Sabtu, 06 April 2013

Mengapa Yesus Di Salib?

Banyak/Semua kalangan dari teman-teman Muslim kurangmemahami arti dan alasan 'penebusan Yesus' di kayu salib.

Penebusan Yesus di kayu salib, sekilas memang sukar diterima, saya tidak mengatakan "tidak masuk akal" -melainkan "sukar diterima"- karena di sini kita berbicara soal konsep keimanan (di luar dimensi kita) yang memang kadangkala di luar logika, seperti kelahiran Yesus yang tanpa hubungan intim layaknya seorang pria dan wanita, hal ini tentu di luar logika (tidak sejalan dengan ilmu pengetahuan, baik secara natural/alami mau pun secara teknologi/bayi tabung) tetapi kenyataannya baik Kristen maupun Islam menyetujui kasus inlogistic ini.

Tetapi, dengan melihat latar belakang mengapa hal ini harus terjadi, maka kita akan dengan mudah menerima konsep ini bahkan takjub akan itu.

Kita mulai dari zaman Adam, selaku manusia pertama.

Kejatuhan Adam ke dalam dosa membuat dirinya mati (secara rohani) dan Allah selaku figur yang ia buat kecewa menetapkan suatu konsep penebusan dosa, dengan mengadakan korban pengganti salah.

Korban (kurban) ini berupa hewan seperti lembu, burung, dan lain-lain, yang nantinya diserahkan kepada Tuhan dengan membakar korban itu di mezbah-Nya.

Latar Belakang Konsep Penebusan ini,

Pertama, ketika Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa, mereka melihat ketelanjangannya (dosa) dan dengan usaha sendiri berusaha untuk menutupi ketelanjangannya itu, yakni dengan menyemat daun pohon ara dan membuat cawat. (Kej. 3:7). Tetapi oleh kasih karunia Allah, Allah tetap mengasihi mereka, dengan membuatkan pakaian bagi mereka dari kulit binatang. (Kej. 3:21).

Cawat daun ‘made-in Adam-Hawa’ itu tidak absah dimata Tuhan karena itu lambang usaha diri manusia untuk menutupi ketelanjangan dosa mereka. Manusia tidak bisa mengusahakannya, dengan amal apapun! Keadilan dan kekudusan Tuhan tidak membiarkan suatu dosa/kejahatan untuk dihapus oleh 1000 pahala. Satu kejahatan perkosaan misalnya, tetap harus dihukum, sekalipun si pemerkosa telah mendermakan bangunan 1000 rumah ibadah!

Di sini kita melihat penganugerahan kasih oleh Allah kepada manusia berdosa, tetapi kita jangan lupa bahwa Allah itu adil.

* Mazmur 7:18; 8:10,
18 Aku hendak bersyukur kepada TUHAN karena keadilan-Nya, dan bermazmur bagi nama TUHAN, Yang Mahatinggi.
10 Ya TUHAN, Tuhan kami, betapa mulianya nama-Mu di seluruh bumi!

Sehingga Adam dan Hawa tetap mati (secara rohani), malah diusir dari taman Eden (3:23), yang letaknya di sebelah timur bumi. (2:8), sebagaimana ancaman/peringatan Allah sebelumnya.

Di sini kita bisa melihat keterlibatan hewan, di mana Allah melibatkan hewan untuk menutupi ketelanjangan mereka.

* Kejadian 3:21,
Dan TUHAN Allah membuat pakaian dari kulit binatang untuk manusia dan untuk isterinya itu, lalu mengenakannya kepada mereka.

Kedua, ada korban Habel yang diterima, di mana Habel adik Kain anak Adam mempersembahkan anak kambing domba yang terbaik untuk TUHAN, dan TUHAN mencium harum persembahan itu. (Kej. 4:4).

--Oh iya, ada baiknya saudara sekalian membaca kelanjutan-kelanjutan dari bab ini secara menyeluruh, agar ilmu-nya dapat lebih ditangkap--

Berikut adalah bukti-bukti nabi-nabi di zaman dahulu mengadakan sacramental ini untuk menghapus dosa:

Ketika air bah surut, Nuh mengadakan korban perdamaian,

* Kejadian 8:20,
20 Lalu Nuh mendirikan mezbah bagi TUHAN; dari segala binatang yang tidak haram dan dari segala burung yang tidak haram diambilnyalah beberapa ekor, lalu ia mempersembahkan korban bakaran di atas mezbah itu.

Jadi bisa dilihat, bahwa sebelum Hukum Taurat lahir, persembahan korban bakaran sudah dilakukan.

* Ezra 10:19,
Dengan memegang tangan, mereka itu berjanji akan mengusir isteri mereka. Dan mereka mempersembahkan seekor domba jantan dari kawanan kambing domba sebagai korban penebus salah karena kesalahan mereka.

* Bilangan 6:12,
dan mengkhususkan waktu kenazirannya bagi TUHAN. Ia harus membawa seekor domba jantan berumur setahun menjadi korban penebus salah. Hari-hari yang sudah lewat dianggap batal, karena rambut kenazirannya telah menjadi najis.

Dalam Kitab Imamat, mulai dari Imamat 1 sampai pasalnya yang ke-7 memberikan kesan ini. Dimana hampir segala bentuk dosa (pelanggaran, salah...) disucikan dengan darah:

- Korban bakaran (Imamat 1:1-17); darah
- Korban Sajian (Imamat 2:1-16) ; tepung/minyak
- Korban Kedamaian/ keselamatan (Imamat 3:1-17) ; darah
- Korban Penghapusan Dosa (Imamat 4:1-35) ; darah
- Korban Pelanggaran (Imamat 5:1-13); darah, (orang miskin boleh memakai tepung dibakar di atas korban "darah" binatang orang lain).
- Korban penebus salah (Imamat 5:14-19; 6:1-7) ; darah

Sesuai dengan pernyataan dibawah ini:

* Ibrani 9:22,
Dan hampir segala sesuatu disucikan menurut hukum Taurat dengan darah, dan tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan.

Terbukti sudah bahwa segala sesuatunya menurut Hukum Taurat harus disucikan dengan darah.

Tetapi, prinsip penebusan di atas hanya bayang-bayang saja (sementara), yang digunakan oleh umat Yahudi (Perjanjian Lama), menanti datangnya penebus yang sebenarnya, dan Penebus itu telah datang dan selesai mengerjakan tugas yang diberi Bapa kepada-Nya, yaitu Mesias (Kristus):

* Ibrani 10:1,
Di dalam hukum Taurat hanya terdapat bayangan saja dari keselamatan yang akan datang, dan bukan hakekat dari keselamatan itu sendiri. Karena itu dengan korban yang sama, yang setiap tahun terus-menerus dipersembahkan, hukum Taurat tidak mungkin menyempurnakan mereka yang datang mengambil bagian di dalamnya.

Tidak seperti umat Perjanjian Lama pada saat itu, yang mengadakan korban penebusan tiap-tiap kali berbuat dosa. Umat Perjanjian Baru (Kristen), hanya ditebus sekali tetapi untuk selama-lamanya. Karena Yesus adalah Anak Domba yang dinanti-nanti (sebenarnya),

* Ibrani 10:14,
Sebab oleh satu korban saja Ia telah menyempurnakan untuk selama-lamanya mereka yang Ia kuduskan.

Ini adalah nubuat (ramalan) Allah yang pertama, ketika Adam-dan-Hawa telah jatuh ke dalam dosa:

* Kejadian 3:15,
.... keturunannya akan meremukkan kepalamu,
dan engkau akan meremukkan tumitnya."

Keturunannya (akhirnya Yesus) akan meremukkan kepala ular (mengalahkan total), tetapi ular akan meremukkan tumit-Nya (membuat-Nya berdarah).

Nampak sejak awal, telah Allah janjikan kedatangan seorang Mesias.

Nubuat (baca: ramalan) Penebusan Mesias, terlihat jelas di Yesaya 53, terutamanya, ayat ini:

* Yesaya 53,
4 Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah.
5 Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.

Nubuat di atas ditulis oleh nabi Yesaya pada sekitar 500 tahun Sebelum Masehi (Sebelum Kristus).

Setelah mengeluarkan umat Israel dari Mesir, dalam perjalanan umat Israel kehausan dan meminta air kepada Musa, kemudian Allah menyuruh Musa "memukul batu" (Kel. 17:6), supaya keluar airnya (Bil. 20:8). Batu itu melambangkan Kristus (1 Kor. 10:4)

Dalam pemukulan batu, itu menandakan bahwa Yesus selaku batu penjuru harus disalibkan. Kristus telah diserang, dipukul, dan disakiti sehingga air kehidupan dapat mengalir keluar kepada umat manusia yang haus dan mati.

Kesimpulan:
Jadi, "penebusan dosa" itu tidaklah berarti orang Kristen bisa dengan bebasnya berbuat dosa seperti klaim dari kaum Muslim, melainkan setelah membaca thread ini kita tahu bahwa arti "penebusan dosa" yang sebenarnya adalah pemenuhan syarat menghapus dosa. Sebagaimana orang Yahudi harus memiliki korban dan mempersembahkannya supaya dosanya terhapuskan, demikianlah orang Kristen telah memiliki korban penebusan yang telah dijanji-janjikan itu. Sebab Dosa tidak terhapus dengan banyaknya amal-ibadah (usaha manusia).

Lihat ketika Adam dan Hawa berusaha menutupi ketelanjangan (dosa) mereka dengan membuat pakaian dari cawat(usaha sendiri) yang tidak absah di mata TUHAN, melainkan dengan penganugerahan kasih Allah membuatkan mereka pakaian.

Penebusan dosa sudah berlaku dan menjadi prinsip umat Perjanjian Lama, bahkan para nabi seperti nabi Nuh, Ezra dan lain-lain, pun melaksanakan sacrament ini.

Namun, ini masih bayang-bayang saja (berlaku sebentar), menanti kedatangan penebus yang sebenarnya.

Keselamatan itu bukan hasil dari amal dan banyaknya ibadah manusia, melainkan oleh kasihkarunia Allah.

* Ibrani,
10:5 Karena itu ketika Ia masuk ke dunia, Ia berkata: "Korban dan persembahan tidak Engkau kehendaki--tetapi Engkau telah menyediakan tubuh bagiku--.
10:6 Kepada korban bakaran dan korban penghapus dosa Engkau tidak berkenan.
10:7. Lalu Aku berkata: Sungguh, Aku datang; dalam gulungan kitab ada tertulis tentang Aku untuk melakukan kehendak-Mu, ya Allah-Ku."
10:8 Di atas Ia berkata: "Korban dan persembahan, korban bakaran dan korban penghapus dosa tidak Engkau kehendaki dan Engkau tidak berkenan kepadanya" --meskipun dipersembahkan menurut hukum Taurat--.
10:9 Dan kemudian kata-Nya: "Sungguh, Aku datang untuk melakukan kehendak-Mu." Yang pertama Ia hapuskan, supaya menegakkan yang kedua.
10:10 Dan karena kehendak-Nya inilah kita telah dikuduskan satu kali untuk selama-lamanya oleh persembahan tubuh Yesus Kristus.
10:11 Selanjutnya setiap imam melakukan tiap-tiap hari pelayanannya dan berulang-ulang mempersembahkan korban yang sama, yang sama sekali tidak dapat menghapuskan dosa.
10:12 Tetapi Ia, setelah mempersembahkan hanya satu korban saja karena dosa, Ia duduk untuk selama-lamanya di sebelah kanan Allah,
10:13 dan sekarang Ia hanya menantikan saatnya, di mana musuh-musuh-Nya akan dijadikan tumpuan kaki-Nya.
10:14 Sebab oleh satu korban saja Ia telah menyempurnakan untuk selama-lamanya mereka yang Ia kuduskan.

Bdk:
Mazmur 40:7-9.

10:15 Dan tentang hal itu Roh Kudus juga memberi kesaksian kepada kita,
10:16 sebab setelah Ia berfirman: "Inilah perjanjian yang akan Kuadakan dengan mereka sesudah waktu itu," Ia berfirman pula: "Aku akan menaruh hukum-Ku di dalam hati mereka dan menuliskannya dalam akal budi mereka,
10:17 dan Aku tidak lagi mengingat dosa-dosa dan kesalahan mereka."
10:18 Jadi apabila untuk semuanya itu ada pengampunan, tidak perlu lagi dipersembahkan korban karena dosa.

Bdk:
* Yeremia,
31:31 Sesungguhnya, akan datang waktunya, demikianlah firman TUHAN, Aku akan mengadakan perjanjian baru dengan kaum Israel dan kaum Yehuda,
31:32 bukan seperti perjanjian yang telah Kuadakan dengan nenek moyang mereka pada waktu Aku memegang tangan mereka untuk membawa mereka keluar dari tanah Mesir; perjanjian-Ku itu telah mereka ingkari, meskipun Aku menjadi tuan yang berkuasa atas mereka, demikianlah firman TUHAN.
31:33 Tetapi beginilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu, demikianlah firman TUHAN: Aku akan menaruh Taurat-Ku dalam batin mereka dan menuliskannya dalam hati mereka; maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku.

Di atas, TUHAN mengatakan bahwa Ia akan mengadakan perjanjian baru, dan sekarang sudah zaman perjanjian baru (CCU. 99). Kedatangan Yesus adalah sebagai pengesah perjanjian baru itu. Dengan melaksanakan dan melakukan semua yang tertulis dalam Hukum Taurat, dan semuanya telah terlaksanakan oleh-Nya, maka berakhirlah hukum lama itu.

Seperti Musa berpuasa selama 40 hari berpuasa untuk memberikan hukum Taurat, demikian pun Yesus berpuasa selama 40 hari dipadang gurun, untuk memberikan perjanjian baru.

Matinya Ia dikayu salib, sebagai ketuk palu bahwa Hukum Taurat telah berakhir dan menebus manusia.

Inilah konsep yang disalahmengerti oleh teman-teman Slimuterz, mereka tidak memahami latarbelakang penebusan KRISTUS. Dan saya tidak pernah mendengar keselamatan umat Muslim oleh kasih karunia Allah SWT, melainkan oleh usaha sendiri (amal danibadah), yakni dengan menimbang seberapa berat amal ibadah mereka,

Tetapi, apa tanggapan Lukman Abdul Hakim, tentang itu:

Lukman said:
Bahkan ajaran muhamad yaitu ″AMAL″ tidak dapat menolong umatnya/golongannya....bahkan dirinya sendiri boosss...hadeuhh

″YUUHHUUU...!!″
→BUKAN AMALAN ..TAPI..TEBUSAN boss..←
" 'Anjaabir qaala sami'tun nabiyya sholallahu 'alaihi wa sallam yaquulu: laa yud khilu akhadan minkum 'amluhul jannah, wa laa yujiiruhu minannaar. Wa laa anaa. illa birakh matin minallah" " Dari Jabir r.a katanya dia mendengar Nabi Saw. bersabda: " BUKAN A M A L A N seseorang yang memasukkannya ke Surga atau melepaskannya dari neraka, termasuk juga aku, tetapi ialah semata-mata RAHMAT Allah belaka"

Akan tetapi....↓

″TEBUSLAH DIRIMU...!!″

Dari Abu Huraira r.a. katanya: “Rasulullah saw. Berdiri ketika Tuhan yang Maha Mulia dan Maha Besar menurunkan ayat yang artinya: “Dan berilah peringatan kepada kaum famili engkau terdekat!” lalu beliau bersabda: “Hai kaum Quresy! (atau perkataan yang serupa dengan itu). TEBUSLAH DIRIMU! Saya tiada dapat menolongmu barang sedikitpun dari siksa Tuhan. Hai bani Abdi Manaf! Saya tiada bisa menolongmu sedikitpun. Hai Abbas anak Abdul Mutholib! Saya tiada bisa menolongmu sedikitpun dari siksa Tuhan. “Hai Safiah, bibi Rasulullah! Saya tiada bisa menolongmu sedikitpun dari siksa Tuhan. Hai Fatimah binti Muhammad! Mintalah kepada saya harta dan saya tiada bisa menolongmu sedikitpun dari siksa Tuhan!”. (Hadits Shohih Bukhori 1261)

Nah loo....??

Mentok dah iman islam'nya boosss...hehe


^_^

Pun ada peluang untuk menjadi korban penebus, seperti postingan Theos Anner II:

QS 53:38 (An-Najm - Makkiyah)
allaa taziru waaziratun wizra ukhraa
(yaitu) bahwa seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain,

PERTANYAAN:
Bagaimana bila ada seorang yang tanpa dosa? Bisakah dia memikul dosa orang lain, menurut QS 53:38??


Nb:
1.Penyaliban Yesus Kristus memang dinubuatkan -ramalkan- (Yes. 53), namun haruskah berterima kasih kepada Yudas? Yang oleh karenanya nubuat Allah berhasil/terlaksana?!

Pakar mula pertanyaan ini dari tuduhan kaum MuSlimut lagi, yang menganggap perbuatan Yudas patut diacungi jempol dan Yudas harus dijadikan 'pahlawan'.

Namun, benarkah begitu?

Sama sekali tidak!
Ini seperti ketika Yusuf dibuang ke sumur oleh saudara-saudaranya dan kemudian dijual ke Mesir, dan menjadi orang penting di sana.

Pernahkah seorang ustad atau pendeta mengatakan perilaku saudara-saudara Yusuf yang malah membuat Yusuf menjadi orang penting disana sehingga patut diacungi jempol, berterimakasih, dan hal-hal pemujaan lainnya?

Atau dengan nubuat datangnya nabi, guru, rasul palsu, apakah kita harus berterima kasih atau akan ada penghargaan khusus yang diberikan oleh Tuhan karena mereka nubuat Allah berhasil?

Kita tidak tahu pasti bagaimana cara Allah bekerja, dan adalah percuma untuk menyelidiki trik, konsep dan langkah-langkah Allah dalam membuat setiap rancangan, karena tidak seorang pun yang tahu segala yang dirancangkan oleh Allah mulai dari awal sampai akhir:

* Pengkhotbah 3:11,
Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.

Nubuat-nubuat Allah memang melibatkan si baik dan si jahat secara bersamaan, tetapi bukan berarti bahwa si jahat yang ngekor dinubuat itu wajib diberi penghargaan! Meski pun ujung-ujungnya karena si jahat itu si baik berhasil atau mendapatkan keistimewaan. Seperti ketika Yusuf di jual oleh saudara-saudaranya ke Mesir, yang kemudian membuat Yusuf menjadi orang penting di sana, apakah harus diberi penghargaan untuk saudara-saudaranya itu?

Alkitab sama seperti Alquran, yang berbicara soal Kerajaan Yusuf sebelum hal itu terjadi [nubuat], di mana dalam mimpi, Yusuf melihat matahari, bulan dan sebelas bintang sujud kepadanya,

* Kejadian 37:9,
Lalu ia memimpikan pula mimpi yang lain, yang diceritakannya kepada saudara-saudaranya. Katanya: "Aku bermimpi pula: Tampak matahari, bulan dan sebelas bintang sujud menyembah kepadaku."

* QS. 12:4,
(Ingatlah), ketika Yusuf berkata kepada ayahnya: "Wahai ayahku, sesungguhnya aku bermimpi melihat sebelas buah bintang, matahari dan bulan; kulihat semuanya sujud kepadaku".

Kemudian, diceritakan rencana jahat saudara-saudaranya, membuat Yusuf terdampar di Mesir dan menjadi orang penting di sana, maka benar dan terjadilah nubuat Allah -kerajaan Yusuf-. Nubuat ini melibatkan 'si baik' dan 'si jahat'.

Apa bedanya dengan Kristus, Ia dinubuatkan akan menjadi korban penebus (Yes. 53), hal itu benar terjadi, dan juga melibatkan 'si baik' dan 'si jahat'.

Sebagaimana saudara-saudara Yusuf, demikian juga Yudas tak harus di beri penghargaan, melainkan 'kejahatan'-nya itu tetap di anggap 'salah'!

Next: Keberakhiran Taurat di http://hsh-kristen.blogspot.com/2013/04/keberakhiran-taurat.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar