Senin, 27 Maret 2017

8.3 Kenapa orang Israel tidak percaya?

* Yohanes 12,

37 Dan meskipun Yesus mengadakan begitu banyak mujizat di depan mata mereka, namun mereka tidak percaya kepada-Nya,

38 supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya: "Tuhan, siapakah yang percaya kepada pemberitaan kami? Dan kepada siapakah tangan kekuasaan Tuhan dinyatakan?"

39 Karena itu mereka tidak dapat percaya, sebab Yesaya telah berkata juga:

40 "Ia telah membutakan mata dan mendegilkan hati mereka, supaya mereka jangan melihat dengan mata, dan menanggap dengan hati, lalu berbalik, sehingga Aku menyembuhkan mereka."

41 Hal ini dikatakan oleh Yesaya, karena ia telah melihat kemuliaan-Nya dan telah berkata-kata tentang Dia.

Sewaktu memulai pelayanan, saya takjub dan merasa berpuas diri ketika dapat menjawab pertanyaan tentang Kristen, baik yang berasal dari diri saya mau pun dari orang lain. Namun, sewaktu itu, saya lebih sering menjawab pertanyaan tetapi belum dapat menjawab "pertanyaan jawaban".

Mengapa dan mengapa? (Arena Filsafat)

Jelasnya, ilmu pengetahuan berusaha untuk menjawab pertanyaan sedangkan ilmu filsafat berusaha untuk menanyakan jawaban, hal itu yang dulu masih saya pertanya-tanyakan. Memang saya puas jika mendapat ayat yang sesuai dengan pertanyaan hati saya, namun saya juga masih bertanya-tanya: Kok bisa begitu ???

Maksud saya, dengan penegasan semacam ayat di atas, sebenarnya saya belum puas karena yang saya inginkan adalah lebih dari itu (dari segi permasalahan/kronologis atau sejarahnya).

Misalkan, pembahasan kemarin mengenai Yesus Kristus hanya untuk orang Israel, saya punya ayat yang menyatakan bahwa sebenarnya Yesus masih punya domba di kandang lain seperti yang Ia sendiri katakan dalam Yohanes 10:16 dan pada Amanat Agung-Nya dalam Matius 28:19. Singkatnya Yesus pelayanan di Israel dulu baru setelah itu Ia mengutus rasul-Nya melayani di negeri lain.

Tetapi, apa begitu saja jawabannya? Maksudnya, adakah alasan khusus lain?

Sampai akhirnya saya pun mendapat referensi lain, yaitu kitab Daniel. Caranya bukan sekedar cross check di Google melainkan harus dari kesadaran diri untuk membaca dan menamatkan Alkitab sehingga bagaikan puzzle-puzzle, saya pun dapat menyatukan semuanya itu. Dan satu kata untuk Alkitab: AMAZING !!!

Alkitab berbicara lebih jelas dan masuk akal ketimbang kitab ono yang bukannya masuk akal, hanya saja penyerapannya mudah dimengerti, penjelasannya tidak perlu dispesialisasi.

Berbeda dengan teman-teman kita, ia berusaha untuk melecehkan, membuat kita sibuk menjawab dan tidak ada waktu untuk bertanya. Sebab ketika YHWH hijrah dari Israel ke Arab Saudi (katanya), ada banyak peristiwa yang dipelintir, mulai dari nama YHWH yang mendadak berubah menjadi Allah SWT; Yohanes Pembaptis ( seharusnya Yuhanna - Arab) berubah nama menjadi Yahya; Yesus tidak disalib melainkan Allah SWT telah menipu orang Romawi dan Allah SWT adalah sebaik-baiknya penipu; Maria (Maryam) yang hidup ribuan tahun kemudian setelah Musa ternyata adik kandung nabi Musa (padahal Miryam dan Maria berbeda. Salah nyontek, kah?), dan seterusnya.

Note:

Kalau Maria yang dimaksud adalah saudara Musa dan memang benar Musa memiliki saudara perempuan bernama Miryam, maka mungkinkah tokoh Maria dalam Alkitab dan Alquran itu berbeda? Bisa jadi Alquran sedang mencatat riwayat saudara nabi Musa (1500 S. M) dan bukan Maria (1 M).

Ketika saya menanyakan kesalahan sejarah di atas, jawaban teman-teman kita sangat menakjubkan dan membuat saya begitu tercengang, mereka berkata:

Alquran adalah kitab penyempurna kitab-kitab yabg dahulu.

Allah SWT berfirman:

* Q.S 10:37,

Tidaklah mungkin Al Qur'an ini dibuat oleh selain Allah; akan tetapi (Al Qur'an itu) membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya dan menjelaskan hukum-hukum yang telah ditetapkannya, tidak ada keraguan di dalamnya, (diturunkan) dari Tuhan semesta alam.

* Q.S 2:2,

Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa.

Masih banyak lagi ayat-ayat lain. Singkatnya, satu-satunya jurus jitu untuk menjawab kekeliruan dalam Alquran adalah mengatakan dengan bangga hati:

ALQURAN ADALAH KITAB YANG SEMPURNA.

Sambil menunjukkan ayat-ayatnya. Sudah itu tidak boleh dibantah lagi. Pokoknya TITIK !

-- Padahal pertanyaan saya tidak tersentuh sedikit pun --

Bagaikan berpolitik, ternyata teman-teman kita lebih suka janji (perkataan) ketimbang bukti (kenyataan).

Alkitab bisa dikatakan sulit tetapi masih dapat dijelaskan, walau pun itu panjang lebar. Sebab kita harus ingat kembali, bahwasanya Alkitab memuat sejarah selama lebih dari 1500 tahun, jadi wajar saja kalau pembahasannya itu sepertinya tidak ada habisnya.

Saya tidak percaya Kekristenan memiliki prinsip: "Percaya saja" atau "Imani saja" -- dari segi teori, pendeta-pendeta yang saya temui juga tidak pernah mengatakan seperti itu (Apa tidak kebalik? Mungkin mereka saja yang  melakukan hal itu dan mengira kita pun melakukan hal yang sama). Karena kenyataannya apa yang tertulis di Alkitab Perjanjian Baru sangat berhubungan dengan Alkitab Perjanjian Lama.

Apa yang kita lihat bertentangan sebenarnya hanya di dasari ketidakmauan kita membaca Alkitab. Misalkan, Hukum Perjanjian Baru sangat berbeda dengan Hukum Perjanjian Lama. Dulu saya cuma mengerti bahwa Yesus Kristus mati dan sudah itu berakhirlah Hukum Taurat. Tetapi saya mulai bertanya, apa Tuhan tidak konsisten? Jadi apa dong tujuan Hukum Taurat? Orang-orang bilang untuk menyadarkan manusia bahwa mereka tidak dapat berbuat apa-apa tanpa campur tangan Tuhan! It's okey. Saya juga setuju (sebagai fungsi laten), sampai akhirnya saya pun dapat referensi lain lagi (maksud saya sebab dari akibat itu, dari segi penjelasan, sejarah), bahwa sebenarnya Hukum Taurat adalah Hukuman Tambahan dan bukan Hukuman Pokok (Kesepuluh Perintah), yang sudah berkali-kali saya jelaskan di post-post saya kemarin. Jadi selalu ada penjelasan sosiologisnya/sejarah.

Dan akhirnya, masuklah kita pada kenyataan bahwa sekali pun Yesus Kristus melayani, mengadakan mujizat dan bahkan sampai dapat membangkitkan orang mati segala, di negara yang secara khusus ingin Ia pulihkan lebih dulu, namun hasilnya tidak ada proselitasi (pengkristenan) yang terjadi di Israel (sesuai dengan nubuat Yesaya) bahkan hingga saat ini Israel masih kokoh menerapkan hukum Perjanjian Lama. Ada pun mereka yang percaya kemudian diberinama Yahudi Mesianik, yaitu mereka yang percaya kepada Yesus namun masih melakukan beberapa perintah yang dianggap kearifan lokal mereka, seperti apa yang harus mereka lakukan di hari peringatan mereka keluar dari Tanah Mesir.

Bukan barang baru lagi apabila bangsa Israel tidak dapat memahami makna penulisan kitabnya, sebab ketika Yesus Kristus dilahirkan, justru orang-orang non-Yahudilah yang tahu tanda-tanda kelahirannya, sebut saja orang Majus, justru mereka yang antusias dan lebih tahu seperti apa tanda kedatangan Raja orang Yahudi itu. Peran orang Israel sebaliknya malah menanyakan kepada orang Persia itu: "Dimanakah Mesias akan dilahirkan?" (Mat. 2:4)

Jadi kurang lebih hal itulah yang menyebabkan mengapa orang Yahudi tidak dapat percaya, yaitu karena ketidaksanggupannya untuk memahami kedatangan dan pelayanan Mesias.

Dalam ayat yang sama di atas juga dikatakan

* Yohanes 12,

42 Namun banyak juga di antara pemimpin yang percaya kepada-Nya, tetapi oleh karena orang-orang Farisi mereka tidak mengakuinya berterus terang, supaya mereka jangan dikucilkan. 

43 Sebab mereka lebih suka akan kehormatan manusia dari pada kehormatan Allah.

Jadi sebenarnya masih ada dan bahkan ada banyak di antara mereka yang percaya dengan Yesus Kristus, tetapi karena mereka tidak mau dikucilkan dan direndahkan sehingga mereka pun memilih untuk tetap menyangkal imannya kepada Kristus.

Mengapa orang Yahudi tidak percaya?

Kata kuncinya (akhirnya kita tahu) ialah "ketidakpahaman". Baik itu ketidakpahaman kelahirannya mau pun kepelayanannya.

Kelahirannya sudah jelas di atas. Namun bagaimana dengan pelayanan-Nya? Ketidakpahaman seperti apakah yang dimaksud?

Untuk memudahkan penjelasannya, saya bagi dalam dua point, yaitu:

1. Salah satu kerinduan orang Israel adalah menanti kedatangan Mesias. Mereka banyak mendengar kehebatan Mesias sebagai Daud yang akan Tuhan bangkitkan untuk membebaskan mereka dari perbudakan bangsa asing.

2. Kenyataannya, Yesus Kristus datang dengan kondisi yang tidak mereka harapkan. Mereka memandang rendah Kristus yang hanyalah seorang anak tukang kayu sehingga tidak mungkin Yesus adalah raja yang akan menolongnya.

Penjelasan:

Yohanes Pembaptis merupakan pengantar kedatangan Yesus Kristus. Ia menyerukan Nama-Nya, sebagai Mesias, Raja, Anak Domba Allah.

Yohanes senang dengan kedatangan Yesus sebab sebagai seorang imam, ia pasti tahu bahwa kerinduan orang Israel adalah menantikan kedatangan Mesias itu.

Waktu terus berlalu, sekali pun Yohanes sudah tertangkap dan dikurung dalam penjara, tetapi informasi mengenai pelayanan Yesus ternyata ia dengar juga. Namun tidak seperti yang ia pikirkan, sebagaimana layaknya seorang Raja (baca point 1 di atas), Kristus justru tidak pernah membentuk suatu agresi militer, sehingga Yohanes mengirim pesan kepada Yesus,

* Matius 11,

2 Di dalam penjara Yohanes mendengar tentang pekerjaan Kristus,

3 lalu menyuruh murid-muridnya bertanya kepada-Nya: "Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan orang lain?"

Yohanes bertanya:

Apa Engkau Mesias atau adakah orang lain nanti?

Yohanes tidak mempermasalahkan latar belakang Yesus yang lahir dari seorang anak tukang kayu, yang ia pertanyakan hanyalah kenapa Yesus tidak pernah membentuk pasukan-pasukan untuk berperang melawan bangsa Romawi?

Lalu Yesus menjawab,

4 Yesus menjawab mereka: "Pergilah dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu dengar dan kamu lihat:

5 orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik.

6 Dan berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku."

Bandingkan:

* Yesaya 35,

5 Pada waktu itu mata orang-orang buta akan dicelikkan, dan telinga orang-orang tuli akan dibuka.

6 Pada waktu itu orang lumpuh akan melompat seperti rusa, dan mulut orang bisu akan bersorak-sorai; sebab mata air memancar di padang gurun, dan sungai di padang belantara;

Jadi jelas, tujuan dan kedatangan Yesu "pertama kali" adalah guna menyelesaikan lebih dulu permasalahan kita dengan Bapa, yaitu menebus kita dari perbudakan Iblis, yang sudah dijelaskan kemarin. Sambil itu, Yesus ingin melihat dan menguji sampai dimana ketaatan kita, manusia, kepada-Nya sehingga Ia harus berkata: Dan berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku.

Kata "berbahagia" di sini pastilah akan ada imbalan yang kita dapatkan bila percaya dan tetap setia pada-Nya, yaitu kita akan menjadi pewaris kerajaan sorga.

Karena tidak mungkin bumi ini lenyap sedangkan masih banyak hal-hal yang belum diselesaikan, seperti hubungan kita dengan Tuhan yang sempat terputus akibat dosa dan juga mengenai Hukum Taurat sebagai Hukum Tambahan (baca: kutukan) yang hendak dicabut, dan belum lagi keselamatan Tuhan masih dalam lingkup keluarga Yakub (Israel) saja sesuai visi Yesaya 49.

Kekuasaan Tuhan pertama-tama (Perjanjian Lama) dinyatakan dengan kondisi hurufiah, misalkan peperangan dan Tuhan buktikan dengan memenangkan umat-Nya. Dan selanjutnya (Perjanjian Baru), Ia memenangkan umat-Nya dengan cara-cara yang rohaniah, yaitu memulihkan keadaan dan tubuh manusia, Tuhan telah masuk ke dalam tubuh manusia. Antara Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru sama-sama berbicara soal penebusan. Penebusan pertama, yaitu dari orang Mesir dan penebusan kedua, yaitu dari Iblis sebagai musuh kita sesungguhnya.

Dalam bagian lain, ternyata bukan hanya Yohanes saja (dalam lingkup pro Kristus) yang masih belum paham dengan pelayanan-Nya. Bahkan rasul-rasulNya pun yang setiap hari bersama-sama dengan-Nya belum dapat memahami-Nya secara pasti, alias mereka masih keliru dengan pelayanan-pelayanan Yesus,

* Lukas 24,

13 Pada hari itu juga dua orang dari murid-murid Yesus pergi ke sebuah kampung bernama Emaus, yang terletak kira-kira tujuh mil jauhnya dari Yerusalem,

14 dan mereka bercakap-cakap tentang segala sesuatu yang telah terjadi.

15 Ketika mereka sedang bercakap-cakap dan bertukar pikiran, datanglah Yesus sendiri mendekati mereka, lalu berjalan bersama-sama dengan mereka.

16 Tetapi ada sesuatu yang menghalangi mata mereka, sehingga mereka tidak dapat mengenal Dia.

17 Yesus berkata kepada mereka: "Apakah yang kamu percakapkan sementara kamu berjalan?" Maka berhentilah mereka dengan muka muram.

18 Seorang dari mereka, namanya Kleopas, menjawab-Nya: "Adakah Engkau satu-satunya orang asing di Yerusalem, yang tidak tahu apa yang terjadi di situ pada hari-hari belakangan ini?"

19 Kata-Nya kepada mereka: "Apakah itu?" Jawab mereka: "Apa yang terjadi dengan Yesus orang Nazaret. Dia adalah seorang nabi, yang berkuasa dalam pekerjaan dan perkataan di hadapan Allah dan di depan seluruh bangsa kami.

20 Tetapi imam-imam kepala dan pemimpin-pemimpin kami telah menyerahkan Dia untuk dihukum mati dan mereka telah menyalibkan-Nya.

21 Padahal kami dahulu mengharapkan, bahwa Dialah yang datang untuk membebaskan bangsa Israel. Tetapi sementara itu telah lewat tiga hari, sejak semuanya itu terjadi.

22 Tetapi beberapa perempuan dari kalangan kami telah mengejutkan kami: Pagi-pagi buta mereka telah pergi ke kubur,

23 dan tidak menemukan mayat-Nya. Lalu mereka datang dengan berita, bahwa telah kelihatan kepada mereka malaikat-malaikat, yang mengatakan, bahwa Ia hidup.

24 Dan beberapa teman kami telah pergi ke kubur itu dan mendapati, bahwa memang benar yang dikatakan perempuan-perempuan itu, tetapi Dia tidak mereka lihat."

25 Lalu Ia berkata kepada mereka: "Hai kamu orang bodoh, betapa lambannya hatimu, sehingga kamu tidak percaya segala sesuatu, yang telah dikatakan para nabi!

26 Bukankah Mesias harus menderita semuanya itu untuk masuk ke dalam kemuliaan-Nya?"

27 Lalu Ia menjelaskan kepada mereka apa yang tertulis tentang Dia dalam seluruh Kitab Suci, mulai dari kitab-kitab Musa dan segala kitab nabi-nabi.

Dalam ayat di atas dikatakan bahwa ada kedua orang murid Yesus sedang berbincang soal kematian dan hilangnya tubuh Yesus di kubur. Namun Yesus Kristus datang menghampiri mereka, dalam ayat di atas dikatakan "ada sesuatu yang menghalangi mereka sehingga mereka tidak tahu bahwa orang itu adalah Yesus". Istilah "menghalangi" di sini pastilah Yesus sedang merubah wajah-Nya.

Yesus bertanya, apa yang sedang murid-murid itu bincangkan? Mereka pun menjawab mengenai Yesus Kristus yang ditangkap dan disalibkan tetapi mayat-Nya tidak mereka temukan. Dan mereka juga mengungkapkan kekesalannya karena Yesus yang mereka maksud selama ini sebagai Mesias ternyata bukan.

Akibat pernyataan mereka itu, Yesus pun menegur mereka, berkata:

25 Lalu Ia berkata kepada mereka: "Hai kamu orang bodoh, betapa lambannya hatimu, sehingga kamu tidak percaya segala sesuatu, yang telah dikatakan para nabi!

26 Bukankah Mesias harus menderita semuanya itu untuk masuk ke dalam kemuliaan-Nya?"

27 Lalu Ia menjelaskan kepada mereka apa yang tertulis tentang Dia dalam seluruh Kitab Suci, mulai dari kitab-kitab Musa dan segala kitab nabi-nabi.

Jadi jelas, satu-satunya alasan mengapa orang Yahudi tidak percaya karena mereka tidak tahu, belum tahu, atau mungkin tidak dapat menerima apabila Yesus yang hanyalah anak seorang anak tukang kayu, yang sering menyetarakan diri-Nya dengan Allah dan mati di kayu salib itu sebagai Mesias.

* Matius 13,

55 Bukankah Ia ini anak tukang kayu? Bukankah ibu-Nya bernama Maria dan saudara-saudara-Nya: Yakobus, Yusuf, Simon dan Yudas?

56 Dan bukankah saudara-saudara-Nya perempuan semuanya ada bersama kita? Jadi dari mana diperoleh-Nya semuanya itu?"

57 Lalu mereka kecewa dan menolak Dia. Maka Yesus berkata kepada mereka: "Seorang nabi dihormati di mana-mana, kecuali di tempat asalnya sendiri dan di rumahnya."

58 Dan karena ketidakpercayaan mereka, tidak banyak mujizat diadakan-Nya di situ.

Orang Israel terlalu antusias menyambut kedatangan Yesus sebagai Raja namun mereka lupa dan mengabaikan ayat-ayat yang menyatakan bahwa Ia harus disiksa dulu (dalam rangka penebusan) dan setelah penyiksaan itu barulah Ia dapat masuk ke dalam kemuliaan-Nya.

* Yesaya 53,

11 Sesudah kesusahan jiwanya ia akan melihat terang dan menjadi puas; dan hamba-Ku itu, sebagai orang yang benar, akan membenarkan banyak orang oleh hikmatnya, dan kejahatan mereka dia pikul.

12 Sebab itu Aku akan membagikan kepadanya orang-orang besar sebagai rampasan, dan ia akan memperoleh orang-orang kuat sebagai jarahan, yaitu sebagai ganti karena ia telah menyerahkan nyawanya ke dalam maut dan karena ia terhitung di antara pemberontak-pemberontak, sekalipun ia menanggung dosa banyak orang dan berdoa untuk pemberontak-pemberontak.

Jadi secara peperangan, Yesus telah "merampas" kepunyaan Iblis itu, yaitu kita manusia, karena sekali lagi kita harus ingat bahwa sewaktu itu Adam dan Hawa lebih taat dan percaya kepada Iblis ketimbang dengan Tuhan. Sesuai dengan janji Tuhan, apabila mereka memakan buah itu maka mereka akan mati (secara rohani) dan Yesus Kristus adalah korban penebus yang akan turun ke jurang maut untuk mengambil kunci Kerajaan Maut itu,

* Wahyu 1:18,

dan Yang Hidup. Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup, sampai selama-lamanya dan Aku memegang segala kunci maut dan kerajaan maut.

Kematian (akibat dari dosa) itu bukan main-main melainkan ada konsekuensi dari akibat itu, yaitu manusia telah kehilangan entitasnya sebagai Manusia (sesuai dengan tujuan awal).

Pengorban hewan ternak semacam kambing dan domba yang masih dilakukan baik orang Yahudi mau pun orang Muslim hingga sekarang hanyalah kesementaraan atau bayang-bayang keselamatan, karena secara penciptaan kita tidak setara dengan hewan-hewan itu sehingga diperlukan tubuh untuk membatalkan (memutarbalikkan) kutuk (kematian) itu dan satu-satunya jalan ialah dengan pengorbanan dan sesudah itu kita pun dilahirkan (secara rohani) kembali. Sebab ketika masih menggunakan hewan ternak kita terus melakukan persembahan itu secara beulang-ulang tetapi melalui tubuh Kristus yang setara dengan kemanusiaan kita telah menyempurnakan penebusan itu (Ibrani 10).

Di satu sisi, makna penyaliban Yesus adalah bagaikan suatu benih yang ditanam di tanah dan benih itu akan tumbuh menghasilkan buah-buah (benih-benih) lainnya.

* Yesaya 53:10,

. . . Apabila ia menyerahkan dirinya sebagai korban penebus salah, ia akan melihat keturunannya, umurnya akan lanjut, dan kehendak TUHAN akan terlaksana olehnya.

Yang dimaksud keturunan-Nya ialah kita umat manusia, sebab oleh-Nya, kita telah dilahirkan kembali, yang dulunya mati kini kembali mengenakan dan dilahirkan secara rohani.

Umur-Nya akan lanjut, yaitu sesudah kematian akan ada kebangkitan-Nya.

HALELUYA!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar