Jumat, 26 Juni 2015

Nuh dan Air Bah!

Pembacaan: Kejadian 6 - 8.

*Kejadian 6:3, 13
3 Berfirmanlah TUHAN: "Roh-Ku tidak akan selama-lamanya tinggal di dalam manusia, karena manusia itu adalah daging, tetapi umurnya akan seratus dua puluh tahun saja."
13 Berfirmanlah Allah kepada Nuh: "Aku memutuskan untuk mengakhiri hidup segala makhluk, sebab bumi telah penuh dengan kekerasan oleh mereka, jadi Aku akan memusnahkan mereka bersama-sama dengan bumi.

Pada tahun 1536 setelah Allah menciptakan Manusia, Allah bermaksud untuk membinasakan semuanya dan rencana itu berlangsung 120 tahun kemudian, dimana Allah memberi waktu bagi manusia untuk berubah. [1]

*Kejadian 6:9,
Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela di antara orang-orang sezamannya; dan Nuh itu hidup bergaul dengan Allah.

Oleh karena kesucian dari Nabi Nuh sehingga ia mendapat kasih karunia dari Allah (Kej. 6:8) dan ia beserta keluarganya selamat dari bencana ini (Kej. 6:18 ; 7:1, 20 ; 1Ptr. 3:20). Adapun hujan itu diturunkan oleh Allah selama 40 hari 40 malam (red. 7:4) dan air itu berkuasa di atas bumi 150 hari lamanya (red. 7:24).

Perjanjian setelah bencana:
Kejadian pasal 6; 7; 8.

* Kejadian 9:13,
Busur-Ku Kutaruh di awan, supaya itu menjadi tanda perjanjian antara Aku dan bumi.

Berdasarkan ayat di atas, pelangi baru ada sesudah air bah melanda bumi dan pelangi itu melambangkan perjanjian bahwa Allah tidak akan mendatangkan air bah seperti itu lagi. Sebagian penafsir berpendapat bahwa pelangi sudah ada sebelum peristiwa air bah, kemudian dijadikan tanda perjanjian oleh Allah, sedangkan sebagian lagi berpendapat sebaliknya. Pendapat lain pula mengatakan adanya pelangi menandakan bahwa atmosfir bumi sebelum air bah berbeda dengan sesudah air bah di era Nuh. Ada usaha-usaha kalangan tertentu yang menafsirkan bahwa pelangi itu sudah ada "sebelum" air bah, tetapi tidak didukung oleh Alkitab. Diperkirakan, sebelum air bah, belum ada uap air di udara yang dapat membiaskan sinar menjadi pelangi, kita membaca pula bahwa sebelum air bah rupanya belum ada... hujan!

* Kejadian 2:5
belum ada semak apapun di bumi, belum timbul tumbuh-tumbuhan apapun di padang, sebab TUHAN Allah belum menurunkan hujan ke bumi, dan belum ada orang untuk mengusahakan tanah itu;

"TUHAN Allah belum menurunkan 'hujan' ke bumi", "LO' HIMTIR YEHOVAH (baca ADONAY) 'ELOHIM 'AL-HA'ARETS" . Tidak jelas apakah tumbuh-tumbuhan bisa hidup tanpa hujan, namun saya rasa bisa saja hidup karena ada air di dalam bumi.

Kejadian 9:13 mengatakan bahwa "Busur Allah" (The Bow) ditaruh di awan sebagai"tanda perjanjian-Nya dengan Nuh", dan adalah tanda Allah tidak lagi akan membinasakan segala daging (Ibrani, " בשר - BASAR ") dengan air bah. Selain Kejadian 9:14, kata קשת - QESYET dengan pengertian pelangi digunakan dalam ayat-ayat lain (lihat Kejadian 9:16, Yehezkiel 1:28). Maknanya rupanya ialah, bahwa "busur" (the bow) yang biasanya merupakan alat perang dan lambing balas dendam, menjadi lambang perdamaian dan kemurahan hati, sebab kenyataannya sekarang ditaruh di awan-awan. Melawan badai awan-awan hitam, busur Allah diubah menjadi "pelangi" ( rainbow ) oleh sinar matahari kemurahan hati dan berkat Allah. Dengan tanda ini, Allah menyatakan diriNya berada dalam perdamaian dengan umat perjanjian-Nya.

Demikian juga dalam :
* Yehezkiel 1:28
Seperti busur pelangi , yang terlihat pada musim hujan di awan-awan, demikianlah kelihatan sinar yang mengelilinginya. Begitulah kelihatan gambar kemuliaan TUHAN. Tatkala aku melihatnya aku sembah sujud, lalu kudengar suara Dia yang berfirman.

Perjanjian Baru Yunani menggunakan kata ιρις – iris merujuk kepada pelangi. "Busur" (the bow) kemurahan hati nampak di sekeliling takhta kemuliaan dan pengadilan. Dalam Wahyu 4:3 dan Wahyu 10:1, Rasul Yohanes, mendapat pengelihatan yang mirip dengan pengelihatan yang diterima Yehezkiel:

*Wahyu 4:3
Dan Dia yang duduk di takhta itu nampaknya bagaikan permata yaspis dan permata sardis; dan suatu pelangi melingkungi takhta itu gilang-gemilang bagaikan zamrud rupanya.

*Wahyu 10:1
Dan aku melihat seorang malaikat lain yang kuat turun dari sorga, berselubungkan awan, dan pelangi ada di atas kepalanya dan mukanya sama seperti matahari, dan kakinya bagaikan tiang api.

Nb:
1. Kejadian 6:3 tidak berbicara tentang 'maksimal usia manusia', melainkan tentang 'Allah memberi manusia waktu selama 120 tahun untuk bertobat' dan kemudian akan Allah turunkan air bah. [Kejadian 6:7].

2. Jika rencana Allah dimulai pada tahun 1536 setelah Adam diciptakan dan 120 tahun lamanya Nabi Nuh membuat bahtera dan kesempatan bertobat yang Allah beri kepada Manusia, maka Air Bah terjadi pada tahun 1656 setelah manusia diciptakan.

3. Nuh berumur 600 tahun ketika peristiwa air bah, dan ia masih hidup hingga 350 tahun setelahnya, sehingga umur Nabi Nuh adalah 950 tahun atau mati pada tahun 2006 setelah manusia diciptakan. (Kejadian 9:28-29)

4. Anak-anak Nuh dari yang tertua ke terbungsu adalah Sem, Yafet dan Ham (red Kej. 9:15-29, 10:21) (biasanya disebut: Sem, Ham dan Yafet,). Dan Sem sebagai anak sulung adalah nenek moyang dari Yesus Kristus dan juga merupakan nenek dari bapa Abraham, itulah sebabnya mengapa ada istilah agama Semitik sebab dari keturunannyalah terlahir nabi-nabi. Agama Semitik adalah: Yahudi, Kristen dan Islam.

5. Secara kiasan, baptisan dilambangkan dengan kasus air bah pada zaman Nuh ini (1Ptr. 3:21).

*1 Petrus 3:21,
Juga kamu sekarang diselamatkan oleh kiasannya, yaitu baptisan--maksudnya bukan untuk membersihkan kenajisan jasmani, melainkan untuk memohonkan hati nurani yang baik kepada Allah--oleh kebangkitan Yesus Kristus,

SILAHKAN DISEBARKAN ATAU BERIPERTANYAAN!

HALELUYAH! TUHAN YESUS MEMBERKATI!

1 komentar:

  1. Akhirnya aku bisa tahu jawabannya terimakasih atas jawabannya saya ucapkan terimakasih

    BalasHapus