Sabtu, 18 Maret 2017

KEDATANGAN MESIAS! #8

 

PENDAHULUAN:

"Setelah penulis terakhir Perjanjian Lama, yaitu Nabi Maleakhi menyelesaikan tugasnya (400 S.M), terjadi masa inter-testamental (masa antar perjanjian) selama kurang lebih 400 Tahun sampai digenapinya Pemulihan 70 x 7 Masa (#7.6). Yaitu masa yang mengantarai Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru,

* Yeremia 31:31,

Sesungguhnya, akan datang waktunya, demikianlah firman TUHAN, Aku akan mengadakan perjanjian baru dengan kaum Israel dan kaum Yehuda,

Dan dengan demikian, Keselamatan dinyatakan untuk semua bangsa,

* Yesaya 49:6b,

Tetapi Aku akan membuat engkau (ISRAEL) menjadi terang bagi bangsa-bangsa supaya keselamatan yang dari pada-Ku sampai ke ujung bumi."

Yesus berfirman bahwa Keselamatan berasal dari Yahudi (Yoh. 4:22), yang tidak lain Ia sedang menyinggung diri-Nya sendiri. Yesus Kristus adalah keturunan Yehuda salah satu anak Israel dan anak-anak Israel inilah yang akan menjadi nabi-nabi (Amos 2:11) dan memberitakan keselamatan-Nya untuk semua bangsa.

Pada masa inter-testamental bukan berarti tidak ada lagi nabi yang Tuhan bangkitkan, karena kenyataannya ada Simeon dan Hana, yang sedag menanti-nantikan kedatangan Mesias. Bahkan Simeon harus menunggu kedatangan Mesias, sebab ia tidak akan mati sebelum melihat Anak itu. (Luk. 2:29)

Orang Israel telah diberikan waktu selama 490 tahun (70x7 Masa) untuk dipulihkan, dan sesuai dengan perhitungan kita kemarin, masa itu jatuh di tahun 34 Masehi dan segera berakhir setelah kematian rasul Stefanus. Masa pemulihan di sini diindentifikasikan sebagai masa fokus Tuhan hanya kepada orang Israel saja,

* Matius 15:24,

Jawab Yesus: "Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel."

Dan ketika masa itu habis maka keselamatan-Nya untuk segenap bangsa sebab Hakim-Nya telah dinyatakan. Tugas bangsa Israel sebagai bangsa percontohan telah selesai,

* Matius 21:43,

Sebab itu, Aku berkata kepadamu, bahwa Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu.

Lalu akhirnya bangsa Israel (para rasul) yang akan memberitakan keselamatan Kristus sampai ke ujung bumi dan bukan ke Saudi Arabia saja, apalagi sampai mengatakan bahwa Tuhan telah hijrah dari Israel ke Arab Saudi,

* Yesaya 49:6b,

Tetapi Aku akan membuat engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa supaya keselamatan yang dari pada-Ku sampai ke ujung bumi."

Kedatangan Mesias adalah salah satu kerinduan orang Israel, namun ketika Ia telah dinyatakan tidak sedikit dari mereka yang menolak kedatangan-Nya sehingga hal ini diibaratkan "Kerajaan itu akan diambil dari padamu....." namun sesungguhnya Kerajaan itu memang pada akhirnya akan dinyatakan dan diberikan pula kepada segenap bangsa. (Yes. 49:6b)"

BAGIAN KE DELAPAN!

1. Kelahiran Yesus Kristus dan Kenapa Ia harus disunat, dibaptis, taat pada taurat, pengosongan diri -- Kemanusiaan Yesus

Sebelum masuk ke pembahasannya. Mari kita flashback sejenak mengenai kejadian yang mengakibatkan hal ini. Karena tidak ada sebab tanpa akibat, begitu pula ada akibat maka ada pula sebabnya. (Teori Kausalitas)

8.1.1 LATAR BELAKANG

Ada banyak manfaat (manifest dan laten) kelahiran Yesus Kristus di bumi ini.

Tujuan pertama dan paling utama adalah untuk menebus umat manusia dari perbudakan Iblis. Sedangkan fungsi latennya adalah Yesus dapat dijadikan sebagai gambaran dan contoh kehidupan yang benar di hadapan Tuhan.

Manusia Adam dan rusuknya yang bernama Hawa, diciptakan dengan kesempurnaan sebab segala yang Tuhan ciptakan adalah baik adanya. (Kej. 1)

Malaikat pun semuanya diciptakan dengan keadaan baik dan bahkan lebih sempurna dari kita manusia, sehingga terdapat 3 esensi yang mulia di dunia ini, yaitu TUHAN (Sang Pencipta), Malaikat dan Manusia. Dan di dalam diri manusia terdapat 3 bagian pula, yaitu: Tubuh, Jiwa dan Raga (Roh).

Note:

Iblis tidak diciptakan melainkan Iblis adalah esensi dari pemberontakan Malaikat kepada Pencipta-Nya.

Pasca Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa, Tuhan langsung memberikan suatu visi (nubuat):

"Keturunan manusia itu akan meremukkan kepalamu, hai iblis. Tetapi engkau akan meremukkan tumitnya" - Kej. 3:15

Tidak ada nubuat lain yang lebih dahulu dinyatakan daripada nubuat mengenai Keturunan Illahi ini, yang kemudian digenapi 4.000 tahun kemudian.

Kenapa perlu selama itu?

Yang pertama yang harus kita tahu dan sadari ialah, waktu kita bukanlah waktu Tuhan. Seribu tahun dihadapan kita adalah seperti satu hari dihadapan-Nya. Tuhan dapat menembus waktu ke mana pun Ia kehendaki. (Mzm. 90:4; 2Ptr. 3:8)

Yang kedua, karena posisi kita tidaklah kudus lagi. Akibat dosa ialah kematian rohani sebagai pemisah antara kita dengan Bapa. Kita telah lost contact dengan Pencipta kita dan adakalanya kita tidak mempercayainya. Orang Israel ketika itu tidak dapat begitu saja percaya kepada Tuhan sampai Tuhan buktikan kebesaran-Nya barulah mereka percaya. Mereka takut akan Tuhan tetapi tidak dapat menjauhi yang jahat.

Dalam tulisan saya sebelumnya, saya sudah memberikan contoh-contoh bahwa betapa kudusnya Tuhan itu dan segala sesuatu yang menyimbolkan diri-Nya tidak dapat disentuh oleh sembarang orang. Misalkan, pada Tabut Perjanjian. Tabut Perjanjian merupakan "Tempat Elohim Berfirman" kepada Musa yang berarti tempat itu sangat kudus (Kel. 25:22), yang tidak boleh disentuh oleh orang yang tidak ditugaskannya dan tidak pula kepada orang yang berdosa atau tidak suci. Tabut itu harus disentuh oleh tangan-tangan bersih, baik secara jasmani mau pun rohani. Imam sendiri harus mensucikan dirinya lebih dulu ketika hendak menyentuh Tabut Tuhan, kalau tidak maka mereka akan mati seketika (Im. 22).

Dalam 2 Samuel 6, terlihat bagaimana Elohim menyambar Uza yang telah teledor memegang Tabut itu. Sekali pun maksud Uza baik, yaitu supaya Tabut itu jangan sampai tergelincir dan jatuh, namun kekudusan Tuhan tidak dapat dibandingi dengan kekudusan illah-illah tetangga. Sebab Tuhan sendiri-lah yang akan menjaga Tabut itu.

Jadi konsekuensi dosa mengakibatkan kita tidak dapat "bersentuhan langsung" dengan Tuhan yang adalah kudus. Hal yang sama sebenarnya juga terjadi ketika orang Muslim harus berwudhu, lepas sendal, urai tikar, dan lain sebagainya, yang semuanya itu ditandai sucinya Tuhan yang harus diimbangi pula dengan sucinya umat-Nya.

Bait Suci dalam Perjanjian Lama tidak dibuat asal-asalan (tanpa maksud), seperti terdapatnya tabir pemisah antara Ruang Kudus (dapat dimasuki jemaat) dan Ruang Yang Mahakudus (tidak dapat, hanya Imam Besar saja, itu pun sekali setahun) sebagai simbol "keterpisahan kita kepada-Nya".

Tetapi kedatangan Kristus dan kematian-Nya itu telah merubuhkan pemisahan atau tabir tersebut sehingga kita kembali di "damaikan", kita telah ditebus dari pembelotan kita,

* Matius 27:51,

Dan lihatlah, tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah dan terjadilah gempa bumi, dan bukit-bukit batu terbelah,

Sehingga kita semua telah menjadi imam, yaitu imamat yang rajani (1Pt. 2:9)

Tidak ada lagi pemisah antara kita dengan Bapa.

Kita juga harus ingat, bahwa Tuhan selalu memberikan tanda bahwa perkataan-Nya itu nyata adanya, dalam beberapa tulisan saya -- sebut saja bagian-bagian sebelum chapter 8 ini --, sudah jelas ada banyak contoh di mana simbol kerohanian itu memiliki makna, misalkan mengapa orang Yahudi harus merayakan Paskah, sebab pada saat itulah Tuhan telah membebaskannya dari perbudakan orang Mesir dan juga mengenai Tulah Kesepuluh di mana orang-orang Israel harus mempersembahkan korban, dan darah korbanot itu harus mereka taruh diambang pintu mereka. Bila Tuhan lewat untuk membinasakan anak sulung orang Mesir, Ia dapat melihat tanda itu dan melewatinya daripada anak sulung mati, sehingga semua anak sulung Israel dapat selamat. Dan peringatan ini (menaruh darah diambang pintu) terus dilakukan sebagai peringatan yang diadakan setiap tahun (kearifan lokal, kebudayaan).

Dan sekarang, saatnya Ia menebus kita dari perbudakan Iblis, sebagai Penebusan Terakhir (Penebusan Sesungguhnya) dan selama itu pula Ia ingin melihat siapa yang tahan dan siapa yang tidak tahan, siapa yang percaya dan siapa yang tidak percaya, siapa yang setia dan siapa yang tidak setia. (Mrk. 13:13)

Kelahiran Kristus dan kematian-Nya di kayu salib adalah tanda bahwa Ia telah menebus kita dari perbudakan dosa.

Pertama, Tuhan menebus manusia dari perbudakan manusia, yaitu orang Mesir. Lalu Ia datang menyelamatkan-Nya. Ia datang untuk menyatakan kebesaran-Nya dan bahwa tidak ada sesuatu pun di bumi di bawah mau pun di langit di atas yang dapat menandingi-Nya. Ia perlu mempercayakan diri-Nya kepada umat-Nya, memberikan sejarah mengenai diri-Nya sendiri. Karena kita harus ingat kembali bahwa Israel adalah satu-satunya bangsa yang Ia pilih untuk dijadikan sebagai Anak Sulung (bangsa percontohan), yang akan menyatakan kebesaran-Nya. Kalau Ia ingin diagungkan tanpa memberikan fakta mengenai diri-Nya maka orang-orang tidak akan mempercayainya. Jadi Tuhan memberi bukti dan bukan janji.

Yang kedua, semakin dekat dengan masa kedatangan Yesus Kristus, Ia harus memastikan bahwa umat-umatNya telah matang secara iman namun kenyataannya tidak sama sekali, yang ada orang Israel semakin bebal. Ia pun menghukum mereka semua dengan cara membiarkan tanahnya direbut dan hartanya dirampas lalu mereka semua diasingkan (dibuang) agar mereka mau mengingat kembali Tuhan.

Dan yang ketiga adalah menebus manusia dari musuh mereka yang sebenarnya, yaitu Iblis. Tuhan telah cukup memberikan bukti mengenai Kebesaran-Nya dan Ia sudah memiliki umat sehingga Ia dapat dan pantas dipercayai. Peperangan yang terjadi bukanlah secara jasmani, peperangan kita bukan terhadap manusia sebab kita semua bersaudara, berasal dari nenek moyang yang sama. Melainkan peperangan kita adalah peperangan rohani yaitu memerangi Iblis, yang telah menjerumuskan nenek moyang kita.

Pada hari kedatangan-Nya (menjelang kiamat), terdapat dua jenis tanda yang terdapat pada tiap-tiap orang:

Pertama, tanda untuk orang yang percaya,

* Wahyu 22:4,

dan mereka akan melihat wajah-Nya, dan nama-Nya akan tertulis di dahi mereka.

Kedua, tanda untuk orang yang tidak percaya. Yaitu tanda yang dibuat sendiri oleh binatang itu. (Wahyu 14:11)

8.1.2 ROH TUHAN (YESUS KRISTUS) YANG "DIUTUS"

* Yesaya 55:11,

demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.

Tuhan adalah Pribadi yang tidak terikat oleh Ruang dan Waktu.

Oleh Ruang, yaitu Ia dapat tampil di banyak tempat.

Oleh Waktu, yaitu Ia dapat melakukannya dalam waktu yang bersamaan.

Hal inilah yang kemudian menyebabkan kenapa eksistensi Tuhan itu tanpa batas. Sebab Ia sendiri memiliki Roh yang tidak terbatas banyaknya,

* Yohanes 3:34,

Sebab siapa yang diutus Allah, Dialah yang menyampaikan firman Allah, karena Allah mengaruniakan Roh-Nya dengan tidak terbatas.

Tuhan itu memang Esa, akan tetapi di satu sisi Ia memiliki Roh yang tidak terbatas banyaknya.

Demikian pula kaitannya dengan Yesaya 55:11 di atas, demikianlah firman-Nya yang keluar dari mulut-Nya yang tidak akan kembali kepada-Nya dengan kesia-siaan melainkan akan berhasil dalam apa yang Ia suruhkan kepada-Nya. Bahwa Firman (Roh) yang keluar dari mulut-Nya (berasal dari diri-Nya, bukan hasil ciptaan) tidak akan kembali kepada-Nya dengan sia-sia. Roh-Nya itu telah Ia utus, namun kita jangan terjerumus dengan kata "utus", "suruhan" dan lain sebagainya.

Para penyerang berusaha untuk mengartikan ayat di atas sebagaimana nabi-nabi diberikan firman oleh-Nya. Tetapi kita harus membedakan antara "Firman Yang Keluar" dan "Firman Yang di Taruh". Nabi-nabi jelas menerima firman (ditaruh, masuk) tetapi Yesus Kristus adalah Firman itu sendiri yang turun menjadi Manusia (keluar),

* Yohanes 1:1, 14,

1 Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.

14 Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.

Dalam misi kedatangan Yesus Kristus ke bumi, Ia "memainkan sebuah peran" yaitu yang sesuai dengan yang disuruhkan kepada-Nya (namun kata-katanya tidak boleh kita terjemahkan secara hurufiah), yaitu:

1. Lahir sebagai Manusia,

Kenapa perlu? Jawabannya sudah ada di atas. Lagi pula Tuhan ingin berbicara langsung kepada Manusia sebab semenjak Ia mengeluarkan bangsa Israel dari perbudakan, mereka menolak mendengarkan suara Tuhan langsung karena takut jangan sampai mereka mati,

* Keluaran 20:19,

Mereka berkata kepada Musa: "Engkaulah berbicara dengan kami, maka kami akan mendengarkan; tetapi janganlah Allah berbicara dengan kami, nanti kami mati."

2. Kelahirannya itu juga mengosongkan diri-Nya, Kenapa harus mengosongkan diri-Nya?

Kalau dari yang saya baca-baca di Alkitab, satu-satunya alasan Tuhan mengutus Malaikat dan Nabi-Nya ialah untuk menghindari kemurkaan-Nya kepada umat-Nya,

* Keluaran 33,

2 Aku akan mengutus seorang malaikat berjalan di depanmu ..... 

3 .... Sebab Aku tidak akan berjalan di tengah-tengahmu, karena engkau ini bangsa yang tegar tengkuk, supaya Aku jangan membinasakan engkau di jalan."

Jadi ada timbal-balik di sini. Tuhan ingin manusia selamat dan terhindar dari amarah-Nya, demikian juga Manusia tidak ingin Tuhan berkomunikasi dengan mereka supaya jangan mereka mati sehingga Tuhan mengambil rupa seorang manusia agar jangan sampai kemarahan-Nya meredam bumi ini. Ia tidak hanya mengambil rupa seorang manusia, tetapi sifat-sifat manusia yang lemah dan tanpa juga dimiliki oleh-Nya, sebab misi lain Kristus adalah juga untuk menggenapi pribadi Manusia yang tidak mengenal dosa sesuai dengan apa yang dicita-citakan oleh Tuhan.

Pasca kelahiran-Nya ke bumi bukan berarti bahwa kehidupan Yesus Kristus baru dimulai sehingga teman-teman Muslim mempertanyakan:

Siapa Tuhan sebelum Yesus dilahirkan?

Yesus Kristus adalah Tuhan yang menjadi Manusia dan bukan Manusia yang menjadi Tuhan. Jadi kelahiran Kristus bukanlah awal mula kehidupan-Nya,

* Amsal 30:4,

Siapakah yang naik ke sorga lalu turun? Siapakah yang telah mengumpulkan angin dalam genggamnya? Siapakah yang telah membungkus air dengan kain? Siapakah yang telah menetapkan segala ujung bumi? Siapa namanya dan siapa nama anaknya? Engkau tentu tahu!

* Yohanes 3:13,

Tidak ada seorangpun yang telah naik ke sorga, selain dari pada Dia yang telah turun dari sorga, yaitu Anak Manusia.

Orang Muslim percaya bahwa nabi Muhammad merupakan nabi yang sudah semenjak dulu ditetapkan, sebagai mahluk dan kekasih yang sangat disayangi oleh Allah SWT.

Nah kira-kira seperti itulah Yesus Kristus. Ia telah turun ke bumi lalu naik kembali ke sorga merupakan (sekaligus) penggenapan kecil atas apa yang bakal terjadi ke depannya. Salah satu nubat kecil lagi, yang sudah dinyatakan semenjak dulu ialah adanya pengkhianat (Yudas Iskariot) dan tanpa kita sadari Anti Kristus juga sebenarnya berasal dari orang Kristen itu sendiri. Jadi sama seperti "Yudas Iskariot" -- salah seorang murid Yesus -- mengkhianati diri-Nya, demikian juga Anti Kristus akan berasal di antara kita,

* 1 Yohanes 2:19,

Memang mereka berasal dari antara kita, tetapi mereka tidak sungguh-sungguh termasuk pada kita; ....

Tetapi setelah kematian, kita akan bangkit lalu naik seperti Ia ke sorga dan kita akan ikut menghakimi bersama-sama dengan-Nya sedangkan Yesus Kristus adalah Hakim Agung kita.

Jadi sekali lagi perlu ditekankan, bahwa fakta kelahiran Yesus adalah sebagai berikut:

1. Ia sudah semenjak dulu ada, Ia adalah Pencipta dan Elohim itu sendiri.

2. Kedatangan-Nya ke bumi adalah sebagai utusan Illahi, utusan dari sorga.

Dan seperti penjelasan Yesaya 55 di atas, Ia harus menjalankan tugas yang diemban kepada-Nya. Pengertiannya adalah secara kontekstual (non-hurufiah) jadi kita jangan terjerumus dengan perkataan-perkataannya.

3. Ketika Ia datang, Ia harus mengosongkan dirinya. Sudah jelas di atas.

4. Sesudah itu Ia harus mengalami penderitaan karena ia merupakan Anak Domba persembahan Elohim,

* Yohanes 1:29,

Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia.

Beberapa typologi mengenai penebusan ini sudah pernah saya tuliskan, salah satunya ketika Tuhan memerintahkan Abraham (Bapa Perjanjian) untuk mempersembahkan anaknya satu-satunya yaitu Ishak, perintah ini bukanlah perintah tanpa di dasari oleh sesuatu melainkan keinginan Tuhan untuk menyatakan sesuatu seperti yang akan Ia lakukan nanti.

Dalam agama Islam dan juga Yahudi, konsep penebusan (aqiqah, semua bayi yang lahir tergadaikan dan harus ditebus) merupakan typologi dan bukan hakikat keselamatan itu. Orang Islam dan juga Yahudi masih percaya bahwa hewan ternak semacam kambing, domba, dan sebagainya, merupakan pengantar keselamatannya kepada Bapa di Sorga.

Note:

HR Abu awud, no. 2838, at-Tirmidzi no. 1522, Ibnu Majah no. 3165 dll dari sahabat Samurah bin Jundub Radhiyallahu anhu. 

Kenapa saya katakan Ishak sebagai anak satu-satunya? Karena cuma Ishak saja yang akan disebut sebagai keturunan-Nya,

* Kejadian 21:12,

.... sebab yang akan disebut keturunanmu ialah yang berasal dari Ishak.

* Galatia 4:31,

Karena itu, saudara-saudara, kita bukanlah anak-anak hamba perempuan, melainkan anak-anak perempuan merdeka.

Kita harus ingat, bahwa perkawinan Abraham dengan Hagar bukanlah bagian dari rencana Tuhan, Ismael adalah anak dari ketidakpercayaan Sara kepada Tuhan.

5. Sesudah itu Ia harus disalibkan

6. Lalu mati, dalam hal ini Ia akan mematikan tubuh jasmani-Nya dan pada point "Pengosongan diri"

7. Bangkit dan terangkat ke sorga. Kembali kepada Bapa dan menjadi Bapa itu sendiri

Itulah fase-fase pekerjaan Kristus, yang akan kita pelajari pada bab ini. Itulah bekal-bekal yang harus kita tahu untuk melangkah lebih lanjut mengenai kedatangan Kristus.

Yesus adalah segala-galanya bagi kita. Dia adalah Manusia sekaligus Anak Manusia sekaligus Anak Elohim sekaligus Nabi sekaligus Imam Besar sekaligus Anak Domba sekaligus Tabib sekaligus Raja sekaligus Firman Elohim dan sekaligus Tuhan itu sendiri.

Bersambung .....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar