Senin, 25 Juli 2016

Kenapa Ada Penebusan Dosa? (BAG. II)

* Yesaya 53:4,
Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah.

BAG. sebelumnya, klik di sini: http://hsh-kristen.blogspot.co.id/2016/07/hubungan-keselamatan-perjanjian-lama.html?m=1


Allah konsisten terhadap apa yang telah Dia katakan. Sebelum Manusia jatuh ke dalam dosa, Allah sudah memberi peringatan bahwa kapan saja manusia itu memakan buah dari "pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang buruk" atau pohon pengetahuan tentang taat atau tidak taat, pastilah mereka akan mati! Di sinilah Allah mencoba untuk menguji ketaatan manusia terhadap apa yang Ia perintahkan. Sebab sejatinya, Allah tidak mendramalisir kehidupan kita, alias manusia mempunyai keinginan untuk memilih jalannya sendiri dan bertingkah laku sesuai keinginan hatinya.

Allah tidak pernah sekali pun berkompromi terhadap dosa,


* Yehezkiel 33:12,
Dan engkau anak manusia, katakanlah kepada teman-temanmu sebangsa: Kebenaran orang benar tidak menyelamatkan dia, pada waktu ia jatuh dalam pelanggaran dan kejahatan orang jahat tidak menyebabkan dia tersandung, pada waktu ia bertobat dari kejahatannya; dan orang benar tidak dapat hidup karena kebenarannya, pada waktu ia berbuat dosa.

Dalam ayat di atas, tertera jelas, sekali pun orang benar bertahun-tahun hidup dalam kebenarannya namun apabila sekali saja ia berbuat dosa, maka segala kebenarannya itu tidak ada arti apa-apanya lagi. Demikian pula kejahatan orang berdosa apabila ia berbalik dari jalannya yang jahat, mengembalikan barang gadaian, membayar ganti rampasannya dan tidak berbuat curang lagi (ayat 15), maka segala dosanya tidak akan diingat dan diperhitungkan lagi.


Hal inilah yang menunjukkan betapa Allah ingin menegaskan betapa seriusnya Dia terhadap dosa sesekecil, sesedikit dan sesebentar apa pun! Tidak ada istilah timbang-menimbang, yang menunjukkan bahwa berbuat dosa 49% bisa saja asalkan kebenarannya 51% (lebih berat). Hal timbang menimbang inilah yang dapat menyiratkan kompromi Allah terhadap dosa, alias hukum itu bisa dibeli dengan uang atau berbuat dosa dapat dipertimbangkan. Padahal, untuk suatu kasus, kasus pemerkosaan misalnya, sekali pun pelaku itu mendermakan ribuan rumah ibadah (memperbanyak amalan maupun ibadahnya), pelaku itu pastilah tetap di hukum. Dan tidak ada juga istilah dosa kecil dan dosa besar, sebab semuanya sama saja di mata Tuhan!

Namun, lihatlah, adakah manusia dapat hidup tanpa dosa?

Bagaimana pun usaha manusia untuk menyelamatkan dirinya adalah suatu hal yang sia-sia. Hal ini bisa terlihat dari bagaimana usaha Adam dan Hawa ketika mereka telah mati --secara rohani-- dan melihat ketelanjangannya (telah hidup dalam kedagingan, ingat secara mata iman orang suci mengenakan pakaian sedangkan orang berdosa hidup dalam ketelanjangan), mereka kemudian berusaha untuk menutupi ketelanjangan atau kesalahannya itu dengan mengambil daun pohon ara untuk membuat cawat. Namun hal itu kelihatan tidak absah di mata YHVH sehingga Allah sendirilah yang kemudian membuatkan mereka pakaian dari kulit binatang dan mengenakannnya kepada mereka. Pertanyaanya, kenapa Allah harus susah payah membuatkan mereka pakaian, bukankah kekuatan Allah itu bak sihir yang simsalabim maka jadilah baju tanpa harus bersusah-payah???

Nah, di sinilah kita bisa melihat Kasih Allah yang begitu besar, walaupun manusia itu telah jatuh ke dalam dosa namun Allah tetaplah mengasihi mereka, tidak meninggalkan, bahkan mau bersusah-payah membuatkan mereka pakaian, hanya saja kekudusan Allah tetap tidak bisa menerima dosa secuit apa pun sehingga akhirnya mereka harus tetap terusir dari Taman Eden tersebut sebagaimana yang telah Allah tetapkan.

Oleh karena dosa, manusia telah mati (hilang kekudusan Allah), ditambah lagi Allah telah mengadakan permusuhan diantara keturunan atau bangsa manusia dengan keturunan atau bangsa ular,


* Kejadian 3:15,
Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya."

"keturunannya" -- akhirnya sampai pada Yesus -- akan meremukkan kepala ular -- mengalahkan total -- tetapi ular juga akan meremukkan tumitnya -- dalam hal ini, ular akan membuat "keturunannya" ini mengalami luka pada tumit sehingga membuatnya terjatuh tetapi "keturunannya" itu akan bangkit atau berdiri kembali. Ini adalah nubuat pertama kali yang disampaikan Allah di dalam Alkitab, di mana Allah sendiri telah bernubuat mengenai diri-Nya.

Manusia telah kehilangan kekudusan Allah, sehingga haruslah ada korban penebus untuk menggantikan kesalahan yang telah dilakukan itu, sebagaimana nyawa ganti nyawa, demikianlah dosa yang mendatangkan kematian harus dibayar dengan mengambil korban pengganti salah.


Ketika anak-anak Adam dan Hawa telah besar, keduanya memberikan korban persembahan kepada YHVH. Kain memberikan kepada Allah sebidang tanahnya sedangkan Habel memberikan persembahan berupa lemak-lemak anak domba yang terbaik yang dimilikinya dan Allah lebih berkenan terhadap apa yang dipersembahkan oleh Habel,

* Ibrani 11:4,
Karena iman Habel telah mempersembahkan kepada Allah korban yang lebih baik dari pada korban Kain. Dengan jalan itu ia memperoleh kesaksian kepadanya, bahwa ia benar, karena Allah berkenan akan persembahannya itu dan karena iman ia masih berbicara, sesudah ia mati.

Iman yang dimaksud adalah karena Habel telah belajar dari pengalaman orang tua mereka, ketika Adam dan Hawa mengambil daun pohon ara untuk menutupi ketelanjangannya Allah tidak berkenan terhadap korban keselamatan seperti yang pemikirannya sama terhadap apa yang dipersembahkan oleh Kain. Apa yang dipersembahkan oleh Kain dan orang tuanya adalah berupa sebuah materi (kekayaan, uang, bayaran) sedangkan apa yang dipersembahkan oleh Habel adalah sebuah typologi alias bayang-bayang atau prediksi nubuat terhadap keselamatan yang sebenarnya yang akan Allah datangkan, di mana ketika itu Allah "menumpahkan darah binatang" untuk membuat dan mengenakan pakaian kepada Adam dan Hawa yang menyimbolkan keselamatan itu dengan "penumpahan darah". Demikianlah, oleh iman dan keseriusan Habel inilah kemudian ia mempersembahkan korban yang berkenan di hadapan Allah, sembari Allah sedang menyiapkan "Anak Domba"-Nya yakni Yesus Kristus.

Tetapi untuk sebuah persembahan, Allah senantiasa menerima baik persembahan Kain mau pun Habel, tetapi Allah lebih memandang kepada persembahan yang Habel berikan itu bukan sekedar persembahan melainkan merupakan persembahan keselamatan.

Cerita seperti itulah yang terus beredar di Israel: "yang pertama menjadi yang terakhir dan yang terakhir menjadi yang pertama". Dimana Allah-nya Israel sering memutar balikkan setiap peranan:

Bukan Ismael yang walaupun lahir lebih dulu, tetapi Ishak

Bukan Esau yang walaupun lahir lebih dulu, tetapi Yakub

Bukan Manasye yang walaupun lahir lebih dulu, tetapi Efraim


Bukan si sulung dari ke-7 anaknya Isai melainkan anak ke-8, yaitu Daud yang mulanya tidak diperhitungkan

Bukan orang kaya itu, tetapi Lazarus si miskin

Bukan anak sulung yang dipestakan, tetapi anak bungsu yang kembali pulang.

Singkatnya, terhadap mereka yang seharusnya tidak layak mendapat kedudukan lebih, justru dipilih.

Persembahan Habel ini kemudian dibakukan secara terus menerus oleh generasi selanjutnya, di mana generasi para nabi berada pada silsilah Set (anak bungsu Adam, dan bukan Kain, anak sulung), anak yang kemudian lahir setelah Habel dibunuh.


* Ibrani 9:22,
Dan hampir segala sesuatu disucikan menurut hukum Taurat dengan darah, dan tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan.

Hal keselamatan inilah yang terus dijalankan oleh umat Israel turun-temurun. Bahkan setelah peristiwa Air Bah yang cuma menyisakan sedemikian orang, sakramen ini terus diadakan. Namun hal ini adalah suatu kesementaraan,


* Ibrani 10:1,
Di dalam hukum Taurat hanya terdapat bayangan saja dari keselamatan yang akan datang, dan bukan hakekat dari keselamatan itu sendiri. Karena itu dengan korban yang sama, yang setiap tahun terus-menerus dipersembahkan, hukum Taurat tidak mungkin menyempurnakan mereka yang datang mengambil bagian di dalamnya.

Karena kita bisa melihat bahwa masa-masa Perjanjian Lama bukanlah waktu yang tepat untuk menggenapi Keselamatan dari Yesus Kristus, sebab belum "genap waktunya" dan belum "genap jumlahnya" bagi orang-orang yang mempercayai Allah, atau dalam hal ini YHVH yang menciptakan langit dan bumi belum sepenuhnya dikenal oleh bangsa-bangsa.

Masa Perjanjian Lama adalah masa di mana Allah Menyatakan Diri kepada bangsa Israel, bangsa pilihan Allah. Hal ini tentulah sulit, sekali pun Allah telah menyisakan keluarga Nuh sebagai keluarga yang mengenal Allah satu-satunya, namun perkembangannya ke depan manusia semakin hidup dalam penyimpangan. Sehingga Allah harus mengambil sikap untuk memperlihatkan kebesaran-Nya dengan memberikan kemenangan-kemenangan kepada bangsa Israel ketika mereka berperang dan kekalahan apabila bangsa Israel "berzinah" dengan menyembah allah-allah lain. Di sini bisa kita lihat, bahwa Tuhan menghajar bangsa-bangsa lain terlebih kepada mereka yang memusuhi dan menyesakkan bangsa Israel.

Pengenalan akan Allah adalah bagian yang cukup penting, sebab Anda tentu tidak akan mempercayai kehidupan Anda kepada orang yang belum Anda kenali, boro-boro dikenali, kalau pun kenal, Anda tentu harus tahu siapa Dia, dan mengapa Anda harus berserah dan mempercayakan hidup Anda kepada-Nya!

* Yesaya 49,
1 Dengarkanlah aku, hai pulau-pulau, perhatikanlah, hai bangsa-bangsa yang jauh! TUHAN telah memanggil aku sejak dari kandungan telah menyebut namaku sejak dari perut ibuku.

2 Ia telah membuat mulutku sebagai pedang yang tajam dan membuat aku berlindung dalam naungan tangan-Nya. Ia telah membuat aku menjadi anak panah yang runcing dan menyembunyikan aku dalam tabung panah-Nya.

3 Ia berfirman kepadaku: "Engkau adalah hamba-Ku, Israel, dan olehmu Aku akan menyatakan keagungan-Ku."

Ayat 1 dan 2 menyatakan bahwa Israel atau Yakub adalah Bangsa Pilihan,

Ayat 3 menyatakan bahwa melalui bangsa Israel (keturunan Yakub), Tuhan akan menyatakan keagungan-Nya.

6 "Terlalu sedikit bagimu hanya untuk menjadi hamba-Ku, untuk menegakkan suku-suku Yakub dan untuk mengembalikan orang-orang Israel yang masih terpelihara. Tetapi Aku akan membuat engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa supaya keselamatan yang dari pada-Ku sampai ke ujung bumi."

Dan lanjut pada ayat 6, bahwa Israel adalah perpanjangan tangan Tuhan, tetapi keselamatan dari pada-Nya adalah MILIK SEMUA BANGSA.

Dalam Perjanjian Lama ada begitu banyak nubuat-nubuat tentang kedatangan Yesus Kristus, sehingga apabila telah tiba waktunya tentu Allah yang telah dikenal dan dipercayai sebagai satu-satunya Allah ini, dalam setiap nubuatannya akan mendapatkan respon yang baik dan dapat dipercaya. Sebab orang Israel telah lama menantikan kedatangan Mesias, sebagai Daud Perjanjian Baru yang akan memerintah atas Umat Israel,

* Yeremia 23:5,
Sesungguhnya, waktunya akan datang, demikianlah firman TUHAN, bahwa Aku akan menumbuhkan Tunas adil bagi Daud. Ia akan memerintah sebagai raja yang bijaksana dan akan melakukan keadilan dan kebenaran di negeri.

* Yehezkiel 37:25,
Mereka akan tinggal di tanah yang Kuberikan kepada hamba-Ku Yakub, di mana nenek moyang mereka tinggal, ya, mereka, anak-anak mereka maupun cucu cicit mereka akan tinggal di sana untuk selama-lamanya dan hamba-Ku Daud menjadi raja mereka untuk selama-lamanya.

Penantian itu telah terwujudkan. Tetapi Kerajaan itu belum sepenuhnya bisa dicicipi oleh umat manusia sampai Dia datang untuk ke dua kalinya. Sebab misi pertama keturunan Daud itu adalah menebus domba gembalaan-Nya dari segala perbudakan dosa.

Keselamatan ala Perjanjian Lama bukanlah suatu keselamatan yang dikehendaki oleh Allah, karena kembali lagi, keselamatan ini hanyalah keselamatan sementara,

* Yeremia 7:22,
Sungguh, pada waktu Aku membawa nenek moyangmu keluar dari tanah Mesir Aku tidak mengatakan atau memerintahkan kepada mereka sesuatu tentang korban bakaran dan korban sembelihan;

Dan tidak ada suatu hal pun yang dapat mensucikan kita,

* Yeremia 2:22,
Bahkan, sekalipun engkau mencuci dirimu dengan air abu, dan dengan banyak sabun, namun noda kesalahanmu tetap ada di depan mata-Ku, demikianlah firman Tuhan ALLAH.

Sebab Keselamatan yang sejati hanya ada pada Kristus Yesus, yaitu ketika engkau menerima Dia sebagai Tuhan dan Juruselamatmu. Sama seperti iman seorang Habel, yang percaya bahwa Allah akan mengirimkan Penyelamat suatu saat nanti sehingga Habel mengikuti tata-cara korban keselamatan di mana anak domba adalah gambarannya, dan apabila Anak Domba itu telah datang, maka Anak Domba itu telah menguduskan umat-Nya satu kali untuk selama-lamanya,

* Ibrani 10:14,
Sebab oleh satu korban saja Ia telah menyempurnakan untuk selama-lamanya mereka yang Ia kuduskan.

* Ibrani 9:15,
Karena itu Ia adalah Pengantara dari suatu perjanjian yang baru, supaya mereka yang telah terpanggil dapat menerima bagian kekal yang dijanjikan, sebab Ia telah mati untuk menebus pelanggaran-pelanggaran yang telah dilakukan selama perjanjian yang pertama.

Umat Perjanjian Lama (perjanjian yang pertama), yang telah terpanggil dan mendengarkan suara Allah dan hidup dalam jalan-Nya juga turut ditebus oleh Keselamatan ini,

* Yeremia 7:23,
hanya yang berikut inilah yang telah Kuperintahkan kepada mereka: Dengarkanlah suara-Ku, maka Aku akan menjadi Allahmu dan kamu akan menjadi umat-Ku, dan ikutilah seluruh jalan yang Kuperintahkan kepadamu, supaya kamu berbahagia!

Segala pelanggaran dan dosa sejak Perjanjian Lama hingga sekarang telah Dia hapus dengan darah-Nya yang kudus dan tak bercacat celah. Dan setelah keselamatan itu, tibalah suatu Perjanjian Baru, sebagaimana yang telah Dia nubuatkan ratusan tahun sebelum Anak Domba itu datang,

* Yeremia 31:31-33,
31 Sesungguhnya, akan datang waktunya, demikianlah firman TUHAN, Aku akan mengadakan perjanjian baru dengan kaum Israel dan kaum Yehuda, 
32 bukan seperti perjanjian yang telah Kuadakan dengan nenek moyang mereka pada waktu Aku memegang tangan mereka untuk membawa mereka keluar dari tanah Mesir; perjanjian-Ku itu telah mereka ingkari, meskipun Aku menjadi tuan yang berkuasa atas mereka, demikianlah firman TUHAN. 
33 Tetapi beginilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu, demikianlah firman TUHAN: Aku akan menaruh Taurat-Ku dalam batin mereka dan menuliskannya dalam hati mereka; maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku.

Bandingkan,

* Lukas 22:20,
Demikian juga dibuat-Nya dengan cawan sesudah makan; Ia berkata: "Cawan ini adalah perjanjian baru oleh darah-Ku, yang ditumpahkan bagi kamu.

* Ibrani 8:8,
Sebab Ia menegor mereka ketika Ia berkata: "Sesungguhnya, akan datang waktunya," demikianlah firman Tuhan, "Aku akan mengadakan perjanjian baru dengan kaum Israel dan dengan kaum Yehuda,


Dan setelah semuanya itu, tibalah saatnya Bapa dipermuliakan di dalam Kristus Yesus,

* Yohanes 13:31,
Sesudah Yudas pergi, berkatalah Yesus: "Sekarang Anak Manusia dipermuliakan dan Allah dipermuliakan di dalam Dia.


Dalam Penglihatan Nabi Daniel ratusan tahun sebelumnya, peristiwa ini digambarkan ibarat Sang Raja mewariskan Kerajaan-Nya kepada Anak-Nya,

* Daniel 7:13-14,
13 Aku terus melihat dalam penglihatan malam itu, tampak datang dengan awan-awan dari langit seorang seperti anak manusia; datanglah ia kepada Yang Lanjut Usianya itu, dan ia dibawa ke hadapan-Nya. 
14 Lalu diberikan kepadanya kekuasaan dan kemuliaan dan kekuasaan sebagai raja, maka orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa mengabdi kepadanya. Kekuasaannya ialah kekuasaan yang kekal, yang tidak akan lenyap, dan kerajaannya ialah kerajaan yang tidak akan musnah.

Bandingkan,

* Matius 28:18-19,
18 Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.
19 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,

Sebab masa-masa kemanusian Yesus Kristus telah berakhir ditandai dengan kebangkitan-Nya dari "tumit-Nya yang remuk". Sebab Yesus Kristus datang ke dunia pertama kali sebagai manusia biasa dan menggenapi seluruh ketetapan Taurat dan nubuat para nabi, barulah setelah itu Dia akan kembali kepada eksistensi-Nya sebagai Allah itu sendiri.

NB:
1. YESUS KRISTUS adalah Hakim Yang Adil. Hakim adalah pejabat yang memimpin persidangan. Istilah "hakim" sendiri berasal dari kata Arab حكم (hakima) yang berarti "aturan, peraturan, kekuasaan, pemerintah". Ia yang memutuskan hukuman bagi pihak yang dituntut.

2. Kenapa Allah tidak mengampuni saja? Mengapa harus bersusah-payah?

Ada sebuah cerita tentang seorang wanita muda yang tertangkap di diskotik ketika sedang diadakan razia narkoba oleh aparat negara. Ia dihadapkan ke meja-hijau. Jaksa penuntut membacakan dakwaan dan tuntutan. Maka, sang Hakim-pun bertanya kepada si tertuduh: “Anda bersalah atau tidak bersalah?” Gadis tersebut mengaku bersalah, minta ampun dan ingin bertobat. Namun sang Hakim yang adil itu tetap mengetuk palunya mendenda Rp. 10,000,000.-- atau penjara 3 bulan.

Tiba-tiba terjadi hal yang mengagetkan semua orang dalam sidang tersebut. Sang Hakim turun dari kursinya sambil membuka jubahnya. Ia segera menuju kursi si terhukum, mengeluarkan uang 10juta dari tas-nya untuk membayar denda si gadis. Mengapa? Ternyata sang hakim tersebut adalah bapak dari si gadis. Walau bagaimanapun cinta bapak kepada anak-gadisnya, ia tetaplah Hakim yang adil dan tidak bisa berkata: "Aku mengampuni kamu, karena kamu menyesal dan bertobat." Atau mengatakan: "Karena cintaku kepadamu, maka Aku mengampuni kesalahanmu."

Hukum keadilan tidak memungkinkan sang Hakim mengampuni dosa anaknya dengan sesukanya "tanpa prosedur harga." Maka ia yang begitu mengasihi anaknya bersedia turun dari kursi dan menanggalkan jubah kehakimannya, lalu menjadi wali untuk membayar harga denda. Inilah jalan satu-satunya bagi seorang hakim yang adil untuk memberi pengampunan bagi seorang terhukum yang dikasihinya.

3. Dalam konsep agama Islam, Isa Al-Masih juga digelari seorang Hakim Yang Adil,

"Demi Allah yang jiwaku di tangan-Nya, sesungguhnya telah dekat masanya 'Isa anak Maryam akan turun di tengah-tengah kamu. Dia akan menjadi Hakim yang adil..." (Hadits Shahih Muslim 127).

KAU B'RIKU S'GLANYA

Dahulu Ku Tak Dapat Melihat
Kasih Yang Kau Berikan
Akhirnya Kutemukan
Dahulu Jalan Kutersesat
Namun Kau Hampiriku
Jadikanku Milik-Mu

Dan Kau B`riku Segalanya
Terbaik Bagiku
S`luruh Surga Bersama
Melepaskan Kasih-Mu

Tiada Lagi Keraguan
Akan Kasih Sayang-Mu
Kini Kupersembahkan
S`gala Yang Terbaik Bagi-Mu

Jika Kub`rikan Sebagian Diriku
Ku Tahu Tak Cukup Bagi-Mu

Blessing,
~HSH~

TUHAN YESUS MEMBERKATI!


Selasa, 12 Juli 2016

HUBUNGAN KESELAMATAN PERJANJIAN LAMA (BAIT SUCI - TABERNAKEL) & PERJANJIAN BARU (BAIT SUCI - TUBUH KITA)

* Ibrani 10,
37 "Sebab sedikit, bahkan sangat sedikit waktu lagi, dan Ia yang akan datang, sudah akan ada, tanpa menangguhkan kedatangan-Nya. 
38 Tetapi orang-Ku yang benar akan hidup oleh iman, dan apabila ia mengundurkan diri, maka Aku tidak berkenan kepadanya."

ALLAH dalam segala yang difirmankan-Nya tidak pernah menyatakan suatu hal tanpa sebab dan pasti selalu ada kerelasiannya. Misalkan, larangan-larangan pada Hukum Taurat, adalah hukuman tambahan kepada orang Israel dan di samping itu juga usaha Allah untuk membedakan umat-Nya dengan bangsa lain (sebab masa Perjanjian Lama masih dalam penekanan hurufiah atau jasmani). Dan perintah-perintahNya untuk menunjukkan etika dan cara hidup umat-umatNya. Seperti, apresiasi yang pernah diberikan oleh Ratu Negeri Syeba kepada Raja Salomo di bawah ini,


* 1 Raja-raja 10,
4 Ketika ratu negeri Syeba melihat segala hikmat Salomo dan rumah yang telah didirikannya,
5 makanan di mejanya, cara duduk pegawai-pegawainya, cara pelayan-pelayannya melayani dan berpakaian, minumannya dan korban bakaran yang biasa dipersembahkannya di rumah TUHAN, maka tercenganglah ratu itu.
6 Dan ia berkata kepada raja: "Benar juga kabar yang kudengar di negeriku tentang engkau dan tentang hikmatmu,
7 tetapi aku tidak percaya perkataan-perkataan itu sampai aku datang dan melihatnya dengan mataku sendiri; sungguh setengahnyapun belum diberitahukan kepadaku; dalam hal hikmat dan kemakmuran, engkau melebihi kabar yang kudengar.

Tentu sesuatu yang lain akan menjadi daya tarik sendiri. Walau pun hal itu bukanlah tujuan sesungguhnya. Sebab Allah menyatakan semuanya untuk membedakan umat-Nya dengan bangsa lain dan untuk melihat sejauh mana ketaatan bangsa Israel kala itu. Sebab apa yang Allah ciptakan pada hakikatnya adalah sangat baik, dalam hal ini tidak ada yang haram atau yang menimbulkan kenajisan. (Kej. 1).

Demikian pula, Sakramen Keselamatan adalah suatu pelaksanaan yang harus dilakukan oleh bangsa Israel --perintah-- sebagai hukuman tambahan. Namun, bukan itu yang akan kita bahas lagi. Jadi untuk memahami "Sakramen Keselamatan" yang pernah dimuat di sini, tentang apa yang mendasari diberikan-Nya Hukum Taurat dan lain sebagainya, dapat Anda baca di link ini: http://hsh-kristen.blogspot.com/2013/05/allah-tritunggal_12.html .

Perlu diingat, bahwa Sakramen Perjanjian Lama adalah bayang-bayang dari keselamatan (sementara), sedangkan Sakramen Perjanjian Baru adalah wujud nyata dari keselamatan itu dan berlangsung untuk selama-lamanya:

* Ibrani 10:,
1 Di dalam hukum Taurat hanya terdapat bayangan saja dari keselamatan yang akan datang, dan bukan hakekat dari keselamatan itu sendiri. Karena itu dengan korban yang sama, yang setiap tahun terus-menerus dipersembahkan, hukum Taurat tidak mungkin menyempurnakan mereka yang datang mengambil bagian di dalamnya.
10 Dan karena kehendak-Nya inilah kita telah dikuduskan satu kali untuk selama-lamanya oleh persembahan tubuh Yesus Kristus.

Sekarang kita akan melihat relasi atau hubungan antara Keselamatan Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru:


Gambar di atas menunjukkan sebuah "Tabernakel" atau Kemah Suci atau Bait Suci. Pada masa Perjanjian Lama, keselamatan itu diadakan dengan mempersembahkan Korban Penebus Salah, yang berupa lembu, domba dll, dengan catatan kesemuanya itu tidak boleh bercacat celah, dan ini diadakan secara terus menerus (baca Imamat 1-7).

Relasinya sama dengan Keselamatan Perjanjian Baru, di mana Tuhan Yesus turun ke bumi untuk menjadi Korban dan Juruselamat bagi umat manusia. Ada pun Yesus Kristus tidak berdosa dan tipu daya tidak ada di mulut-Nya,


* 1 Petrus 2:22,
Ia tidak berbuat dosa, dan tipu tidak ada dalam mulut-Nya.

Ini menunjukkan suatu ketidakcacatan Yesus Kristus sehingga Yesus Kristus layak menjadi Anak Domba yang langsung dipersembahkan oleh Allah kepada umat-Nya, manusia. Dan keselamatan Yesus Kristus adalah keselamatan yang kekal untuk selamanya,

* Ibrani 10:10,
Dan karena kehendak-Nya inilah kita telah dikuduskan satu kali untuk selama-lamanya oleh persembahan tubuh Yesus Kristus.

Dalam Gambar di atas, Tabernakel, walau pun begitu luas namun hanya tersedia satu pintu masuk saja (Nomor 1), yang menandakan bahwa Keselamatan itu hanya ada pada satu jalan. Relasinya dalam kehidupan orang Kristen tentu bahwa Keselamatan itu hanya ada di dalam Kristus, sebagai jalan, kebenaran dan hidup dan tidak ada seorang pun yang dapat sampai kepada Bapa tanpa melalui Dia,

* Yohanes 14:6,
Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.

Selanjutnya pada Nomor 2, adalah letak Korban Bakaran. Di sinilah Korban itu diletakan. Relasinya dengan tubuh Kristus bahwa kita yang telah percaya kepada-Nya telah diperkenan oleh Allah, sebab Allah menghendaki Sakramen Penebusan Dosa (untuk memahaminya silahkan klik link di atas). Amal dan ibadahmu bukanlah suatu jalan menuju "kemenangan", sama seperti kasus pembunuhan tentu hukuman ini akan terus dan tetap berlaku walau si pelaku mendermakan 1000 rumah ibadah. Orang Kristen berbuat baik sebagai bentuk ucapan syukur dan masuk pada perintah-perintah Kasih Yesus.

Selanjutnya pada Nomor 3 adalah tempat pembasuhan bahwa kita yang telah menerima Kristus telah di basuh dalam darah-Nya,

* Ibrani 10:22,
Karena itu marilah kita menghadap Allah dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh, oleh karena hati kita telah dibersihkan dari hati nurani yang jahat dan tubuh kita telah dibasuh dengan air yang murni.


Dan pada Nomor 4 adalah Kemah Suci Allah, di mana tidak sembarang orang bisa masuk ke dalam kemah ini sebab Allah hanya menghendaki para imam saja (yang adalah keturunan Lewi) untuk masuk mempersembahkan Korban Bakaran itu ke dalam Rumah Allah. Di mana di dalamnya terbagi menjadi 2 lagi, yaitu yang terdepan adalah Tempat Kudus dan yang terdalamnya lagi adalah Tempat Mahakudus, Tempat Mahakudus ini hanya di masuki pada Hari Pendamaian Tahunan. Jadi pada masa Perjanjian Lama, jemaat Tuhan hanya sampai masuk ke dalam Pintu Masuk saja (pada nomor 1). Jemaat kemudian menyerahkan Korban Penebusannya kepada Imam, lalu Imam sendiri masuk ke dalam Tempat Kudus itu untuk dipersembahkan di khadirat Allah dan khusus pada Tempat Mahakudus hanya boleh dimasuki oleh Imam Kepala atau Imam Besar saja. Tempat Kudus dan Tempat Mahakudus dibatasi oleh sebuah tabir atau sebuah kelambu:

* Keluaran 26:33,
Haruslah tabir itu kaugantungkan pada kaitan penyambung tenda itu dan haruslah kaubawa tabut hukum ke sana, ke belakang tabir itu, sehingga tabir itu menjadi pemisah bagimu antara tempat kudus dan tempat maha kudus.  

Relasinya dengan Keselamatan Kristus adalah iman di dalam diri kita, yaitu iman kepada Yesus Kristus membuat kita sendiri layak untuk masuk ke dalam Tempat Kudusnya,

* Ibrani 10:19,
Jadi, saudara-saudara, oleh darah Yesus kita sekarang penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat kudus,

Bahkan dikatakan lagi, kematian Yesus Kristus menyebabkan "tabir pemisah" antara Tempat Kudus dan Tempat Maha Kudus terbelah,

* Matius 27:51,
Dan lihatlah, tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah dan terjadilah gempa bumi, dan bukit-bukit batu terbelah,

Hal ini tentu menyebabkan bahwa Yesus sebagai Imam Besar melayakkan kita semua untuk masuk dan merasakan suasana di Ruang Mahakudus,


* Ibrani 10,
20 karena Ia telah membuka jalan yang baru dan yang hidup bagi kita melalui tabir, yaitu diri-Nya sendiri, 
21 dan kita mempunyai seorang Imam Besar sebagai kepala Rumah Allah.

Betapa luar biasanya Pengorbanan Yesus Kristus!

Bagi masyarakat luar tentu hal ini kelihatan aneh, namun dari sisi keimanan kita bisa melihat segala konsekuensi Allah. Bahwa Allah konsisten untuk mengadakan Perdamaian dengan Penumpahan Darah,

* Ibrani 9:22,
Dan hampir segala sesuatu disucikan menurut hukum Taurat dengan darah, dan tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan.

Bahkan sejak semula telah Allah tetapkan bahwa,

* Kejadian 3:15,
Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya."

Keturunannya (akhirnya Yesus) akan meremukkan kepala ular (mengalahkan total Iblis) sedangkan Iblis akan meremukkan tumit-Nya (dalam hal ini, akan membuatnya berdarah namun hanya pada tumit (jatuh sebentar) lalu berdiri atau bangkit kembali).

* Habakuk 2:4,
Sesungguhnya, orang yang membusungkan dada, tidak lurus hatinya, tetapi orang yang benar itu akan hidup oleh percayanya.

Boleh jadi orang-orang bangga akan kebenarannya yang katanya "masuk akal". Tetapi orang Kristen biarlah hidup dalam percayanya. Walau pun terlihat rumit namun inilah kebenaran itu, yang tidak menyalahkan satu sama lain, melainkan terjalinnya suatu relasi.☺


Pemahaman selanjutnya dapat Anda pahami di pasal 9 dan 10, Surat Rasul kepada orang Ibrani.

NB:
1. Pada masa Perjanjian Lama Allah mengambil saudara-saudara Musa, yakni orang-orang Lewi, anak ketiga Israel/Yakub, sebagai Imam di Bait Allah. Namun, pada masa Perjanjian Baru kita sekalian adalah Imam bagi diri kita, dan Yesus Kristus adalah Imam Besar kita,

* 1 Petrus 2:9,
Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:

Bahkan, akan tiba masanya di mana kita akan ikut bersama-sama dengan Dia untuk menghakimi umat manusia,

* Wahyu 20:4,
Lalu aku melihat takhta-takhta dan orang-orang yang duduk di atasnya; kepada mereka diserahkan kuasa untuk menghakimi. Aku juga melihat jiwa-jiwa mereka, yang telah dipenggal kepalanya karena kesaksian tentang Yesus dan karena firman Allah; yang tidak menyembah binatang itu dan patungnya dan yang tidak juga menerima tandanya pada dahi dan tangan mereka; dan mereka hidup kembali dan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Kristus untuk masa seribu tahun.

Dan Bait Suci tidak lain dan tidak bukan adalah Tubuh Kita sendiri,

* 1 Korintus 6,
19 Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, — dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? 
20 Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!

2. Masa Perjanjian Lama adalah masa di mana Allah Menyatakan Diri kepada bangsa Israel, bangsa pilihan Allah. Hal ini tentulah sulit, sekali pun Allah telah menyisakan keluarga Nuh sebagai keluarga yang mengenal Allah satu-satunya, namun perkembangannya ke depan manusia semakin hidup dalam penyimpangan. Sehingga Allah harus mengambil sikap untuk memperlihatkan kebesaran-Nya dengan memberikan kemenangan-kemenangan kepada bangsa Israel ketika berperang dan kekalahan apabila bangsa Israel "berzinah" dengan menyembah allah-allah lain.

3. Sebenarnya adalah sangat mudah bagi Allah untuk membinasakan manusia dan memulai penciptaan baru lagi. Akan tetapi, Allah begitu mengasihi Manusia tetapi dari sisi lain juga Allah itu konsisten bahwa kekudusan Allah tidak dapat dicapai dengan usaha-usaha manusia berdosa. Kita bisa lihat ketika Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa, usaha manusia dengan cara menyemat daun pohon ara dan membuat cawat untuk menutupi ketelanjangannya (dosa-dosanya) tidak absah di mata Allah, sehingga Allah sendirilah yang membuatkan mereka pakaian dari kulit binatang (Kejadian 3). Mungkin menjadi pertanyaan lagi, kenapa Allah tidak tinggal berfirman saja untuk membuatkan mereka pakaian? Kenapa harus susah-payah mengambil kulit binatang?


Sebab Allah begitu mengasihi manusia lebih dari segalanya. Sehingga Allah mau turun tangan untuk menutupi ketelanjangan nenek moyang kita.

4. Mungkin kita sering bertanya atau mengabaikan gelar Anak Manusia yang diberikan kepada Yesus Kristus? Mendengar gelar Anak Allah mungkin sudah jelas. Tetapi gelar sebagai Anak Manusia memang paling pantas diberikan kepada Yesus Kristus sebagai satu-satunya Manusia yang tidak berdosa (yaitu sesuai dengan tujuan Allah pada mulanya). Karena Allah menciptakan Manusia dengan penuh kekudusan, tetapi kekudusan itu telah dirusak oleh kita sendiri. Sehingga tidak ada satu pun "manusia" yang berkenan dihadapan Allah. Tetapi Yesus Kristus sebagai "keturunan akhirnya" Adam dan Hawa telah berhasil mendamaikan kita kepada Allah sesuai dengan Kitab Kejadian 3 di atas, dalam hal ini Yesus Kristus adalah satu-satunya Anak Manusia. Dan Ia menjadi persembahan yang layak di mata Allah. (Ibrani 9-10).

5. Mungkin lagi menjadi pertanyaan, kenapa Yesus Kristus baru didatangkan setelah beribu-ribu tahun lamanya ?


Sesungguhnya pekerjaan Allah dari awal hingga akhir tidak dapat diselami oleh manusia (Pengkhotbah 3:11). Tetapi sebagai manusia yang berpikir menurut saya hal ini masih berkaitan dengan point ke-2 di atas. Bahwa pengenalan akan Allah adalah bagian yang cukup penting, sebab Anda tentu tidak akan mempercayai kehidupan Anda kepada orang yang belum Anda kenali, boro-boro dikenali, kalau pun kenal, Anda tentu harus tahu siapa Dia, dan mengapa Anda harus berserah dan mempercayai hidup Anda kepada-Nya ???

Dalam Perjanjian Lama ada begitu banyak nubuat-nubuat tentang kedatangan Yesus Kristus, sehingga apabila telah tiba waktunya tentu Allah yang telah dikenal dan dipercayai sebagai satu-satunya Allah ini, dalam setiap nubuatannya akan mendapatkan respon yang baik dan dapat dipercaya. Sebab orang Israel telah lama menantikan kedatangan Mesias. Terbukti bahwa Allah Israel sungguh sangat disegani oleh bangsa-bangsa disekitarnya, dan mengakui bahwa Allah Israel yang bernama YHVH sungguh luar biasa ditakuti. 

6. Isu perombakan Firman Allah biarlah menjadi sangkaan belaka. Sebab, akal manusia pun bisa berpikir, bahwa orang yang merombak sebuah Kitab tidak akan menyebabkan seluruhnya ikut terobah, di seluruh dunia, tidak satu pun yang dapat! Allah akan senantiasa menjaga Firman-Nya, sebagaimana pun Manusia mencoba untuk mengubahnya, begitu pula kepada nabi-nabi-Nya sekali pun Isebel, istri Ahab, membunuh semua nabi dan menyisakan Elia seorang diri sehingga Elia harus lari bersembunyi di gua-gua, ketakutan, tidak mau makan dan lain sebagainya, namun Allah menghibur Elia bahkan Allah menyisakan 7000 orang benar lagi di Israel. Kitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru relasinya tetap terjaga. Tidak ada yang saling menyalahkan apalagi berbeda pendapat, sebab keduanya sama-sama memberitakan keselamatan Illahi. Itulah mengapa pentingnya bagi kita umat Kristen untuk menyimpan Kitab Perjanjian Lama, sebab kita tidak akan memahami sesuatu yang tertulis dan maksud-maksud dalam Kitab Perjanjian Baru apabila kita tidak memahaminya lebih dulu dalam Perjanjian Lama. Dan yang cukup mengesankan, bahwa Kitab Perjanjian Lama orang Yahudi dan Kitab Perjanjian Lama orang Kristen tetap sama saja isinya, walau pun orang Yahudi menyangkal Keanakan, Ketuhanan dan bahkan Kemesiasan Yesus Kristus yang terbukti terdapat nubuatnya di dalam Alkitab.

Bahkan Salomo yang seharusnya berkata-kata tentang hikmat dan pengetahuan, mengatakan juga:

* Amsal 20:30,
Bilur-bilur yang berdarah membersihkan kejahatan, dan pukulan membersihkan lubuk hati.

* Amsal 14:9,
Orang bodoh mencemoohkan korban tebusan, tetapi orang jujur saling menunjukkan kebaikan.

7. Hendaklah setiap orang mencari pengertian, bukan hanya membeberkan isi hatinya tanpa memahaminya lebih dulu,

* Mazmur 119:130,
Bila tersingkap, firman-firman-Mu memberi terang, memberi pengertian kepada orang-orang bodoh.

* Amsal 15:14,
Hati orang berpengertian mencari pengetahuan, tetapi mulut orang bebal sibuk dengan kebodohan.

* Amsal 18:2,
Orang bebal tidak suka kepada pengertian, hanya suka membeberkan isi hatinya.

KU MASUK RUANG MAHAKUDUS

KU MASUK RUANG MAHAKUDUS
DENGAN DARAH ANAK DOMBA
KU MASUK DENGAN HATI TULUS
MENYEMBAH YANG MAHAKUASA

KUMENYEMBAH-MU,
KUSEMBAH-MU,
KUMENYEMBAH-MU,
KUSEMBAH-MU,

S'BAB NAMA-MU
KUDUS, KUDUS, TUHAN
S'BAB NAMA-MU
KUDUS, KUDUS, TUHAN.

BLESSING,

~ HSH~

Jumat, 26 Juni 2015

Nuh dan Air Bah!

Pembacaan: Kejadian 6 - 8.

*Kejadian 6:3, 13
3 Berfirmanlah TUHAN: "Roh-Ku tidak akan selama-lamanya tinggal di dalam manusia, karena manusia itu adalah daging, tetapi umurnya akan seratus dua puluh tahun saja."
13 Berfirmanlah Allah kepada Nuh: "Aku memutuskan untuk mengakhiri hidup segala makhluk, sebab bumi telah penuh dengan kekerasan oleh mereka, jadi Aku akan memusnahkan mereka bersama-sama dengan bumi.

Pada tahun 1536 setelah Allah menciptakan Manusia, Allah bermaksud untuk membinasakan semuanya dan rencana itu berlangsung 120 tahun kemudian, dimana Allah memberi waktu bagi manusia untuk berubah. [1]

*Kejadian 6:9,
Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela di antara orang-orang sezamannya; dan Nuh itu hidup bergaul dengan Allah.

Oleh karena kesucian dari Nabi Nuh sehingga ia mendapat kasih karunia dari Allah (Kej. 6:8) dan ia beserta keluarganya selamat dari bencana ini (Kej. 6:18 ; 7:1, 20 ; 1Ptr. 3:20). Adapun hujan itu diturunkan oleh Allah selama 40 hari 40 malam (red. 7:4) dan air itu berkuasa di atas bumi 150 hari lamanya (red. 7:24).

Perjanjian setelah bencana:
Kejadian pasal 6; 7; 8.

* Kejadian 9:13,
Busur-Ku Kutaruh di awan, supaya itu menjadi tanda perjanjian antara Aku dan bumi.

Berdasarkan ayat di atas, pelangi baru ada sesudah air bah melanda bumi dan pelangi itu melambangkan perjanjian bahwa Allah tidak akan mendatangkan air bah seperti itu lagi. Sebagian penafsir berpendapat bahwa pelangi sudah ada sebelum peristiwa air bah, kemudian dijadikan tanda perjanjian oleh Allah, sedangkan sebagian lagi berpendapat sebaliknya. Pendapat lain pula mengatakan adanya pelangi menandakan bahwa atmosfir bumi sebelum air bah berbeda dengan sesudah air bah di era Nuh. Ada usaha-usaha kalangan tertentu yang menafsirkan bahwa pelangi itu sudah ada "sebelum" air bah, tetapi tidak didukung oleh Alkitab. Diperkirakan, sebelum air bah, belum ada uap air di udara yang dapat membiaskan sinar menjadi pelangi, kita membaca pula bahwa sebelum air bah rupanya belum ada... hujan!

* Kejadian 2:5
belum ada semak apapun di bumi, belum timbul tumbuh-tumbuhan apapun di padang, sebab TUHAN Allah belum menurunkan hujan ke bumi, dan belum ada orang untuk mengusahakan tanah itu;

"TUHAN Allah belum menurunkan 'hujan' ke bumi", "LO' HIMTIR YEHOVAH (baca ADONAY) 'ELOHIM 'AL-HA'ARETS" . Tidak jelas apakah tumbuh-tumbuhan bisa hidup tanpa hujan, namun saya rasa bisa saja hidup karena ada air di dalam bumi.

Kejadian 9:13 mengatakan bahwa "Busur Allah" (The Bow) ditaruh di awan sebagai"tanda perjanjian-Nya dengan Nuh", dan adalah tanda Allah tidak lagi akan membinasakan segala daging (Ibrani, " בשר - BASAR ") dengan air bah. Selain Kejadian 9:14, kata קשת - QESYET dengan pengertian pelangi digunakan dalam ayat-ayat lain (lihat Kejadian 9:16, Yehezkiel 1:28). Maknanya rupanya ialah, bahwa "busur" (the bow) yang biasanya merupakan alat perang dan lambing balas dendam, menjadi lambang perdamaian dan kemurahan hati, sebab kenyataannya sekarang ditaruh di awan-awan. Melawan badai awan-awan hitam, busur Allah diubah menjadi "pelangi" ( rainbow ) oleh sinar matahari kemurahan hati dan berkat Allah. Dengan tanda ini, Allah menyatakan diriNya berada dalam perdamaian dengan umat perjanjian-Nya.

Demikian juga dalam :
* Yehezkiel 1:28
Seperti busur pelangi , yang terlihat pada musim hujan di awan-awan, demikianlah kelihatan sinar yang mengelilinginya. Begitulah kelihatan gambar kemuliaan TUHAN. Tatkala aku melihatnya aku sembah sujud, lalu kudengar suara Dia yang berfirman.

Perjanjian Baru Yunani menggunakan kata ιρις – iris merujuk kepada pelangi. "Busur" (the bow) kemurahan hati nampak di sekeliling takhta kemuliaan dan pengadilan. Dalam Wahyu 4:3 dan Wahyu 10:1, Rasul Yohanes, mendapat pengelihatan yang mirip dengan pengelihatan yang diterima Yehezkiel:

*Wahyu 4:3
Dan Dia yang duduk di takhta itu nampaknya bagaikan permata yaspis dan permata sardis; dan suatu pelangi melingkungi takhta itu gilang-gemilang bagaikan zamrud rupanya.

*Wahyu 10:1
Dan aku melihat seorang malaikat lain yang kuat turun dari sorga, berselubungkan awan, dan pelangi ada di atas kepalanya dan mukanya sama seperti matahari, dan kakinya bagaikan tiang api.

Nb:
1. Kejadian 6:3 tidak berbicara tentang 'maksimal usia manusia', melainkan tentang 'Allah memberi manusia waktu selama 120 tahun untuk bertobat' dan kemudian akan Allah turunkan air bah. [Kejadian 6:7].

2. Jika rencana Allah dimulai pada tahun 1536 setelah Adam diciptakan dan 120 tahun lamanya Nabi Nuh membuat bahtera dan kesempatan bertobat yang Allah beri kepada Manusia, maka Air Bah terjadi pada tahun 1656 setelah manusia diciptakan.

3. Nuh berumur 600 tahun ketika peristiwa air bah, dan ia masih hidup hingga 350 tahun setelahnya, sehingga umur Nabi Nuh adalah 950 tahun atau mati pada tahun 2006 setelah manusia diciptakan. (Kejadian 9:28-29)

4. Anak-anak Nuh dari yang tertua ke terbungsu adalah Sem, Yafet dan Ham (red Kej. 9:15-29, 10:21) (biasanya disebut: Sem, Ham dan Yafet,). Dan Sem sebagai anak sulung adalah nenek moyang dari Yesus Kristus dan juga merupakan nenek dari bapa Abraham, itulah sebabnya mengapa ada istilah agama Semitik sebab dari keturunannyalah terlahir nabi-nabi. Agama Semitik adalah: Yahudi, Kristen dan Islam.

5. Secara kiasan, baptisan dilambangkan dengan kasus air bah pada zaman Nuh ini (1Ptr. 3:21).

*1 Petrus 3:21,
Juga kamu sekarang diselamatkan oleh kiasannya, yaitu baptisan--maksudnya bukan untuk membersihkan kenajisan jasmani, melainkan untuk memohonkan hati nurani yang baik kepada Allah--oleh kebangkitan Yesus Kristus,

SILAHKAN DISEBARKAN ATAU BERIPERTANYAAN!

HALELUYAH! TUHAN YESUS MEMBERKATI!

Senin, 14 Juli 2014

Yohanes 1:1

Kata "FIRMAN" yang merujuk kepada Yesus adalah salah satu gelar yang diberikan kepada-Nya, ketika inkarnasi-Nya di dunia.

Ada banyak gelar yang diberikan kepada Yesus selama inkarnasi-Nya, seperti, Anak Allah, Anak Manusia, Anak Domba, Anak Daud, Bapa Yang Kekal, Raja Damai, Penasihat Ajaib, Allah Yang Perkasa, dst.

Untuk gelar "FIRMAN" sendiri untuk pertama kalinya disebut dalam kitab Penubuat Yesaya,

55:11 demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya. 

Berbicara tentang Yesaya 55, Allah berbicara soal Kedatangan Yesus Kristus.

Dalam nubuat di atas, Allah jelas mengatakan bahwa "firman yang keluar dari mulut-Nya" --maksudnya adalah Roh yang keluar dari Allah, sebagai Hakikat, yaitu Roh yang Kudus, yang Ia utus -- "tidak akan kembali dengan sia-sia" -- sudah jelas Roh tersebut tidak akan kembali dengan kegagalan, sebaliknya Ia akan melakukan kehendak yang mengutus-Nya, yaitu Hakikat-Nya dan Allah menjamin keberhasilan segala yang disuruhkan-Nya --

Nah, akhirnya kita berbicara soal "Allah Hakikat" dan "Allah Roh". Misal, pada hari minggu ada banyak Gereja yang melayani di seluruh dunia, pertanyaannya, apakah eksistensi Allah hanya bisa di satu tempat ? Atau sebaliknya Allah eksis di semua Gereja??? Ada pun eksis dalam waktu yang sama.

Tentu saja bisa. Sebab Allah itu Esa namun memiliki banyak Roh, Allah Yang Esa itu adalah Hakikat-Nya, sedangkan Roh adalah Keesaan Dia yang tak terhitung banyaknya.

Contoh lainnya lagi, dalam sebuah kota terjadi bencana alam, apakah Allah harus menyelamatkan jiwa yang satu dulu baru dapat menyelamatkan jiwa yang lain?

Demikianlah sabda pada Yohanes 1:1, secata khusus berbicara tentang Yesus Kristus sebagai "Firman Allah" - namun eksistensi sebenarnya adalah Roh yang menjadi daging -, pada mulanya Dia ada bersama-sama dengan Allah, yang berartiberasal dari Hakikat, dan ditegaskan lagi bahwa Firman itu adalah Allah itu sendiri.Allah itu Esa dalam Ketritunggalan-Nya Yang MahaKudus. Sebab Allah Tritunggal bukan berbicar tentang jumlah allah, melainkan tentang Pribadi (Roh) Allah yang Esa tiada terbilang banyaknya dan satu tiada bandingannya itu.Tuhan Yesus Memberkati.

Yohanes 3:6

NazareanHati Sebagai Hamba << Tanggapan: Sudah jelas bukan bahwa saya telah mengatakan bahwa eksistensi Yesus sesungguhnya adalah "Roh Allah" itu sendiri ??? Dan: Firman, Anak Domba, dst adalah gelar bagi-Nya. 

<<< bukan kah yesus sendiri berkata : roh melahirkan roh dan daging melahirkan daging?....bagaimana bisa roh melahirkan daging? apa yg dilahirkan oleh daging adalah daging, dan apa yg dilahirkan roh adalah roh ( yohanes 3:6) jika Allah adalah Roh , knpa anda malah menuhankan yesus yg berdaging dan bertulang?...

Tanggapan:
Wah, saya kira Anda memahami sepenuhnya sama seperti Anda memahami makna gelar yang diberikan kepada Yesus -- bukan makna sebenarnya --. Ternyata Anda tidak beda dengan Muslim lain ya :)

Kalau begitu situasinya, kita cross-check langsung dengan perikop yang Anda gundah-gulanakan,

3:1. Adalah seorang Farisi yang bernama Nikodemus, seorang pemimpin agama Yahudi.
3:2 Ia datang pada waktu malam kepada Yesus dan berkata: "Rabi, kami tahu, bahwa Engkau datang sebagai guru yang diutus Allah; sebab tidak ada seorangpun yang dapat mengadakan tanda-tanda yang Engkau adakan itu, jika Allah tidak menyertainya."
3:3 Yesus menjawab, kata-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah."

Bagaimana menurut Anda sampai sini?
Membaca istilah dilahirkan kembali, apakah asumsi Anda juga sama seperti di atas, bahwa haruslah orang itu kembali ke rahim ibunya seperti yang disangka Nikodemus ??? :D

Nexttt,,

3:4 Kata Nikodemus kepada-Nya: "Bagaimanakah mungkin seorang dilahirkan, kalau ia sudah tua? Dapatkah ia masuk kembali ke dalam rahim ibunya dan dilahirkan lagi?" 
3:5 Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah. 

Bagaimana pula yang satu ini? Lahir dari "air" ??? Apakah berarti bahwa orang itu harus diperanak oleh segenang air ??? Ckckck.

3:6 Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh.

3:7 Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali.
3:8 Angin bertiup ke mana ia mau, dan engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang atau ke mana ia pergi. Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh." 
3:9 Nikodemus menjawab, katanya: "Bagaimanakah mungkin hal itu terjadi?" 
3:10 Jawab Yesus: "Engkau adalah pengajar Israel, dan engkau tidak mengerti hal-hal itu? 
3:11 Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kami berkata-kata tentang apa yang kami ketahui dan kami bersaksi tentang apa yang kami lihat, tetapi kamu tidak menerima kesaksian kami. 
3:12 Kamu tidak percaya, waktu Aku berkata-kata dengan kamu tentang hal-hal duniawi, bagaimana kamu akan percaya, kalau Aku berkata-kata dengan kamu tentang hal-hal sorgawi?
3:13 Tidak ada seorangpun yang telah naik ke sorga, selain dari pada Dia yang telah turun dari sorga, yaitu Anak Manusia. 
3:14 Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, 
3:15 supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal. 
3:16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
3:17 Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.
3:18 Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah.
3:19 Dan inilah hukuman itu: Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan dari pada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat.
3:20 Sebab barangsiapa berbuat jahat, membenci terang dan tidak datang kepada terang itu, supaya perbuatan-perbuatannya yang jahat itu tidak nampak;
3:21 tetapi barangsiapa melakukan yang benar, ia datang kepada terang, supaya menjadi nyata, bahwa perbuatan-perbuatannya dilakukan dalam Allah."

Nah, sebenarnya kalau Anda meluangkan waktu untuk membaca seluruh kop, Anda tidak akan digalaukan dengan ayat di atas, karena deskripsi lebih lanjut mengenai ini ada kok di ayat kelanjutannya.

Bahwa "daging" yang dimaksud, bukanlah "daging" kemanusiaan ini, "daging" dalam Alkitab maknanya adalah "kejahatan" sedangkan "roh" adalah "kebaikan".

* Galatia 5:19, 22
19 Perbuatan daging telah nyata, yaitu percabulan, kecemaran, hawa nafsu, ...
22 Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, ....

Jadi, maksud ayat 6 ini,
3:6 Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh.

Adalah bahwa kejahatan (kedagingan) yang kita perbuat (lahirkan) adalah hasilnya tetap kejahatan, sebaliknya kebaikan yang kita perbuat mendatangkan sukacita. Dan tentu saja ini tidak ada hubungannya dengan permasalahan kita tadi.

Dan pula, melalui perbuatan "roh" inilah kita dapat dilahirkan kembali, dan makna "Air" sendiri adalah "pembaptisan" atau "Roh Kudus", di mana seorang yang mau dikatakan lahir kembali haruslah berbuat seperti pada ayat-ayat selanjutnya (berpayungkan "kerohanian") dan menerima Roh Kudus (pembaptisan).

Senin, 20 Mei 2013

Eskatologi dalam Kitab Daniel (pasal 7 dan 8 )

Pendahuluan:
1. Pasal 2, http://hsh-kristen.blogspot.com/2013/05/eskatologi-dalam-kitab-daniel.html

Sudahkah Anda membaca artikel di atas? Anda mungkin hanya dapat memahami tulisan ini bila mengikuti dan membacanya dari awal sebab thread kali ini adalah kelanjutan dari artikel "Pasal 2" tersebut.

7:1. Pada tahun pertama pemerintahan Belsyazar, raja Babel, bermimpilah Daniel dan mendapat penglihatan-penglihatan di tempat tidurnya. Lalu dituliskannya mimpi itu, dan inilah garis besarnya:
7:2 Berkatalah Daniel, demikian: "Pada malam hari aku mendapat penglihatan, tampak keempat angin dari langit mengguncangkan laut besar,
7:3 dan empat binatang besar naik dari dalam laut, yang satu berbeda dengan yang lain.

Cerita bermula dari penglihatan nabi Daniel, kemudian ia menuliskan garis besar dari mimpi dan penglihatan semalamnya itu . . . di mana ia melihat ada "empat binatang besar" yang satu sama lainnya berbeda . . .

7:4 Yang pertama rupanya seperti seekor singa, dan mempunyai sayap burung rajawali; aku terus melihatnya sampai sayapnya tercabut dan ia terangkat dari tanah dan ditegakkan pada dua kaki seperti manusia, dan kepadanya diberikan hati manusia.
7:5 Dan tampak ada seekor binatang yang lain, yang kedua, rupanya seperti beruang; ia berdiri pada sisinya yang sebelah, dan tiga tulang rusuk masih ada di dalam mulutnya di antara giginya. Dan demikianlah dikatakan kepadanya: Ayo, makanlah daging banyak-banyak.
7:6 Kemudian aku melihat, tampak seekor binatang yang lain, rupanya seperti macan tutul; ada empat sayap burung pada punggungnya, lagipula binatang itu berkepala empat, dan kepadanya diberikan kekuasaan.
7:7 Kemudian aku melihat dalam penglihatan malam itu, tampak seekor binatang yang keempat, yang menakutkan dan mendahsyatkan, dan ia sangat kuat. Ia bergigi besar dari besi; ia melahap dan meremukkan, dan sisanya diinjak-injaknya dengan kakinya; ia berbeda dengan segala binatang yang terdahulu; lagipula ia bertanduk sepuluh.

Keempat binatang besar itu . . . Siapakah dia???

Daniel mendapat penglihatan yang amat mencengangkan. Ia hampir tak mengerti arti dari "keempat binatang" yang ia lihat tersebut. Ada pun ia menuliskan hal ini, tentang apa yang dilihatnya,

*gambar diurut

Binatang Pertama, rupanya seperti seekor singa ( lihat gambar ) yang bersayapkan burung rajawali, namun Daniel melihat keanehan dari sayap yang satu yang membuat ia terus memandangnya hingga akhirnya satu sayap tersebut tercabut.

Binatang Kedua, rupanya seperti beruang, yang memiliki tiga tulang rusuk dan dulunya berdiri pada dua sisi

Binatang Ketiga, rupanya seperti macan tutul dan memiliki empat sayap dan empat kepala yang nantinya diberi kuasa

7:7 Kemudian aku melihat dalam penglihatan malam itu, tampak seekor binatang yang keempat, yang menakutkan dan mendahsyatkan, dan ia sangat kuat. Ia bergigi besar dari besi; ia melahap dan meremukkan, dan sisanya diinjak-injaknya dengan kakinya; ia berbeda dengan segala binatang yang terdahulu; lagipula ia bertanduk sepuluh.

Binatang Keempat, rupanya sangat menakutkan, ia bergigi besar dan melahap serta meremukkan semuanya, Daniel merasa binatang keempat ini berbeda dengan binatang sebelum-sebelumnya, lagi pula ia bertanduk sepuluh . . .

Setelah itu, 2 tahun kemudian, nabi Daniel mendapat penglihatan yang sama namun dalam gambaran yang berbeda,

8:1. Pada tahun yang ketiga pemerintahan raja Belsyazar, nampaklah kepadaku, Daniel, suatu penglihatan sesudah yang tampak kepadaku dahulu itu.
8:2 Aku melihat dalam penglihatan itu, dan sementara aku melihat, aku berada di puri Susan, yang ada di wilayah Elam, dan aku melihat dalam penglihatan itu, bahwa aku sedang di tepi sungai Ulai.

8:3 Aku mengangkat mukaku dan melihat, tampak seekor domba jantan berdiri di depan sungai itu; tanduknya dua dan kedua tanduk itu tinggi, tetapi yang satu lebih tinggi dari yang lain, dan yang tinggi itu tumbuh terakhir.
8:4 Aku melihat domba jantan itu menanduk ke barat, ke utara dan ke selatan, dan tidak ada seekor binatangpun yang tahan menghadapi dia, dan tidak ada yang dapat membebaskan dari kuasanya; ia berbuat sekehendak hatinya dan membesarkan diri.
8:5 Tetapi sementara aku memperhatikannya, tampak seekor kambing jantan datang dari sebelah barat, yang melintasi seluruh bumi tanpa menginjak tanah; dan kambing jantan itu mempunyai satu tanduk yang aneh di antara kedua matanya.
8:6 Ia datang pada domba jantan yang dua tanduknya dan yang kulihat berdiri di depan sungai itu, lalu menyerangnya dengan keganasan yang hebat.
8:7 Aku melihatnya mendekati domba jantan itu; ia menggeram, lalu ditanduknya domba jantan itu, dipatahkannya kedua tanduknya, dan domba jantan itu tidak berdaya untuk tahan menghadapi dia; dihempaskannya dia ke bumi, diinjak-injaknya, dan tidak ada yang melepaskan domba jantan itu dari kuasanya.

8:8 Kambing jantan itu sangat membesarkan dirinya, tetapi ketika ia sampai pada puncak kuasanya, patahlah tanduk yang besar itu, lalu pada tempatnya tumbuh empat tanduk yang aneh, sejajar dengan keempat mata angin yang dari langit.

8:9 Maka dari salah satu tanduk itu muncul suatu tanduk kecil, yang menjadi sangat besar ke arah selatan, ke arah timur dan ke arah Tanah Permai.
8:10 Ia menjadi besar, bahkan sampai kepada bala tentara langit, dan dari bala tentara itu, dari bintang-bintang, dijatuhkannya beberapa ke bumi, dan diinjak-injaknya.
8:11 Bahkan terhadap Panglima bala tentara itupun ia membesarkan dirinya, dan dari pada-Nya diambilnya korban persembahan sehari-hari, dan tempat-Nya yang kudus dirobohkannya.
8:12 Suatu kebaktian diadakan secara fasik menggantikan korban sehari-hari, kebenaran dihempaskannya ke bumi, dan apapun yang dibuatnya, semuanya berhasil.
8:13 Kemudian kudengar seorang kudus berbicara, dan seorang kudus lain berkata kepada yang berbicara itu: "Sampai berapa lama berlaku penglihatan ini, yakni korban sehari-hari dan kefasikan yang membinasakan, tempat kudus yang diserahkan dan bala tentara yang diinjak-injak?"
8:14 Maka ia menjawab: "Sampai lewat dua ribu tiga ratus petang dan pagi, lalu tempat kudus itu akan dipulihkan dalam keadaan yang wajar."

8:15. Sedang aku, Daniel, melihat penglihatan itu dan berusaha memahaminya, maka tampaklah seorang berdiri di depanku, yang rupanya seperti seorang laki-laki;
8:16 dan aku mendengar dari tengah sungai Ulai itu suara manusia yang berseru: "Gabriel, buatlah orang ini memahami penglihatan itu!"
8:17 Lalu datanglah ia ke tempat aku berdiri, dan ketika ia datang, terkejutlah aku dan jatuh tertelungkup, lalu ia berkata kepadaku: "Pahamilah, anak manusia, bahwa penglihatan itu mengenai akhir masa!"
8:18 Sementara ia berbicara dengan aku, jatuh pingsanlah aku tertelungkup ke tanah; tetapi ia menyentuh aku dan membuat aku berdiri kembali.
8:19 Lalu berkatalah ia: "Kuberitahukan kepadamu apa yang akan terjadi pada akhir murka ini, sebab hal itu mengenai akhir zaman.
8:20 Domba jantan yang kaulihat itu, dengan kedua tanduknya, ialah raja-raja orang Media dan Persia.
8:21 Dan kambing jantan yang berbulu kesat itu ialah raja negeri Yunani, dan tanduk besar yang di antara kedua matanya itu ialah raja yang pertama.
8:22 Dan bahwa tanduk itu patah dan pada tempatnya itu muncul empat buah, berarti: empat kerajaan akan muncul dari bangsa itu, tetapi tidak sekuat yang terdahulu.

Nampak bahwa penglihatan Daniel ada kaitannya dengan mimpi raja Nebukadnezar yang sudah kita perbincangkan kemarin. Dimana sang raja melihat sebuah patung yang tubuhnya terbuat dari empat unsur, yakni

Unsur Pertama, Emas, melambangkan Kerajaan Babel . . .

Unsur Kedua, Perak, melambangkan Kerajaan Media-Persia . . .

Unsur Ketiga, Tembaga, melambangkan Kerajaan Yunani . . .

Unsur Keempat, sekali lagi "pihak keempat" dijuluki sebagai pihak teraneh dan mengerikan, dia terbuat dari Besi dan Tanah Liat . . . dan dikatakan sebagai pengacaubalau.

Ada pun, pemberiaan "lambang kerajaan" pada masing-masing unsur dan dalam visi Daniel 7, 8 adalah sebagai berikut,

terminologi:
binatang: Kerajaan
laut/air: manusia

Kerajaan Babel, sudah tidak dipungkiri lagi, sebab Daniel sendirilah yang menyingkapkan bahwa unsur emas (lokasi: bagian kepala) adalah sang raja sendiri, yaitu raja Nebukadnezar, Raja Babel. (bdk. Dan. 2:38).

Dalam visi Daniel 7, dia adalah binatang pertama (kerajaan pertama) yang keluar dari laut (berasal dari manusia). Binatang pertama tersebut adalah singa yang bersayapkan rajawali.

Simbol singa diberi untuknya, sebab ia adalah kerajaan dengan kekuatan yang besar, layaknya seekor singa.

Simbol "sayap rajawali", bahwa di bawah Nebukadnezar penaklukan terjadi dengan cepat/kecepatan tinggi (Memilik Sayap Rajawali).

Tapi ada kalanya tiba suatu waktu ketika sayap itu tercabut. Sehingga Singa itu tidak lagi secepat sebelumnya (ketika memilik sayap) Karena singa itu sudah ditegakkan pada dua kaki manusia, kecepatan penaklukannya sebanding dengan kecepatan manusia menggunakan kedua kakinya,. Keberanian dan semangat Singa itu hilang dan sebagai gantinya diberikan hati/Jantung seorang manusia - yang lemah, takut, dan samar - mengambil tempat keberanian/kekuatan nyali seekor singa. Itulah yang terjadi pada bangsa Babylonia pada akhir kejayaannya, ketika bangsa itu menjadi lemah disebabkan oleh kemewahan dan kekayaannya.

7:4 Yang pertama rupanya seperti seekor singa, dan mempunyai sayap burung rajawali; aku terus melihatnya sampai sayapnya tercabut dan ia terangkat dari tanah dan ditegakkan pada dua kaki seperti manusia, dan kepadanya diberikan hati manusia.

Kerajaan Media-Persia, dalam Visi daniel 7, binatang kedua adalah Beruang, dada dan lengan dari perak lebih rendah daripada kepala dari emas seperti Beruang lebih rendah daripada singa. Media-Persia dianggap kalah dari Babel dalam hal kekayaan, keindahan, dan kecemerlangan.

Beruang itu berdiri pada sisinya yang sebelah( hanya 1 sisi). Menunjukan bahwa Awalnya beruang itu berdiri pada 2 sisi. Kerajaan ini terdiri dari dua kebangsaan, Media dan Persia. Fakta yang sama diwakili oleh dua tanduk domba jantan dalam Daniel 8. Dari jumlah tanduk tersebut dikatakan bahwa tanduk yang lebih tinggi datang terakhir, dan beruang mengangkat dirinya pada satu sisi. Hal ini dipenuhi oleh kerajaan Persia, karena meskipun datang terakhir (tumbuh terakhir), ia meraih kemashyuran yang lebih tinggi, menjadi pengaruh yang lebih dominan pada kerajaan dibandingkan kerajaan Media (tanduk satunya, yang lebih rendah). (Lihat Daniel 8:3 "Aku mengangkat mukaku dan melihat, tampak seekor domba jantan berdiri di depan sungai itu; tanduknya dua dan kedua tanduk itu tinggi, tetapi yang satu lebih tinggi dari yang lain, dan yang tinggi itu tumbuh terakhir".)

Simbol "tiga tulang rusuk" yang berada pada mulut beruang menandakan tiga propinsi besar kerajaan Babel yakni Babel, Lydia dan Mesir

Ajakan, "Ayo, makanlah daging banyak-banyak", menandakan sebuah dorongan/penggerak kepada kerajaan Media-Persia oleh Penggulingan ketiga provinsi tersebut.

7:5 Dan tampak ada seekor binatang yang lain, yang kedua, rupanya seperti beruang; ia berdiri pada sisinya yang sebelah, dan tiga tulang rusuk masih ada di dalam mulutnya di antara giginya. Dan demikianlah dikatakan kepadanya: Ayo, makanlah daging banyak-banyak.

Kerajaan Yunani, dalam Visi daniel 7, binatang Ketiga serupa Macan Tutul. Kerajaan Ketiga, yaitu Yunani, di sini diwakili oleh simbol dari macan tutul.

Simbol "empat sayap burung", jika dua sayap pada binatang pertama yakni singa menandakan kecepatan penaklukan, maka sayap pada macan tutul juga akan berarti sama di sini.

Simbol "macan tutul", macan tutul itu sendiri adalah binatang yang sangat cepat, lebih cepat dari singa, tapi ini tidak cukup cepat untuk mewakili kecepatan penaklukan yang dilakukan oleh kerajaan ketiga/Yunani.

Dua sayap, jumlah sayap yang dimiliki binatang pertama yakni singa itu, tidaklah cukup; pada macan tutul dikatakan memiliki empat sayap. Hal ini akan menunjukkan kecepatan gerakan/penaklukan yang belum pernah terjadi sebelumnya, yang kita temukan menjadi fakta sejarah di Kerajaan Yunani. Penaklukan dari Yunani di bawah pemerintahan Alexander tidak memiliki tandingan di zaman kuno untuk ketiba-tibaannya dan kecepatan/kepesatannya. Kedatangannya dalam area perang secepat kilat dan tak terduga.

Simbol "lagipula binatang itu berkepala empat", setelah kematian Alexander yang disebutkan disebabkan oleh sakit akibat pesta pora mabuk-mabukan yang berlebih-lebihan, timbullah pertentangan pada banyak kalangan pengikutnya untuk menentukan penerus Alexander. Setelah itu disepakati bahwa saudaranya kandungnya, Philip Aridaeus bersama anak Alexander yang belum lahir ketika dia meninggal yakni Alexander IV Aegus dinyatakan sebagai raja, nama dan Kekaisaran Macedonia bertahan untuk beberapa waktu saja tapi kemudian anaknya dibunuh, dan keluarga dari Alexander menjadi punah. Kemudian Komandan-komandan kepala pasukan/tentara yang menjabat sebagai gubernur provinsi mengklaim (menganggap)  gelar raja. Mereka segera mulai berperang melawan satu sama lain sedemikian rupa sehingga dalam beberapa tahun setelah kematian Alexander, jumlah itu berkurang menjadi empat -jumlah yang tepat yang ditentukan dalam nubuatan-. (memiliki 4 tanduk/raja).

Kekaisaran Yunani dibagi antara empat jenderal terkemuka yakni,
1. Cassander, yang memiliki Yunani dan negara-negara tetangga;
2. Lysimachus, yang menguasai Asia Kecil;
3. Seleucus, yang menguasai Suriah dan Babylonia,
4. Ptolemy, anak Lagus, yang menguasai Mesir,

Dalam Visi Daniel 8:8 disebutkan, "ketika ia sampai pada puncak kuasanya, patahlah tanduk yang besar itu..", spekulasi-spekulasi mengenai keruntuhan suatu kerajaan tentu dikatakan ketika kerajaan itu menjadi lemah, kerajaan yang terkoyak oleh pemberontakan, atau melemah karena kemewahan dan kekayaan, sehingga kekuasaannya/kerajaan/tanduknya patah tetapi pada nubuatan ini tidak begitu, jelas sekali dinubuatkan bahwa kerajaan/tanduknya patah ketika ia sampai pada puncak kuasanya, dan nyata bahwa kerajaan Alexander/Yunani pecah pada saat di puncak kejayaannya. Hampir dikatakan mustahil ada kerajaan yang runtuh pada era kejayaannya.

Simbol "lalu pada tempatnya tumbuh empat tanduk yang aneh", sejajar dengan keempat mata angin yang dari langit. Setelah Alexander meninggal Kekaisaran Yunani dibagi menjadi 4 Kerajaan. Mereka memegang kekuasaan terhadap keempat angin dari langit. Cassander memiliki bagian barat, Lysimachus wilayah utara, Seleucus negara timur, dan Ptolemy bagian selatan kekaisaran. Kerajaan ini dilambangkan oleh empat kepala macan tutul.

Betapa akuratnya nubuatan Daniel. Ketika Alexander tidak meninggalkan seorang penerus atau pengganti, mengapa kekaisaran tidak terpecah menjadi fragmen-fragmen kecil yang tak terhitung jumlahnya? Kenapa menjadi hanya empat bagian saja, dan tidak lebih ? Alasannya adalah nubuatan Sudah melihat dan mengatakan demikian. Macan tutul yang memiliki empat kepala, kambing jantan yang memiliki empat tanduk.

Kerajaan Romawi, dalam Visi daniel 7, Binatang Keempat Daniel tidak bisa menggambarkan rupanya, bukan karena tidak mau tetapi karena memang tidak ada yang menyerupai/menggambarkan binatang tersebut yang terpikirkan oleh Daniel, bahkan karena penasaran Daniel menuliskan di ayat yang ke 19 dan 20, yakni,

7:19 Lalu aku ingin mendapat penjelasan tentang binatang yang keempat itu, yang berbeda dengan segala binatang yang lain, yang sangat menakutkan, dengan gigi besinya dan kuku tembaganya, yang melahap dan meremukkan dan menginjak-injak sisanya dengan kakinya;
7:20 dan tentang kesepuluh tanduk yang ada pada kepalanya, dan tentang tanduk yang lain, yakni tanduk yang mempunyai mata dan yang mempunyai mulut yang menyombong, yang tumbuh sehingga patahlah tiga tanduk, dan yang lebih besar rupanya dari tanduk-tanduk yang lain.

Tetapi kemudian, Daniel mendapat jawabannya,

7:23 Maka demikianlah katanya: Binatang yang keempat itu ialah kerajaan yang keempat yang akan ada di bumi, yang akan berbeda dengan segala kerajaan dan akan menelan seluruh bumi, menginjak-injaknya dan meremukkannya.
7:24 Kesepuluh tanduk itu ialah kesepuluh raja yang muncul dari kerajaan itu. Sesudah mereka, akan muncul seorang raja; dia berbeda dengan raja-raja yang dahulu dan akan merendahkan tiga raja.

Sesuai penjelasan Daniel 2:40 dan Daniel 7:23, mengenai Unsur atau Binatang atau Kerajaan Keempat yang terbesar setelah Yunani (Kerajaan Yunani) adalah Kerajaan Romawi. Dan sesuai penjelasan Daniel 2:41, bahwa Kerajaan tersebut akan terbagi menjadi 10 Kerajaan yang dihasilkan dari Perkawinan Campur, demikian juga Daniel 7 kembali memberi Visi bahwa Binatang Keempat ini bertandukkan 10.

Walau mereka adalah Kesatuan dari Kerajaan Romawi, namun mereka tidaklah akur, sebab sebagaimana visi Daniel 2 bahwa bagian keempat dari patung tercampur atas 2 senyawa, yaitu unsur besi dan tanah liat. Sama seperti besi dan tanah liat yang tak dapat menyatu, demikian pula 10 Kerajaan ini tidak akan menjadi satu Kerajaan.

Lalu, dalam visi Daniel 7:8, dikatakan setelah itu akan tumbuh lagi satu tanduk (lahirnya satu kerajaan Romawi lagi).

7:8 Sementara aku memperhatikan tanduk-tanduk itu, tampak tumbuh di antaranya suatu tanduk lain yang kecil, sehingga tiga dari tanduk-tanduk yang dahulu itu tercabut; dan pada tanduk itu tampak ada mata seperti mata manusia dan mulut yang menyombong.

Kelahiran satu tanduk ini menjadikan jumlah Kerajaan Romawi menjadi 11, namun Kerajaan ini akan membuat tiga tanduk-tanduk terdahulu (3 kerajaan yang lebih tua) . . . tercabut (M.U.S.N.A.H). Tanduk (raja) ini akan merendahkan (menjatuhkan) 3 tanduk terdahulu (3 raja terdahulu).

Tentang ia (tanduk/raja baru) dikatakan,

7:25 Ia akan mengucapkan perkataan yang menentang Yang Mahatinggi, dan akan menganiaya orang-orang kudus milik Yang Mahatinggi; ia berusaha untuk mengubah waktu dan hukum, dan mereka akan diserahkan ke dalam tangannya selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.

Siapakah raja kesebelas itu? Dan 3 Kerajaan mana sajakah yang telah ia musnahkan???

Untuk menjawab hal ini, ada baiknya kita mengetahui Kesepuluh Kerajaan Romawi (10 Tanduk) tersebut, yaitu,

1) VISIGOTHS -- sekarang menjadi SPANYOL

2) ANGLO-SAXONS -- sekarang menjadi INGGRIS

3) FRANKS -- sekarang menjadi PERANCIS

4) ALEMANI -- sekarang menjadi JERMAN

5) BURGUNDIANS -- sekarang menjadi SWISS

6) LOMBARDS -- sekarang menjadi ITALIA

7) SUEVI -- sekarang menjadi PORTUGAL

8 )HERULI -- MUSNAH

9) OSTROGOTHS -- MUSNAH

10) VANDALS -- MUSNAH

Dan dari Kesepuluh itu, kenyataannya KERAJAAN tambahan yang dimaksud adalah KERAJAAN VATIKAN (PAPACY/KEPAUSAN) !!!

Ia adalah tanduk kecil (kesebelas) yang belakangan tumbuh ( berdiri ). Ia tumbuh dari Kerajaan LOMBARDS ( sekarang ITALIA ). Kerajaan ini (Kepausan) sesuai catatan sejarah telah mencabut tiga tanduk (raja) lain. Kepausan telah mencabut dan merendahkan (meruntuhkan) Kerajaan Heruli, Ostrogoth dan Vandal.

Sejauh ini, kita sudah melihat bagaimana Alkitab dapat membuktikan perkataannya, lalu apakah benar, bahwa Kepausan adalah "binatang"? [sebutan untuk kerajaan sesat].

Apalagi, malaikat sendiri berkata, bahwa "7:25 Ia akan mengucapkan perkataan yang menentang Yang Mahatinggi, dan akan menganiaya orang-orang kudus milik Yang Mahatinggi; ia berusaha untuk mengubah waktu dan hukum, dan mereka akan diserahkan ke dalam tangannya selama satu masa dan dua masa dan setengah masa. " ??????

Apakah ini yang menjadi alasan bagi para reformator seperti Marthin Luther berani menyerang Takhta Suci karena melihat bahwa penggenapan dari nubuat ini tertuju kepadanya? Sehingga para reformator mendirikan Kristen Protestan sebagai agama koreksi dan protesilasi Kepausan dan doktrin-doktrin sesatnya dalam Gereja Katolik?

-bersambung-

Minggu, 12 Mei 2013

Eskatologi dalam Kitab Daniel

Pendahuluan:
Apa itu "eskatologi"? Eskatologi adalah berasal dari bahasa Yunani dari kata ἔσχατος, Eschatos yang berarti "terakhir" dan -logi yang berarti "studi tentang". Jadi, secara hurufiah eskatologi berarti "ilmu yang mempelajari tentang akhir zaman".

Sebab Alkitab sejatinya tidak hanya berbicara tentang peristiwa dan kejadian kali itu (pada masanya), sebaliknya kebanyakan didominasi oleh ratusan nubuat (baca: ramalan). Alkitab adalah buku ajaib sebab ia mampu berbicara "ke depan". Termasuk dengan ayat yang kita perbincangkan kali ini, yang diambil dari kitab Daniel pada pasalnya yang kedua. Tanpa basa basi lagi, mari kita saksikan seperti apakah wahyu yang disingkapkan oleh Allah kepada nabi-Nya, Daniel. Dan apakah arti dari wahyu (penyingkapannya) itu?

2:1 Pada tahun yang kedua pemerintahan Nebukadnezar bermimpilah Nebukadnezar; karena itu hatinya gelisah dan ia tidak dapat tidur.

Kisah bermula dari gelisahnya raja atas mimpi yang didapatinya.

2:2 Lalu raja menyuruh memanggil orang-orang berilmu, ahli jampi, ahli sihir dan para Kasdim, untuk menerangkan kepadanya tentang mimpinya itu; maka datanglah mereka dan berdiri di hadapan raja.

2:3 Kata raja kepada mereka: "Aku bermimpi, dan hatiku gelisah, karena ingin mengetahui mimpi itu."
2:4 Lalu berkatalah para Kasdim itu kepada raja (dalam bahasa Aram): "Ya raja, kekallah hidupmu! Ceriterakanlah kepada hamba-hambamu mimpi itu, maka kami akan memberitahukan maknanya."
2:5 Tetapi raja menjawab para Kasdim itu: "Aku telah mengambil keputusan, yakni jika kamu tidak memberitahukan kepadaku mimpi itu dengan maknanya, maka kamu akan dipenggal-penggal dan rumah-rumahmu akan dirobohkan menjadi timbunan puing;
2:6 tetapi jika kamu dapat memberitahukan mimpi itu dengan maknanya, maka kamu akan menerima hadiah, pemberian-pemberian dan kehormatan yang besar dari padaku. Oleh sebab itu beritahukanlah kepadaku mimpi itu dengan maknanya!"

Saking gelisahnya, raja memanggil para penafsir mimpi bahkan memberikan mereka ancaman sadis bila tak mampu menafsirkannya.

2:7 Mereka menjawab pula: "Silakan tuanku raja menceriterakan mimpi itu kepada hamba-hambanya ini, maka kami akan memberitahukan maknanya."
2:8 Jawab raja: "Aku tahu benar-benar, bahwa kamu mencoba mengulur-ulur waktu, karena kamu melihat, bahwa aku telah mengambil keputusan,
2:9 yakni jika kamu tidak dapat memberitahukan kepadaku mimpi itu, maka kamu akan kena hukuman yang sama; dan aku tahu bahwa kamu telah bermufakat untuk mengatakan kepadaku hal-hal yang bohong dan busuk, sampai keadaan berubah. Oleh sebab itu ceriterakanlah kepadaku mimpi itu, supaya aku tahu, bahwa kamu dapat memberitahukan maknanya juga kepadaku."

2:10 Para Kasdim itu menjawab raja: "Tidak ada seorangpun di muka bumi yang dapat memberitahukan apa yang diminta tuanku raja! Dan tidak pernah seorang raja, bagaimanapun agungnya dan besar kuasanya, telah meminta hal sedemikian dari seorang berilmu atau seorang ahli jampi atau seorang Kasdim.
2:11 Apa yang diminta tuanku raja adalah terlalu berat, dan tidak ada seorangpun yang dapat memberitahukannya kepada tuanku raja, selain dari dewa-dewa yang tidak berdiam di antara manusia."
2:12 Maka raja menjadi sangat geram dan murka karena hal itu, lalu dititahkannyalah untuk melenyapkan semua orang bijaksana di Babel.
2:13 Ketika titah dikeluarkan supaya orang-orang bijaksana dibunuh, maka Daniel dan teman-temannyapun terancam akan dibunuh.

Mimpi yang didapati oleh raja sama sekali tidak dapat ditafsirkan oleh para penafsir, sehingga raja pun marah dan menitahkan untuk membunuh semua orang bijaksana.

2:14. Lalu berkatalah Daniel dengan cerdik dan bijaksana kepada Ariokh, pemimpin pengawal raja yang telah pergi untuk membunuh orang-orang bijaksana di Babel itu,

Daniel yang merupakan salah satu di antaranya juga terancam. Sehingga ia memberanikan diri untuk menanyai hal apa yang menyebabkan sang raja menjatuhkan titah ini, mendengar jawabannya, Daniel lalu meminta waktu kepada raja untuk memberitahukan maknanya.

2:15 katanya kepada Ariokh, pembesar raja itu: "Mengapa titah yang begitu keras ini dikeluarkan oleh raja?" Lalu Ariokh memberitahukan hal itu kepada Daniel.
2:16 Maka Daniel menghadap raja dan meminta kepadanya, supaya ia diberi waktu untuk memberitahukan makna itu kepada raja.

2:17 Kemudian pulanglah Daniel dan memberitahukan hal itu kepada Hananya, Misael dan Azarya, teman-temannya,
2:18 dengan maksud supaya mereka memohon kasih sayang kepada Allah semesta langit mengenai rahasia itu, supaya Daniel dan teman-temannya jangan dilenyapkan bersama-sama orang-orang bijaksana yang lain di Babel.

Daniel beserta pelbagai orang bijaksana bersama-sama memohon belas kasih dari Allah untuk menyingkapkan arti mimpi yang diberi oleh Allah kepada raja Nebukadnezar. Dan terkabulah doa mereka, di mana Allah memilih nabi Daniel untuk menyingkapkan rahasia dari mimpi semalam itu. Dan Daniel memuliakan dan menyanyikan lagu pujiannya kepada Allah.

2:19 Maka rahasia itu disingkapkan kepada Daniel dalam suatu penglihatan malam. Lalu Daniel memuji Allah semesta langit.
2:20 Berkatalah Daniel: "Terpujilah nama Allah dari selama-lamanya sampai selama-lamanya, sebab dari pada Dialah hikmat dan kekuatan!
2:21 Dia mengubah saat dan waktu, Dia memecat raja dan mengangkat raja, Dia memberi hikmat kepada orang bijaksana dan pengetahuan kepada orang yang berpengertian;
2:22 Dialah yang menyingkapkan hal-hal yang tidak terduga dan yang tersembunyi, Dia tahu apa yang ada di dalam gelap, dan terang ada pada-Nya.
2:23 Ya Allah nenek moyangku, kupuji dan kumuliakan Engkau, sebab Engkau mengaruniakan kepadaku hikmat dan kekuatan, dan telah memberitahukan kepadaku sekarang apa yang kami mohon kepada-Mu: Engkau telah memberitahukan kepada kami hal yang dipersoalkan raja."

2:24. Sebab itu pergilah Daniel kepada Ariokh yang telah ditugaskan raja untuk melenyapkan orang-orang bijaksana di Babel; maka pergilah ia serta berkata kepadanya, demikian: "Orang-orang bijaksana di Babel itu jangan kaulenyapkan! Bawalah aku menghadap raja, maka aku akan memberitahukan kepada raja makna itu!"
2:25 Ariokh segera membawa Daniel menghadap raja serta berkata kepada raja demikian: "Aku telah mendapat seorang dari antara orang-orang buangan dari Yehuda, yang dapat memberitahukan makna itu kepada raja."
2:26 Bertanyalah raja kepada Daniel yang namanya Beltsazar: "Sanggupkah engkau memberitahukan kepadaku mimpi yang telah kulihat itu dengan maknanya juga?"
2:27 Daniel menjawab, katanya kepada raja: "Rahasia, yang ditanyakan tuanku raja, tidaklah dapat diberitahukan kepada raja oleh orang bijaksana, ahli jampi, orang berilmu atau ahli nujum.
2:28 Tetapi di sorga ada Allah yang menyingkapkan rahasia-rahasia; Ia telah memberitahukan kepada tuanku raja Nebukadnezar apa yang akan terjadi pada hari-hari yang akan datang. Mimpi dan penglihatan-penglihatan yang tuanku lihat di tempat tidur ialah ini:
2:29 Sedang tuanku ada di tempat tidur, ya tuanku raja, timbul pada tuanku pikiran-pikiran tentang apa yang akan terjadi di kemudian hari, dan Dia yang menyingkapkan rahasia-rahasia telah memberitahukan kepada tuanku apa yang akan terjadi.

2:30 Adapun aku, kepadaku telah disingkapkan rahasia itu, bukan karena hikmat yang mungkin ada padaku melebihi hikmat semua orang yang hidup, tetapi supaya maknanya diberitahukan kepada tuanku raja, dan supaya tuanku mengenal pikiran-pikiran tuanku.

2:31. Ya raja, tuanku melihat suatu penglihatan, yakni sebuah patung yang amat besar! Patung ini tinggi, berkilau-kilauan luar biasa, tegak di hadapan tuanku, dan tampak mendahsyatkan.

Patung (lihat gambar)

2:32 Adapun patung itu, kepalanya dari emas tua, dada dan lengannya dari perak, perut dan pinggangnya dari tembaga,
2:33 sedang pahanya dari besi dengan kakinya sebagian dari besi dan sebagian lagi dari tanah liat.
2:34 Sementara tuanku melihatnya, terungkit lepas sebuah batu tanpa perbuatan tangan manusia, lalu menimpa patung itu, tepat pada kakinya yang dari besi dan tanah liat itu, sehingga remuk.
2:35 Maka dengan sekaligus diremukkannyalah juga besi, tanah liat, tembaga, perak dan emas itu, dan semuanya menjadi seperti sekam di tempat pengirikan pada musim panas, lalu angin menghembuskannya, sehingga tidak ada bekas-bekasnya yang ditemukan. Tetapi batu yang menimpa patung itu menjadi gunung besar yang memenuhi seluruh bumi.
2:36 Itulah mimpi tuanku, dan sekarang maknanya akan kami katakan kepada tuanku raja:

2:37 Ya tuanku raja, raja segala raja, yang kepadanya oleh Allah semesta langit telah diberikan kerajaan, kekuasaan, kekuatan dan kemuliaan,
2:38 dan yang ke dalam tangannya telah diserahkan-Nya anak-anak manusia, di manapun mereka berada, binatang-binatang di padang dan burung-burung di udara, dan yang dibuat-Nya menjadi kuasa atas semuanya itu--tuankulah kepala yang dari emas itu.

2:39 Tetapi sesudah tuanku akan muncul suatu kerajaan lain, yang kurang besar dari kerajaan tuanku; kemudian suatu kerajaan lagi, yakni yang ketiga, dari tembaga, yang akan berkuasa atas seluruh bumi.

2:40 Sesudah itu akan ada suatu kerajaan yang keempat, yang keras seperti besi, tepat seperti besi yang meremukkan dan menghancurkan segala sesuatu; dan seperti besi yang menghancurluluhkan, maka kerajaan ini akan meremukkan dan menghancurluluhkan semuanya.

2:41 Dan seperti tuanku lihat kaki dan jari-jarinya sebagian dari tanah liat tukang periuk dan sebagian lagi dari besi, itu berarti, bahwa kerajaan itu terbagi; memang kerajaan itu juga keras seperti besi, sesuai dengan yang tuanku lihat besi itu bercampur dengan tanah liat.
2:42 Tetapi sebagaimana jari-jari kaki itu sebagian dari besi dan sebagian lagi dari tanah liat, demikianlah kerajaan itu akan menjadi keras sebagian dan rapuh sebagian.
2:43 Seperti tuanku lihat besi bercampur dengan tanah liat, itu berarti: mereka akan bercampur oleh perkawinan, tetapi tidak akan merupakan satu kesatuan, seperti besi tidak dapat bercampur dengan tanah liat.

Nabi Daniel kemudian mengidentifikasikan arti dari patung tersebut, di mana akan Lahir 3 Kerajaan lagi,

Kerajaan Pertama, adalah kerajaan raja Nebukadnezar sendiri, yakni Kerajaan Babel, lokasi kerajaannya ada di bagian kepala patung, di mana Kerajaan (bagian) ini terbuat dari emas. Simbol "emas" diberikan kepada kerajaan Babel, sebab Kerajaan ini memang memiliki kebudayaan yang amat tinggi.

Kerajaan Kedua, tentang dia dikatakan "2:39 Tetapi sesudah tuanku akan muncul suatu kerajaan lain, yang kurang besar dari kerajaan tuanku;". Kerajaan kedua ini memang kurang besar sebab ia dianggap kalah dengan Kerajaan Babel dalam hal kekayaan, keindahan, kecemerlangan. Sebab Kerajaan ini lokasinya di bagian dada dan lengan patung yang hanya terbuat dari perak. Kerajaan ini adalah kerajaan Media-Persia. [disambungkan]

Kerajaan Ketiga, tentang dia dikatakan ". . .kemudian suatu kerajaan lagi, yakni yang ketiga, dari tembaga, yang akan berkuasa atas seluruh bumi. ". Kerajaan ini lokasinya di bagian pinggang, yang terbuat dari tembaga. Kerajaan ini adalah Kerajaan Yunani. [disambungkan]

Kerajaan Keempat, tentang dia dikatakan "2:4 Sesudah itu akan ada suatu kerajaan yang keempat, yang keras seperti besi, tepat seperti besi yang meremukkan dan menghancurkan segala sesuatu; dan seperti besi yang menghancurluluhkan, maka kerajaan ini akan meremukkan dan menghancurluluhkan semuanya."  [disambungkan]

Mungkin dia adalah kerajaan yang paling terkejam, sebab ia dinubuatkan akan menghancurluluhkan semuanya. Tentang dia juga dikatakan "2:41 Dan seperti tuanku lihat kaki dan jari-jarinya sebagian dari tanah liat tukang periuk dan sebagian lagi dari besi, itu berarti, bahwa kerajaan itu terbagi; memang kerajaan itu juga keras seperti besi, sesuai dengan yang tuanku lihat besi itu bercampur dengan tanah liat. 2:42 Tetapi sebagaimana jari-jari kaki itu sebagian dari besi dan sebagian lagi dari tanah liat, demikianlah kerajaan itu akan menjadi keras sebagian dan rapuh sebagian. 2:43 Seperti tuanku lihat besi bercampur dengan tanah liat, itu berarti: mereka akan bercampur oleh perkawinan, tetapi tidak akan merupakan satu kesatuan, seperti besi tidak dapat bercampur dengan tanah liat. "

Kerajaan ini akan terbagi menjadi beberapa, di mana kerajaan ini akan memiliki beberapa raja, yang dihasilkan dari perkawinan campur, namun kerajaan ini tidak akan pernah bersatu, sebab ia terbuat dari besi dan tanah liat yang dimana kita tahu bahwa kedua senyawa ini tidak dapat disatukan. Kerajaan ini adalah kerajaan Romawi.

2:44 Tetapi pada zaman raja-raja, Allah semesta langit akan mendirikan suatu kerajaan yang tidak akan binasa sampai selama-lamanya, dan kekuasaan tidak akan beralih lagi kepada bangsa lain: kerajaan itu akan meremukkan segala kerajaan dan menghabisinya, tetapi kerajaan itu sendiri akan tetap untuk selama-lamanya,
2:45 tepat seperti yang tuanku lihat, bahwa tanpa perbuatan tangan manusia sebuah batu terungkit lepas dari gunung dan meremukkan besi, tembaga, tanah liat, perak dan emas itu. Allah yang maha besar telah memberitahukan kepada tuanku raja apa yang akan terjadi di kemudian hari; mimpi itu adalah benar dan maknanya dapat dipercayai."

Namun, sebesar-besarnya Keempat Kerajaan itu, Allah sendiri akan mendirikan Kerajaan-Nya, dan Kerajaan yang Allah dirikan tidak lain adalah "Kerajaan Kristus" di mana rakyatnya adalah orang Kristen dan rajanya adalah "Yesus Kristus".

Kerajaan ini tidak akan binasa. Kerajaan ini disimbolkan sebagai sebuah "batu" yang tanpa perbuatan tangan manusia terungkit lepas dari gunung (surga) dan meremukkan (menghancurkan) besi, tembaga, tanah liat, perak dan emas itu (keempat kerajaan itu).

Kerajaan itu berasal dari gunung (surga) yang akan terlepas (turun) dan menghancurluluhkan kerajaan-kerajaan besar dunia. Di mana ia akan jatuh tepat di atas kepala patung, kemudian dada, kemudian pinggang, dan paha, hingga hancurlah semua bagian patung itu.

* Yesaya,
28:16 sebab itu beginilah firman Tuhan ALLAH: "Sesungguhnya, Aku meletakkan sebagai dasar di Sion sebuah batu, batu yang teruji, sebuah batu penjuru yang mahal, suatu dasar yang teguh: Siapa yang percaya, tidak akan gelisah!
28:17 Dan Aku akan membuat keadilan menjadi tali pengukur, dan kebenaran menjadi tali sipat; hujan batu akan menyapu bersih perlindungan bohong, dan air lebat akan menghanyutkan persembunyian."

Dan Yesus Kristus adalah "batu penjuru" itu,

* 1 Petrus,
2:4. Dan datanglah kepada-Nya, batu yang hidup itu, yang memang dibuang oleh manusia, tetapi yang dipilih dan dihormat di hadirat Allah.
2:5 Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah.
2:6 Sebab ada tertulis dalam Kitab Suci: "Sesungguhnya, Aku meletakkan di Sion sebuah batu yang terpilih, sebuah batu penjuru yang mahal, dan siapa yang percaya kepada-Nya, tidak akan dipermalukan."
2:7 Karena itu bagi kamu, yang percaya, ia mahal, tetapi bagi mereka yang tidak percaya: "Batu yang telah dibuang oleh tukang-tukang bangunan, telah menjadi batu penjuru, juga telah menjadi batu sentuhan dan suatu batu sandungan."

* Markus 12,
12:10 Tidak pernahkah kamu membaca nas ini: Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru:
12:11 hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita."

Kerajaan yang dibawa Kristus seperti sebuah batu (tidak dihargai), sehingga batu (kerajaan) itu dibuang. Namun berbahagialah kita yang mau mewarisi dan bergabung dalam keluarga Kerajaan Sorga. Amin.

Catatan:
1. Bagian Eskatologi ini belum selesai. Tetapi memiliki beberapa bagian seperti tema sebelum-sebelumnya.