Yehuda). Dan Kerajaan itu akan diberikan kepada Dia Yang Berhak Atasnya. Sebab pasca pembuangan hingga sekarang ini Israel tidak memiliki raja. Singkatnya, bahwa orang yang dimaksud adalah Yesus Kristus, yang merupakan Keturunan raja Daud, anak Yehuda, di mana Tuhan sendirilah yang akan menjadi Raja untuk selama-lamanya:

* Yesaya 9,

6 (9-5) Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.

7 (9-6) Besar kekuasaannya, dan damai sejahtera tidak akan berkesudahan di atas takhta Daud dan di dalam kerajaannya, karena ia mendasarkan dan mengokohkannya dengan keadilan dan kebenaran dari sekarang sampai selama-lamanya. Kecemburuan TUHAN semesta alam akan melakukan hal ini.

* Zefanya 3:15,

TUHAN telah menyingkirkan hukuman yang jatuh atasmu, telah menebas binasa musuhmu. Raja Israel, yakni TUHAN, ada di antaramu; engkau tidak akan takut kepada malapetaka lagi.

Dan hal ini sudah dinubuatkan lebih dulu oleh Yakub dihadapan anak-anaknya:

* Kejadian 49:10,

Tongkat kerajaan tidak akan beranjak dari Yehuda ataupun lambang pemerintahan dari antara kakinya, sampai dia datang yang berhak atasnya, maka kepadanya akan takluk bangsa-bangsa.

Apakah nabi Muhammad keturunan Yehuda ? ? ?

"Ulangan 32:21 “Mereka membangkitkan cemburuku dengan yang bukan Allah, mereka membuatku marah dengan berhala mereka. Sebab itu Aku akan membangkitkan cemburu mereka dengan yang bukan umat, dan akan membuat mereka marah dengan bangsa yang bodoh. Karenanya, hal ini membuat Hikmat dan Kearifan terangkat ketika mereka menolak mengakui kenabian berada pada bangsa yang bodoh lagi hina dalam pandangan mereka…."

Sebelumnya kita harus tahu dulu, bahwa ayat di atas sama sekali tidak mendukung bahwa Tuhan telah undur dari bangsa pilihan-Nya, sebab pada Pasal selanjutnya justru Tuhan mengadakan perlawanan bagi bangsa yang menyengsarakan umat-Nya:

Kita mulai dulu dari perlawanan Tuhan terhadap bangsa pilihan-Nya itu sendiri, di mana Ia berkata,

* Yehezkhiel 34,

1 Lalu datanglah firman TUHAN kepadaku:

2 "Hai anak manusia, bernubuatlah melawan gembala-gembala Israel, bernubuatlah dan katakanlah kepada mereka, kepada gembala-gembala itu: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Celakalah gembala-gembala Israel, yang menggembalakan dirinya sendiri! Bukankah domba-domba yang seharusnya digembalakan oleh gembala-gembala itu?

3 Kamu menikmati susunya, dari bulunya kamu buat pakaian, yang gemuk kamu sembelih, tetapi domba-domba itu sendiri tidak kamu gembalakan.

4 Yang lemah tidak kamu kuatkan, yang sakit tidak kamu obati, yang luka tidak kamu balut, yang tersesat tidak kamu bawa pulang, yang hilang tidak kamu cari, melainkan kamu injak-injak mereka dengan kekerasan dan kekejaman.

5 Dengan demikian mereka berserak, oleh karena gembala tidak ada, dan mereka menjadi makanan bagi segala binatang di hutan. Domba-domba-Ku berserak

6 dan tersesat di semua gunung dan di semua bukit yang tinggi; ya, di seluruh tanah itu domba-domba-Ku berserak, tanpa seorangpun yang memperhatikan atau yang mencarinya.

Ayat di atas jelas menunjukkan kepedulian Tuhan terhadap gembala-gembala, bapa-bapa, pastor-pastor, atau pendeta-pendeta, yang senantiasa mencari keuntungan dalam setiap pelayanannya yang diibaratkan pelayan-pelayan Tuhan itu memerah susu (menyalahgunakan korban perpuluhan jemaat), yang gemuk disembelih dalam arti yang kaya senantiasa dimanfaatkan sedangkan secara konteks pelayanan domba-domba itu diterlantarkan dan dibuat berserakan di mana-mana.

Sehingga, Tuhan berfirman lagi,

10 Beginilah firman Tuhan ALLAH: Aku sendiri akan menjadi lawan gembala-gembala itu dan Aku akan menuntut kembali domba-domba-Ku dari mereka dan akan memberhentikan mereka menggembalakan domba-domba-Ku. Gembala-gembala itu tidak akan terus lagi menggembalakan dirinya sendiri; Aku akan melepaskan domba-domba-Ku dari mulut mereka, sehingga tidak terus lagi menjadi makanannya.

15 Aku sendiri akan menggembalakan domba-domba-Ku dan Aku akan membiarkan mereka berbaring, demikianlah firman Tuhan ALLAH.

Konteksnya jelas merujuk pada Tuhan sendirilah yang akan turun menjadi Gembala bagi domba-domba-Nya, dan melawan gembala-gembala yang "sesat" itu. Hal ini bisa kita lihat dari beberapa kali Tuhan Yesus berdebat dengan para ahli Taurat dan orang Farisi.

* Yehezkhiel 35,

10 Oleh sebab engkau mengatakan: Kedua bangsa itu dan kedua negeri itu akan menjadi milikku dan kita akan memilikinya--sebetulnya TUHAN ada di situ--

11 oleh sebab itu, demi Aku yang hidup, demikianlah firman Tuhan ALLAH, Aku akan memperlakukan engkau seperti engkau memperlakukan mereka dalam murkamu dan cemburumu, yang timbul dari kebencianmu terhadap mereka; dan Aku akan menyatakan diri kepadamu pada saat Aku menghakimi engkau.

12 Dan engkau akan mengetahui bahwa Aku, TUHAN, mendengar segala penistaanmu yang kauucapkan melawan gunung-gunung Israel yang demikian: Gunung-gunung itu sudah menjadi sunyi sepi dan diserahkan kepada kita menjadi makanan kita.

13 Dengan demikian kamu membesarkan dirimu terhadap Aku di dalam ucapanmu dan banyak sekali kata-katamu terhadap Aku. Aku mendengarnya.

Dan lihat lagi kata-kata nubuatan melawan bangsa Seir, bangsa yang telah menindas orang Israel dan orang Yehuda dengan begitu kerasnya. Pada ayat 10, Tuhan memperkatakan bahwa orang Seir ingin merebut dua bangsa dan dua kerajaan itu, yaitu Israel dan Yehuda. Rencana orang Seir ini tentu telah melecehkan Tuhan sebagai pemilik bangsa-bangsa itu sehingga Tuhan pun melawan mereka yang telah menyombongkan diri mereka terhadap Tuhan (ay 11). Sebab mereka tidak puas merampok kekayaan Kerajaan itu saja, melainkan mereka ingin lebih, mereka ingin juga mencuri jemaat Tuhan dari hadapan-Nya.

Jadi jelas kita bisa melihat kepedulian Tuhan terhadap bangsa Israel dan Yehuda (atau secara keseluruhan bangsa Israel). Sebab Tuhan memang membuang mereka dalam arti: itu adalah hukuman karena mereka telah berbuat salah. Dalam tawarikh Kerajaan Yehuda, kita bisa melihat, sedikit saja raja-raja Yehuda berbalik dari kebenaran firman Tuhan, maka Kerajaan itu akan kalah dalam peperangan, tetapi apabila mereka hidup benar di hadapan-Nya maka Ia pasti akan memenangkan mereka dalam setiap peperangannya.

Dan akhirnya, kita sampai pada nubuat Tuhan Yesus berikut ini,

* Matius 21:43,

Sebab itu, Aku berkata kepadamu, bahwa Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu.

Nubuat ini merujuk seperti pecahnya kerajaan itu, di mana ada Kerajaan Israel dan ada Kerajaan Yehuda. Kerajaan Israel sering bergonta-ganti namun Kerajaan Yehuda tetap kokoh di bawah pemerintahan Keturunan Daud. Ayat ini menyatakan lebih kepada kita bahwa Kerajaan itu akan diberikan kepada SEGENAP bangsa sebagaimana nubuat di bawah ini:

* Zakharia 14:16,

Maka semua orang yang tinggal dari segala bangsa yang telah menyerang Yerusalem, akan datang tahun demi tahun untuk sujud menyembah kepada Raja, TUHAN semesta alam, dan untuk merayakan hari raya Pondok Daun.

* Roma 1:5,

Dengan perantaraan-Nya kami menerima kasih karunia dan jabatan rasul untuk menuntun semua bangsa, supaya mereka percaya dan taat kepada nama-Nya.

KESELAMATAN UNTUK SEMUA BANGSA

* Yesaya 49,

1 Dengarkanlah aku, hai pulau-pulau, perhatikanlah, hai bangsa-bangsa yang jauh! TUHAN telah memanggil aku sejak dari kandungan telah menyebut namaku sejak dari perut ibuku.

2 Ia telah membuat mulutku sebagai pedang yang tajam dan membuat aku berlindung dalam naungan tangan-Nya. Ia telah membuat aku menjadi anak panah yang runcing dan menyembunyikan aku dalam tabung panah-Nya.

3 Ia berfirman kepadaku: "Engkau adalah hamba-Ku, Israel, dan olehmu Aku akan menyatakan keagungan-Ku."

Ayat 1 dan 2 menyatakan bahwa Israel adalah Bangsa Pilihan,

Ayat 3 menyatakan bahwa melalui bangsa Israel, Tuhan akan menyatakan keagungan-Nya.

6 "Terlalu sedikit bagimu hanya untuk menjadi hamba-Ku, untuk menegakkan suku-suku Yakub dan untuk mengembalikan orang-orang Israel yang masih terpelihara. Tetapi Aku akan membuat engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa supaya keselamatan yang dari pada-Ku sampai ke ujung bumi."

Dan lanjut pada ayat 6, bahwa Israel adalah perpanjangan tangan Tuhan, tetapi keselamatan dari pada-Nya adalah MILIK SEMUA BANGSA.

Jadi perkataan bahwa Kerajaan itu akan diberikan kepada yang lain, bermakna bahwa Kerajaan itu akan diberikan kepada semua bangsa sebagaimana nubuat Tuhan, lebih tepatnya kepada mereka yang memberikan diri untuk dibaptis "Dalam Nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus", yaitu mereka yang mau menerima Keselamatan itu,

* Matius 28:19,

Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,

Jadi tidak kepada satu bangsa saja, tidak kepada Arab, tidak kepada Israel saja, melainkan kepada semua bangsa keselamatan dari pada Tuhan itu:

* 1 Petrus 2,

9 Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:

10 kamu, yang dahulu bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya, yang dahulu tidak dikasihani tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan.

Bahwa Kekristenan adalah Keturunan Abraham secara rohani dan Kekristenan adalah Israel Baru itu. Intinya keselamatan tidak berdasarkan garis keturunan melainkan oleh Iman perrcaya kita kepada Yesus Kristus,

* Matius 8,

11 Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan datang dari Timur dan Barat dan duduk makan bersama-sama dengan Abraham, Ishak dan Yakub di dalam Kerajaan Sorga,

HALELUYA !

7.4 Pecahnya Kerajaan Itu (Kerajaan Israel VS Kerajaan Yehuda)

Kerajaan Israel pada mulanya adalah Kerajaan Serikat yang bersatu, yang terdiri atas 12 Suku Bagian, yaitu Kedua Belas Anak-anak Yakub. Akan tetapi, Lewi telah diambil Tuhan sebagai Anak Sulung kepunyaan-Nya untuk melayani Tuhan di dalam Rumah-Nya. Maka untuk menggenapi angka 12 itu dan sebagai bentuk penghormatan kepada Anak Sulung Yakub, yaitu Yusuf, yang menjadi Perdana Menteri di Mesir, maka Tuhan pun "mengalihkan" warisan itu bagi kedua anak Yusuf, yaitu Efraim dan Manasye.

Karena yang terpenting di sini adalah genapnya angka 12 itu. Dalam Wahyu 7 tidak disebutkan nama Dan dan Efraim, sedangkan Lewi dan Yusuf kembali disebut, karena kedua nama ini telah dihapuskan dari kolong langit atas dosa-dosa mereka pada masa kerajaan Yerobeam bin Nebat, namun bukan berarti mereka tidak mendapat bagian Kerajaan Sorga. Angka 12 merupakan angka perkalian 3 x 4, yang merujuk kepada hubungan Tuhan dengan Manusia, di mana angka 3 adalah angka Tuhan dan angka 4 adalah angka Alam Semesta.

Yusuf secara urutan kelahiran memang adalah Anak Ke-11, akan tetapi Tuhan telah menjadikan Dia sebagai yang tersulung. Dan Lewi adalah Anak ke-3, tetapi Tuhan mengambil dia sebagai Anak Sulung kepunyaan Tuhan. Kita jangan heran, sebab pengertian "Anak Sulung" di sini memiliki definisi/kamarnya masing-masing.

Adapun anak-anak Yakub ada 12, sedangkan Dina, anak perempuan Yakub, tidak dihitung sebagaimana kebiasaan orang Israel, tidak menyebut nama anak perempuan:

1. Ruben

2. Simeon

3. Lewi

4. Yehuda

5. Isakhar

6. Zebulon

7. Dan

8. Naftali

9. Gad

10. Asyer

11. Yusuf

12. Benyamin

Sedangkan, yang menerima Tanah Pusaka itu adalah sebagai berikut:

+ Lewi sebagai Imam di Rumah Tuhan

1. Ruben

2. Simeon

3. Isakhar

4. Yehuda

5. Zebulon

6. Benyamin

7. Dan

8. Naftali

9. Gad

10. Asyer

11. Efraim (anak Yusuf)

12. Manasye (anak Yusuf)

Yusuf menerima dua Tanah Pusaka, yang masing-masing diberikan atas nama anak-anaknya. Lagi pula, kedua anak Yusuf ini telah diangkat sebagai anak oleh Yakub.

300 - 400 tahun setelah Tanah itu dibagi-bagi. Mulailah orang Israel berkeinginan untuk memiliki seorang Raja (sekitar tahun 3.000 umur manusia) yang sudah dibahas sebelumnya.

Raja pertama, adalah Raja Saul, dari Suku Benyamin. Ia memerintah 40 tahun lamanya

Raja Kedua, Isyboset namun dia overlap (sama-sama berkuasa) dengan Daud. Di mana Isyboset meneruskan Takhta Kerajaan ayahnya. Sedangkan Daud selain karena Saul telah dipecat, ia telah dipilih Tuhan, dan kemudian segenap orang Yehuda mengangkat ia menjadi raja. Barulah setelah Isyboset meninggal yang menyebabkan kosongnya pemerintahan, segenap tua-tua Israel dan orang Israel mengangkat Daud sebagai raja yang memang sudah mereka nanti-nantikan.

Daud memerintah selama 7 tahun 6 bulan di Hebron dan selama 33 tahun atas seluruh Israel.

Raja Ketiga, yaitu Raja Salomo. Raja yang penuh dengan Hikmat. Namun karena ia menikahi wanita kafir menyebabkan dirinya terjerumus dalam penyembahan berhala juga, Tuhan pun ingin memecat raja Salomo tetapi karena janji-Nya kepada Daud, maka Ia memilih alternatif lain. Tuhan kemudian berjanji untuk menyerahkan Kerajaan itu kepada orang lain dan menyisakan bagi dia suku Yehuda saja. Tetapi hal itu tidak berlangsung pada masa pemerintahan Salomo, karena janji-Nya kepada Daud mengenai anaknya Salomo, melainkan Tuhan akan membuat Kerajaan itu pecah setelah uzurnya raja Salomo.

Raja Keempat, mulailah anak Salomo, yang bernama Rehabeam memerintah, namun Kerajaan itu terpecah, sesuai dengan titah Tuhan! Di mana Kerajaan yang dominan (unggul, didukung 10 suku, Kerajaan Utara) dipegang oleh Yerobeam anak Nebat sebagai raja yang disebut sebagai Kerajaan Israel sedangkan kerajaan Daud hanya didukung oleh Yehuda, Benyamin dan juga memasuki teritori Simeon (Kerajaan Selatan), kerajaannya dikenal sebagai Kerajaan Yehuda. Namun khusus Suku Simeon nampaknya suku ini sudah "tercerai-berai" dan hijrah ke daerah Manasye. Sangat tepat bila pada zaman Rehabeam Kerajaan Israel ini tepecah, sebab ia hidup dengan penuh kejahatan, salah satunya adalah menolak nasihat para tua-tua mengenai permintaan orang Israel, ia lebih mendengarkan nasihat orang muda yang sebaya dengan dirinya (1 Raja 12:6-11)

Jadi ada Kerajaan Israel (Yerobeam) dan Kerajaan Yehuda (Daud). Kerajaan Israel beribukota di Samaria, dan Kerajaan Yehuda beribukota di Yerusalem.

Namun berbeda dengan Kerajaan Yehuda, Kerajaan Israel ini kerap kali mengalami pergantian pemerintahan, tidak stabil seperti Kerajaan Yehuda yang turun temurun ditakhtai oleh anak-anak Daud.

Kita jangan heran, sebab Tuhan telah berjanji untuk mengokohkan Kerajaan Daud sampai selama-lamanya, sehingga keturunan Daud tidak sedikitpun lengser dari kursi pemerintahan. Sedangkan keturunan Yerobeam dan Yerobeam sendiri harus musnah (dibinasakan) akibat dosa-dosa mereka. Yerobeam tidak taat pada firman Tuhan, ia mengajarkan orang Israel penyembahan baru dengan membuatkan bagi mereka dua patung emas lembu jantan (1 Raja 12:28-30). Sedangkan keturunan-keturunan Daud ada juga yang hampir-hampir membuat kesabaran Tuhan habis, namun janji Tuhan tidak sedikit pun Ia ingkari, sehingga Ia tidak memusnahkan keturunan Daud yang dapat berakibat tidak adanya lagi anak-anak Daud yang tersisa (nama Daud dibinasakan) sebagaimana Yerobeam.

Kerajaan Israel cenderung dan semua raja dalam dinasti itu merupakan orang-orang jahat, berbeda dengan Kerajaan Yehuda yang cenderung memiliki raja-raja yang setia bahkan di penghujung kerajaan itu.

Berikut adalah daftar raja-raja Israel:

1. SAUL BIN KISH

 

Saul, ia berkuasa selama 40 tahun lamanya (KPR  13:21)

2. ISYBOSET BIN SAUL

Isyboset, anak Saul. Ia berumur 40 tahun waktu menjadi raja dan 2 tahun lamanya ia memerintah (2 Sam. 2:10)

DAUD BIN ISAI

Isyboset overlap (sama-sama berkuasa) dengan Daud, namun Daud secara khusus berkuasa di Hebron. Tetapi setelah kematian Isyboset, untuk mengisi kekosongan pemerintahan, ia diangkat menjadi raja. Jadi lama Daud memerintah adalah 40 tahun juga. Di Hebron selama 7 tahun dan atas Israel selama 33 tahun. (2 Sam. 5:4-5)

3. SALOMO BIN DAUD

Salomo, anak Daud. Ia memerintah selama 40 tajun juga (1 Rj . 11:42).

Kemudian pada Kerajaan Keempat, mulailah Kerajaan itu terpecah:

* (a) untuk Yehuda dan (b) untuk Israel

1a. REHABEAM BIN SALOMO

Rehabeam, anak Salomo.

Umur: 41 tahun, Lama berkuasa: 17 tahun (1 Rj. 14:21).

Ia hidup jahat dihadapan Tuhan. Salah satu penyebab kerajaan itu pecah karena ketidakinginan Rehabeam meringankan pajak yang ditanggungkan oleh Salomo kepada rakyat. Alih-alih meringankan, Rehabeam justru semakin memperberat tanggungan pajak rakyat Israel. Rehabeam lebih mendengarkan nasihat anak-anak muda yang sebaya dengannya dibandingkan dengan tua-tua Israel yang lebih berpengalaman.

1b. YEROBEAM BIN NEBAT

Yerobeam, ia seorang Efraim, yang awalnya bekerja sebagai pegawai Rehabeam.

Lama berkuasa: 22 tahun (1 Rj. 14:20).

Sewaktu itu, Yerobeam mewakili rakyat Israel berbicara kepada raja Rehabeam untuk meringankan beban mereka. Namun Rehabeam tidak mendengarkannya dan setelah itu orang Israel berubah hati dan memilih Yerobeam untuk menjadi raja atas mereka. (2 Taw. 10:3)

Ketika itu, nabi Ahia mengunjunginya dan berkata:

* 1 Raja-raja 11,

30 Ahia memegang kain baru yang di badannya, lalu dikoyakkannya menjadi dua belas koyakan;

31 dan ia berkata kepada Yerobeam: "Ambillah bagimu sepuluh koyakan, sebab beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Sesungguhnya Aku akan mengoyakkan kerajaan itu dari tangan Salomo dan akan memberikan kepadamu sepuluh suku.

32 Tetapi satu suku akan tetap padanya oleh karena hamba-Ku Daud dan oleh karena Yerusalem, kota yang Kupilih itu dari segala suku Israel.

33 Sebabnya ialah karena ia telah meninggalkan Aku dan sujud menyembah kepada Asytoret, dewi orang Sidon, kepada Kamos, allah orang Moab dan kepada Milkom, allah bani Amon, dan ia tidak hidup menurut jalan yang Kutunjukkan dengan melakukan apa yang benar di mata-Ku dan dengan tetap mengikuti segala ketetapan dan peraturan-Ku, seperti Daud, ayahnya.

34 Bukan dari tangannya akan Kuambil seluruh kerajaan itu; Aku akan membiarkan dia tetap menjadi raja seumur hidupnya, oleh karena hamba-Ku Daud yang telah Kupilih dan yang tetap mengikuti segala perintah dan ketetapan-Ku.

35 Tetapi dari tangan anaknyalah Aku akan mengambil kerajaan itu dan akan memberikannya kepadamu, yakni sepuluh suku.

36 Dan kepada anaknya akan Kuberikan satu suku, supaya hamba-Ku Daud selalu mempunyai keturunan di hadapan-Ku di Yerusalem, kota yang Kupilih bagi-Ku supaya nama-Ku tinggal di sana.

37 Maka engkau ini akan Kuambil, supaya engkau memerintah atas segala yang dikehendaki hatimu dan menjadi raja atas Israel.

38 Dan jika engkau mendengarkan segala yang Kuperintahkan kepadamu dan hidup menurut jalan yang Kutunjukkan dan melakukan apa yang benar di mata-Ku dengan tetap mengikuti segala ketetapan dan perintah-Ku seperti yang telah dilakukan oleh hamba-Ku Daud, maka Aku akan menyertai engkau dan Aku akan membangunkan bagimu suatu keluarga yang teguh seperti yang Kubangunkan bagi Daud, dan Aku akan memberikan orang Israel kepadamu.

39 Dan untuk itu Aku akan merendahkan keturunan Daud, tetapi bukan untuk selamanya."

Namun belakangan Yerobeam hidup dengan penuh dosa. Hal ini diawali dengan kebiasaan orang Israel mempersembahkan korban sembelihannya di Yerusalem, yang tidak lain adalah kota Kerajaan Daud, ia takut jangan sampai hati mereka terpikat kembali dengan Rehabeam yang sempat mengecewakan mereka, lalu berbalik setia kepada raja Rehabeam. Sehingga Yerobeam pun membuatkan dua patung lembu untuk menjadi allah mereka, yang satu ia taruh di Betel dan yang lain ditempatkannya di Dan. Penyembahan berhala inilah yang kemudian membuat nama Efraim dan Dan dihapus dari kolong langit.

Tuhan telah "terlanjur" berjanji kepaa Daud untuk mengokohkan Kerajaannya sampai selama-lamanya, sehingga Tuhan pun tidak dapat melanggar janji-Nya itu. Di sinilah kita bisa melihat kesetiaan dan kekonsistenan Tuhan. Sekali pun raja-raja Yehuda ada juga yang berdosa, namun Tuhan tetap mengingat janji-Nya:

* 1 Raja-raja 15,

4 Tetapi oleh karena Daud maka TUHAN, Allahnya, memberikan keturunan kepadanya di Yerusalem dengan mengangkat anaknya menggantikan dia dan dengan membiarkan Yerusalem berdiri,

5 karena Daud telah melakukan apa yang benar di mata TUHAN dan tidak menyimpang dari segala yang diperintahkan-Nya kepadanya seumur hidupnya, kecuali dalam perkara Uria, orang Het itu.

2a. ABIAM BIN REHABEAM

Abiam atau Abia, anak Rehabeam. Ia berkuasa pada tahun ke-18 Yerobeam.

Lama berkuasa: 3 tahun (1 Raja 15:3). Ia hidup sebagaimana ayahnya.

3a. ASA BIN ABIAM

Asa, anak Abiam. Ia berkuasa pada tahun ke-20 Yerobeam.

Lama berkuasa: 40 tahun (1 Raja 15:10).

Ia hidup sebagai orang benar. Ia mulai menjauhkan orang Israel dari pelacuran bakti (semburit bakti) dan bahkan memecat Maakha, neneknya, dari pangkat ibu suri, untuk menghindari penyembahan berhala di lingkungan Kerajaan Yehuda. (11-15)

2b. NADAB BIN YEROBEAM

Nadab, anak Yerobeam. Ia baru berkuasa pada tahun ke-2 pemerintahan Aza.

Lama berkuasa: 2 tahun (1 Rjm 15:25).

Seperti ayahnya, ia juga berlaku jahat. Lalu ia dibunuh oleh Baesa.

3b. BAESA BIN AHIA

Baesa, dari suku Isakhar. Berkuasa tahun ke-3 pemerintahan Aza.

Lama berkuasa: 24 tahun. (1 Rj. 15:33)

Ia membinasakan keturunan Yerobeam sebagaimana titah Tuhan (1 Rj. 14:10).

Sehingga Kerajaan Israel telah berpindah tangan, dari Yerobeam orang Efraim, ke Baesa orang Isakhar.

Baesa hidup sebagaimana Yerobeam, sehingga Tuhan pun berjanji untuk membinasakan dia dan serta keturunannya sebagaimana Yerobeam anak Nebat itu.

4b. ELA BIN BAESA

Ela, anak Baesa, berkuasa tahun ke-26 pemerintahan Aza.

Lama berkuasa: 2 tahun. (1 Rj. 16:8)

Ela dibunuh oleh Zimri, yang kemudian menjadi raja atas Israel.

5b. ZIMRI

Zimri, seorang panglima setengah pasukan kereta, yang membinasakan seluruh keluarga Baesa. Berkuasa pada tahun ke-27 Aza.

Ia memerintah tujuh hari lamanya dengan insiden "bunuh diri" karena orang Israel menolak ia menjadi raja. Orang Israel menobatkan Omri, panglima tentara, sebagai raja mereka. Segera setelah Omri dan seluruh Israel mengepung Tirza, Zimri pun membakar puri istana raja sedang dirinya sendiri ada di dalam puri itu. (1 Rj. 16:18)

6b. OMRI VS TIBNI BIN GINAT

Omri overlap dengan Tibni bin Ginat. Sebab sewaktu itu Kerajaan Israel terpecah lagi menjadi dua, yaitu satu berpihak kepada Omri sedangkan yang lain berpihak kepada Tibni.

Tetapi karena pasukan Omri jauh lebih kuat, maka Omri pun dinobatkan menjadi raja tunggal.

Ia baru memerintah full pada ke-31 tahun pemerintahan Aza. Lama ia berkuasa: 6 tahun di Tirza, dan 6 tahun di Israel. Ia hidup jauh lebih berdosa dibandingkan dengan raja-raja sebelumnya.

7b. AHAB BIN OMRI

Ahab, anak Omri. Berkuasa pada tahun ke-38 Aza.

Suami dari Izebel, pembunuh nabi-nabi Tuhan. Nabi-nabi Tuhan nampaknya untuk pertama kali di bunuh pada zaman ratu Izebel ini.

Ahab jauh lebih berdosa lagi. Tetapi kalau diperhatikan dengan seksama maka sebenarnya isterinya-lah yang mengakibatkan dosanya sangat besar. Di mana Ahab sangat sering meminta nasihat isterinya yang jahat itu.

Kemudian diutuslah nabi Elia kepada Ahab. Ia berkuasa selama 25 tahun lamanya.

4a. YOSAFAT BIN AZA

Yosafat, anak Aza, raja Yehuda. Ia memerintah pada tahun ke-4 Ahab.

Umurnya sewaktu itu: 35 tahun. Lama berkuasa: 25 tahun (1 Rj. 22:42).

Ia hidup sebagai orang benar, sebagaimana Aza, ayahnya. Pada waktu itu Edom takluk di tangannya sehingga Edom tidak memiliki raja.

8b. AHAZIA BIN AHAB

Ahazia, anak Ahab. Ia berkuasa pada tahun ke-17 Yosafat.

Lama berkuasa: 2 tahun.

Ia hidup sebagaimana ayah dan ibunya.

Ia OVERLAP dengan Yoram, saudaranya, yang berkuasa setahun kemudian. Dan lama berkuasa: 12 tahun (2 Rj. 3)

Kemudian Tuhan mengutus seorang lain, yang bernama Yehu untuk diurapi sebagai raja Israel yang baru. (Lanjut ke 9B).

5a. YORAM BIN YOSAFAT

Yoram, anak Yosafat, raja Yehuda. Ia berkuasa pada tahun ke-5 Yoram, anak Ahab, raja Israel.

Umur: 32 tahun. Lama berkuasa: 8 tahun (2 Rj. 8:16).

Di sinilah untuk pertama kalinya Kerajaan Israel dan Kerajaan Yehuda "bersatu". Karena Yoram telah menikahi salah satu anak Ahab, yaitu Atalya, sehingga ia menjadi menantu Ahab.

Pada zaman Yoram ini pula Edom mulai memberontak dan melepaskan diri mereka dari penaklukan Kerajaan Yehuda, lalu mengangkat seorang raja atas mereka sendiri.

FYI, bacanya di sini hati-hati. Karena ada banyak nama-nama yang sama.

6a. AHAZIA BIN YORAM

Ahazia, anak Yoram, cucu Ahab, cicit Omri.

Ia berkuasa pada tahun ke-12 Yoram, anak Ahab raja Israel.

Di ayat lain dikatakan tahun ke-11 yang berarti Ahazia berkuasa 11 tahun sekian bulan yang kemudian digenapi menjadi 12 tahun.

Umur: 22 tahun. Lama berkuasa: 1 tahun.

Ia berlaku jahat sebagaimana keluarga Ahab. Dan bersekutu melawan Hazael, raja Aram, bersama-sama dengan Yoram, pamannya, dari Kerajaan Israel.

9b. YEHU

Yehu, raja Israel dari generasi lain lagi. Setelah Yerobeam, Baesa, Zimri dan Omri dimusnahkan Tuhan.

Lama berkuasa: 28 tahun.

Ia telah diurapi secara spesial oleh Tuhan. Di dalam Alkitab hanya dia saja yang menerima pengurapan minyak ketika hendak diangkat menjadi raja Israel, berbeda dengan Yerobeam, Baesa, Zimri, dan juga Omri.

Hal ini karena Tuhan telah memanggil ia secara khusus untuk membalaskan perbuatan Ahab dan isterinya, Izebel, yang telah membunuh nabi-nabi Tuhan.

Yehu telah berhasil membinasakan seluruh keluarga Ahab, terutama Izebel yang kemudian mayatnya dimakan oleh anjing sebagaimana perkataan Tuhan dulu (1 Rj. 21:23). Dan juga membunuh Ahazia, raja Yehuda, yang melakukan persekongkolan dengan keluarga semenda ayahnya.

Yehu pun telah melakukan perbuatan yang benar dihadapan Tuhan dengan menghapuskan penyembahan berhala dan membunuh seluruh orang Israel yang menyembah kepada Baal. Sehingga Tuhan pun berjanji memberkati dinasti kerajaan Yehu hingga keturunannya yang keempat.

Tetapi kebenaran Yehu tidak terus bertahan, melainkan ia kemudian berlaku jahat seperti Yerobeam sehingga Tuhan pun menggunting beberapa wilayah Israel dengan membiarkan wilayah itu direbut oleh Hazael, raja Aram.

7a. ATALYA BIN AHAB

Ratu Atalya, ibu Ahazia, anak Ahab. Ia melanjutkan pemerintahan Ahaziah, anaknya.

Setelah Ahazia dibunuh oleh Yehu, maka kursi pemerintahan Kerajaan Yehuda kosong. Sedangkan Atalya, anak Ahab dari Kerajaan Israel yang adalah ibu dari Ahazia, berusaha untuk membunuh semua keturunan-keturunan raja. Tetapi beruntung, Yoseba, saudara perempuan Ahazia, menyembunyikan Yoas anak Ahazia yang masih bayi itu, dari tengah-tengah anak raja yang hendak dibunuh oleh Atalya.

Ia disembunyikan di Rumah Tuhan selama enam tahun. Atalya berkuasa penuh di Kerajaan Yehuda selama masa itu. 

Kemudian, pada tahun ketujuh, imam Yoyada mengundang para pasukan seratus dan pasukan bentara penunggu, menyuruh mereka bersumpah untuk menjaga raja selama persiapan penobatan raja Yoas.

Pasca raja Yoas dikeluarkan, berserulah mereka! Dan hal itu di dengar oleh Atalya yang kemudian pergi ke Rumah Tuhan. Atalya yang menyaksikan itu kemudian marah, namun imam Yoyada menyuruh pasukannya mengusir dia dan membunuhnya di istananya sendiri, juga merobohkan rumah Baal yang telah didirikan oleh Atalya.

8a. YOAS BIN AHAZIA

Yoas, anak Ahazia. Ketika Ahazia uzur, ia masih bayi, dan tantenya yang bernama Yoseba menyembunyikan ia untuk menghindarinya dari tangan Atalya, nenek Yoas, yang hendak membunuh anak-anak raja.

Yoas mulai menjadi raja di usianya yang ke-7 tahun, yaitu 7 tahun pemerintahan Yehu, raja Israel.

Ia berkuasa selama 40 tahun lamanya.

Ia melakukan apa yang benar di mata Tuhan. Hanya saja ia tidak mengandalkan kekuatan Tuhan ketika Hazael, raja Aram, yang telah merebut Gat dan berencana untuk merebut Yerusalem juga, ia memilih mengandalkan dirinya sendiri, bahkan mempersembahkan upeti kepada Hazael dari hasil persembahan raja-raja sebelumnya, yakni Yoram, Yosafat dan Ahazia, dan juga persembahan miliknya sendiri serta emas-emas yang ada dalam perbendaharaan Tuhan. Semuanya ia serahkan kepada Hazael untuk membatalkan niatnya merebut Yerusalem.

Hal inilah yang kemudian menyebabkan ia dibunuh oleh pegawai-pegawainya. Dan mengangkat Amazia, anaknya, menjadi raja menggantikan dia.

10b. YOAHAS BIN YEHU

Yoahas, anak Yehu, raja Israel. Ia adalah keturunan pertama Yehu.

Ia berkuasa pada tahun ke 23 pemerintahan Yoas, raja Yehuda.

Lama berkuasa: 17 tahun.

Ia hidup sebagaimana keluarga Yerobeam bin Nebat.

11b. YOAS BIN YOAHAS BIN YEHU

Yoas, anak Yoahas, keturunan kedua Yehu, menjadi raja atas Israel.

Ia memerintah pada tahun ke-37 zaman Yoas, raja Yehuda.

Lama berkuasa: 16 tahun.

Pada zaman Yoas, matilah Elisa, nabi Tuhan itu. Hal ajaib terjadi dikuburan Elisa. Ketika orang-orang sedang dalam perjalanan menguburkan mayat, mereka melihat gerombolan orang Moab dan melarikan diri sedangkan mayat yang mereka bawa terpaksa dicampakkan di kuburan Elisa. Saat mayat itu menyentuh tulang-tulang Elisa, maka terbangunlah ia, berdiri dan bangkit kembali.

9a. AMAZIA BIN YOAS

Amazia, anak Yoas, menjadi raja Yehuda. Ia berkuasa pada tahun ke-2 Yoas.

Umur: 25 tahun. Lama berkuasa: 29 tahun.

Ia hidup benar sebagaimana ayahnya Yoas. Ia membunuh Yozakar dan Yozabad, yang telah membunuh ayahnya. Sedangkan anak-anak mereka tidak ia bunuh sebagaimana Taurat Musa.

Ketika ia berhasil mengalahkan Edom, ia mengajak Yoas, raja Israel, untuk mengadu tenaga dengannya. Yoas menolak karena menganggap Amazia hanya kesenangan karena telah berhasil menaklukkan Edom. Namun Amazia tetap bersikukuh untuk menantang Yoas, maka majulah Yoas dan memukul kalah Kerajaan Yehuda.

Setelah Yoas mati, 15 tahun lamanya Amazia masih hidup. Namun ia kemudian dibunuh oleh rakyatnya, karena dianggap telah mempermalukan orang Yehuda. Lalu mengangkat Azarya, anaknya, menjadi raja menggantikan dia.

12b. YEROBEAM BIN YOAS BIN YOAHAS BIN YEHU

Yerobeam, anak Yoas, keturunan ketiga Yehu, menjadi raja atas Israel.

Lama berkuasa: 41 tahun. Pada tahun ke-15 Amazia.

Pada masa Yerobeam, kota-kota Israel yang sempat direbut oleh Hazael didapatkan kembali. Selama tiga kali berturut-turut sesuai dengan nubuat Elisa, mereka berhasil mengalahkan orang  Aram.

10a. AZARYA BIN AMAZIA

Azarya atau Uzia, anak Amazia, mejadi raja Yehuda. Ia berkuasa pada tahun ke-27 Yerobeam.

Umur: 16 tahun. Lama berkuasa: 52 tahun.

Ia hidup benar dihadapan Tuhan sebagaimana ayahnya. Kerajaannya sangat makmur dan ia mampu untuk melunasi hutang-hutang raja-raja sebelumnya. Namun karena ia telah bertindak ceroboh, yaitu mengerjakan jabatan imam (membakar ukupan) yang tidak seharusnya ia kerjakan, Tuhan pun menimpakan tulah kepada raja, sehingga ia sakit kusta dan tinggal dalam rumah pengasingan dan Yotam, anaknya, menggantikan dia menjadi raja. (2 Taw. 26:18)

Pada lama pemerintahannya, ia tidak menyingkirkan bukti-bukit pengorbanan yang menjadi kekejian di mata Tuhan.

13b. ZAKHARIA BIN YEROBEAM BIN YOAS BIN YOAHAS BIN YEHU

Zakharia, anak Yerobeam, keturunan keempat Yehu. Ia berkuasa pada tahun ke-38 Azarya.

Lama berkuasa: 6 bulan.

Ia melakukan apa yang jahat di mata Tuhan sehingga ia pun dibunuh oleh Salum bin Yabesh, maka berakhirlah dinasti kerajaan Yehu.

* 2 Raja-raja 15:12,

Bukankah begini firman TUHAN yang diucapkan-Nya kepada Yehu: "Anak-anakmu sampai kepada keturunan yang keempat akan duduk di atas takhta Israel!" Dan terjadilah demikian.

14b. SALUM BIN YABESH

Salum bin Yabesh memerintah pada tahun ke-39 Uzia. Uzia ini adalah nama lain dari Azarya, memiliki dua nama adalah hal yang tidak asing dikalangan orang Israel.

Lama berkuasa: Sebulan.

Ia dibunuh oleh Menahem bin Gadi.

15b. MENAHEM BIN GADI

Menahem bin Gadi, setelah ia membunuh Salum, ia pun menduduki takhta Kerajaan Israel.

Lama berkuasa: 10 tahun.

Sikap jahatnya itu menyebabkan ia tidak disukai oleh rakyat Israel. Dalam kunjungannya ke Tifsah, ia memusnahkan orang di kota itu karena tidak mau menerima dia dan membelah semua perut perempuan yang hamil di sana. (2 Rj. 15:16)

Mehanem juga memaksa dan membebani rakyat Israel untuk mengumpulkan uang guna memberi upeti kepada Pul, raja Asyur yang tidak lain ia gunakan juga untuk memperkuat kepolitisannya.

16b. PEKAHYA BIN MEHANEM

Pekahya, anak Mehanem. Ia menjadi raja atas Israel pada tahun ke-50 Uzia/Azarya.

Lama berkuasa: 2 tahun.

Kemudian ia dibunuh oleh perwiranya sendiri bernama Pekah bin Remalya.

17b. PEKAH BIN REMALYA

Pekah bin Remalya. Setelah membunuh raja Pekahya, ia menduduki kursi Kerajaan Israel. Yaitu pada tahun ke-52 Azarya.

Lama berkuasa: 20 tahun.

Tiglat-Pilezer, raja Asyur, kemudian menyerang Israel dan merebut kota-kotanya, seluruh Naftali itu, lalu mengangkut orang-orangnya ke Asyur, ke dalam pembuangan. (2 Rj. 15:29)

Kemudian Hosea bin Ela membunuh Pekah bin Remalya, lalu menggantikan dia menjadi raja.

11a. YOTAM BIN UZIA

Yotam anak Azarya menjadi raja pada tahun ke-2 Pekah anak Remalya.

Usia: 25 tahun. Lama berkuasa: 16 tahun.

Ia hidup benar dihadapan Tuhan. Namun sampai saat ini bukit pengorbanan yang menjadi kekejian di hati Tuhan itu belum juga ia singkirkan.

12a. AHAS BIN YOTAM

Ahas anak Yotam. Ia menjadi raja Yehuda pada tahun ke-17 Pekah anak Remalya.

Umur: 20 tahun. Lama berkuasa: 16 tahun.

Berbeda dengan ayah dan bapa leluhurnya, Daud, ia hidup layaknya raja-raja di Israel, bahkan ia mempersembahkan anaknya sendiri sebagai korban dalam api, sebagaimana bangsa-bangsa yang dihalau oleh Tuhan. Ia mempersembahkan korbannya di bukit pengorbanan yang menjadi kekejian di hati Tuhan. (2 Rj. 16:3)

Ketika raja Israel dan raja Aram menyerangnya dan menakut-nakuti ia, dan hendak melengserkan kerajaan Daud, ia meminta pertolongan kepada Tiglat-Pilezer, dan mempersembahkan upeti kepada Tiglat yang ia ambil dalam pembendaharaan Rumah Tuhan. Walau pun Tuhan sudah mengutus Nabi Yesaya, bahkan telah memberikan tanda bahwa hal itu sekali-kali tidak akan terjadi, tanda itu adalah tanda yang sering kita dengar, mengenai keturunan itu:

* Yesaya 7:14,

Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel.

Demi raja Asyur, Ahas mengganti segala perabotan di Rumah Tuhan. Ia bukan saja telah menggantinya dalam arti simbolik, melainkan ia telah memalingkan hatinya dan hati rakyat-rakyat Yehuda untuk menyembah dewa-dewi orang Asyur. Ia menganggap raja Asyur sebagai sumber pertolongannya dan menyingkirkan Tuhan sebagai pusat kehidupannya. Pada bagian ini kita bisa melihat bagaimana secara praktis Bait Tuhan ditutup pada zaman raja Ahas.

18b. HOSEA BIN ELA

Hosea bin Ela, menjadi raja atas Israel setelah ia membunuh Pekah anak Remalya. Ia menjadi raja pada tahun ke-12 Ahas.

Lama berkuasa: 9 tahun.

Ia melakukan apa yang jahat di mata Tuhan. Namun kekuasaannya takluk di tangan Salmaneser, raja Asyur. Sehingga ia harus membayar upeti setiap tahun kepadanya.

Setelah itu Hosea mengadakan kesepakatan kepada So, raja Mesir supaya ia dibebaskan dari beban itu. Hal tersebut kemudian diketahui oleh raja Salmaneser yang lalu menangkap raja Hosea dan membelenggunya dalam penjara.

Salmaneser mengepung Samaria tiga tahun lamanya lalu berhasil menaklukkan ibukota Kerajaan Israel itu dan mengangkut semua warganya ke Asyur, ke dalam pembuangan.

* 2 Raja-raja 17,

7 Hal itu terjadi, karena orang Israel telah berdosa kepada TUHAN, Allah mereka, yang telah menuntun mereka dari tanah Mesir dari kekuasaan Firaun, raja Mesir, dan karena mereka telah menyembah allah lain,

8 dan telah hidup menurut adat istiadat bangsa-bangsa yang telah dihalau TUHAN dari depan orang Israel, dan menurut ketetapan yang telah dibuat raja-raja Israel.

Raja Asyur kemudian mengangkut orang dari Babel, dari Kuta, dari Awa, dari Hamat dan Sefarwaim, lalu menyuruh mereka diam di kota-kota Samaria menggantikan orang Israel; maka orang-orang itu pun menduduki Samaria dan diam di kota-kotanya. (ay. 24)

Ketika orang-orang itu baru tinggal di sana, mereka tidak takut kepada YHWH, Allahnya orang Israel, karena itu YHWH pun memberikan singa-singa kepada mereka sehingga beberapa diantara mereka mati diterkam singa-singa itu.

Lalu orang-orang memberikan laporan kepada raja Asyur, bahwa Allah dalam negeri itu tidak dikenali oleh orang-orang yang diangkut masuk ke Israel, sehingga mereka pun ditimpa musibah. Akhirnya raja Asyur memberi perintah untuk mengirimkan seorang imam Israel yang akan mengajari orang-orang pendatang itu bagaimana menyembah Allah yang bernama YHWH dengan benar.

Orang-orang asing itu menerima pengajaran imam tersebut, tetapi mereka tidak dapat melepaskan diri dari penyembahan berhala mereka sehingga mereka tetap mendirikan patung dan menyembahnya disampingnya menyembah YHWH Yang Maha Esa.

13a. HIZKIA BIN AHAS

Hizkia anak Ahas. Ia menjadi raja Yehuda pada tahun ke-3 zaman Hosea.

Umur: 25 tahun. Lama berkuasa: 29 tahun.

Ia merupakan type Daud. Dia-lah yang kemudian menjauhkan bukit-bukit pengorbanan dan menghancurkan tugu-tugu berhala dan juga membakar ular tembaga (Nehustan) yang dulu dibuat Musa, yang dijadikan relict penyembahan oleh orang-orang Israel.

Ia berpegang teguh pada Tuhan, tidak menyimpang sedikitpun sehingga Tuhan menyertai kemana pun ia berperang. Ia memberontak kepada raja Asyur dan tidak lagi takluk kepadanya. Dan dia pulalah yang mengalahkan Palestina dan Gaza dan memusnahkan seluruh isinya. 

Ketika Sanherib mengancam Hizkia untuk menyerahkan diri dan takluk kepadanya, Sanherib merendahkan, melecehkan dan menghujat nama Tuhan dengan mengatakan bahwa ia mampu menaklukkan Yehuda sekali pun ada tangan kuat dibelakangnya. Sanherib menyamakan YHWH dengan allah bangsa-bangsa yang telah ia remukkan. Atas hal itu, Hizkia melaporkannya kepada Yesaya, salah seorang nabi Tuhan dan Tuhan mengirim Malaikat-Nya untuk melawan orang-orang Asyur itu dan dikatakan lagi, orang-orang Asyur itu dibunuh oleh anak-anak mereka sendiri.

Dalam kunjungan orang Babel kepada Hizkia, Hizkia menyambut mereka dengan baik dan memperlihatkan seluruh kepunyaan kerajaannya. Namun hal itu justru menjadi jerat bagi dia, sebab nabi Yesaya mengatakan bahwa akan ada suatu masa di mana orang Babel itu akan merebut semua kepunyaan Kerajaan Yehuda tanpa ada satu pun yang dilewatkan. (2 Raja 20:17-18)

14a. MANASYE BIN HIZKIA

Umur: 12 tahun. Lama berkuasa: 25 tahun.

Ia melakukan apa yang jahat di mata Tuhan, bahkan sangat-sangat jahat. Sebab selain ia telah mendirikan kembali bukit-bukit pengorbanan dan tugu-tugu berhala, ia juga telqh mempersembahkan anaknya, melakukan ramal dan telaah, memanggil arwah, memanggil roh peramal dan bahkan mencurahkan darah orang yang tidak bersalah. Sehingga Tuhan pun menolak juga Kerajaan Yehuda dan berjanji untuk membuang mereka sebagaimana Ia telah membuang Kerajaan Israel dari hadapan-Nya.

15a. AMON BIN MANASYE

Umur: 22 tahun. Lama berkuasa: 2 tahun.

Ia melakukan pula apa yang jahat di mata Tuhan sebagaimana ayahnya. Dan pegawai-pegawainya kemudian bersepakat untuk melawan dan membunuhnya. Tetapi rakyat Yehuda marah lalu membunuh juga pegawai-pegawai itu dan mengangkat Yosia anak Amon, menjadi raja.

16a. YOSIA BIN AMON

Umur: 8 tahun. Lama berkuasa: 31 tahun.

Pada tahun ke-18 pemerintahannya, ia memerintahkan imam Hilkia memperbaiki kerusakan pada Bait Tuhan. Dan ketika sedang melakukan renovasi itu, Hilkia menemukan kitab Taurat Musa lalu memberikannya kepada Safan, panitera negara, lalu Safan pun membaca isi kitab itu.

Safan kemudian melaporkan hasil temuannya tersebut kepada raja Yosia, dan membacakannya di depannya. Ketika raja mendengarkan isi Kitab itu, mengertilah raja bahwa kehangatan murka Tuhan telah terjadi atas pemberontakan mereka selama ini. Ia kemudian mengoyakkan pakaiannya, menangis dan menyesali, ia merendakan diri di hadapan Tuhan atas perbuatan-perbuatan orang Yehuda selama ini. Ia juga mengutus hamba-hambanya kepada Hulda, seorang nabiah, untuk meminta petunjuk dari Tuhan.

Tuhan mengapresiasi penyesalan Yosia sehingga Ia pun memberkatinya dan segera mengumpulkannya dengan nenek moyangnya dalam keadaan damai, tanpa melihat malapetaka yang akan Tuhan datangkan.

Yosia mengadakan pembaruan-pembaruan setelah itu, salah satunya adalah merayakan Hari Paskah. Tepat 18 tahun pemerintahan Yosia, Paskah mulai dirayakan lagi setelah terakhir pada zaman Hakim-hakim.

Sekali pun Yosia, satu-satunya raja yang telah berbalik kepada Tuhan dengan segenap hati, jiwa dan kekuatannya. Namun hal itu tidak mengubah keputusan Tuhan untuk membuang mereka atas dosa-dosa Manasye.

Setelah itu, Yosia pun meninggal di tangan Firaun Nekho, raja Mesir.

17a. YOAHAS BIN YOSIA

Umur: 23 tahun. Lama berkuasa: 3 bulan.

Ia melakukan apa yang jahat di mata Tuhan. Saat itu Nekho, raja Mesir berkuasa atas Yehuda. Sedangkan raja Yoahas dikurung di Ribla. Raja Mesir kemudian mengangkat Elyakim, saudaranya, menjadi raja di Yehuda dan mengganti namanya menjadi Yoyakim.

Orang Yehuda harus menyerahkan upeti kepada raja Nekho. Untuk mencukupi permintaan itu, maka Yoyakim mengeluarkan ketetapan pajak.

18a. YOYAKIM BIN YOSIA

Umur: 25 tahun. Lama berkuasa: 11 tahun.

Ia melakukan apa yang jahat di mata Tuhan. Kerajaan Asyur sudah tidak ada lagi, kemungkinan telah ditaklukan oleh raja Mesir pasca perang yang mengakibatkan Yosia mati. Dan Kerajaan Mesir kemudian juga telah takluk di tangan Nebukadnezar, raja Babel yag akhirnya dapat menaklukkan Kerajaan Yehuda.

Tuhan menyuruh gerombolan-gerombolan Kasdim, Aram, Moab dan Amon untuk melawan Yoyakim dan menaklukkannya sehingga ia dapat dibuang juga dari hadapan-Nya.

19a. YOYAKHIN BIN YOYAKIM

Umur: 18 tahun. Lama berkuasa: 3 bulan.

Pada tahun kedelapan Kerajaan Babel, raja Nebukadnezar akhirnya berhasil menyerang dan mengepung Yerusalem. Raja Babel merampok segala apa yang dimiliki oleh raja Yehuda sebagaimana nubuat pada Hizkia.

Raja Babel kemudian mengangkut seluruh orang di Yerusalem ke Babel. Hanya orang-orang lemah (miskin) saja yang ia sisakan untuk menjadi petani di sana.

Setelah itu, Nebukadnezar mengangkat Matanya, yang adalah anak Yosia, pamannya sendiri, menjadi raja atas Yehuda. Dan mengganti namanya menjadi Zedekia.

19a. ZEDEKIA BIN YOSIA

Umur: 21 tahun. Lama berkuasa: 11 tahun.

Ia melakukan apa yang jahat di mata Tuhan. Maka pada tahun kesembilan pemerintahan Zedekia,  raja Babel berhasil mengepung Yerusalem dan berakhir pada tahun kesebelas, di mana anak-anak Zedekia disembelih dihadapannya. Setelah itu, mata Zedekia dibutakan dan ia dibelenggu di Babel.

Pada tahun ke-19 pemerintahan Raja Babel, yaitu pada tahun yang sama, Nebuzaradan membakar Rumah Tuhan, rumah raja serta seluruh rumah di Yerusalem.

Segala perabotan di Rumah Tuhan (bahkan pisau, cawan, sendok dan lain-lain) juga dirampok oleh orang-orang Babel, sebagaimana nubuat Yesaya kepada Hizkia, bahwa semua yang dimiliki oleh orang Yehuda dari leluhurnya hingga pada masa itu akan diangkut ke Babel.

Sisa-sisa rakyat yang masih tinggal di situ kembali diangkut dan dibuang. Hanya orang miskin saja yang mereka tinggalkan. Dan setelah itu, diangkatlah seorang Gubernur untuk memerintah di Yehuda, yaitu Gedalya anak Ahikam anak Safan, yang kemudian dibunuh oleh orang-orang Kasdim. Hal itu kemudian membuat orang-orang Yahudi ketakutan, mereka melarikan diri dan tersebar ke pelosok Mesir dan sampai ke seluruh dunia.

Sedangkan Yoyakhin cucu Yosia yang masih hidup sampai pemerintahan Ewil Merodakh, raja Babel, mendapatkan belas kasih dari raja Ewil. Raja Ewil kemudian mengangkat kedudukannya yang sedikit lebih tinggi dari raja-raja Babel dan selalu duduk semeja dengan raja Ewil. Serta mengenai tunjangan dan belanjanya, ditanggung dan masuk dalam anggaran Kerajaan Babel.

Bersambung . . .

7.3 Daud Melawan Raksasa! -- Sejarah Nefilim --

Salah satu prestasi terbesar dalam sejarah kepahlawanan Daud adalah kemampuannya dalam menghabisi raksasa yang bernama Goliat hanya dengan satu buah batu ketapel.

Namun sebelum melangkah ke sejarah Daud tersebut. Sebenarnya kita harus tahu, apa yang mendasari sehingga orang-orang raksasa ada di bumi?

Dalam Kejadian 6:4 jelas dikatakan:

Pada waktu itu orang-orang raksasa ada di bumi, dan juga pada waktu sesudahnya, ketika anak-anak Allah menghampiri anak-anak perempuan manusia, dan perempuan-perempuan itu melahirkan anak bagi mereka; inilah orang-orang yang gagah perkasa di zaman purbakala, orang-orang yang kenamaan.

Pada waktu itu (sebelum air bah) dan juga pada waktu sesudahnya, para raksasa ternyata masih terus eksis. Yaitu ketika anak-anak Elohim menghampiri anak-anak perempuan manusia, yang melahirkan bagi mereka orang-orang kenamaan, yang gagah perkasa.

Ada beberapa penafsiran dengan kata "anak-anak Elohim" di sini. Ada yang berpendapat bahwa kata tersebut ditujukan kepada "anak-anak Set" -- orang benar -- yang kemudian menikahi "anak-anak Kain" -- orang jahat --. 

Tetapi sebagian lagi berpendapat bahwa "anak-anak Elohim" yang dimaksud adalah "Malaikat-malaikat". Seperti ayat di bawah ini:

* Ayub 1:6,

Pada suatu hari datanglah anak-anak Allah menghadap TUHAN dan di antara mereka datanglah juga Iblis.

* Ayub 38:7,

pada waktu bintang-bintang fajar bersorak-sorak bersama-sama, dan semua anak Allah bersorak-sorai?

Memang dan saya paham sepenuhnya bahwa kita pun, orang Kristen, merupakan anak-anak Elohim. Namun kita harus membuka wawasan baru dan memahami bahwa konteks anak-anak Elohim di sini juga ditujukan kepada Malaikat-malaikatNya. Sama seperti kata "anak" bukanlah "secara lahiriah", maka kita pun harus menerima bahwa "Malaikat-malaikat" di sorga juga diakui sebagai Anak-anakNya, bukan dalam lingkup Manusia saja.

Lantas, kalau kita mencoba untuk menelaah isi dalam Kitab Kejadian pasal 6 ayat 4 tersebut. Apakah berarti bahwa "Malaikat-malaikat" (anak-anak Elohim) tersebut telah melakukan persetubuhan dengan "Manusia" (Keturunan Adam)?

Bagaimana caranya? Bukankah Malaikat tidak berjenis kelamin, tidak kawin dan tidak pula dikawinkan? (Mark. 12:25)

Untuk memahami hal ini, maka ada baiknya kita mundur lagi ke zaman yang lebih tua, yaitu pada zaman Yaredh, Generasi ke-6 Manusia, yang hidup pada abad ke-6 tepatnya tahun 622 umur manusia, bapak dari Henokh (Generasi ke-7).

Secara etimologis, Yaredh sendiri berarti: Turun. Entah apa yang mendasari sehingga orang tua Yaredh, yaitu Mahalaleel, menamai anaknya sedemikian. Namun "faktor keadaan" biasanya menjadi alasan, misalkan Peleg, Generasi ke-15 Manusia, yang namanya berarti: Pembagian. Peleg ini dinamakan demikian karena mungkin pada masa itu terjadi gempa tektonik yang kemudian mengakibatkan bumi terbagi-bagi atau mengalami keterpisahan. Selanjutnya dapat saudara baca pada Rumusan #4 Terbentuknya Bahasa dan Negara pada postingan yang lalu.

Dalam Kitab Henokh, walau pun Kitab ini kebenarannya tidak diakui, namun dalam pasal-pasalnya dikatakan bahwa ayahnya dinamakan Yaredh, karena pada masa itu ada banyak Malaikat-malaikat yang turun atas ketidaksetiaan mereka. Sehingga ada yang menghubung-hubungkan ayat Kejadian 6 di atas sebenarnya adalah kelanjutan dari peristiwa tersebut, di mana "ketidaksetiaan" yang dimaksud adalah pemberontakan "Malaikat" yang menyetubuhi Manusia, kemudian dari hasil persetubuhannya itu lahirlah kelompok hybrida, manusia raksasa, manusia setengah malaikat!

Kalau kita membaca dalam Kejadian pasal 5, di situ dijelaskan:

* Kejadian 5:24,

Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah, lalu ia tidak ada lagi, sebab ia telah diangkat oleh Allah.

Pergaulan yang dimaksud mungkin ada hubungannya dengan catatan-cataran apokrif Kitab Henokh, yang menyatakan bagaimana Malaikat mengajarkan Henokh segala sesuatunya sehingga pada masa Henokh ada banyak penemuan-penemuan baru, misalkan "manusia mulai mengenal tulisan", membuat gelang, memanfaatkan emas, dan lain-lain pada masa-masanya, yang kesemuanya itu diajarkan oleh malaikat-malaikat. Sebab untuk semacam "brand new" maka tentu harus ada campur tangan Tuhan langsung sehingga Tuhan pun (karena manusia telah jatuh ke dalam dosa) mengutus Malaikat-malaikatNya sampai digenapi pada Perjanjian Baru dimana Tuhan sendirilah yang mengutus Roh KudusNya untuk menjaga dan membimbing kita, sebab melalui kematian Kristus kita telah diperdamaikan dengan Elohim melalui darah-Nya yang mahal.

Akan tetapi, Malaikat pun dapat undur dan menjual kebenarannya. Hal ini mungkin dipengaruhi oleh Iblis yang sudah jatuh sejak semula. Di mana Iblis tersebut berusaha untuk "mencobai" malaikat-malaikat Tuhan, sama seperti ketika Iblis mencobai Tuhan Yesus di Padang Gurun, yang telah turun menjadi Manusia. Namun Iblis gagal merayu Yesus Kristus.

Iblis berusaha merayu malaikat-malaikat Tuhan dengan berbagai tipu muslihatnya. Salah satunya dengan menghasut para Malaikat Elohim untuk menyetubuhi Manusia. Hal tersebut sudah pasti membuat malaikat itu berubah seketika menjadi Setan/Iblis, dalam arti mereka telah masuk dalam sekutu Iblis.

Motifnya kenapa harus pakai disetubuhi segala? Yaitu untuk menggagalkan rencana Elohim di bawah ini,

* Kejadian 3:15,

Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya."

Keturunannya, yaitu keturunan manusia itu -- akhirnya Mesias, Kristus Yesus -- akan meremukkan kepala ular -- mengalahkan total --, dan Iblis juga akan meremukkan dia, namun hanya pada bagian tumit.

Nubuat ini merupakan nubuat pertama kali yang tertulis di dalam Alkitab. Tuhan terus mengabarkan berita ini dari masa ke masa, dan semakin jelas hingga akhirnya digenapi dalam kurun waktu 4000 tahun. Iblis takut apabila hal itu terjadi, maka ia pun bertekad untuk menjerumuskan malaikat yang lain ke dalam dosa, terutama dalam dosa perzinahan. Sebab Tuhan mengutus Malaikat untuk mengajari manusia ini dan itu, hal-hal pokok yang harus manusia tahu, tetapi mereka tidak boleh menganggu evolusi manusia apalagi sampai melangkah diluar batas yang telah Tuhan tetapkan -- adanya pembatasan kekuasaan --, salah satunya adalah untuk tidak menikahi manusia-manusia itu.

Guna membatalkan Nubuat di atas, maka mereka perlu untuk "mengotori darah manusia", sehingga gen-gen (secara silsilah) dapat diterangkan pula bahwa Mesias adalah Keturunan Iblis. Namun, sebelum hal itu terjadi dan mewabah, Tuhan pun memusnahkan orang-orang di muka bumi akibat semakin bobroknya keadaan manusia. Rencana Elohim hampir saja "gagal", namun ketahuilah bahwa tidak ada sesuatu pun yang dapat menggagalkan rencana-Nya. Ia selalu punya cara untuk mengubah keadaan sesuai dengan yang diharapkan-Nya. Sehingga air bah pun Ia turunkan, walau pun hal itu sangat menyakitkan hati-Nya sehingga Ia merasa bersedih hati oleh karena kasih-Nya kepada Manusia, tetapi Tuhan berjanji untuk tidak menimpakan hal yang sedemikian menakutkan lagi di masa yang akan datang. Dengan menerbitkan pelangi sehabis hujan yang adalah lambang perjanjian-Nya: bahwa air tidak akan memenggelamkan lagi seluruh isi bumi.

Namun seusai kejadian tersebut, ternyata masih lahir pula sejumlah nefilim-nefilim lain. Iblis selalu punya cara untuk memperdaya manusia, sehingga Daud, yaitu orang yang secara terang-terangan Tuhan nyatakan sebagai nenek moyang Mesias, melalui tangannyalah raksasa-raksasa tersebut dibinasakan dan hingga akhirnya tidak ada lagi "monster-monster" yang sedemikian itu kita lihat lagi di muka bumi. Kebanyakan dari nefilim (yang jatuh, raksasa) berasal dari orang-orang Filistin (Palestina) dan sepertinya mereka sudah betul-betul punah dan dimusnahkan pada zaman Daud, nenek moyang Mesias, sehingga tidak disebutkan lagi pada cerita-cerita Alkitab selanjutnya.

Lalu, apa yang mencegah setan-setan menghasilkan lebih banyak Nefilim pada zaman sekarang? Kelihatannya Elohim telah mengakhiri persetubuhan antara setan-setan dengan manusia dengan menempatkan setan-setan yang melakukan tindakan tsb. dalam jurang yang dalam. Yudas ayat 6 memberitahu kita, “Dan bahwa Ia menahan malaikat-malaikat yang tidak taat pada batas-batas kekuasaan mereka, tetapi yang meninggalkan tempat kediaman mereka, dengan belenggu abadi di dalam dunia kekelaman sampai penghakiman pada hari besar” (Yudas 1:6). Jelasnya, tidak semua roh jahat berada dalam “penjara” pada saat ini, berarti pastilah ada sekelompok roh jahat yang melakukan kejahatan yang lebih keji dibandingkan dengan kejatuhan yang mula-mula. Kemungkinan roh-roh yang bersetubuh dengan manusia perempuan inilah yang “diikat dengan belenggu abadi.” Hal ini akan mencegah lebih banyak roh jahat mencoba melakukan tindakan semacam ini.

Dalam Alkitab juga tertulis demikian:

* Mazmur 82:6,

Aku sendiri telah berfirman: "Kamu adalah allah, dan anak-anak Yang Mahatinggi kamu sekalian. --

Nampaknya hal ini juga masih berhubungan dengan Kejadian 3:15 di atas. Apalagi kalau kita kilas balik (flashback) pada kisah Nimrod, yaitu orang mula-mula yang berkuasa di atas bumi yang sudah pernah saya jelaskan, yang mengatasnamakan dirinya sebagai "Keturunan" yang dimaksud. Jadi sudah sedari awal telah terjadi pengklaiman mengenai siapa sosok keturunan yang dimaksud, dan orang-orang berlomba-lomba untuk mengakuinya. Hal ini kemudian berdampak kenapa harus ada istilah "Anak Tunggal Elohim" yang diberikan kepada Kristus Yesus. Yaitu supaya semua orang tahu bahwa hanya ada satu Anak Rohani dan Keturunan Illahi yang Tuhan berikan kepada Manusia. Dan hal ini kemudian dipertegas oleh-Nya, oleh Bapa Yang di Sorga sendiri:

* Matius 3:17,

"Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan."

Sedangkan dalam Mazmur 82 di atas, kalau kita membaca secara keseluruhan jelas kalimat-kalimat itu merupakan sebuah sindiran.

Jadi itulah sebabnya Yesus disebut sebagai Anak Tunggal. Bukan Anak Bungsu, bukan pula Anak Sulung, dan juga bukan Anak saja tanpa embel-embel. Karena sejarahnya seperti itu.

Selanjutnya mengenai peristiwa di atas dapat saudara baca juga dalam rumusan #3 Air Bah dan Nabi Nuh.

NB:

1. Iblis tahu rencana Tuhan yang telah tersebar itu. Salah satu buktinya ketika Iblis mencobai Yesus, ia mengutiip ayat dalam ... ... 

7.2 Pemecatan Saul dan Pengangkatan Daud sebagai Raja Israel!

Pemberontakan-pemberontakan yang Saul lakukan, seperti melakukan jabatan imam untuk korban persembahan dan juga atas penolakannya menghabisi orang Amalek dan segala isinya (Samuel 13, 15) maka Tuhan pun menyesalkan perbuatan Saul tersebut lalu memecatnya sebagai raja.

Saul telah berubah 360°. Ia yang awalnya berkata "Aku tidak layak menjadi raja" -- kerendahan hati -- telah terbuai dengan hasrat kekuasaan. Ia tidak peduli lagi dengan titah Tuhan yang sangat jelas itu. Hal ini menggambarkan bagaimana kekuasaan dan kekayaan mampu mengubah orang menjadi lebih jahat.

Saul memang telah bertobat setelah itu, namun ia tidak mau sepenuhnya disalahkan. Perhatikan bahwa Saul memakai kata “tetapi…” di dalam ketiga pengakuan dosanya. Dalam ayat 20 dan 21: “Aku memang… tetapi rakyat…” lalu ayat 24: “Aku telah berdosa… tetapi aku takut kepada rakyat…” dan ayat 30: “Aku telah berdosa, tetapi tunjukkanlah juga hormatmu…” Inilah tipe pengakuan dosa palsu. “Memang saya salah, tetapi dia juga salah lho…”. (Pasal 15)

Tuhan kemudian menyuruh Samuel untuk mengisi tabung tanduknya dengan minyak baru untuk mengurapi raja yang akan Tuhan pilih. Yaitu salah satu anak dari Isai, orang Betlehem itu.

Ketika Samuel menguduskan Eliab, anak sulung Isai, ia mengira bahwa orang inilah yang akan Tuhan daulat menjadi raja Israel. Akan tetapi Tuhan berfirman: "Jangan melihat parasnya.... Aku menolaknya sebagai raja. Bukan yang dilihat manusia yang Elohim lihat. Manusia melihat rupa tetapi Tuhan memandang hati." - 1 Samuel 16:7.

Begitulah seterusnya, anak-anak Isai terus lewat dihadapan Samuel tetapi kesemuanya itu ditolak-Nya.  Samuel merasa heran dan kemudian ia menanyakan "Apakah masih ada anak Isai yang lain?", kemudian Isai pun mengatakan bahwa masih ada seorang lagi, yang kesukaannya adalah menggembalakan kambing domba dan ketika ia lewat di depan Samuel, Tuhan pun berkata: "Bangiktlah, urapilah dia, sebab inilah dia." - 1 Samuel 16:12.

Dia itulah Daud, walau pun parasnya masih kemerah-merahan dan elok rupanya, tetapi kalau Tuhan yang berkehendak maka tidak ada yang dapat menghalanginya. Daud seketika itu juga diurapi, dan saat itulah Roh Elohim berkuasa atasnya.

Isai memiliki delapan orang anak, dan Daud ini merupakan anak ke-7 dan juga ke-8. Ketujuh jika hanya dihitung dari saudara-saudara kandungnya (1 Sam. 16:10-11) dan ke delapan apabila dihitung bersama-sama dengan saudara tirinya yang jauh lebih tua darinya (1 Taw. 2:13-15). Jadi secara urutan, anak-anak Isai dari yang tersulung sampai terbungsu seperti di bawah ini:

1. Eliab
2. Abinadab
3. Simea
4. Netaneel
5. Radai
6. Ozem
7. Elihu, (saudara dari lain ibu, 1 Taw. 27:18 dan Kitab Midrasy)
8. Daud.

Daud (G-35) merupakan raja yang berkenan di hadapan Elohim. Sebab bukan tanpa kebetulan Tuhan memilih ia, melainkan sudah sejak semula. Ketika Yakub (G-23) bernubuat untuk anak-anaknya Yakub jelas mengatakan bahwa dari anak-anak Yehuda-lah akan dilahirkan seorang Mesias,

* Kejadian 49:10,
Tongkat kerajaan tidak akan beranjak dari Yehuda ataupun lambang pemerintahan dari antara kakinya, sampai dia datang yang berhak atasnya, maka kepadanya akan takluk bangsa-bangsa.

Sebagai seorang manusia, Daud juga pernah melakukan hal salah terhadap Tuhan. Tetapi pengakuan dosanya itu tulus, ia tidak mencari-cari alasan untuk mengkompromikan atau membela dosanya. Seperti pengakuan dosa Daud dalam 2 Samuel 12:13: “Aku sudah berdosa kepada Tuhan.” Setelah pengakuan dosa langsung diikuti titik. “Saya sudah berdosa.” Titik. Selesai. Daud tidak mengatakan: “Aku sudah berdosa kepada Tuhan, tetapi mengapa Batsyeba mandi di tempat terbuka?” atau “Aku sudah berdosa kepada Tuhan, tetapi sebenarnya hubungan Uria dengan Batsyeba sudah buruk… Batsyeba akan lebih bahagia dengan saya.” Atau “Aku memang sudah berdosa kepada Tuhan, tetapi engkau jangan kurang ajar kepada raja seperti aku dong!” Daud mengaku dosa dan diikuti dengan titik. Saul mengaku dosa diikuti dengan “koma” dan kata “tetapi…”. Saya ingin peringatkan kita semua melalui tulisan ini: “Jangan cari alasan apa pun untuk dosamu!

Daud memiliki hubungan yang akrab dengan Yonatan, salah satu anak Saul. Ia mengasihi Yonatan, begitu juga Yonatan ia begitu mengasihi Daud. Yonatan tahu bahwa Daud-lah raja yang akan melengserkan ayahnya dan keturunannya dari Kerajaan Israel namun hal itu tidak menafikkan ia untuk memusuhi Daud.

Sebelumnya hubungan Saul dengan Daud sangat mesra, Saul sangat mengasihi Daud, menganggapnya seperti anaknya sendiri dan menjadi pelayan di istananya. Namun semuanya berubah karena kecemburuan Saul dalam 1 Samuel 18:7, seruan yang menyatakan bahwa Daud lebih hebat dibanding Saul. Sehingga beberapa kali, Saul ingin membunuh Daud. Namun Daud tidak pernah berniat untuk membunuh Saul, sehingga sekali pun ia punya beberapa kesempatan untuk membunuh Saul, ia tidak memanfaatkan kesempatan itu sebab ia mengasihi orang yang diurapi Tuhan.

Pasca sepeninggalan Saul, orang-orang Yehuda mengambil langkah politik mereka sendiri. Di mana mereka memilih dan menetapkan Daud sebagai raja mereka. Daud telah memenangkan hati orang-orang Yehuda sehingga ketika Daud mengunjungi kota saudara-saudaranya itu, ia disambut dan didaulat langsung sebagai raja. Hal ini kemudian menimbulkan perang antara keluarga Saul yang menguasai seluruh wilayah Israel dan ekspansinya, dengan keluarga Daud yang hanya didukung oleh suku Yehuda saja. Namun sejak Roh Elohim telah undur dari Saul yang otomatis telah undur dari dinastu kerajaannya, maka Daud yang telah kepenuhan Roh Elohim memenangkan peperangan itu. Dan peperangan itu baru surut ketika Abner memilih memihak kepada Daud atas kekecewaannya kepada Isyboset yang telah menuduh Abner telah menggauli gundik ayahnya. Abner pun juga menyenangkan tua-tua orang Israel yang ternyata sudah sejak lama menginginkan Daud menjadi raja dibanding anak-anak Saul.(2 Samuel 3:17) Dan peperangan itu benar-benar surut ketika Isyboset mengetahui bahwa Abner telah meninggal. Isyboset juga kemudian dibunuh oleh Rekhab dan Baana diatas tempat tidurnya, lalu mereka memproklamirkannya dihadapan Daud dengan berharap mendapat imbalan. Namun naas sebab Daud kemudian membunuh orang-orang itu karena sesungguhnya Daud tidak sedikit pun memusuhi keluarga Saul. Hal yang sama juga terjadi pada orang Amerika yang sebagian besar merupakan orang-orang Yahudi yang notabene adalah keturunan-keturunan Daud. Dibalik kepolosan orang Amerika ternyata mereka memiliki passion dalam hal peperangan. Amerika sebelumnya merupakan orang-orang buangan dan jajahan Inggris. Tetapi lihat, tidak dikira-kira ternyata justru Amerika-lah yang keluar sebagai Pemenang dalam Perang Dunia kemarin, bukan Inggris, Belanda atau Spanyol. Amerika tidak pernah menjajah, tapi kalau wilayah mereka yang ditantang maka mereka tidak akan tinggal diam. Seperti ketika orang Jepang menerjunkan bomnya di salah satu kota Amerika, Amerika pun terbangun dan memasuki dunia perang. Dalam dua masa Peperangan, Amerika selalu terlambat bergabung. Karena memang mereka tidak pernah berniat melakukan peperangan, kecuali jika mereka yang ditantang. Bahkan bangsa Amerika-lah yang memproklamirkan agar jangan lagi ada peperangan di muka bumi ini melalui pidato Presiden Amerika, John F. Keneddy. Ia mengajak semua negara bersaing dalam hal teknologi dan bukan dalam hal peperangan lagi, membentuk PBB dan Mahkamah International untuk memperdamai seluruh bangsa dan negara.

Sejak saat kematian Isyboset, terjadilah kekosongan pemerintahan atas Kerajaan Israel, lalu orang-orang Israel berbondong-bondong menghadap Daud di Hebron lalu mengangkat ia menjadi raja atas mereka. (2 Samuel 5)

Kemudian, hal pertama yang Daud lakukan ketika menjadi raja atas Israel, Daud berhasil memperebutkan Kota Yerusalem, di tempat itulah Tuhan menetapkan Nama-Nya untuk selama-lamanya, disitulah Bait Tuhan pertama kali didirikan dan sebagai awal mula kiblat orang Israel. Dalam Kitab Wahyu dikatakan bahwa Tuhan akan menurunkan suatu kota yang akan disebut sebagai Yerusalem Baru, sebab Yerusalem yang sekarang tidak berkenan lagi dihadapan-Nya. Singkatnya, bumi yang baru akan Tuhan ciptakan di akhir dunia nanti.

Atas sikap-sikap baik Daud tersebut, mulai dari sikapnya terhadap Saul, caranya mengakui dosa, memuji Tuhan dengan segenap hati, dan bahkan terpikir olehnya untuk membangun Rumah bagi Tuhan. Oleh karena hal-hal itu, Tuhan pun berjanji untuk mengokohkan kerajaannya untuk selama-lamanya. Lebih lanjut lagi bahwa daripadanya akan dilahirkan "Keturunan Itu" -- Mesias --,

* 1 Tawarikh 17:14,
Dan Aku akan menegakkan dia dalam rumah-Ku dan dalam kerajaan-Ku untuk selama-lamanya dan takhtanya akan kokoh untuk selama-lamanya."

Daud, anak Isai, merasa sangat bersyukur sebab Tuhan telah menjadikannya sedemikian, bahkan Tuhan telah berjanji memberkati keluarganya dari turun-temurun, untuk selama-lamanya.

* 1 Tawarikh 17,
16 Lalu masuklah raja Daud ke dalam, kemudian duduklah ia di hadapan TUHAN sambil berkata: "Siapakah aku ini, ya TUHAN Allah, dan siapakah keluargaku, sehingga Engkau membawa aku sampai sedemikian ini?
17 Dan hal ini masih kurang di mata-Mu, ya Allah; sebab itu Engkau telah berfirman juga tentang keluarga hamba-Mu ini dalam masa yang masih jauh dan telah memperlihatkan kepadaku serentetan manusia yang akan datang, ya TUHAN Allah.

* Yesaya 11:1,
Suatu tunas akan keluar dari tunggul Isai, dan taruk yang akan tumbuh dari pangkalnya akan berbuah.

Bahkan Daud yang mengalami penglihatan itu sendiri, mengakui bahwa Keturunannya itu tidak lain dan tidak bukan merupakan Tuannya sendiri,

* Mazmur 110:1,
Mazmur Daud. Demikianlah firman TUHAN kepada tuanku: "Duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai Kubuat musuh-musuhmu menjadi tumpuan kakimu."

Bandingkan,

* Markus 12,
35 Pada suatu kali ketika Yesus mengajar di Bait Allah, Ia berkata: "Bagaimana ahli-ahli Taurat dapat mengatakan, bahwa Mesias adalah anak Daud?
36 Daud sendiri oleh pimpinan Roh Kudus berkata: Tuhan telah berfirman kepada Tuanku: duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai musuh-musuh-Mu Kutaruh di bawah kaki-Mu.
37 Daud sendiri menyebut Dia Tuannya, bagaimana mungkin Ia anaknya pula?" Orang banyak yang besar jumlahnya mendengarkan Dia dengan penuh minat.

Perkataan Yesus di atas bukan mencoba untuk menyangkal diri-Nya yang adalah Mesias sebagai keturunan Daud, tetapi Ia mencoba membuka pikiran orang-orang bahwa Mesias itu bukan seorang hamba, dan tidak pula lebih rendah dari Daud. Melainkan Ia adalah Tuan atas Daud. Ia adalah Tuhan itu sendiri!

Jadi hal itu terus terjadi, di mana:

Adam (G-1) memperanak Kain dan Set, tetapi Tuhan memilih Set (G-2).

Set . . . dan akhirnya sampai kepada Nabi Nuh (G-10).

Nuh memperanak Sem, Ham dan Yafet. Tetapi Tuhan memilih Sem (G-11).

Terus, terus, terus, sampai ke Terah (G-20), ia punya 4 orang anak, tetapi hanya Abraham (G-21) yang Dia tunjuk.

Kemudian Abraham punya anak Ismael, Ishak, Midian, Medan dll. Tetapi hanya Ishak (G-22) yang Tuhan tunjuk.

Ishak punya Esau dan Yakub. Tetapi hanya Yakub. (G-23)

Kemudian dari Yakub ini-lah Tuhan memilih secara khusus sebagai bukti kebesaran-Nya sesuai Yesaya 49. Lalu dikatakan lagi, bahwa anak-anaknya lah (G-24) yang diembani tugas sebagai nabi-nabi,

* Amos 2:11,
Aku telah membangkitkan dari antara keturunanmu untuk menjadi nabi-nabi, dan dari antara orang-orang mudamu sebagai nazir-nazir. Bukankah itu benar, hai kaum Israel (Yakub)? Demikianlah firman YAHWEH.

Kemudian dari keduabelas anak Yakub, Tuhan telah memilih Yehuda sesuai dengan nubuat Yakub bahwa daripadanyalah akan lahir seorang Mesias (Kej. 49:10).

Terus dari Yehuda (G-24), ada Salmon (G-31)

Dari Salmon ada Boas dan Rut (G-32).

Boas memperanak Obed (G-33)

Dan Obed memperanak Isai (G-34).

Dan dari Isai lahirlah delapan orang anak, dan Tuhan memilih Daud (G-35).

Daud mempunyai beberapa anak, namun Tuhan memilih Salomo dan Natan (G-36).

Dan akhirnya sampai kepada Yusuf dan Maria. Dan ternyata kedua orang ini sama-sama keturunan Daud. Yusuf keturunan Daud dari Salomo sedangkan Maria keturunan Daud dari Natan. Keduanya itu (Salomo dan Natan) merupakan anak-anak Daud.

Dari Maria itulah lahir Mesias (G-77).

Pasca pemerintahan Daud, Nama Tuhan semakin dieluk-elukkan. Daud mengajarkan orang Israel memuliakan Tuhan dengan bernyanyi, apalagi Daud merupakan figur yang pandai bermain kecapi. Ia menunjuk anak-anak Asaf, sehingga di dalam kitab Mazmur kita melihat ada juga puji-pujian yang Asaf sumbangkan bagi Gereja pada masa Daud tetapi sebagian besar ditulis oleh Daud dan juga beberapa ditulis oleh Salomo. Mereka tidak asal bernyanyi, melainkan nyanyian mereka merupakan nubuat-nubuat dan ucapan terima kasih kepada Tuhan, memohon pertolongan dan lain sebagainya.

Namun, apakah baru pada masa Daud jemaat Tuhan memuji Dia dengan nyanyian?

Tidak. Sebab setelah Nabi Musa mengeluarkan bangsa Israel, Musa juga mengajarkan mereka nyanyian baru sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan,

* Keluaran 15:1,
Pada waktu itu Musa bersama-sama dengan orang Israel menyanyikan nyanyian ini bagi TUHAN yang berbunyi: "Baiklah aku menyanyi bagi TUHAN, sebab Ia tinggi luhur, kuda dan penunggangnya dilemparkan-Nya ke dalam laut.

Haleluya!

7.1 Keinginan Orang Israel Memiliki Raja Seperti Bangsa Lain!

* 1 Samuel 8,
6 Waktu mereka berkata: "Berikanlah kepada kami seorang raja untuk memerintah kami," perkataan itu mengesalkan Samuel, maka berdoalah Samuel kepada TUHAN.

7 TUHAN berfirman kepada Samuel: "Dengarkanlah perkataan bangsa itu dalam segala hal yang dikatakan mereka kepadamu, sebab bukan engkau yang mereka tolak, tetapi Akulah yang mereka tolak, supaya jangan Aku menjadi raja atas mereka.

Akhirnya kita masuk ke dalam Pembabakan Keenam (sesuai dengan yang saya katakan pada tema: TERBENTUKNYA BANGSA & NEGARA! #4).

Pembabakan ini nampaknya dimulai pada tahun 3.000 setelah manusia diciptakan atau 1.000 tahun S.M (Sebelum Masehi).

Pembabakan Keenam ini berbicara mengenai Kerajaan Israel. Khususnya terhadap Daud, Generasi ke-33 Manusia.

Ketika Nabi Musa mati di atas Gunung Nebo, ada sejarah yang cukup unik mengenai mayat Musa, yang tidak diketahui keberadaannya (Ul. 34:6), sehingga orang Israel mulai menebar kabar bahwa Nabi Musa sewaktu itu mati tetapi kemudian dibangkitkan lalu diangkat ke sorga. Hal ini diperkuat oleh Yudas dan bukan Yudas Si Pengkhianat,

* Yudas 1:9,

Namun Mikhael, penghulu malaikat itu, ketika berselisih dengan iblis mengenai mayat Musa, ia tidak berani menghakimi dengan kata-kata hujatan, tetapi ia berkata, "Kiranya TUHAN menghardik engkau!"

Malaikat dan iblis bertengkar dalam memperebutkan mayat Musa. Tuhan tahu bahwa iblis ingin menjadikan mayat Musa sebagai relics yang mengarahkan orang Israel kepada penyembahan terhadap dirinya. Hal ini sangat keji di mata Tuhan, karena Tuhan mengasihi Musa maka Tuhan pun mengamankan mayatnya itu agar tidak disalahpergunakan oleh iblis tersebut. Dan kemudian dikatakan Musa bangkit dan dibawa naik ke sorga karena hal itu terlihat ketika murid-murid sedang menyaksikan kemuliaan Kristus, selain Nabi Elia terdapat pula Nabi Musa sedang berbicara dengan-Nya.

* Matius 17,

1 Setelah enam hari, YESUS mengajak Petrus, Yakobus, dan Yohanes saudaranya, dan membawa mereka naik ke sebuah gunung yang tinggi, untuk menyendiri di sana.

2 Lalu Dia berubah rupa di hadapan mereka; wajah-Nya bersinar seperti matahari dan jubah-Nya menjadi putih seperti cahaya.

3 Dan tampaklah kepada mereka Musa dan Elia sedang bercakap-cakap dengan-Nya.

Musa dan Elia merupakan lambang dari apa yang tertulis pada Matius 5:17. Bahwa Yesus akan menggenapi Hukum Taurat dan juga Kitab Para Nabi. Nabi Musa merupakan perwakilan dari Hukum Taurat, sedangkan Elia merupakan perwakilan dari Nabi-nabi, sebab pada masanya ada banyak nabi-nabi Tuhan yang dibunuh oleh ratu Izebel yang membuat hati Elia merasa takut tetapi Tuhan kemudian menghiburnya dan berjanji bahwa masih banyak orang-orang benar yang Tuhan sisakan, oleh tekad nabi Elia inilah kemudian orang-orang benar itu merasa terpanggil dan tidak takut untuk bergabung dalam sekutu Tuhan. Kedatangan Musa dan Elia juga menjadi saksi sorgawi dari tokoh besar Alkitab tersebut, bahwa Kristus benar adalah Mesias.

Musa (G-26) mengeluarkan bangsa Israel dari Mesir lalu Yosua mengantar mereka ke Tanah Perjanjian. Mereka (Yosua dan orang Israel) memasuki Tanah Perjanjian pada tahun 2.670 (setelah 40 tahun lamanya mengembara, sebulan setelah Musa meninggal), dan pada tahun 2.690 Nabi Yosua pun mati setelah memasuki Tanah Perjanjian 20 tahun lamanya.

Kenapa bukan Musa langsung yang membawa orang Israel ke Tanah Perjanjian?

Untuk menjawab pertanyaan ini. Ada dua alasannya:

1. Manifest (secara sebab), karena Nabi Musa telah teledor berbuat apa yang tidak Tuhan perintahkan. Hal ini menyebabkan Tuhan berjanji bahwa Musa tidak akan melihat Tanah Perjanjian. Bahkan untuk sekedar mengintip juga tidak boleh. (Ul. 3:25)

2. Laten (terselubung), Nabi Musa merupakan pembawa Hukum Taurat. Dan sesuai dengan penjelasan sebelumnya, Tuhan tidak pernah berniat untuk memberikan Hukum Taurat kepada orang Israel. Hanya saja, karena orang Israel merupakan bangsa yang tegar tengkuk sehingga Tuhan pun memberikan mereka "hukuman tambahan" sedemikian beratnya.

Nabi Yosua merupakan salah satu dari kedua belas pengintai yang didaulat oleh Musa untuk mengintip negeri itu. Nama Yosua bukanlah nama yang sebenarnya, sebab nama asli Yosua adalah Hosea bin Nun tetapi Musa kemudian memberi dia nama menjadi Yosua atau Yehoshua bin Nun (Tuhan Penyelamat) atau Yesus anak Nun. (Bil. 13:8,16).

Ini merupakan salah satu alasan yang menyebabkan beberapa penafsir menganggap bahwa Yosua merupakan TYPE dari Yesus.

Matthew Henry dan Albert Barnes misalnya, mengatakan bahwa bukan Musa, tetapi Yosualah yang membawa bangsa Israel masuk ke Tanah Kanaan. Demikian juga bukan Hukum Taurat, tetapi Yesuslah yang membawa kita ke surga.

Kemudian, setelah Nabi Yosua meninggal, ia digantikan oleh Hakim-Hakim dari masa ke masa:

1. Otniel

2. Ehud

3. Samgar

4. Debora

5. Barak

6. Gideon

7. Tola

8. Yair

9. Yefta

10. Ebzan

11. Elon

12. Abdon

13. Simson

14. Eli

15. Samuel

Dan pada zaman Hakim Samuel -- hakim terakhir -- mulailah dibentuk Kerajaan pada negeri orang Israel. Sebab sebelumnya orang Israel belum memiliki raja sehingga masing-masing orang bertindak sesuai dengan pandangannya sendiri. Pandangannya sendiri ketika menyikapi tindakan suku Benyamin yang tercela, membuat mereka sepakat untuk tidak memberikan anak-anak mereka kepada suku Benyamin sehingga kaum Benyamin dianggap kaum yang hina (Hakim 21:25).

Orang Israel ingin seperti bangsa lain, di mana ada seseorang yang wujudnya nampak, yang dapat ditakuti sebagaimana bangsa-bangsa lain, sebab raja-raja di Filistin (Palestina) misalnya, sewaktu itu sangat menindas orang-orang Israel karena orang Israel belum memiliki raja. Hakim yang selayaknya adalah nabi juga tidak selamanya didengarkan oleh mereka, karena mereka memandang rendah utusan-utusan Tuhan, alias "profesi" seorang nabi tidak menakuti orang Israel untuk berbuat jahat, yang ada justru nabi-nabi biasa mengalami penindasan, dihina dan bahkan sampai dibunuh.

Setelah hari-hari Samuel semakin dekat, tua-tua Israel mengambil kesempatan ini, menyuruh Samuel, untuk mengangkatkan seorang raja bagi mereka, apalagi anak-anak Samuel tidak dapat diandalkan karena kedua anaknya itu suka mengambil laba, menerima suap, dan juga suka memutarbalikkan kebenaran.

Atas permintaannya itu, Samuel geram namun Tuhan menghendakinya, dan menyuruh Samuel untuk memberitahukan mengenai apa saja hak-hak raja atas mereka dan mereka semua setuju.

Tuhan kemudian memilih Saul sebagai raja pertama Israel, ia berasal dari suku Benyamin, suku terkecil dan terbungsu di antara Israel, dan merupakan suku yang hina atas insiden pada Hakim-hakim 21. Namun Tuhan menghendaki dan memilih ia menjadi raja atas orang Israel dan ditetapkan sebagai raja setelah undiannya naik, sebab orang-orang dulu juga masih sarat menetapkan segala sesuatu dengan undian. Seperti ketika suku-suku di Israel mana yang diutus untuk berperang, pembagian tanah pusaka, dan juga ketika pemilihan rasul pengganti Yudas Iskariot, semuanya dilakukan dengan melakukan undi.